Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Gagal Ginjal Kronik
KlasifikasiGagal Ginjal Kronik
Etiologi dan Faktor ResikoGagal Ginjal Kronik
Norris dan Nissenson (2008) menemukan bahwa kejadian gagal ginjal kronis bervariasi menurut sosial ekonomi, jenis kelamin dan kelompok etnis, sedangkan faktor risiko yang paling penting untuk gagal ginjal seperti hipertensi, diabetes dan albuminuria juga memainkan peran penting dalam perkembangan. penyakit ginjal dan penyakit yang muncul akibat gagal ginjal. 1) Diabetes Mellitus Lamanya waktu yang menyebabkan diabetes berkembang uremia biasanya 20 tahun. Antiepilepsi (untuk epilepsi dan kejang) Trimethadione, paramethadione, succinamide, carbamazepine. 5) Penyakit polikistik genetik merupakan penyakit keturunan yang dapat menyebabkan gagal ginjal (Price dan Wilson, 2006).
PatofisiologiGagal Ginjal Kronik
Terdapat kesesuaian antara penggunaan obat antibiotik pada pasien gagal ginjal di lingkungan rumah sakit RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Populasi pasien gagal ginjal di instalasi rawat inap RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun adalah sama.
ManisfestasiGagal Ginjal Kronik
Komplikasi Gagal Ginjal Kronik
Infeksi Secara Umum
Tidak terdapat kesesuaian penggunaan antibiotik pada pasien gagal ginjal saat masuk RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Pasien gagal ginjal kronik yang dirawat di RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun sebagian besar berjenis kelamin laki-laki (52,2%), berusia 51-60 tahun (28,4%), jenis infeksi yang diderita pasien penyakit ginjal kronik adalah anemia (16,5%), dan jenis golongan antibiotik yang paling sering digunakan adalah golongan sefalosporin yaitu seftriakson (54,8%).
Outcome Klinis Pada Infeksi
Rumus Perhitungan dan Penyesuaian Dosis
Ƒe : sebagian kecil dari obat yang diproses dalam keadaan sempurna.. jumlah klirens kreatinin pada pasien dengan penyakit yang berhubungan dengan ginjal.. nilai klirens kreatinin bila melihat ginjal adalah normal. ƮN: interval untuk pasien dengan ginjal normal .. rasio pembersihan kreatinin antara ginjal normal dan sehat.
PenatalaksanaanGagal Ginjal Kronik
- Terapi Farmakologi
Santi A et al, 2019 diperoleh persentase penggunaan levofloxacin pada pasien gagal ginjal kronik pada pasien yang dirawat di RSUD Kabupaten Tegal sebesar 95,83%. Moxifloxacin adalah bakterisida yang bekerja dengan menghambat replikasi DNA bakteri dengan mengikat enzim yang disebut DNA gyrase, yang memungkinkan pelepasan yang diperlukan untuk mereplikasi heliks ganda DNA menjadi dua.
Kerasionalan Obat
- Penggunaan Obat Rasional
Penggunaan obat yang tidak logis oleh masyarakat internasional menyebabkan pemborosan biaya terutama resistensi antibiotik sebagai akibat dari penggunaan obat yang tidak rasional. Pasien dikatakan benar jika respon individu terhadap obat yang dikonsumsi tidak menimbulkan resistensi pada pasien. Karena pilihan untuk mencoba pengobatan dilakukan setelah diagnosis yang tepat, obat yang dipilih harus memiliki efek terapeutik yang sesuai untuk kisaran penyakitnya.
Durasi minum obat harus sesuai dengan penyakit masing-masing, dan minum obat terlalu pendek atau terlalu lama tidak akan mempengaruhi hasil pengobatan.
Profil Rumah sakit
- Pengertian Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun
- Insatalasi Farmasi
Pada tanggal 18 Maret 1992, rumah sakit ini berganti nama menjadi Rumah Sakit Umum Sultan Imanuddin oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia saat itu, Dr. Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2002, Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun berfungsi sebagai unsur pelaksana Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat sebagai Badan Teknis Daerah yang dipimpin oleh seorang Direktur yang bertanggung jawab dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Kepala Daerah. Sekretaris. Tugas pokok dan fungsi RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat Nomor 20 Tahun 2008, rumah sakit bertanggung jawab untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah. kewenangan dan pemberian bantuan di bidang pelayanan kesehatan secara menyeluruh dengan mengutamakan upaya penyembuhan dan pemeliharaan kesehatan perseorangan.
Setiap depot pelayanan kefarmasian di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun memiliki apoteker penanggung jawab, asisten apoteker dan apoteker.
Rekam Medik
- Pengertian Rekam Medik
Rawat Inap
- Pengertian Rawat Inap
Sedangkan komponen rawat inap meliputi orang, indera, bangunan, prosedur medis, tes diagnostik, obat dan alat kesehatan, dan ketenangan jiwa. Pelayanan ini tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi mempersiapkan pasien agar dapat mandiri dan mencapai kesejahteraannya. Pelaksanaan pelayanan ini tergantung pada kebijakan dan prosedur, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan berkembangnya jenis dan jenis alat penunjang medis, sehingga banyak peralatan canggih di rumah sakit yang membutuhkan biaya investasi yang sangat tinggi.
Pelayanan ini diselenggarakan dan diatur sedemikian rupa sehingga memberikan pelayanan yang efisien, berkualitas dan konsisten berdasarkan fasilitas dan standar pelayanan yang ada.
KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTETSIS
Hipotesis Penelitian
Variabel (variabel) y dalam penelitian atau kajian ilmiah ini adalah ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien gagal ginjal di RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. 2) Variabel bebas (variabel bebas). Karakteristik pasien ditentukan berdasarkan jenis infeksi yang dialami oleh pasien gagal ginjal di Instalasi Rawat Inap RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Hasil penelitian mengungkap golongan antibiotik yang digunakan pada pasien gagal ginjal yang dirawat di Instalasi Rawat Inap RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun periode Januari hingga Desember 2020.
Pemberian antibiotik pada pasien gagal ginjal di instalasi rawat inap RS Sultan Imanuddin diberikan secara oral (p.o) dan intravena.
METODE PENELITIAN
Waktu Penelitian
Tempat Penelitian
Desain Penelitian
Variabel Penelitian
Didapatkan sampel sebanyak 67 subjek yang memenuhi kriteria inklusi dan didiagnosis gagal ginjal saat masuk RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Antibiotik golongan sefalosporin paling banyak digunakan pada pasien gagal ginjal di RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, dengan proporsi 85,6%. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 67 rekam medis pasien gagal ginjal yang dirawat di RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun pada Januari-Desember 2020.
Penyesuaian dosis obat pada pasien gagal ginjal kronik yang dirawat inap di RSUD Tegal di Indonesia.
Populasi, sampel Dan Sampling
- Populasi
- Sampel
Instrument Penelitian
Alat-alat dalam kajian atau kajian ilmiah ini adalah: 1) Data rekam medis pasien gagal ginjal. 2) Resep untuk pasien gagal ginjal.
Definisi Operasional
Lama pemberian yang tepat Lama pemberian obat harus sesuai dengan kondisi masing-masing, dan pemberian obat yang terlalu singkat atau terlalu lama tidak akan mempengaruhi hasil pengobatan.
Prosedur Penelitian
- Pengumpulan Data
- Pengeloloaan Data
Distribusi umur pasien gagal ginjal yang dirawat di RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun antara bulan Januari sampai Desember 2020 dan diobati dengan antibiotik adalah sebagai berikut. Hasil data menunjukkan karakteristik pasien gagal ginjal di RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun periode Januari-Desember 2020 yang mendapatkan terapi antibiotik sesuai dengan jenis gagal ginjalnya. Menurut data pemberian antibiotik pada pasien gagal ginjal di RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun periode Januari-Desember 2020, antibiotik diberikan secara oral dan intravena tergantung jenis antibiotiknya.
Data hasil penelitian menunjukkan rute pemberian antibiotik pada pasien gagal ginjal saat masuk RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun periode Januari-Desember 2020 yang mengkonsumsi antibiotik berdasarkan rute pemberian antibiotik. Selama Januari hingga Desember 2020, telah dilakukan evaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik terhadap 67 pasien dari rekam medis pasien gagal ginjal yang dirawat di RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Berdasarkan hasil penelitian, ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien gagal ginjal di ruang rawat inap RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun mencapai hasil 70% tepat obat sesuai indikasi yang ada, dilihat dari adanya tanda dan gejala. infeksi seperti demam, tekanan, nilai.
Evaluasi penggunaan antibiotik yang rasional dilakukan terhadap 67 rekam medik pasien gagal ginjal kronik di instalasi rawat inap RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Analisis efektivitas biaya penggunaan meropenem dan tidak ada hasil uji kepekaan antibiotik pada pasien gagal ginjal kronis rawat inap.
Analisa Data
Skema Kerja
Etika Penelitian
Penelitian ini menggunakan data rekam medis pasien gagal ginjal yang dirawat antara Januari hingga Desember 2020. Jenis kelamin pasien gagal ginjal yang dirawat di ruang rawat inap RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun antara Januari hingga Desember 2020 dan mendapatkan pengobatan antibiotik dirangkum pada tabel berikut : Tabel 5.1 Distribusi Jenis Kelamin Penderita Gagal Ginjal. Menurut data terapi antibiotik yang diberikan pada pasien gagal ginjal di Fasilitas RSUD Sultan Imanuddin, antibiotik yang paling banyak digunakan adalah antibiotik tunggal hingga 77,5 persen, antibiotik kombinasi hingga 19,5 persen, dan antibiotik kombinasi.
Pedoman pemilihan antibiotik pada pasien gagal ginjal dilakukan dengan menggunakan antibiotik yang diproses oleh hati atau dengan memantau pengobatan (Pat et al., 2010). Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien gagal ginjal kronik di instalasi rawat inap RSU Sultan Imanuddin Pangkalan Bun periode Januari-Desember 2020 berdasarkan kriteria Pasien memenuhi kriteria yang berlaku sebagian besar obat tepat sebagian besar tepat indikasi yang tepat, dosis yang tepat hampir semuanya, dan waktu yang tepat memberikan yang terbaik. Hasil uji hubungan kecocokan pada 5 kriteria pada penelitian ini menunjukkan bahwa pasien yang tepat menghasilkan nilai konstan karena variabel tersebut tidak memenuhi kriteria tabel uji chi-square, sedangkan untuk obat yang tepat, indikasi yang tepat, ketepatan dosis tidak terdapat kesesuaian antara penggunaan antibiotik pada pasien gagal ginjal kronik di instalasi rawat inap RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, sedangkan ketepatan waktu pemberian menunjukkan kesesuaian antara penggunaan antibiotik pada pasien gagal ginjal kronik di RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. rawat inap Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.
Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan gagal ginjal kronik pada pasien hemodialisis di RSUD Tugurejo Semarang. PERUBAHAN TEKANAN DARAH INTRADIALYSIS PADA PENDERITA GAGAL KRONIS KRONIS DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN INTERDIALYTIC >5% DAN<.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Karakteristik Berdasarkan Jenis Kelamin
Karateristik Berdasarkan Usia
Karateristik Berdasarkan Penyakit Penyerta
Karateristik Berdasarkan Tingkat Keparahan Gagal Ginjal
Kesesuian Penggunaan Jenis Dan Golongan Antibiotik
Karateristik Berdasarkan Penggunaan Golongan Antibiotik
Frekuensi Pemberian Antibiotik Berdasarkan Terapi
Cara Pemberian Antibiotik
Evaluasi Kerasionalan Penggunaan Antibiotik
- Ketepatan Pasien
- Ketepatan Pemilihan Obat
- Ketepatan Indikasi Penyakit
- Ketepatan Dosis Obat
- Ketepatan Lama Pemberian
Dalam kasus di mana dosisnya tidak tepat, cefixime diberikan pada 7,7% kasus pada pasien P4 dengan gagal ginjal stadium 5 dimana dosis rumah sakit 2 x 1 gram yang diberikan kepada P4 lebih tinggi dari dosis pada literatur dimana dosis pada literatur 400 mg lilin/hari. Evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien geriatri wanita dengan infeksi saluran kemih di instalasi rawat inap RSUD Dr. Penyesuaian Dosis Obat Berdasarkan Nilai Klirens Kreatinin pada Pasien Geriatri Rawat Inap di Rsup Dr.
Evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien gastroenteritis di instalasi rawat inap RSUD Ambarawa tahun 2009 (disertasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Outcome Klinis Infeksi Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik
Hasil Evaluasi Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran
PENGARUH JUMLAH PELAYANAN RAWAT JALAN, ER DAN RAWAT INAP TERHADAP TINGKAT PENGHASILAN RUMAH SAKIT CIDERES KABUPATEN MAJALENGKA. FAKTOR RISIKO TERKAIT PENYAKIT GINJAL KRONIS (PGK) PADA PASIEN YANG DIOBATI DI RUMAH SAKIT TAHUNA LIUNKENDAGE. PERAWATAN PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS DI RUANG FLAMBOYAN RUMAH SAKIT ABDUL WAHAB SHAHRANIE SAMARINDA.
TINJAUAN AKUMULASI CEPTRIAXON DARI DATA URINE MENGGUNAKAN ELEKTROPHORESIS KAPILER PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN DISFUNGSI LEASE TAHAP TIGA. Analisis ketepatan kode diagnostik penyakit Commotio Cerebri pada pasien rawat inap berdasarkan rekam medik ICD-10 di Rumah Sakit Islam Klaten. Manajemen nefrologi dan kualitas resep antibiotik dalam perawatan primer untuk pasien dengan penyakit ginjal kronis: studi cross-sectional retrospektif.