1112
EVALUASI KETERLAMBATAN PROYEK PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN DI JAKARTA SELATAN
EVALUASI KETERLAMBATAN PROYEK PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN DI JAKARTA SELATAN
Oleh : Jujuk Kusumawati 1)
Djoko Subagijo 2) Udien Yulianto 3) Yudi Setiawan 4)
Institut Teknologi Budi Utomo, Jakarta Timur 1,2,3,4) E-mail:
[email protected] 1) [email protected] 2)
[email protected] 3) [email protected] 4)
ABSTRACT
A pandemic has just hit Indonesia, namely the Corona virus (Covid-19). The pandemic has caused problems in society and in various business sectors in Indonesia, including the construction sector. with the project time that has been set. This is guided by the presence of a schedule control for the shell that allows the project to run smoothly. Three apartment projects in South Jakarta had structural progress control problems which resulted in work delays due to mismatches between the original structural progress that occurred during implementation. For this reason, it is necessary to do research so that it can be used as a reference and reference for factors that affect delays and find solutions to be solved by using observation and interview methods, interviewing informants and by issuing questions. based on the results of the interview. with personnel who work directly on the project and consult to find out the ranking factors and solutions that greatly affect project delays.
Keywords: Evaluation, Observation Method, Covid-19
ABSTRAK
Sebuah pandemi baru saja melanda Indonesia, yaitu virus Corona (Covid-19) Pandemi telah menimbulkan permasalahan di masyarakat dan di berbagai sektor usaha di Indonesia, termasuk sektor konstruksi Perkembangan industri konstruksi merupakan segmen yang berkembang sangat pesat dewasa ini, terlihat dari banyaknya konstruksi yang dibangun dengan waktu proyek yang telah ditetapkan. Ini dipandu oleh adanya kontrol jadwal untuk shell yang memungkinkan proyek berjalan dengan lancar. Tiga proyek apartemen di Jakarta Selatan memiliki masalah kontrol kemajuan struktural yang mengakibatkan keterlambatan pekerjaan karena ketidaksesuaian antara kemajuan struktural asli yang terjadi selama pelaksanaan. Untuk itu perlu dilakukan penelitian agar dapat dijadikan acuan dan acuan faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan serta mencari solusi untuk diselesaikan dengan metode observasi dan wawancara, mewawancarai informan dan dengan mengeluarkan pertanyaan. berdasarkan hasil wawancara. dengan personel yang bekerja langsung pada proyek serta berkonsultasi untuk mengetahui faktor peringkat dan solusi yang sangat mempengaruhi keterlambatan proyek
Kata Kunci : Evaluasi, Metode Observasi, Covid-19
1. PENDAHULUAN
Proyek Konstruksi adalah kegiatan yang berlangsung untuk waktu yang terbatas
sejumlah sumber daya untuk mencapai hasil konstruksi yang memenuhi baku mutu bagus. Berusaha keras untuk mencapai hasil yang baik dalam pekerjaan konstruksi membutuhkan berbagai jenis elemen pendukung dalam pelaksanaan pekerjaan Pelaksanaan proyek konstruksi saat ini banyak menggunakan teknologi baru, sumber daya manusia, serta dana material semakin signifikan. Oleh karena itu, pelaksanaan proyek konstruksi
memerlukan suatu metode
mencocokkan tata letak berbagai elemen yang ada di proyek Proyek konstruksi memiliki jadwal kegiatan yang
memandu rencana dan
jadwal pelaksanaan tertentu, waktu mulai dan waktu akhir proyek. Hal ini menunjukkan bahwa penjadwalan memiliki pengaruh yang besar terhadap pelaksanaan proyek Perencanaan proyek selalu mengacu pada perkiraan yang ada ketika rencana pengembangan selesai, maka masalah mungkin muncul jika ada ketidaksesuaian antara rencana yang telah dibuat dengan realitas asli. Oleh karena itu, efek umum
yang terjadi adalah
keterlambatan dalam pelaksanaan proyek dan mungkin terkait dengan perbaikan
biaya pelaksanaan proyek
2. TINJAUAN PUSTAKA
Tujuan dari manajemen konstruksi adalah untuk mengelola manajemen atau fungsi administrasi melaksanakan pengembangan sedemikian rupa sehingga mencapai hasil yang optimal dengan persyaratan (spesifikasi).
Untuk mencapai tujuan tersebut perlu juga
memperhatikan kualitas
konstruksi, biaya penggunaan dan waktu pelaksanaan Untuk mencapai hasil sesuai baku mutu merupakan upaya untuk melakukan pengawasan kualitas (Quality Control), pengendalian biaya (Cost Control) dan pemantauan waktu pelaksanaan (Time Control)1), serta sesuai dengan peraturan konstruksi bangunan5), tetapi tujuan manajemen konstruksi dapat dicapai melalui kinerja tenaga kerja ahli2). Hasil pencarian sebelumnya desain lengkap dan konstruksi pekerjaan konstruksi sesuai jadwal, harus berdasarkan kinerja manajer proyek3) serta bahwa kriteria ahli perlu melengkapi budaya kerja dan perilaku 4).
3. METODE PENELITIAN
Dalam penelitian ini digunakan penelitian evaluasi yaitu, penelitian dengan melakukan kajian terhadap kondisi yang
telah selesai dan
masalah, maka masalah juga perlu
1114
EVALUASI KETERLAMBATAN PROYEK PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN DI JAKARTA SELATAN
dianalisis solusi yang menghasilkan angka terjemahan dan persentase ada dua variabel dalam penelitian ini, antara lain keterlambatan proyek dan solusinya Keterlambatan proyek selama pandemi Covid-19.
Setelah mengetahui jenis penelitian dan variabelnya, metodologinya yang digunakan adalah evaluasi dengan analisis staf yang dilakukan Konstruksi (kontraktor), konsultan dan subkontraktor. Proses evaluasi untuk Penelitian ini menggunakan bantuan aplikasi komputer berupa Microsoft Excel.
metode
Analisis data keterlambatan proyek menggunakan metode RII dan skala Likert. Berikut pemaparan analisisnya Keterlambatan pelaksanaan proyek menyebabkan keterlambatan waktu pelaksanaan pekerjaan karena bahan dan material
4. HASIL DAN PEMBAHASAN
1) Pembahasan hasil analisis faktor keterlambatan dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.1 Hasil Analisis Faktor Keterlambatan Proyek (X1)
Sumber: Hasil AnalisisDari tabel 4.1 dapat
dilihat hasil dari peringkat faktor keterlambatan proyek sebagai berikut:
a. Peringkat 1:
1. Gangguan dalam proses pengiriman material (mobilisasi material) supplier ke lokasi proyek / X1.1= 82,8%
2. Sulitnya akses jalan karena adanya pembatasan sosial / X1.2= 82,8%
3. Peraturan yang mengharuskan adanya surat rapid untuk keluar masuk daerah membuat pihak supplier kesulitan untuk melakukan pengiriman / X1.3=
82,8%
4. Terbatasnya jumlah ketersediaan material oleh supplier pada masa pandemi Covid-19 / X1.4= 82,8%
5. Adanya supplier yang terkena Covid-19 mengakibatkan keterlambatan / X1.10= 82,8%
b. Peringkat 2: Terkendalanya ketidak tepatan waktu pemesanan pabrikasi khusus bahan bangunan / X1.5=
78,4%
c. Peringkat 3: Supplier merasa khawatir untuk melakukan pengiriman bahan material ke proyek selama masa pandemi Covid-19 / X1.6= 76,0%
d. Peringkat 4: Keterlambatan dalam mengirim laporan daftar
pengiriman material dan alat sehingga terjadi proses order tertunda / X1.9= 76,0%
e. Peringkat 5: Supplier tidak dapat menyediakan material sesuai dengan permintaan proyek (stok kosong) / X1.7= 74,0%
f. Peringkat 6: Supplier tidak bisa memenuhi kebutuhan material sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan / X1.8= 69,6%
2) Pembahasan hasil analisis solusi keterlambatan proyek dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.2 Hasil Analisis Solusi Keterlambatan Proyek (X2)
Sumber: Hasil Analisis
Dari tabel 4.2 dapat dilihat hasil dari peringkat solusi keterlambatan proyek sebagai berikut:
a. Peringkat 1: Mewajibkan supplier untuk setiap pengiriman (driver) bahan material membawa surat yang menunjukan bahwa mereka negative / X2.1= 88,8%
b. Peringkat 2: Menambah jumlah supplier material untuk digunakan sebagai cadangan apabila terjadi hal yang tidak diinginkan / X2.2= 84,0%
c. Peringkat 3: Mencari supplier yang baru dan berlokasi di satu daerah yang sama dengan lokasi proyek / X2.4= 83,6%
d. Peringkat 4: Mencari supplier lain untuk mempercepat pekerjaan sehingga tidak menimbulkan keterlambatan / X2.5= 83,2%
e. Peringkat 5: Menyarankan pihak supplier melakukan sistem shift untuk bagian produksi agar jumlah produksi bahan material tidak mengalami penurunan yang cukup drastis atau langkah lain untuk menjamin pemasok material / X2.3= 81,6%
5. SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
a. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keterlambatan penyelesaian proyek dengan nilai RII maksimal (82,8%) sebagai berikut:
1116
EVALUASI KETERLAMBATAN PROYEK PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN DI JAKARTA SELATAN
- Adanya supplier yang terkena Covid- 19 mengakibatkan keterlambatan (X1.10)= 82,8%
- Peraturan yang mengharuskan adanya surat rapid untuk keluar masuk daerah membuat pihak supplier kesulitan untuk melakukan pengiriman (X1.3)=
82,8%
- Adanya pandemi Covid-19 mengganggu dalam proses pengiriman material (mobilisasi material) supplier ke lokasi proyek (X1.1)= 82,8%
- Keterlambatan pengiriman material di tengah pandemi Covid-19 akibat sulitnya akses jalan karena adanya pembatasan sosial (X1.2)= 82,8%
- Terbatasnya jumlah ketersediaan material oleh supplier pada masa pandemi Covid-19 (X1.4)= 82,8%
b. Solusi untuk mengatasi keterlambatan penyelesaian proyek berdasarkan nilai RII maksimal (88,8%) yaitu mewajibkan supplier untuk setiap pengiriman (driver) bahan material membawa surat
yang menunjukan bahwa mereka negatif (X2.1)= 88,8%
6. DAFTAR PUSTAKA
Ervianto,Wulfram, (2004), Teori Aplikasi Manajemen Proyek Konstruksi,.
Penerbit Andi. Yogyakarta.
Husein Umar, 2005 Evaluasi Kinerja Perusahaan. Penerbit Gramedia Pustaka
Jujuk Kusumawati, Krishna Mochtar, Najid. (2020). Project Manager Classfication for Design and Build Construction od State Buildings. IOP Conf. Series: Materials Science and Engineering 852.
Jujuk Kusumawati, Krishna Mochtar, Najid. (2020). Performance Improvement Factors of the Experts of the Design and Build Project of the State Buildings. International Journal of Advanced Science and Technology.
Vol. 29, No. 05, (2020), pp. 1287- 1294.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2002, Bangunan Gedung.