Oleh karena itu, diperlukan penilaian untuk melihat sejauh mana program kelas khusus olahraga telah dilaksanakan di MAN 2 Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan pelaksanaan program kelas khusus olahraga, pelaksanaan program kelas khusus olahraga dan evaluasi program kelas khusus olahraga di MAN 2 Yogyakarta. Pelaksanaan program kelas khusus olahraga di MAN 2 Yogyakarta masih menghadapi beberapa kendala, sehingga dapat menjadi pertimbangan dalam evaluasi program.
10 Puji Mulyani, “Pelaksanaan Program Kelas Khusus Olahraga Tingkat SMA se-Kabupaten Kulonprogo,” Hanata Widya, no. Seperti halnya program yang sudah ada di lembaga pendidikan, program kelas khusus olahraga juga harus dievaluasi. Pelaksanaan program Kelas Khusus Olahraga di MAN 2 Yogyakarta c) Evaluasi program Kelas Khusus Olahraga menggunakan c) Evaluasi program Kelas Khusus Olahraga menggunakan mengetahui.
Pertama penelitian yang ditulis oleh Habibie berjudul “Evaluasi Program Pengembangan Kelas Khusus Olahraga SMA Negeri 8 Kota Bekasi”. 17 Puji Mulyani, “Pelaksanaan Program Kelas Khusus Olahraga Tingkat SMA di Kabupaten Kulonprogo” (Universitas Negeri Yogyakarta, 2012), https://eprints.uny.ac.id/40569/. 18 Nurhadi Santoso, “Evaluasi Program Kelas Khusus Olahraga Tingkat SMA di Kabupaten Kulonprogo Yogyakarta,” MAJORA: Majalah Ilmiah Olahraga 26, no.
19 Perbedaan dari penelitian ini adalah penelitian ini menggunakan model evaluasi Countenance Model (Stake), sedangkan peneliti akan menggunakan model CIPP, yang menjelaskan terkait (Context, Input, Process, Product) dalam penyusunan evaluasi program kelas khusus olahraga . Kajian ini menjelaskan bahwa program Kelas Khusus Olahraga diadakan untuk mencapai tujuan akademik dan non akademik melalui prestasi baik secara nasional maupun internasional. 19 Rahmad Khodari, “Evaluasi Program Pendidikan Olahraga Kelas Khusus SMA Negeri 1 Sewon Bantul Yogyakarta,” Jurnal Multilateral Pendidikan Jasmani dan Olahraga 15, no.
Terdapat perbedaan dengan penelitian ini, peneliti akan memaparkan dan menjelaskan secara detail setiap evaluasi model CIPP terkait dengan program Kelas Khusus Olahraga. 21 Wahyu Imam Mustafa, “Pembinaan Siswa Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMA N Kabupaten Sleman Yogyakarta,” Jurnal Hanata Widya, no. Penelitian ini dilakukan di MAN 2 Yogyakarta, subjek atau informan dalam penelitian ini adalah orang-orang yang terlibat dalam program kelas khusus olahraga.
Peneliti mengamati terkait dengan pelaksanaan program Kelas Khusus Olahraga yang sarana dan prasarananya sudah ada di lapangan, setelah itu pembelajaran dilakukan di kelas khusus olahraga. Dalam pelaksanaannya, peneliti menyusun alat wawancara kepada setiap informan yang meliputi latar belakang, pelaksanaan, dan evaluasi program Kelas Khusus Olahraga.
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Kajian Pustaka
Kerangka Teori
- Evaluasi Program
- Program Kelas Khusus Olahraga Pendidikan Menengah Atas
Metode Penelitian
- Jenis Penelitian
- Tempat dan Waktu Penelitian
- Subjek Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Keabsahan Data
- Teknik Analisis Data
Sistematika Pembahasan
GAMBARAN UMUM
- Letak Geografis
- Sejarah Singkat
- Visi, Misi dan Tujuan MAN 2 Yogyakarta
- Struktur Organisasi
- Guru dan Pegawai
- Siswa
- Sarana dan Prasarana
Asesmen konteks dalam penelitian ini mencakup tujuan program ini untuk mewadahi bakat dan minat siswa sehingga sasaran program kelas khusus olahraga di MAN 2 Yogyakarta adalah siswa yang sudah berprestasi. Evaluasi data dalam penelitian ini meliputi rencana yang dilakukan oleh MAN 2 Yogyakarta untuk program Kelas Khusus Olahraga yang mengimplementasikan bahwa 1 kelas berisi siswa berbakat di bidang olahraga yang masuk jalur prestasi dengan kriteria akademik, olahraga, agama dan moral. Evaluasi proses untuk program Kelas Khusus Olahraga di MAN 2 Yogyakarta sudah sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya, penambahan jam untuk kelas khusus olahraga adalah 8-10 jam.
Evaluasi produk meliputi dampak yang dialami MAN 2 Yogyakarta terhadap adanya program Kelas Khusus Olahraga yaitu brand yang diterima karena ketenarannya di luar kota, hal ini juga karena MAN 2 Yogyakarta aktif mempublikasikan prestasi siswa di media sosial sehingga dipublikasikan minat untuk mengikuti program tersebut. KKO meningkat setiap tahunnya dan prestasi yang diperoleh MAN 2 Yogyakarta dari program Kelas Khusus Olahraga juga meningkat dari tingkat daerah dan nasional, meski terhenti karena pandemi. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian pengembangan kinerja berdasarkan perencanaan program Kelas Khusus Olahraga di madrasah, sehingga dapat mengetahui proses pengembangan kinerja di MAN 2 Yogyakarta secara mendalam.
Semoga hasil penelitian “Evaluasi Pelaksanaan Program Kelas Khusus Olahraga MAN 2 Yogyakarta” ini dapat memberikan manfaat bagi pelaksanaan program Kelas Khusus Olahraga. Ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan pada Program Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMA Negeri 1 Kabupaten Sewon. Pemantauan profil kondisi fisik cabang sepak bola pada siswa SMA Kelas Khusus Olahraga Kabupaten Sleman Yogyakarta. Jorpres (Jurnal Prestasi Olahraga) 18, no.
Evaluasi Program Pendidikan Kelas Khusus Olahraga SMA Negeri 1 Sewon Bantul Yogyakarta.” Jurnal Multilateral Pendidikan Jasmani dan Olahraga 15, no. Pelaksanaan Program Kelas Khusus Olahraga Tingkat SMA Se-Kabupaten Kulonprogo.” Hanata Widya, no. Pembinaan Siswa Kelas Khusus Olahraga (KKO) di SMA N SE Kabupaten Sleman Yogyakarta.” Jurnal Hanata Widya, no.
Evaluasi Program Kelas Khusus Olahraga Tingkat SMA di Kabupaten Kulonprogo Yogyakarta.” MAJORA: Jurnal Olahraga Ilmiah 26, no.
Program Kelas Khusus Olahraga di MAN 2 Yogyakarta
Latar Belakang Program Kelas Khusus Olahraga di MAN 2 Yogyakarta
Pelaksanaan Program Kelas Khusus Olahraga di MAN 2 Yogyakarta
Evaluasi Program Kelas Khusus Olahraga Tingkat SMA di Kabupaten Kulonprogo Yogyakarta”, yang menjelaskan penggunaan model CIPP dan penggunaan metode penelitian evaluasi melalui data penelitian kualitatif yang diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Untuk mendukung program kelas khusus olahraga , perlu adanya sarana dan prasarana pendukung, serta proses pembelajaran bagi siswa masih sama dengan menggunakan RPP Kemendikbud untuk SMA terkait. “Evaluasi Program Pendidikan Kelas Khusus Olahraga SMA Negeri 1 Sewon Bantul Yogyakarta” menggunakan model evaluasi Countenance Model (Stake), model tersebut terdiri dari beberapa focal point yaitu anteseden, transaksi dan hasil.
Dari proses tersebut terlihat dampak dari peningkatan pendaftaran kelas khusus olahraga dan dukungan saat ada pertandingan. Program Kelas Khusus Olahraga ini sama dengan kelas reguler pada umumnya, yang membedakan adalah jalur masuk dan penambahan kelas olahraga yang lebih khusus. 52 Runi Nur Sakirina, “PELAKSANAAN PROGRAM KELAS OLAHRAGA KHUSUS ( KKO ) DI SMA N 1 SEYEGAN,” Jurnal Kebijakan Pendidikan 8, no. 28 . bakat siswa dan penambahan jam tersebut juga menjadi pendamping agar mereka tidak meninggalkan kewajiban untuk mengejar akademik.
Sarana dan prasarana yang ditetapkan oleh Kemendikbud bahwa sekolah yang akan melaksanakan program khusus kelas olahraga harus memiliki: 1) alat olahraga dengan perbandingan minimal 2:3 sesuai jumlah siswa diantara PBM, 2) pelatihan. 54 I G Hartanto, “Ketersediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan pada Program Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMA Negeri 1 Sewon Kabupaten Bantul,” Hanata Widya https://journal.student.uny.ac.id/index. php/fipmp/articles/views/8556. Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh MAN 2 Yogyakarta, program kelas khusus olah raga relatif baru dan terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan program tersebut sehingga madrasah ini memenuhi kriteria untuk melakukan penelitian terkait evaluasi.
Evaluasi Program Kelas Khusus Olahraga di MAN 2 Yogyakarta
- Evaluasi Context (Konteks)
- Evaluasi Input (Input)
- Evaluasi Process (Proses)
- Evaluasi Product (Produk)
PENUTUP
Kesimpulan
Latar belakang diselenggarakannya program Kelas Khusus Olahraga di MAN 2 Yogyakarta adalah karena banyak siswa yang mendaftar setiap tahunnya memiliki prestasi di bidang olahraga dan minat bakat di bidang olahraga di Kementerian Agama masih diremehkan, sehingga MAN 2 Yogyakarta memulai program ini pada tahun 2019 dimulai dengan percontohan sampai diakui oleh Kemenag kemudian dibuatkan SK oleh Kanwil Kemenag D.I. Yogyakarta tahun 2020 dan program ini masih berjalan hingga saat ini, hal ini juga tidak lepas dari penerapan salah satu tujuan MAN 2 Yogyakarta. Pelaksanaan program Kelas Khusus Olahraga di MAN 2 Yogyakarta tidak memiliki kurikulum khusus, sehingga program KKO menggunakan kurikulum yang sama dengan kelas reguler, perbedaannya hanya pada jam tambahan latihan olahraga yang dikuasai siswa, jam tambahan tersebut terletak pada 1 hari dalam 1 minggu yaitu hari sabtu dan kelas tambahan mengikuti siswa Kelas Khusus Olahraga juga sesuai dengan olahraga dan manajemen masing-masing siswa.
Kelemahan program Kelas Khusus Olahraga di MAN 2 Yogyakarta adalah karena sudah ada beberapa sekolah yang sudah memiliki program KKO, hal ini menjadikan MAN 2 Yogyakarta sebagai pilihan kedua, namun pelayanan MAN 2 Yogyakarta sangat baik sehingga juga merupakan keuntungan agar siswa juga dapat mengejar ketinggalan dengan sekolah lain dan tata krama yang dimiliki oleh siswa Kelas Khusus Olah Raga yang berbeda di MAN 2 Yogyakarta. Selain kriteria siswa, MAN 2 Yogyakarta juga menerapkan kriteria pelatih eksternal yang mengajar siswa di bidang olahraga. Sedangkan sarana dan prasarana yang dimiliki MAN 2 Yogyakarta masih belum memenuhi semua cabang olahraga karena biaya sarana tersebut sangat mahal, sedangkan dana yang diperoleh hanya berasal dari dana panitia dan dana BOS.
Kendala dan keterbatasan sarana dan prasarana, serta kendala jika masih ada siswa kelas 12 yang belum mencapai prestasi dan keaktifan siswa pada kelas khusus olahraga memaksa guru untuk mencari model pembelajaran yang tepat.
Saran
Penutup
Dampak Globalisasi dan Era Disrupsi terhadap Pendidikan dan Nilai-Nilai Islam." Sukma: Jurnal Pendidikan 3, no. Teknik Sampling Umum dalam Metodologi Penelitian: Kajian Pustaka." Jurnal Ilmiah Pendidikan Holistik (JIPH) 1, no. Implementasi Evaluasi Program Pendidikan Karakter Model CIPP (Konteks, Input, Proses dan Output).” Al Amin: Jurnal Kajian Sains dan Budaya Islam 3, no.
Evaluasi Penerapan Program Pendidikan Jarak Jauh di Madrasah Aliyah Kabupaten Malang.” Jurnal Pendidikan Agama Islam 18, no. Penerapan Bauran Pemasaran Sebagai Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan di MAN 1 Yogyakarta.” MANAJERIA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 3, no Pelaksanaan Evaluasi Program Pendidikan di Tingkat Sekolah Dasar dan Menengah.” Jurnal Pendidikan Pengolahan Pakan VII, no.
Menggunakan Model Evaluasi CIPP dalam Mengevaluasi Program Layanan PAUD Komprehensif Integratif.” Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 3, no. Evaluasi Program Pendidikan Anak Usia Dini Komprehensif Integratif Model Cipp di Nagari Pandam Gadang Kecamatan Gunuang Omeh.” Jurnal Inovasi Pendidikan (JIP) 2, no. Evaluasi Program Latihan Olahraga Khusus Untuk Prestasi Kelas di SMA N 1 Sukabumi.” Jurnal MAENPO: Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi 10, no.
Evaluasi Pembelajaran Penjasorkes, Olahraga dan Kesehatan di SMP Negeri di Kabupaten Mukomuko Melalui Pendekatan Model Context, Input, Process and Product (CIPP).” Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi 6, no. Penerapan model evaluasi Cipp dalam pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan di BPTT Darman Prasetyo Yogyakarta.” e-Journal Prodi Teknologi Pendidikan V. Evaluasi Implementasi Kebijakan Teaching Factory Menggunakan Model Evaluasi Cipp di SMK Negeri DKI Jakarta.” Jurnal Pendidikan Kejuruan dan Teknik (JVTE) 2, no.
Evaluasi Model CIPP Parenting Program Untuk Meningkatkan Perkembangan Anak Usia Dini Di TK Ar-Rasyid.” Jurnal Inovasi Riset 2, no.