• Tidak ada hasil yang ditemukan

Evaluation of the Implementation of the Direct Cash Assistance (DCA) Program in Poverty Handling in Selli Village Bengo District Bone Regency

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Evaluation of the Implementation of the Direct Cash Assistance (DCA) Program in Poverty Handling in Selli Village Bengo District Bone Regency"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

21

Evaluasi Pelaksanaan Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) dalam Penanganan Kemiskinan di Desa Selli Kecamatan Bengo

Kabupaten Bone

Evaluation of the Implementation of the Direct Cash Assistance (DCA) Program in Poverty Handling in Selli Village Bengo District

Bone Regency

Warda Anugrah, Muh. Nur Yamin, Andi Nur Cudai Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial,

Universitas Negeri Makassar Email : [email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hasil evaluasi pelaksanaan program BLT dalam penanganan kemiskinan dan apa dampak evaluasi pelaksanaan program BLT di desa Selli kecamatan Bengo kabupaten Bone. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan fokus penelitian di desa Selli kecamatan Bengo Kabupaten Bone dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data hasil penelitian yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan analisis spradley yang terdiri dari analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial, dan analisis tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Evaluasi Pelaksanaan Program Bantuan Langsung Tunai di desa Selli Kecamatan Bengo kabupaten Bone dapat dikatakan belum berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari sub indikator yaitu indikator proses, output, dan outcomes. Dalam program di desa Selli tidak ada perubahan terhadap masyarakat miskin, belum meratanya pembagian Bantuan atau tidak tepat sasaran dan terjadinya kecemburuan antar masyarakat. Pentingnya Pemerintah daerah memperhatikan proses pelaksanaan program bantuan langsung tunai mulai dari pendataan, pengusulan sampai pencairan BLT, dan Pemerintah bisa mempertimbangkan program BLT selama ini karna melihat kondisi program tersebut tidak membawa perubahan kepada masyarakat selama ini.

Kata Kunci: Evaluasi, Kebijakan, Bantuan Langsung Tunai ABSTRACT

This study aims to determine how the results of the evaluation of the implementation of the BLT program in handling poverty and what the impact of the evaluation of the implementation of the BLT program was in Selli village, Bengo district, Bone district. This research method is descriptive qualitative and the research focus is in Selli village, Bengo sub-district, Bone district. The data collection technique is done through interviews, observation, and documentation. The research data obtained were then processed using Spradley analysis consisting of domain analysis, taxonomic analysis, componential analysis, and theme analysis. The results showed that the evaluation of the implementation of the direct cash assistance program in Selli village, Bengo district, Bone district, could be said to have not been going well. This can be seen from the sub-indicators, namely process,

(2)

22

output, and outcomes indicators. In the program in Selli village, there are no changes to the poor, the distribution of aid is not evenly distributed or it is not right on target and there is jealousy among the people. The importance of the local government paying attention to the process of implementing the direct cash assistance program starting from data collection, proposals to disbursing BLT, and the Government can consider the BLT program so far because seeing the condition of the program has not brought changes to the community so far.

Keywords: Implementation, Policy, Direct Cash Assistance

PENDAHULUAN

Kemiskinan merupakan salah satu masalah sosial yang ditimbulkan oleh adanya ketimpangan dalam pemerataan pembangunan ekonomi suatu negara, diantara pengangguran dan ketimpangan distribusi pendapatan, sehingga hal tersebut merupakan persoalan besar bagi banyak negara di dunia untuk terus meningkatkan pembangunan ekonominya agar tidak semakin terpuruk dalam perkembangan zaman yang kian mengalami perubahan (Hindun, Soejoto dan Hariyati, 2019).

Kemiskinan merupakan suatu masalah yang sangat penting dan genting untuk diperhatikan dan ditangani secara serius (Maryani dan Nainggolan, 2019).

BLT adalah singkatan dari Bantuan Langsung Tunai yang merupakan program bantuan pemerintah dengan pemberian uang tunai atau beragam bantuan lainnya, baik bersyarat (conditional cash transfer) maupun tak bersyarat (unconditional cash transfer) untuk masyarakat miskin (Sonia, 2021;

Sumarto, 2018). Peluncuran Program BLT bertujuan untuk mengurangi masalah ekonomi bagi masyarakat

miskin yang dapat menimbulkan kendala-kendala tersendiri di tingkat lokal (Widaningsih, 2007; Yulinda, 2015).

Sebagai suatu program dan kebijakan nasional, program BLT mempunyai latar belakang pelaksanaan yang sistematis, baik secara deskriptif analisis kondisional maupun deskriptif operasional perundang-undangan (Akib &

Risfaisal, 2015; Astuti et al., 2016).

Dari sudut deskriptif analisis kondisional dapat dikatakan bahwa program BLT adalah wujud dari sebuah masalah diseluruh pemerintahan negara-negara seperti Indonesia (Dewi et al., 2011).

Di Indonesia, upaya kepedulian terhadap persoalan kemiskinan, bahkan sudah berlangsung sejak lama, baik pada jaman pemerintahan masa Orde Lama, masa Orde Baru, maupun pada masa pemerintahan di era reformasi ini (Sutrisna, 2018).

Pemerintah melaksanakan program BLT melalui Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2008 Tentang Pelaksanaan Program Bantuan Langsung Tunai Untuk Rumah Tangga Sasaran (RTS) .

(3)

23 Sebelumnya pada tahun 2005 2006, Pemerintah pernah memberikan BLT kepada Rumah Tangga Miskin (RTM) pada bulan Oktober tahun 2005. Program pemberian BLT tahun 2005 berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2005 (Inpres 12/2005) yang dikeluarkan pada tanggal 10 September 2005 tentang Bantuan Langsung Tunai kepada rumah tangga miskin. Maka menjadi dasar juridis dan implementatif Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada penduduk miskin di desa.

Karenanya, diperlukan kesiapan dan kesigapan pemerintahan desa (gampong) untuk segera mendistribusikan BLT dimaksud secara tertib, adil, dan tepat yaitu tepat sasaran, tepat orang, tepat waktu, tepat proses, dan tepat laporan administrasi.

Di kabupaten Bone, tepatnya di desa Selli, kecamatan Bengo pelaksanaan BLT masih belum efektif. Banyak warga mempertanyakan mengenai rekruitmen penerima BLT, transparansi penyaluran dan pelaporan BLT. Misalnya mengenai pemungutan pengambilan BLT untuk biaya administrasi, jadwal pengambilan yang tidak tepat, kurang jelasnya kriteria penerima BLT dan sebagainya.

Penelitian sebelumnya dilakukan oleh tim peneliti dari mahasiswa FKIP Sanata Dharma, Yogyakarta pada tahun 2005 dengan judul

“Efektivitas BLT bagi masyarakat Manisrenggo, Klaten”. Tim tersebut meneliti tentang ketepatan sasaran dan manfaat BLT bagi masyarakat Manisrenggo, Klaten. Dalam penelitian tersesbut digunakan metode ex post facto. Peneliti melakukan wawancara kepada penerima BLT di Manisrenggo, Klaten dengan tujuan untuk meneliti efektifitas penggunaan BLT. Hasil penelitian mendapatkan bahwa pelaksanaan BLT belum tepat sasaran karena masih banyak masyarakat miskin yang belum mendapatkan BLT, selain itu manfaat yang didapat dari BLT hanya bersifat sementara karena dana dari BLT tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dimasa yang akan datang.

Penelitian lain dilakukan oleh Lembaga Penelitian Smeru pada bulan Januari 2006 dengan judul

“Pelaksanaan Subsidi Langsung Tunai (SLT) di Indonesia”. Lembaga penelitian tersebut meneliti mengenai pencacahan penerima BLT dan tanggung jawab petugas di Ternate, Cianjur dan Demak. Penelitian ini menggunakan metode ex post facto.

Wawancara digunakan untuk mendapatkan informasi secara langsung dari penerima BLT dan petugas masing-masing kecamatan (Masambe et al., 2021). Sedangkan dokumentasi dilakukan pada saat pencairan dana SLT dan pengambilan gambar kondisi rumah penerima BLT. Hasil penelitian mendapatkan bahwa masih adanya kendala dalam

(4)

24 pencacahan khususnya dalam penyaluran informasi dan pembuatan KKB serta masih ada sebagian petugas yang bingung akan tugas dan tanggungjawabnya. Selain itu, sering terjadi kekeliruan di Kantor pos, misalnya ketika kupon yang telah disobek dari KKB penerima jatuh atau terselip, sehingga pegawai kantor pos kesulitan untuk memastikan bahwa semua kupon telah tersimpan dengan baik. Hasil lainnya adalah tentang pengalokasian SLT yang banyak digunakan untuk konsumsi, bukan untuk membayar sekolah dan menambah biaya kesehatan. Sehingga dapat dikatakan bahwa dana SLT lebih banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi.

Pelaksanaan program BLT sebenarnya telah jelas dan rinci.

Berbagai permasalahan yang muncul seputar BLT, membuat pelaksanaan program BLT menjadi menarik untuk diteliti. Oleh karena itu diperlukan evaluasi dini terhadap program BLT untuk mencari jalan keluar dari berbagai permasalahan dan kelemahan teknis di lapangan. Maka berdasarkan latar belakang diatas, penulis tertarik untuk mengetahui secara obyektif dan nyata tentang pelaksanaan BLT di desa Selli, kecamatan Bengo, kabupaten Bone.

Dengan demikian penulis mengajukan judul “Evaluasi Pelaksanaan Program Bantuan Langsung Tunai Dalam Penanganan

Kemiskinan Di Desa Selli, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone”

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif (Anggito & Setiawan, 2018). Dengan menggunakan penelitian kualitatif dimaksudkan untuk memperoleh gambaran secara jelas dan memperoleh data lengkap serta lebih valid mengenai masalah- masalah yang akan diteliti. Jenis penelitian ini menggunakan data berupa kata-kata tertulis, uraian, yang diperoleh dari informan dan perilaku subjek yang diamati (Sugiyono, 2017).

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Keberhasilan Evaluasi pelaksanaan Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dalam Penanganan Kemiskinan Di Desa Selli Kecamatan Bengo Kabupaten Bone dapat dilihat dari empat sub indikator dan terdapat tiga indikator yang dinilai kurang baik dilihat pada indikator proses, indikator output dan indikator outcomes. Pelaksanaan program Bantuan Langsung Tunai di desa Selli kecamatan Bengo kabupaten Bone masih kurang baik karena masih banyak kekurangan atau masih belum efektif karena pelaksanaan program tersebut dimulai dari prosesnya yang masih kurang baik yaitu pendataan yang masih belum merata dan belum tepat sasaran

(5)

25 sehingga pelaksanaan program tersebut tidak berjalan dengan baik.

Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat miskin yang ada di desa tersebut tapi karena minimnya dana yang diberikan perbulan yang mengakibatkan hanya dapat membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok saja itupun dalam jangka pendek sehingga tidak mengubah kondisi masyarakat miskin yang ada di desa Selli kecamatan Bengo kabupaten Bone sehingga hasil atau indikator output belum baik. Berdasarkan hambatan- hambatan yang terjadi mulai dari indikator proses dan indikator output sehingga indikator outcomes dikatakan kurang baik.

PENUTUP a. Kesimpulan

Dari hasil penelitian dan pengamatan di lapangan, penulis mengambil kesimpulan Evaluasi Pelaksanaan Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dalam Penanganan Kemiskinan Di Desa Selli Kecamatan Bengo Kabupaten Bone.

1) Evaluasi Pelaksanaan Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dalam Penanganan Kemiskinan Di Desa Selli Kecamatan Bengo Kabupaten Bone belum berjalan dengan baik berdasarkan dari indikator yang telah diukur, masih terdapat masalah dari segi indikator proses, indikator output dan indikator outcomes.

2) Dampak yang dirasakan masyarakat desa Selli selama pelaksanaan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) adapun dampak positif yang dirasakan yaitu dapat membantu kebutuhan masyarakat desa Selli seperti kebutuhan pokok. Dan adapun dampak negative yang dirasakan tidak adanya perubahan terhadap masyarakat miskin, belum meratanya pembagian Bantuan tersebut dan terjadinya kecemburuan antar masyarakat.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai

b. Saran

Berdasarkan uraian kesimpulan diatas, dapat direkomendasikan saran-saran sebagai berikut:

1) Pemerintah daerah perlu memperhatikan proses pelaksanaan program bantuan langsung tunai mulai dari pendataan, penerimaan sampai pencairan BLT.

2) Pemerintah mungkin bisa mempertimbangkan dengan program BLT selama ini karna melihat kondisi di lapangan program tersebut tidak membawa perubahan kepada masyarakat selama ini. Jika ingin memberikan bantuan mungkin dengan cara sekaligus agar bisa memberikan modal kepada masyarakat untuk bisa membuat usaha agar kehidupan dan membuat perubahan untuk masayakat miskin khususnya di desa Selli kecamatan Bengo kabupaten Bone.

(6)

26 DAFTAR PUSTAKA

Akib, I., & Risfaisal, R. (2015).

Bantuan Langsung Tunai.

Equilibrium: Jurnal Pendidikan, 3(2).

Anggito, A., & Setiawan, J. (2018).

Metodologi Penelitian Kualitatif. CV Jejak (Jejak Publisher).

Astuti, A. D., Listyaningsih, &

Cadith, J. (2016). Evaluasi Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Rumah Sederhana Sehat di Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang.

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Dewi, M. S., Yusuf, M., &

Handayani, R. (2011). Evaluasi Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kecamatan Kramatwatu (Studi Kasus Tahun 2008–2009). Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Hindun, H., Soejoto, A., & Hariyati, H. (2019). Pengaruh Pendidikan, Pengangguran, dan Kemiskinan terhadap Ketimpangan Pendapatan di Indonesia. Jurnal Ekonomi Bisnis Dan Kewirausahaan (JEBIK), 8(3), 250–265.

Maryani, D., & Nainggolan, R. R. E.

(2019). Pemberdayaan Masyarakat. Deepublish.

Masambe, R. G., Tulusan, F., &

Plangiten, N. (2021). Evaluasi Program Bantuan Langsung Tunai di Desa Lansot Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal Administrasi Publik, 7(107).

Sonia, D. P. (2021). Analisa Masalah Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada Masyarakat

Miskin di Desa Kotaraja Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur Tahun 2020.

Universitas_Muhammadiyah_M ataram.

Sugiyono, P. D. (2017). Metode Penelitian Bisnis Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, dan R&D (Ke-3).

Alfabeta.

Sumarto, M. (2018). Perlindungan Sosial dan Klientelisme: Makna Politik Bantuan Tunai dalam Pemilihan Umum. Ugm Press.

Sutrisna, I. W. (2018). Mewujudkan Pembangunan Partisipatif dalam Penanggulangan Masalah Kemiskinan di Era Otonomi Daerah. Jurnal Ilmiah Cakrawarti, 1(1), 13–20.

Widaningsih, R. (2007). Evaluasi Pelaksanaan Program Bantuan Langsung Tunai Studi Kasus di:

Kecamatan Prembun, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Yulinda, R. (2015). Evaluasi Pelaksanaan Program Beras untuk Keluarga Miskin (RASKIN) Tahun 2014 (Evaluasi pada Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember). Universitas Jember.

Perundangan

Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2005 tentang Bantuan Langsung Tunai kepada Rumah Tangga Miskin

Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2008 tentang Pelaksanaan Program Bantuan Langsung Tunai untuk Rumah Tangga Sasaran (RTS)

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian tentang hubungan status gizi dengan prestasi akademik anak kelas 5 sekolah dasar di Kecamatan Bengo Kabupaten Bone, sehingga dapat ditarik

The characteristics of the self-directed learning model are as follows [23][24]:  Students independently have a hard effort and a sense of responsibility to make decisions related to