Fabel untuk Anak PAUD
Penulis : Leguty Family
Editor : Teguh Indriawan dan S. Sholekah. S.
ISBN : 978-623-5948-21-8
Cetakan Pertama : Maret 2022
Penerbit : Leguty Media (Tangerang Selatan) Anggota IKAPI : (No.056/BANTEN/2021)
Website : https://legutykids.com Program Menulis Buku : 0821-1260-0268
2 23
Ramah
Anita Nurhasanah
“Krauk … krauk ... wah sedap sekali kerupuk ini Bu, terima kasih,” Dreni memakan kerupuk.
“Kerupuk itu digoreng dengan pasir khusus, tidak memakai minyak. Aman bagi kesehatan pokoknya,” jawab ibu.
Sambil makan. Dreni memanggil Rino yang melintas di depan rumah.
“Hay Rino, mampir sini dong,” panggil Dreni.
“Wah, kamu sedang makan apa Dreni?” tanya Rino.
“Mari kita makan bersama kerupuk dari ibu,” jawab Dreni Dengan lahapnya mereka makan kerupuk bersama.
“Bip … bip … bip ….” Suara klakson mobil Diana memasuki halaman rumah.
Ibu Dreni, Dreni dan Rino segera berlari menuju Diana yang baru datang.
Dengan bulu halus mereka mengitari kaki Diana dengan riang. Mereka bahagia berjumpa Diana.
Diana adalah majikan yang ramah. Begitu juga Dreni adalah kucing yang ramah telah mengajak Rino makan bersama. ***
Daftar Isi
3. Jelita si Kupu-Kupu yang Mandiri Endang Fatmawati 5
Jelita si Kupu-Kupu yang Mandiri
Endang Fatmawa
Sinar matahari yang cerah membuat suasana pagi semakin hangat. Halaman rumah tampak asri dengan bunga bermekaran. Warna-warni bunga dengan aroma wangi membuat kupu-kupu datang.
“Ayo Jelita, kita menghisap madu bunga!” ajak Jenny.
“Hai, sebentar, sayapku tersangkut jaring laba-laba,” seru Jelita diantara bunga-bunga Lavender yang mekar di taman.
“Oh benarkah? Kasihan kamu, aku bantu, ya?” tanya Jenny sambil terbang ke arah Jelita.
“Tidak usah, Jenny. Aku sedang berusaha melepaskan diri. Aku sudah biasa kok tersangkut jaring-jaring seperti ini,” jawab Jelita sambil tersenyum.
Masyaallah ternyata si Jelita benar. Tak menunggu lama, Jelita telah berhasil lepas dari jaring dan terbang bebas ke bunga Aster.
Jenny terkesima dengan kemandirian Jelita yang membebaskan sayapnya seorang diri. Jelita terlihat sangat mandiri. Ia bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. ***
Tidak Manja
Diah Puspita Dewi
Otis dan Bery, dua bersaudara berang-berang. Keduanya keluar dari rumah mereka dengan wajah bingung. Semalam hujan deras dan sekarang rumah mereka terendam air.
“Rumah kalian kebanjiran lagi?” tanya Ducy, si bebek, berenang mendekat.
“Iya, Ducy,” jawab Otis sedih.
Bery meringkuk di bawah semak menatap lubang yang tadinya rumah mereka. Sekarang mereka harus mencari lubang baru.
“Aku akan mencari lubang,” kata Otis.
“Aku akan menangkap ikan ... kita tetap harus makan,” kata Bery segera menyelam ke danau.
Otis ditemani Ducy berkeliling di tepi danau. Hingga ...
“Aw!” pekik Otis. Kakinya tertusuk ranting tajam.
Ducy membantu Otis duduk.
“Otis ... kakimu terluka?” Bery datang menghampiri.
“Sudah aku obati,” jawab Ducy sambil membalut kaki Otis.
“Terima kasih Ducy.”
“Makanlah Otis ... biar aku yang mencari lubang,” kata Bery memberikan ikan tangkapannya ke Otis dan Ducy.
“Tidak. Lukaku sudah diobati, sehabis makan aku akan kembali mencari,” tolak Otis.
Sulit melarang Otis karena ia tidak suka berpangku tangan di saat yang lain bekerja.
“Baiklah ... tapi kali ini berhati-hatilah,” pesan Beri. Otis mengangguk. ***