• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Kredit Macet

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Kredit Macet"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA KREDIT MACET PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM BERKAT CABANG PEMBANTU PETTARANI DI

MAKASSAR

Yustina Ferimuliati1, Hasajuddin2, M. Ihsan Malik3

1,2,3Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar

1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]

ABSTRACT

This research aimed at finding out the factors that caused bad credit at KSP Berkat Pettarani Sub-Branch Makassar. The independent variables in this research are: Guarantee (X1), Supervision (X2), Debtor Character (X3), Business Condition (X4), and Managerial Ability (X5). Whilst, the dependent variable is bad credit (Y). The analysis method used is multiple regression analysis. Hypothesis testing is done by using t test and F test. The object of this research is KSP Berkat Pettarani Sub-Branch in Makassar, and the number of respondents is 30 debtors. The results showed that the cause of bad credit was due to several factors. First, the guarantee factor (X1), and the second was the business condition factor (X4).

As for the Supervision factor (X2), debtor character (X3), and Managerial Ability (X5) showed different results where these variables have no significant effect on the existence of bad credit.

Keywords: Guarantees, Supervision, Debtor Character, Business Conditions, and Managerial Ability.

PENDAHULUAN

Kredit macet merupakan masalah yang sering dialami dan bukan hal yang baru bagi lembaga yang bergerak dalam jasa keuangan,baik itu perbankan maupun non bank seperti koperasi simpan pinjam. Definisi koperasi Indonesia UU No. 25/1992 tentang perkoperasian adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatanya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.

Dalam kegiatan operasionalnya, selain untuk menghimpun dana koperasi juga menyalurkan dana melalui system kredit.

Kredit tersebut mempunyai suatu kedudukan yang strategis dimana sebagai salah satu sumber uang yang diperlukan dalam membiayai kegiatan usaha yang dapat dititik beratkan sebagai salah satu kunci kehidupan bagi setiap umat manusia.

Fasilitas kredit yang diberikan oleh koperasi merupakan asset terbesar bagi koperasi. Dalam hal kegiatan memberikan fasilitas kredit, resiko kredit macet sebagian besar bersumber pada kegiatan tersebut sehingga, bila tidak dikelola dengan baik dan

disertai pengawasan yang memadai akan mengancam kelangsungan hidup koperasi tersebut.

Adapun pengertian Kredit menurut pasal 1 angka 11 UU No. 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas UU No.7 Tahun 1992 tentang perbankan (UU Perbankan), Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam- meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam berkewajiban melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga, imbalan atau bagi hasil lainya dalam jangka waktu yang disepakat. Koperasi Simpan Pinjam Berkat Cabang Pembantu Pettarani adalah salah satu koperasi simpan pinjam yang menghimpun sekaligus menyalurkan dana ke nasabah melalui sistem kredit. KSP Berkat Cabang Pembantu Pettarani juga memiliki masalah kredit macet 3 tahun ini.Perkembangan kredit macet dapat dilihat dari table 1

(2)

Tabel 1. Perkembagan kredit Macet KSP Berkat Cabang Pembantu Pettarani Tahun Outstanding

kredit Anggota Debitur

Macet Kredit Macet 2018 3,5 M 179 8 83.812.500 2019 3,7 M 197 10 128.696.700 2020 3,8 M 211 37 478.589.700

Sumber: data diolah KSP Berkat Cabang Pembantu Pettarani

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka penulis tertarik mengangkat judul :Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Kredit Macet pada KSP Berkat Cabang Pembantu Pettarani Di Makassar.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1) Apakah jaminan, pengawasan, karakter debitur, kondisi usaha, dan kemampuan manajerial berpengaruh terhadap Kredit Macet pada KSP Berkat Cabang Pembantu Pettarani Di Makassar?. 2) Apakah jaminan, pengawasan, karakter debitur, kodisi usaha, dan kemampuan manajerial secara bersama-sama berpengaruh terhadap Kredit Macet pada KSP Berkat Cabang Pembantu Pettarani Di Makassar?

Tujuan yang ingin dicapai dari hasil penelitian ini adalah : 1)Untuk menganalisis pengaruh jaminan, pengawasan, karakter debitur, kondisi usaha, dan kemampuan manajerial terhadap Macet Pada KSP Berkat Cabang Pembantu Pettarani Di Makassar, 2)Untuk menganalisis pengaruh jaminan, pengawasan, karakter debitur, kondisi usaha, dan kemampuan manajerial secara bersama- sama terhadap Macet Pada KSP Berkat Cabang Pembantu Pettarani Di Makassar.

TINJAUAN LITERATUR

Menurut Undang-undang Perbankan Nomor 10 tahun 1998, Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.

Menurut Kasmir (2016) tentang kredit:

Pembiayaan atau kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan tersebut

setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil.

Keputusan Bank Indonesia Nomor 30/267/KEP/DIR, kredit macet terjadi jika ada tunggakan angsuran pokok atau bunga yang telah melebihi 270 hari, atau kerugian operasional ditutup dengan pinjaman baru, atau dalam hal hukum atau pasar ketentuan, jaminan tidak dapat dicairkan dengan wajar.

Kredit macet disebabkan oleh berbagai faktor baik faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal yang menjadi penyebab timbulnya kredit bermasalah yaitu:

1) Kebijakan perkreditan yang ekspansif, 2) Penyimpanan dalam pelaksanaan prosedur perkreditan, 3) Itikad kurang baik dari pemilik, pengurus atau pegawai bank, 4) Lemahnya system administrasi dan pengawasan kredit serta lemahnya system informasi kredit bermasalah. Faktor eksternal penyebab timbulnya kredit macet yaitu: 1) Kegagalan usaha debitur, 2)Musibah terhadap debitur atau terhadap kegiatan usaha debitur, 3)Pemanfaatan iklim persaingan perbankan yang tidak sehat oleh debitur.Menurunya kegiatan ekonomi dan tingginya suku bunga kredit.

Thamrin (2016) dalam penelitian

“Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kredit bermasalah pada PT.Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk unit salo kabupaten pinrang. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Makassar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh factor internal bank dan eksternal bank (debitur) yaitu: jaminan, pengawasan kredit, dan karakter debitur, kondisi usaha, kemampun manajerial debitur terhadap kredit bermasalah pada PT Bank Rakyat Indonesia Unit Salo Kabuaten Pinrang.

Penelitian ini dilaksanakan di kotapinrang.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi lapangan dengan menggunakan daftar kuesioner kepada 70 responden dalam status debitur bermasalah. Pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistic regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS ver.23. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa variable Faktor Intenal (XI) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kredit bermasalah (Y), variable Faktor Eksternal (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kredit bermasalah (Y).

Adapun hipotesisnya sebagai berikut:

(3)

H1 : Jaminan berpengaruh signifikan terhadap kredit macet

H2 :Pengawasan berpengaruh signifikan terhadap kredit macet

H3 :Karakter debitur berpengaruh signifikan terhadap kredit macet

H4 :Kondisi usaha berpengaruh signifikan terhadap kredit macet

H5 :Kemampuan manajerial berpengaruh signifikan terhadap kredit macet

H6 : Jaminan, pengawasan, karakter debitur, kondisi usaha, kemampuan manajerial secara simultan berpengaruh terhadap kredit macet

Gambar 2.1 Model Penelitian

Sumber: Yustina (2021) METODE PENELITIAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi penyebab terjadinya kredit macet pada KSP Berkat Cabang Pembantu Pettarani di Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dimana data yang diperoleh dari debitur melalui penyebaran kuisioner untuk menjelaskan keadaan yang terjadi secara langsung pada objek penelitian.

Sehingga dapat mengetahui secara mendalam tentang faktor-faktor penyebab terjadinya kredit macet pada KSP Berkat Cabang Pembantu Pettarani di Makassar.

Adapun lokasi penelitian yang akan direncanakan adalah KSP Berkat Cabang Pembatu Pettarani. Jl. Abdulllah Daeng Sirua No. 150 B. Dengan waktu penelitian selama

dua bulan mulai bulan September 2020 sampai dengan November 2020

Jenis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Data kuantitatif adalah data berupa angka atau bilangan. Data kuantitatif penelitian ini di peroleh dari jawaban responden melalui teknik kuisioner. Sumber Data yaitu Data Primer, diperoleh dari responden melalui kuesioner, kelompok fokus, dan panel atau juga data hasil wawancara peneliti dengan narasumber. Data primer adalah data asli yang dikumpulkan oleh periset untuk menjawab masalah risetnya secara khusus. Data primer di dalam penelitian inidiperoleh langsung dari nasabah yang mengalami kredit macet pada KSP Berkat Cabang Pembantu Pettarani.

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: 1) Kuisioner, Metode pengumpul data dengan cara menggunakan daftar pertanyaan yang disampaikan pada responden. 2) Dokumentasi, Dokumen merupakan sumber data yang digunakan untuk melengkapi penelitian, baik berupa sumber tertulis, film, gambar, dan karya-karya monumental yang semuanya itu memberikan informasi bagi proses penelitian.

Populasi adalah keseluruhan objek penelitian dan memenuhi karakteristik tertetu, Bahri (2018). Jumlah populasi dalam.

penelitian ini adalah 37 orang nasabah Koperasi Simpan Pinjam Berkat Cabang Pembantu Pettarani yang menggalami kredit macet pada tahun 2020. Sampel untuk penelitian ini adalah 30 debitur macet KSP Berkat Cabang Pembatu Pettarani.

Variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) Variabel bebas atau Independen Variabel (X) terdiri dari Jaminan (X1), Pengawasan (X2), Karakter Debitur (X3), Kondisi Usaha (X4), Kemampuan Manajerial (X5). 2) Dependen Variabel atau variable terikat (Y) yaitu kredit macet.

Jaminan

Pengawasan

Kredit macet Karakter

debitur

Kondisi usaha

Kemampuan manajerial jaminan

(4)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel 2. Karakteristik Responden Karakteristik Jumlah Presentase Jenis

kelamin

Perempuan 15 50%

Laki-laki 15 50%

100%

Usia >20 - 0

20-30 10 33,33%

31-40 14 46,67%

41-50 6 20%

50> - 0

100%

Pendidi kan

SLTP 4 13,33%

SLTA 24 80%

S1 2 6,67%

S2 - 0

S3 - 0

100%

Pekerja an

ASN 2 6,67%

TNI/POLRI - 0

Karyawan 12 40%

Pengusaha 10 33,33%

Lain-lain 6 20%

100%

Sumber: data primer diolah (2020) Berdasarkan table diatas dapat dilihat bahwa: Untuk karakteristik jenis kelamin perempuan berjumlah 15 dengan presetase 50% dan laki-laki berjumlah 15 dengan presentase 50%, dari jumlah sampel 30 bahwa karakteristik jenis kelamin perempuan dan laki-laki sama. Untuk karakteristik usia < 20 tahun tidak ada, usia 20-30 sebayak 10 orang dengan presetase 33,33%, usia 31-40 sebanyak 14 orang dengan presetase 46,67%, usia 41-50 sebanyak 6 orang dengan presentase 20%, dan usia > 50 tidak ada. Dengan demikian yang mendominasi penelitian ini yang berusia 31-40 sebayak 14 orang dengan presentase 46,67%.

Untuk karakteristik berdasarkan pedidikan, dapat diketahui responden yang pedidikan terakhirnya SLTP sebanyak 4 orang dengan presentase 13,33%, responden yang pendidikan terakhirnya SLTA sebanyak 24 orang dengan presentase 80%, dan untuk responden yang pedidikan terakhirnya S1 sebanyak 2 orang dengan presentase 6,67 %, sedangkan untuk pendidikan terakhirnya S2, S3 tidak ada. Dengan demikian, responden dengan pendidika SLTA yang mendominasi penelitian ini. Untuk karakteristik pekerjaan responden, ASN sebanyak 2 orang dengan

presentase 6,67%, TNI/POLRI tidak ada, karyawan sebanyak 12 orang dengan presentase 40%, pengusaha sebanyak 10 orang dengan presentase 33,33%, dan yang lain-lain sebanyak 6 orang dengan presentase 20%.

Dengan demikian respondenyang berprofesi sebagai karyawan yang paling mendominasi dalam penelitian ini.

Tabel 3. Hasil Uji Validitas Variabel Item Corrected

item-total corelation

R Tabel

Ket

Jaminan (x1)

X1.1 0,911 0,361 Valid X1.2 0,796 0,361 Valid X1.3 0,789 0,361 Valid X1.4 0,891 0,361 Valid X1.5 0,715 0,361 Valid X1.6 0,824 0,361 Valid X1.7 0,740 0,361 Valid Pengawa

san (x2)

X2.1 0,583 0,361 Valid X2.2 0,694 0,361 Valid X2.3 0,671 0,361 Valid X2.4 0,455 0,361 Valid X2.5 0,586 0,361 Valid X2.6 0,565 0,361 Valid X2.7 0,454 0,361 Valid Karakter

debitur (x3)

X3.1 0,780 0,361 Valid X3.2 0,763 0,361 Valid X3.3 0,816 0,361 Valid X3.4 0,721 0,361 Valid X3.5 0,842 0,361 Valid X3.6 0,842 0,361 Valid X3.7 0,842 0,361 Valid Kondisi

Usaha (x4)

X4.1 0,453 0,361 Valid X4.2 0,580 0,361 Valid X4.3 0,697 0,361 Valid X4.4 0,707 0,361 Valid X4.5 0,707 0,361 Valid X4.6 0,756 0,361 Valid X4.7 0,562 0,361 Valid Kemamp

uan manajeri

al(x5)

X5.1 0,559 0,361 Valid X5.2 0,753 0,361 Valid X5.3 0,670 0,361 Valid X5.4 0,712 0,361 Valid X5.5 0,702 0,361 Valid X5.6 0,665 0,361 Valid X5.7 0,506 0,361 Valid Kredit

Macet (Y)

Y1.1 0,416 0,361 Valid Y1.2 0,743 0,361 Valid Y1.3 0,819 0,361 Valid Y1.4 0,756 0,361 Valid Y1.5 0,826 0,361 Valid Y1.6 0,834 0,361 Valid Y1.7 0,798 0,361 Valid Sumber: Data Primer Diolah (2020)

(5)

Tabel 4. Hasil Uji Reabilitas Variabel Cronbac

h’s Alpha

0,70 Ket

Jaminan (X1) 0,942 0,70 Reliabel Pengawasan

(X2)

0,825 0,70 Reliabel Karakter

Debitur (X3)

0,938 0,70 Reliabel Kondisi

Usaha (X4)

0,857 0,70 Reliabel Kemampuan

Manajerial (X5)

0,871 0,70 Reliabel

Kredit Macet (Y)

0,917 0,70 Reliabel Sumber: : Data Primer Diolah (2020)

Berdasarkan table diatas dapat diketahui Cronbach’s Alpha dari masing-masing setiap variabel diyatakan reliable karena nilai Cronbach’s Alpha> 0,70

Tabel 5. Hasil Uji regresi Berganda Model Unstandardi

zed Coefficients

Standar dized Coeffic iets

T Sig.

B Std.

Error Beta

(Constant) 8.358 6.854 1.219 .235 X1 .345 .154 .402 2.244 .034 X2 -284 .180 -.231 -1.577 .128 X3 .161 .165 .179 .980 .337 X4 .379 .181 .322 2.095 .047 X5 .003 .200 .002 .015 .988

Sumber: Data Primer Diolah (2020) Y=a+b1X1+b2X2+b3X3+b4X4+b5X5+e Y=8.358+0,345X10,284X2+0,161X3+0,379X 4+0,003X5

Konstanta 8.358 jika tidak ada variabel jaminan, pengawasan, karakter debitur,kondisi usaha,dan kemampuan manajerial, maka kredit macet (Y) adalah 8.358

b1= 0,345 bernilai positif, Artinya jika jaminan yang diberikan oleh nasabah nilainya dibawah nominal kredit yang dia pinjam maka resiko terjadinya kredit macet akan meningkat

b2 = -0,284 bernilai negatif. Artinya kuragnya pegawasan dari koperasi sendiri, maka kredit macet akan terus meningkat

b3 = 0,161 bernilai positif. Artinya ketika karakter debitur kurang baik, maka kredit macet akan meningkat

b4 = 0,379 bernilai positif. Artinya ketika kondisi usaha dari debitur mengalami perkembangan dan memperoleh keuntungan maka resiko kredit macet akan menurun

b5 = -0,003 bernilai negatif. Artinya ketika kemampuan manajerial dari debitur baik dalam mengelola usaha, mengatur keuangan, maka resiko kredit macet akan menurun.

Tabel 6. Hasil Uji Determinasi Model R R

square

Adjusted r square

Std. Error of the estimate 1 .704a .496 .391 4.193

Sumber: Data Primer Diolah (2020) R Square ( ), yaitu menunjukan koefisien determinasi. Nilai sebesar 0.49,6 artinya kredit macet dijelaskan sebesar 0.496 atau 49,6% disebabkan oleh jaminan, pengawasan, karakter debitur, kondisi usaha, dan kemampuan manajerial.

Tabel 7. Hasil Uji t

Model Sig

1 (constant)

1.219 .235

X1 2.244 .034

X2 -1.577 .128

X3 .980 .337

X4 2.095 .047

X5 .015 .988

Sumber: Data Primer Diolah (2020) Berdasarkan table diatas dapat dijelaskan masing-masing pengaruh faktor independen secara parsial :

variabel jaminan terhadap variabel dependen kredit macet (Y) diperoleh nilai

= 2.244> nilai = 2.048 dan signifikansi 0,034< 0,05 maka ditolak dan diterima. Artinya variabel jaminan secara individu berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen

variabel jaminan terhadap variabel dependen kredit macet (Y) diperoleh nilai

= 2.244> nilai = 2.048 dan signifikansi 0,034< 0,05 maka ditolak dan diterima. Artinya variabel pengawasan tidakberpengaruh terhadap variabel dependen kredit macet (Y)

Pengawasan terhadap variabel dependen kredit macet diperoleh nilai = -

(6)

1.577< signifikansi maka diterima ditolak. Artinya variabel karakter debitur tidak berpengaruh terhadap variabel dependen kredit macet (Y)

Kondisi usaha terhadap variabel dependen kredit macet diperolehnilai = 2.095> dan signifikansi 0,047<

0,05, maka ditolak diterima. Artinya variabel kondisi usaha berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen kredit macet (Y).

Kemampuan manajerial terhadap variabel dependen kredit macet diperoleh

= 0,015< dan nilai

signifikansi 0,988 > 0,05, maka diterima ditolak. Artinya variabel kemampuan manajerial tidak berpengaruh terhadap variabel dependen kredit macet (Y).

Tabel 8. Hasil Uji F Model Sum of

Squares

df Mean Square

F Sig Regression

Residual Total

414.982 421.984 836.967

5 24 29

82.996 17.583

4.817 .003b

Sumber: Data Primer Diolah (2020) Berdasarkan hasil uji simultan dari table diatas ditunjukan sebesar 4.817 dan sebesar 2.621, dimana >

dengan tingkat signifikansi α = 0,004 < 0,05 berarti variabel independen jaminan, pengawasan, karakter debitur, kondisi usaha, dan kemampuan manajerial secara bersama- sama berpengaruh terhadap variabel dependen kredit macet (Y)..

PENUTUP

Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Jaminan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kredit macet. Artinya jika jaminan yang diberikan oleh nasabah nilainya dibawah nominal kredit yang dia pinjam maka resiko kredit macet akan meningkat. Sebaliknya ketika nasabah memberikan jaminan dan nilai jaminan diatas nominal kredit yg dipinjamkan maka resiko kredit macet akan menurun. 2) Pengawasan berpengaruh negative dan tidak signifikan terhadap kredit macet. 3) Kondisi usaha berpengaruh positif, tapi tidak signifian terhadap kredit macet. 4) Karater debitur berpengaruh positif dan signifikan terhadap kredit macet. Artinya Artinya ketika karakter debitur kurang baik, maka kredit macet akan meningkat. Sebalinknya ketika karakter debitur semakin baik maka resiko kredit macet akan menurun. 5) Kemampuan manajerial berpengaruh negative dan tidak signifikan terhadap kredit macet. 6) Variabel independen jaminan, pengawasan, karakter debitur, kondisi usaha, dan kemampuan manajerial secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependen kredit macet (Y).

Berdasarkan hasil pembahasan dan kesimpulan diatas, maka saran yan dapat diberikan pada penelitian ini adalah: 1) Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih baik atau sempurna serta mencari dan menambahkan faktor-faktor lainnya yang menyebabkan terjadinya kredit macet dimana tidak hanya lima faktor yang telah diteliti oleh peneliti. 2) Bagi KSP Berkat Cabang Pembantu Pettarani dalam menentukan pemberian kredit harus betul-betul mempertimbagkan dengan benar menyangkut berbagai persyaratan dan kebijakan dalam pemberian kredit

(7)

DAFTAR PUSTAKA

Adrianto. (2020). Manajemen Kredit.

Pasuruan Jawa Timur: Qiara Media

Adrianto.(2019). Manajemen Bank. Pasuruan Jawa Timur: Qiara Media

Answar, H.T. (2016). Anaisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kredit Bermasalah pada PT. Bank Rakyat Indonesia (persero)

TBK Unit Salo Kabupaten

Pinrang.Program S1 Universitas Negeri Makassar

Astuty, T. (2015). Buku Pedoman Umum Pelajaran Ekonomi. Jakarta: Penerbit Vicosta Publishing

Astari, R.W. (2016). Penyebab Kredit Macet dan Penyelesaianya. Diakses pada tanggal 4 oktober 2020. Diakses melalui website Kreditgogo.com<articel>

Bahri, S. (2018). Metodologi Penelitian Bisnis.Yogyakarta : CV. Andi Offset Bungin, M. B. (2017). Metodologi Peneitian

Kuantitatif. Jakarta : Kencana

Fitrah, M., dan Luthfiyah. (2017). Metodologi Penelitian (Penelitian Kualitatif, Tindakan Kelas dan Studi Kasus).Jawa Barat: CV Jejak.

Hariyani, I. (2010). Restrukturisasi dan Penghapusan Kredit Macet. Jakarta : PT.

Elex Media Komputindo.

Handayani, T., dan Fathoni, M.A. (2019).

Buku Ajar Manajemen Pemasaran Islam.Yogyakarta : CV Budi Utama.

Ismanto, H.. (2019). Perbankan dan Literasi Keuangan. Deepublish (Group Penerbit CV Budi Utama).

Kasmir. (2016). Analisis Laporan Keuangan.

Jakarta : Raja Graindo Persada.

Purba, K. (2019). Manajemen Perbankan.

Bandung : Penerbit Yrama Widya.

Sarmanu. (2017). Dasar Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan Statistika.

Surabaya : Universitas Airlangga

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor.

25 Tahun 1992 tentang perkoperasian

Referensi

Dokumen terkait

Menimbang pentingnya analisis terhadap faktor yang mempengaruhi kredit macet guna meminimalisir kerugian yang dialami koperasi, penelitian ini dirancang untuk

sangat mengusik rasa keadilan mendengar dan melihat pemberitaan kredit macet yang ada di bank mandiri dan bank yang lain, kredit macet bisa dikatakan sebagai kredit tanpa angsuran,