FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA KREDIT MACET PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM BERKAT CABANG PEMBANTU PETTARANI DI
MAKASSAR
Yustina Ferimuliati1, Hasajuddin2, M. Ihsan Malik3
1,2,3Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar
1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]
ABSTRACT
This research aimed at finding out the factors that caused bad credit at KSP Berkat Pettarani Sub-Branch Makassar. The independent variables in this research are: Guarantee (X1), Supervision (X2), Debtor Character (X3), Business Condition (X4), and Managerial Ability (X5). Whilst, the dependent variable is bad credit (Y). The analysis method used is multiple regression analysis. Hypothesis testing is done by using t test and F test. The object of this research is KSP Berkat Pettarani Sub-Branch in Makassar, and the number of respondents is 30 debtors. The results showed that the cause of bad credit was due to several factors. First, the guarantee factor (X1), and the second was the business condition factor (X4).
As for the Supervision factor (X2), debtor character (X3), and Managerial Ability (X5) showed different results where these variables have no significant effect on the existence of bad credit.
Keywords: Guarantees, Supervision, Debtor Character, Business Conditions, and Managerial Ability.
PENDAHULUAN
Kredit macet merupakan masalah yang sering dialami dan bukan hal yang baru bagi lembaga yang bergerak dalam jasa keuangan,baik itu perbankan maupun non bank seperti koperasi simpan pinjam. Definisi koperasi Indonesia UU No. 25/1992 tentang perkoperasian adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatanya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.
Dalam kegiatan operasionalnya, selain untuk menghimpun dana koperasi juga menyalurkan dana melalui system kredit.
Kredit tersebut mempunyai suatu kedudukan yang strategis dimana sebagai salah satu sumber uang yang diperlukan dalam membiayai kegiatan usaha yang dapat dititik beratkan sebagai salah satu kunci kehidupan bagi setiap umat manusia.
Fasilitas kredit yang diberikan oleh koperasi merupakan asset terbesar bagi koperasi. Dalam hal kegiatan memberikan fasilitas kredit, resiko kredit macet sebagian besar bersumber pada kegiatan tersebut sehingga, bila tidak dikelola dengan baik dan
disertai pengawasan yang memadai akan mengancam kelangsungan hidup koperasi tersebut.
Adapun pengertian Kredit menurut pasal 1 angka 11 UU No. 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas UU No.7 Tahun 1992 tentang perbankan (UU Perbankan), Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam- meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam berkewajiban melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga, imbalan atau bagi hasil lainya dalam jangka waktu yang disepakat. Koperasi Simpan Pinjam Berkat Cabang Pembantu Pettarani adalah salah satu koperasi simpan pinjam yang menghimpun sekaligus menyalurkan dana ke nasabah melalui sistem kredit. KSP Berkat Cabang Pembantu Pettarani juga memiliki masalah kredit macet 3 tahun ini.Perkembangan kredit macet dapat dilihat dari table 1
Tabel 1. Perkembagan kredit Macet KSP Berkat Cabang Pembantu Pettarani Tahun Outstanding
kredit Anggota Debitur
Macet Kredit Macet 2018 3,5 M 179 8 83.812.500 2019 3,7 M 197 10 128.696.700 2020 3,8 M 211 37 478.589.700
Sumber: data diolah KSP Berkat Cabang Pembantu Pettarani
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka penulis tertarik mengangkat judul :Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Kredit Macet pada KSP Berkat Cabang Pembantu Pettarani Di Makassar.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1) Apakah jaminan, pengawasan, karakter debitur, kondisi usaha, dan kemampuan manajerial berpengaruh terhadap Kredit Macet pada KSP Berkat Cabang Pembantu Pettarani Di Makassar?. 2) Apakah jaminan, pengawasan, karakter debitur, kodisi usaha, dan kemampuan manajerial secara bersama-sama berpengaruh terhadap Kredit Macet pada KSP Berkat Cabang Pembantu Pettarani Di Makassar?
Tujuan yang ingin dicapai dari hasil penelitian ini adalah : 1)Untuk menganalisis pengaruh jaminan, pengawasan, karakter debitur, kondisi usaha, dan kemampuan manajerial terhadap Macet Pada KSP Berkat Cabang Pembantu Pettarani Di Makassar, 2)Untuk menganalisis pengaruh jaminan, pengawasan, karakter debitur, kondisi usaha, dan kemampuan manajerial secara bersama- sama terhadap Macet Pada KSP Berkat Cabang Pembantu Pettarani Di Makassar.
TINJAUAN LITERATUR
Menurut Undang-undang Perbankan Nomor 10 tahun 1998, Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.
Menurut Kasmir (2016) tentang kredit:
Pembiayaan atau kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan tersebut
setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil.
Keputusan Bank Indonesia Nomor 30/267/KEP/DIR, kredit macet terjadi jika ada tunggakan angsuran pokok atau bunga yang telah melebihi 270 hari, atau kerugian operasional ditutup dengan pinjaman baru, atau dalam hal hukum atau pasar ketentuan, jaminan tidak dapat dicairkan dengan wajar.
Kredit macet disebabkan oleh berbagai faktor baik faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal yang menjadi penyebab timbulnya kredit bermasalah yaitu:
1) Kebijakan perkreditan yang ekspansif, 2) Penyimpanan dalam pelaksanaan prosedur perkreditan, 3) Itikad kurang baik dari pemilik, pengurus atau pegawai bank, 4) Lemahnya system administrasi dan pengawasan kredit serta lemahnya system informasi kredit bermasalah. Faktor eksternal penyebab timbulnya kredit macet yaitu: 1) Kegagalan usaha debitur, 2)Musibah terhadap debitur atau terhadap kegiatan usaha debitur, 3)Pemanfaatan iklim persaingan perbankan yang tidak sehat oleh debitur.Menurunya kegiatan ekonomi dan tingginya suku bunga kredit.
Thamrin (2016) dalam penelitian
“Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kredit bermasalah pada PT.Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk unit salo kabupaten pinrang. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Makassar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh factor internal bank dan eksternal bank (debitur) yaitu: jaminan, pengawasan kredit, dan karakter debitur, kondisi usaha, kemampun manajerial debitur terhadap kredit bermasalah pada PT Bank Rakyat Indonesia Unit Salo Kabuaten Pinrang.
Penelitian ini dilaksanakan di kotapinrang.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi lapangan dengan menggunakan daftar kuesioner kepada 70 responden dalam status debitur bermasalah. Pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistic regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS ver.23. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa variable Faktor Intenal (XI) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kredit bermasalah (Y), variable Faktor Eksternal (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kredit bermasalah (Y).
Adapun hipotesisnya sebagai berikut:
H1 : Jaminan berpengaruh signifikan terhadap kredit macet
H2 :Pengawasan berpengaruh signifikan terhadap kredit macet
H3 :Karakter debitur berpengaruh signifikan terhadap kredit macet
H4 :Kondisi usaha berpengaruh signifikan terhadap kredit macet
H5 :Kemampuan manajerial berpengaruh signifikan terhadap kredit macet
H6 : Jaminan, pengawasan, karakter debitur, kondisi usaha, kemampuan manajerial secara simultan berpengaruh terhadap kredit macet
Gambar 2.1 Model Penelitian
Sumber: Yustina (2021) METODE PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi penyebab terjadinya kredit macet pada KSP Berkat Cabang Pembantu Pettarani di Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dimana data yang diperoleh dari debitur melalui penyebaran kuisioner untuk menjelaskan keadaan yang terjadi secara langsung pada objek penelitian.
Sehingga dapat mengetahui secara mendalam tentang faktor-faktor penyebab terjadinya kredit macet pada KSP Berkat Cabang Pembantu Pettarani di Makassar.
Adapun lokasi penelitian yang akan direncanakan adalah KSP Berkat Cabang Pembatu Pettarani. Jl. Abdulllah Daeng Sirua No. 150 B. Dengan waktu penelitian selama
dua bulan mulai bulan September 2020 sampai dengan November 2020
Jenis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Data kuantitatif adalah data berupa angka atau bilangan. Data kuantitatif penelitian ini di peroleh dari jawaban responden melalui teknik kuisioner. Sumber Data yaitu Data Primer, diperoleh dari responden melalui kuesioner, kelompok fokus, dan panel atau juga data hasil wawancara peneliti dengan narasumber. Data primer adalah data asli yang dikumpulkan oleh periset untuk menjawab masalah risetnya secara khusus. Data primer di dalam penelitian inidiperoleh langsung dari nasabah yang mengalami kredit macet pada KSP Berkat Cabang Pembantu Pettarani.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: 1) Kuisioner, Metode pengumpul data dengan cara menggunakan daftar pertanyaan yang disampaikan pada responden. 2) Dokumentasi, Dokumen merupakan sumber data yang digunakan untuk melengkapi penelitian, baik berupa sumber tertulis, film, gambar, dan karya-karya monumental yang semuanya itu memberikan informasi bagi proses penelitian.
Populasi adalah keseluruhan objek penelitian dan memenuhi karakteristik tertetu, Bahri (2018). Jumlah populasi dalam.
penelitian ini adalah 37 orang nasabah Koperasi Simpan Pinjam Berkat Cabang Pembantu Pettarani yang menggalami kredit macet pada tahun 2020. Sampel untuk penelitian ini adalah 30 debitur macet KSP Berkat Cabang Pembatu Pettarani.
Variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) Variabel bebas atau Independen Variabel (X) terdiri dari Jaminan (X1), Pengawasan (X2), Karakter Debitur (X3), Kondisi Usaha (X4), Kemampuan Manajerial (X5). 2) Dependen Variabel atau variable terikat (Y) yaitu kredit macet.
Jaminan
Pengawasan
Kredit macet Karakter
debitur
Kondisi usaha
Kemampuan manajerial jaminan
HASIL DAN PEMBAHASAN
Tabel 2. Karakteristik Responden Karakteristik Jumlah Presentase Jenis
kelamin
Perempuan 15 50%
Laki-laki 15 50%
100%
Usia >20 - 0
20-30 10 33,33%
31-40 14 46,67%
41-50 6 20%
50> - 0
100%
Pendidi kan
SLTP 4 13,33%
SLTA 24 80%
S1 2 6,67%
S2 - 0
S3 - 0
100%
Pekerja an
ASN 2 6,67%
TNI/POLRI - 0
Karyawan 12 40%
Pengusaha 10 33,33%
Lain-lain 6 20%
100%
Sumber: data primer diolah (2020) Berdasarkan table diatas dapat dilihat bahwa: Untuk karakteristik jenis kelamin perempuan berjumlah 15 dengan presetase 50% dan laki-laki berjumlah 15 dengan presentase 50%, dari jumlah sampel 30 bahwa karakteristik jenis kelamin perempuan dan laki-laki sama. Untuk karakteristik usia < 20 tahun tidak ada, usia 20-30 sebayak 10 orang dengan presetase 33,33%, usia 31-40 sebanyak 14 orang dengan presetase 46,67%, usia 41-50 sebanyak 6 orang dengan presentase 20%, dan usia > 50 tidak ada. Dengan demikian yang mendominasi penelitian ini yang berusia 31-40 sebayak 14 orang dengan presentase 46,67%.
Untuk karakteristik berdasarkan pedidikan, dapat diketahui responden yang pedidikan terakhirnya SLTP sebanyak 4 orang dengan presentase 13,33%, responden yang pendidikan terakhirnya SLTA sebanyak 24 orang dengan presentase 80%, dan untuk responden yang pedidikan terakhirnya S1 sebanyak 2 orang dengan presentase 6,67 %, sedangkan untuk pendidikan terakhirnya S2, S3 tidak ada. Dengan demikian, responden dengan pendidika SLTA yang mendominasi penelitian ini. Untuk karakteristik pekerjaan responden, ASN sebanyak 2 orang dengan
presentase 6,67%, TNI/POLRI tidak ada, karyawan sebanyak 12 orang dengan presentase 40%, pengusaha sebanyak 10 orang dengan presentase 33,33%, dan yang lain-lain sebanyak 6 orang dengan presentase 20%.
Dengan demikian respondenyang berprofesi sebagai karyawan yang paling mendominasi dalam penelitian ini.
Tabel 3. Hasil Uji Validitas Variabel Item Corrected
item-total corelation
R Tabel
Ket
Jaminan (x1)
X1.1 0,911 0,361 Valid X1.2 0,796 0,361 Valid X1.3 0,789 0,361 Valid X1.4 0,891 0,361 Valid X1.5 0,715 0,361 Valid X1.6 0,824 0,361 Valid X1.7 0,740 0,361 Valid Pengawa
san (x2)
X2.1 0,583 0,361 Valid X2.2 0,694 0,361 Valid X2.3 0,671 0,361 Valid X2.4 0,455 0,361 Valid X2.5 0,586 0,361 Valid X2.6 0,565 0,361 Valid X2.7 0,454 0,361 Valid Karakter
debitur (x3)
X3.1 0,780 0,361 Valid X3.2 0,763 0,361 Valid X3.3 0,816 0,361 Valid X3.4 0,721 0,361 Valid X3.5 0,842 0,361 Valid X3.6 0,842 0,361 Valid X3.7 0,842 0,361 Valid Kondisi
Usaha (x4)
X4.1 0,453 0,361 Valid X4.2 0,580 0,361 Valid X4.3 0,697 0,361 Valid X4.4 0,707 0,361 Valid X4.5 0,707 0,361 Valid X4.6 0,756 0,361 Valid X4.7 0,562 0,361 Valid Kemamp
uan manajeri
al(x5)
X5.1 0,559 0,361 Valid X5.2 0,753 0,361 Valid X5.3 0,670 0,361 Valid X5.4 0,712 0,361 Valid X5.5 0,702 0,361 Valid X5.6 0,665 0,361 Valid X5.7 0,506 0,361 Valid Kredit
Macet (Y)
Y1.1 0,416 0,361 Valid Y1.2 0,743 0,361 Valid Y1.3 0,819 0,361 Valid Y1.4 0,756 0,361 Valid Y1.5 0,826 0,361 Valid Y1.6 0,834 0,361 Valid Y1.7 0,798 0,361 Valid Sumber: Data Primer Diolah (2020)
Tabel 4. Hasil Uji Reabilitas Variabel Cronbac
h’s Alpha
0,70 Ket
Jaminan (X1) 0,942 0,70 Reliabel Pengawasan
(X2)
0,825 0,70 Reliabel Karakter
Debitur (X3)
0,938 0,70 Reliabel Kondisi
Usaha (X4)
0,857 0,70 Reliabel Kemampuan
Manajerial (X5)
0,871 0,70 Reliabel
Kredit Macet (Y)
0,917 0,70 Reliabel Sumber: : Data Primer Diolah (2020)
Berdasarkan table diatas dapat diketahui Cronbach’s Alpha dari masing-masing setiap variabel diyatakan reliable karena nilai Cronbach’s Alpha> 0,70
Tabel 5. Hasil Uji regresi Berganda Model Unstandardi
zed Coefficients
Standar dized Coeffic iets
T Sig.
B Std.
Error Beta
(Constant) 8.358 6.854 1.219 .235 X1 .345 .154 .402 2.244 .034 X2 -284 .180 -.231 -1.577 .128 X3 .161 .165 .179 .980 .337 X4 .379 .181 .322 2.095 .047 X5 .003 .200 .002 .015 .988
Sumber: Data Primer Diolah (2020) Y=a+b1X1+b2X2+b3X3+b4X4+b5X5+e Y=8.358+0,345X10,284X2+0,161X3+0,379X 4+0,003X5
Konstanta 8.358 jika tidak ada variabel jaminan, pengawasan, karakter debitur,kondisi usaha,dan kemampuan manajerial, maka kredit macet (Y) adalah 8.358
b1= 0,345 bernilai positif, Artinya jika jaminan yang diberikan oleh nasabah nilainya dibawah nominal kredit yang dia pinjam maka resiko terjadinya kredit macet akan meningkat
b2 = -0,284 bernilai negatif. Artinya kuragnya pegawasan dari koperasi sendiri, maka kredit macet akan terus meningkat
b3 = 0,161 bernilai positif. Artinya ketika karakter debitur kurang baik, maka kredit macet akan meningkat
b4 = 0,379 bernilai positif. Artinya ketika kondisi usaha dari debitur mengalami perkembangan dan memperoleh keuntungan maka resiko kredit macet akan menurun
b5 = -0,003 bernilai negatif. Artinya ketika kemampuan manajerial dari debitur baik dalam mengelola usaha, mengatur keuangan, maka resiko kredit macet akan menurun.
Tabel 6. Hasil Uji Determinasi Model R R
square
Adjusted r square
Std. Error of the estimate 1 .704a .496 .391 4.193
Sumber: Data Primer Diolah (2020) R Square ( ), yaitu menunjukan koefisien determinasi. Nilai sebesar 0.49,6 artinya kredit macet dijelaskan sebesar 0.496 atau 49,6% disebabkan oleh jaminan, pengawasan, karakter debitur, kondisi usaha, dan kemampuan manajerial.
Tabel 7. Hasil Uji t
Model Sig
1 (constant)
1.219 .235
X1 2.244 .034
X2 -1.577 .128
X3 .980 .337
X4 2.095 .047
X5 .015 .988
Sumber: Data Primer Diolah (2020) Berdasarkan table diatas dapat dijelaskan masing-masing pengaruh faktor independen secara parsial :
variabel jaminan terhadap variabel dependen kredit macet (Y) diperoleh nilai
= 2.244> nilai = 2.048 dan signifikansi 0,034< 0,05 maka ditolak dan diterima. Artinya variabel jaminan secara individu berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen
variabel jaminan terhadap variabel dependen kredit macet (Y) diperoleh nilai
= 2.244> nilai = 2.048 dan signifikansi 0,034< 0,05 maka ditolak dan diterima. Artinya variabel pengawasan tidakberpengaruh terhadap variabel dependen kredit macet (Y)
Pengawasan terhadap variabel dependen kredit macet diperoleh nilai = -
1.577< signifikansi maka diterima ditolak. Artinya variabel karakter debitur tidak berpengaruh terhadap variabel dependen kredit macet (Y)
Kondisi usaha terhadap variabel dependen kredit macet diperolehnilai = 2.095> dan signifikansi 0,047<
0,05, maka ditolak diterima. Artinya variabel kondisi usaha berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen kredit macet (Y).
Kemampuan manajerial terhadap variabel dependen kredit macet diperoleh
= 0,015< dan nilai
signifikansi 0,988 > 0,05, maka diterima ditolak. Artinya variabel kemampuan manajerial tidak berpengaruh terhadap variabel dependen kredit macet (Y).
Tabel 8. Hasil Uji F Model Sum of
Squares
df Mean Square
F Sig Regression
Residual Total
414.982 421.984 836.967
5 24 29
82.996 17.583
4.817 .003b
Sumber: Data Primer Diolah (2020) Berdasarkan hasil uji simultan dari table diatas ditunjukan sebesar 4.817 dan sebesar 2.621, dimana >
dengan tingkat signifikansi α = 0,004 < 0,05 berarti variabel independen jaminan, pengawasan, karakter debitur, kondisi usaha, dan kemampuan manajerial secara bersama- sama berpengaruh terhadap variabel dependen kredit macet (Y)..
PENUTUP
Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Jaminan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kredit macet. Artinya jika jaminan yang diberikan oleh nasabah nilainya dibawah nominal kredit yang dia pinjam maka resiko kredit macet akan meningkat. Sebaliknya ketika nasabah memberikan jaminan dan nilai jaminan diatas nominal kredit yg dipinjamkan maka resiko kredit macet akan menurun. 2) Pengawasan berpengaruh negative dan tidak signifikan terhadap kredit macet. 3) Kondisi usaha berpengaruh positif, tapi tidak signifian terhadap kredit macet. 4) Karater debitur berpengaruh positif dan signifikan terhadap kredit macet. Artinya Artinya ketika karakter debitur kurang baik, maka kredit macet akan meningkat. Sebalinknya ketika karakter debitur semakin baik maka resiko kredit macet akan menurun. 5) Kemampuan manajerial berpengaruh negative dan tidak signifikan terhadap kredit macet. 6) Variabel independen jaminan, pengawasan, karakter debitur, kondisi usaha, dan kemampuan manajerial secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependen kredit macet (Y).
Berdasarkan hasil pembahasan dan kesimpulan diatas, maka saran yan dapat diberikan pada penelitian ini adalah: 1) Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih baik atau sempurna serta mencari dan menambahkan faktor-faktor lainnya yang menyebabkan terjadinya kredit macet dimana tidak hanya lima faktor yang telah diteliti oleh peneliti. 2) Bagi KSP Berkat Cabang Pembantu Pettarani dalam menentukan pemberian kredit harus betul-betul mempertimbagkan dengan benar menyangkut berbagai persyaratan dan kebijakan dalam pemberian kredit
DAFTAR PUSTAKA
Adrianto. (2020). Manajemen Kredit.
Pasuruan Jawa Timur: Qiara Media
Adrianto.(2019). Manajemen Bank. Pasuruan Jawa Timur: Qiara Media
Answar, H.T. (2016). Anaisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kredit Bermasalah pada PT. Bank Rakyat Indonesia (persero)
TBK Unit Salo Kabupaten
Pinrang.Program S1 Universitas Negeri Makassar
Astuty, T. (2015). Buku Pedoman Umum Pelajaran Ekonomi. Jakarta: Penerbit Vicosta Publishing
Astari, R.W. (2016). Penyebab Kredit Macet dan Penyelesaianya. Diakses pada tanggal 4 oktober 2020. Diakses melalui website Kreditgogo.com<articel>
Bahri, S. (2018). Metodologi Penelitian Bisnis.Yogyakarta : CV. Andi Offset Bungin, M. B. (2017). Metodologi Peneitian
Kuantitatif. Jakarta : Kencana
Fitrah, M., dan Luthfiyah. (2017). Metodologi Penelitian (Penelitian Kualitatif, Tindakan Kelas dan Studi Kasus).Jawa Barat: CV Jejak.
Hariyani, I. (2010). Restrukturisasi dan Penghapusan Kredit Macet. Jakarta : PT.
Elex Media Komputindo.
Handayani, T., dan Fathoni, M.A. (2019).
Buku Ajar Manajemen Pemasaran Islam.Yogyakarta : CV Budi Utama.
Ismanto, H.. (2019). Perbankan dan Literasi Keuangan. Deepublish (Group Penerbit CV Budi Utama).
Kasmir. (2016). Analisis Laporan Keuangan.
Jakarta : Raja Graindo Persada.
Purba, K. (2019). Manajemen Perbankan.
Bandung : Penerbit Yrama Widya.
Sarmanu. (2017). Dasar Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan Statistika.
Surabaya : Universitas Airlangga
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor.
25 Tahun 1992 tentang perkoperasian