• Tidak ada hasil yang ditemukan

faktor yang mempengaruhi motivasi peserta didik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "faktor yang mempengaruhi motivasi peserta didik"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI PESERTA DIDIK DALAM MENGIKUTI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

DI SMP NEGERI 2 KOTO XI TARUSAN

JURNAL

CHICI PRATIWI NPM: 10060159

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

(STKIP) PGRI SUMATERA BARAT PADANG

2014

(2)

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI PESERTA DIDIK DALAM MENGIKUTI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMP NEGERI 2 KOTO XI TARUSAN

Oleh:

Chici Pratiwi

Mahasiswa Bimbingan dan Konseling STKIP PGRI Sumatera Barat

ABSTRACT

This research is motivated by the presence of factors that influence the motivation of learners in the following extracurricular activities. Based on the interview, that there are students who have problems in the following extracurricular activities, such as the learners who less the desire to take advantage of extracurricular activities, the presence of the students less the motivation to participate in extracurricular activities and their learners who choose hang out with friends of the following the extracurricular activities at school. The aimed of this research are to determine the intrinsic and extrinsic factors that influence the motivation of learners in the following extracurricular activities This research is descriptive quantitative the population of all students in the Junior High School 2 Koto XI Tarusan. In this research, the sample amounted to 80people consisting of VII.4 class (25 people), VIII.5 (24 people) and IX.3 (31 people). The technique used in sampling is stratified random sampling. The instrument used in this study is a questionnaire, while the formula used for data analysis and technical analysis criterion percentage. The results of this study revealed that: 1) Intrinsic factors that influence the motivation of learners in the following extracurricular activities consisting of the needs, expectations and interests were in many categories. 2) Extrinsic factors that affect the motivation of learners in the following extracurricular activities consisting of the environment and the rewards are in the many categories. So, based on the results of research that the students in the following extracurricular activities in SMP Negeri 2 Koto XI Tarusan many factors that influence learner motivation, good views of the intrinsic and extrinsic factors in participating in extracurricular activities.

Keywords: Motivation, extracuricular activities, student.

PENDAHULUAN

Pelaksanaan kegiatan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Pertama (SMP) didasarkan pada tingkatan perkembangan peserta didik yang berada pada taraf remaja awal. Pelaksanaannya adalah guru pembimbing yang sehari-hari bertugas melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Konseling untuk sejumlah peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya. Kegiatan Bimbingan dan Konseling didasarkan pada kondisi dan kebutuhan dari peserta didik.

Mengingat tujuan pendidikan dan pembinaan generasi muda ditetapkan baik dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 maupun Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN), dimana sekolah sebagai lingkungan pendidikan sebagai jalur pendidikan formal yang sangat penting dan strategis dalam upaya mewujudkan tujuan tersebut, baik melalui proses belajar mengajar maupun melalui jalur kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler.

Kegiatan ekstrakurikuler menurut Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan (Suryosubroto, 2002:271) adalah kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran tatap muka, dilaksanakan di sekolah atau di luar sekolah agar lebih memperkaya dan memperluas wawasan pengetahuan dan kemampuan yang telah dipelajari dari berbagai mata pelajaran dalam kurikulum.

Kegiatan ekstrakurikuler bagi peserta didik adalah untuk mengembangkan dan mengekspresikan dirinya sesuai dengan kebutuhan, potensi yang dimiliki, minat dan bakat yang dimilikinya, dan semua itu akan terwujud pada peserta didik dengan adanya dorongan dari dalam diri dan dari luar diri peserta didik itu sendiri yang disebut dengan motivasi. Menurut Mc. Donald (Sardiman, 2011:73), motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.

Berdasarkan wawancara peneliti dengan guru BK di SMP Negeri 2 Koto XI

(3)

Tarusan pada tanggal 03 Februari 2014 berkenaan dengan kegiatan ekstrakurikuler, mengatakan bahwa motivasi peserta didik dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan setiap minggunya yaitu pada hari sabtu, peserta didik kebanyakan tidak mempunyai keinginan yang besar untuk memanfaatkan kegiatan ekstrakurikuler tersebut dengan baik dan peserta didik lebih suka menghabiskan waktunya untuk bermain atau nongkrong dengan teman-temannya dari pada mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang telah ditetapkan oleh sekolah.

Dari masalah di atas maka batasan masalah dalam penelitian ini adalah faktor intrinsik dan ekstrinsik yang mempengaruhi motivasi peserta didik dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 2 Koto XI Tarusan.

Berdasarkan batasan masalah di atas maka tujuan penelitian ini adalah untuk melihat dan mendeskripsikan bagaimana:

1. Faktor intrinsik yang mempengaruhi motivasi peserta didik dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 2 Koto XI Tarusan.

2. Faktor ekstrinsik yang mempengaruhi motivasi peserta didik dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 2 Koto XI Tarusan.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Menurut Yusuf (2005:83) penelitian deskriptif adalah salah satu jenis penelitian yang bertujuan mendeskripsikan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi tertentu atau mencoba menggambarkan fenomena secara detail.

Adapun populasi dalam penelitian ini sebanyak 392 orang peserta didik dari beberapa tingkatan kelas. Adapun teknik pengambilan sampel adalah stratified random sampling. Menurut Yusuf (2007:198) Stratified Random Sampling merupakan suatu prosedur atau cara dalam menentukan sampel dengan membagi populasi atas beberapa strata sehingga setiap strata menjadi homogen dan tidak tumpang tindih dengan kelompok lain.

Selanjutnya pengolahan data dilakukan dengan menggunakan rumus kriterium sturgess dan teknik analisis persentase yang dikemukakan oleh Sudijono (2010:43) dengan rumus.

P= ×100

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor intrinsik yang mempengaruhi motivasi peserta didik dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler secara umum berada pada kategori banyak. Selanjutnya dilihat dari indikator faktor kebutuhan berada pada kategori banyak faktor yang mempengaruhi motivasi peserta didik dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan pada indikator faktor harapan berada pada kategori banyak faktor yang mempengaruhi motivasi peserta didik dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, sedangkan pada indikator faktor minat berada pada kategori banyak faktor yang mempengaruhi motivasi peserta didik dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

Selanjutnya, faktor ekstrinsik yang mempengaruhi motivasi peserta didik dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler secara umum berada pada kategori banyak.

Sedangkan dilihat dari indikator faktor lingkungan dan faktor imbalan berada pada kategori banyak. Hal ini membuktikan bahwa faktor lingkungan dan faktor imbalan banyak mempengaruhi motivasi peserta didik dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

Dari hasil penelitian motivasi peserta didik di SMP Negeri 2 Koto XI Tarusan berpengaruh secara intrinsik dan ekstrinsik dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

Sesuai dengan pendapat Siagian (2004:142) bahwa faktor yang mempengaruhi motivasi adalah:

1. Kebutuhan, yang merupakan segi pertama dari motivasi, timbul dalam diri seseorang apabila ia merasa adanya kekurangan dalam dirinya. Kebutuhan timbul atau diciptakan apabila dirasakan adanya ketidakseimbangan antara apa yang dimiliki dengan apa yang menurut persepsi yang bersangkutan seyogyanya dimilikinya, baik dalam arti fisiologis maupun psikologis.

2. Dorongan, merupakan usaha pemenuhan kekurangan secara terarah. Dorongan yang berorientasi pada tindakan sesungguhnya menjadi inti motivasi sebab apabila tidak ada tindakan, situasi ketidakseimbangan yang dihadapi oleh seseorang tidak akan pernah teratasi.

3. Tujuan, merupakan segala sesuatu yang menghilangkan kebutuhan dan mengurangi dorongan. Dengan kata lain, mencapai tujuan berarti mengembalikan keseimbangan dalam diri seseorang, baik

(4)

yang bersifat fisiologis maupun yang bersifat psikologis.

Oleh karena itu peserta didik dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler harus mampu untuk menghindari faktor yang menjadi pengaruh motivasi peserta didik baik secara intrinsik maupun ekstrinsik dengan cara menambah dan mengembangkan wawasan, pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap sehingga pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam aspek kognitif, afektif, psikomotor dan dapat menunjang serta mendukung program intrakurikuler yaitu mengembangkan pengetahuan dan kemampuan penalaran peserta didik, keterampilan melalui hobi dan minatnya serta pengembangan sikap yang ada pada program intrakurikuler dan program ekstrakurikuler.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian mengenai faktor yang mempengaruhi motivasi peserta didik dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 2 Koto XI Tarusan yang telah dipaparkan pada pembahasan penelitian, maka dapat dilihat dari:

1. Faktor intrinsik yang mempengaruhi motivasi peserta didik dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler secara umum berada pada kategori banyak.

Selanjutnya dilihat dari indikator faktor kebutuhan berada pada kategori banyak dan pada indikator faktor harapan berada pada kategori banyak. Sedangkan pada indikator faktor minat berada pada kategori banyak. Hal ini membuktikan bahwa faktor kebutuhan, faktor harapan dan faktor minat banyak mempengaruhi motivasi peserta didik dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

2. Faktor ekstrinsik yang mempengaruhi motivasi peserta didik dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler secara umum berada pada kategori banyak.

Selanjutnya dilihat dari indikator faktor lingkungan dan faktor imbalan berada pada kategori banyak. Hal ini membuktikan bahwa faktor lingkungan dan faktor imbalan banyak mempengaruhi motivasi peserta didik dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

SARAN

1. Peserta didik, agar lebih meningkatkan kemampuannya dalam aspek kognitif, afektif dan psikomotor serta meningkatkan lagi motivasinya dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

2. Guru BK (Pembina Ekstrakurikuler), agar lebih memperhatikan dan meningkatkan kinerjanya untuk mencapai tujuan dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler serta mengayomi peserta didik yang lain untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

3. Kepala Sekolah, agar dapat meningkatkan lagi penyelenggaraan pendidikan sehingga dapat menyusun program kegiatan ekstrakurikuler lebih baik lagi serta sebagai pedoman dalam mengevaluasi pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler sebelumnya.

4. Pengelola program studi bimbingan dan konseling STKIP PGRI Sumatera Barat, sebagai bahan masukan untuk meningkatkan mutu lulusan dalam mengaplikasikan ilmu di lapangan dan agar selalu berusaha mempersiapkan tenaga konselor yang professional serta siap membantu permasalahan kliennya.

5. Peneliti selanjutnya, agar dapat dijadikan pedoman bagi penelitian yang berkaitan dengan masalah kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

KEPUSTAKAAN

Sardiman, A.M. 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Siagian, P. Sondang. 2004. Teori Motivasi dan Aplikasinya. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Sudijono, Anas. 2010. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Raja Wali Pers.

Suryosubroto, B. 2002. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Yusuf, A. Muri. 2005. Metodologi Penelitian.

Padang: UNP Press.

Yusuf, A. Muri. 2007. Metodologi Penelitian Dasar-Dasar Penyelidikan Ilmiah.

Padang: UNP Press

Referensi

Dokumen terkait

Dalam kegiatan belajar mengajar, minat merupakan faktor psikologis utama yang dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar peserta didik, apabila peserta didik

Faktor kemandirian belajar menurut Cobb (Hadi & Sovitriana, 2019) ada banyak faktor yang mempengaruhi kemandirian belajar peserta didik. Faktor-faktor tersebut yaitu: