• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKULTAS AGAMA ISLAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "FAKULTAS AGAMA ISLAM"

Copied!
97
0
0

Teks penuh

Mustahidang Usman, M.Si, Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam yang selalu membantu penulis dalam urusan akademik. Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pegawai administrasi Fakultas Agama Islam yang selalu ikhlas melayani penulis.

Rumusan Masalah

Zakiyah Daradjat (1992:76) juga berpendapat bahwa pendidikan agama Islam adalah upaya untuk mendorong dan mendidik peserta didik agar selalu memahami ajaran Islam secara utuh dan mencapai tujuannya, yang pada akhirnya dapat mengamalkan Islam sebagai gaya hidup. Dari beberapa definisi di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa pendidikan agama Islam adalah pengajaran jasmani dan rohani yang berlandaskan Al-Quran kepada anak guna membentuk kepribadian muslim yang sempurna.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Pengertian Pendidikan Agama Islam

Untuk mendapatkan gambaran tentang pendidikan agama Islam, berikut beberapa pengertian pendidikan agama Islam. Sedangkan menurut Ahmad Marimba, pendidikan agama Islam adalah bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukum agama Islam yang mengarah pada pembentukan kepribadian utama menurut standar Islam.

Dasar dan Tujuan Pendidikan Agama Islam

Landasan operasional merupakan landasan yang mengatur langsung pelaksanaan pendidikan agama Islam di sekolah-sekolah di Indonesia. Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan agama Islam adalah membimbing dan membentuk manusia menjadi hamba Allah yang bertakwa, teguh imannya, taat beribadah dan berakhlak mulia.

Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam

Hal ini dikarenakan perbuatan atau tindakan pendidikan dilakukan untuk membawa peserta didik menuju tujuan pendidikan Islam yang kita cita-citakan. Inilah cara yang paling cocok bagi dunia pendidikan untuk menyampaikan materi atau materi pendidikan Islam kepada peserta didik. Artinya, alat-alat yang dapat digunakan dalam melaksanakan pendidikan Islam agar tujuan pendidikan Islam lebih berhasil.

Pandangan filosofis Islam terhadap alam semesta, manusia, masyarakat, ilmu pengetahuan dan akhlak tercermin jelas dalam prinsip-prinsip pendidikan Islam. Manusia yang menjadi objek pendidikan Islam adalah manusia yang digambarkan dan terangkum dalam Al-Qur’an dan hadis. Pendidikan Islam dalam hal ini merupakan upaya untuk mentransformasikan kesempurnaan potensi yang dimiliki peserta didik menjadi kesempurnaan yang nyata, melalui setiap tahapan kehidupannya.

Dengan demikian, fungsi pendidikan Islam adalah menjaga keutuhan unsur individu peserta didik dan mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sejalan dengan keridhaan Allah. Pendidikan Islam sejak awal merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan dan memperkuat aliran tauhid yang telah terjalin. Ramayulis menjelaskan, pendidikan Islam sepanjang sejarahnya selalu menjaga perbedaan individual peserta didik.

Disiplin

Dasar-dasar Kedisiplinan

Adanya sikap kedisiplinan yang harus dimiliki oleh setiap siswa sangat diperlukan dalam kehidupannya karena pada saat mereka mempunyai nilai. Maka ketika selesai shalat, ingatlah Allah sambil berdiri, duduk dan berbaring. Dilihat dari isi ayat di atas maka sikap kedisiplinan sangat penting bagi seseorang karena jika mempunyai sikap disiplin maka kehidupannya akan tertib, sikap yang dimiliki seseorang itu timbul karena adanya kebutuhan untuk menjaga keseimbangan diantara hal tersebut, yaitu dilakukan oleh individu sampai batas tertentu dan memenuhi kebutuhannya sendiri sesuai dengan kemampuannya.

Adapun tindakan-tindakan yang termasuk kedisiplinan di sekolah dapat dilihat dari datang tepat waktu, tidak meninggalkan sekolah ketika tidak ada urusan penting, mengikuti upacara bendera, mengerjakan pekerjaan rumah tepat waktu, memperhatikan saat guru menjelaskan pelajaran, tidak melanggar tidak. peraturan sekolah dll.

Tujuan Kedisiplinan

Setiap tindakan yang dilakukan peserta didik akan berdampak pada perkembangannya sehingga mereka sadar bahwa hakikat segala sesuatu yang dilakukannya akan kembali pada dirinya sendiri, sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S Al-Jaatsiyah/45:15. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan, maka itu untuk dirinya sendiri, dan siapa yang mengerjakan keburukan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, maka kamu akan dikembalikan kepada Tuhanmu. Jika melihat dari ayat-ayat di atas, disiplin berkaitan dengan tujuan, sehingga dapat ditarik bahwa tujuan disiplin adalah untuk menanamkan dan menumbuhkan rasa percaya diri terhadap kemampuan yang dimiliki, karena rasa percaya diri terhadap setiap perbuatan baik maupun buruk yang dilakukan. akan menanggung sendiri akibatnya.

Disiplin subari bertujuan untuk menaati suatu aturan dengan kesadaran diri untuk menciptakan aturan tersebut. Dalam bukunya Emile Durkeim, disiplin mempunyai tujuan ganda, yaitu: mengembangkan suatu peraturan tertentu dalam tingkah laku manusia dan memberikan tujuan tertentu sekaligus membatasi cakrawalanya. Kartini Karto menanamkan kedisiplinan pada anak untuk membantu mereka menemukan keseimbangan antara kebutuhan akan kemandirian dan penghormatan terhadap hak orang lain.

Muhtar Yahya menyatakan bahwa tujuan disiplin adalah agar perkembangan pengembangan diri dan pengarahan diri terjadi tanpa pengaruh atau kendali dari luar.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kedisiplinan

Hal ini melekat karena kedisiplinan seseorang sangat bergantung pada rangsangan yang ada disekitarnya, dimana dorongan ini mudah sekali berubah, bisa bertambah, berkurang bahkan hilang. Faktor yang mempengaruhi belajar ada banyak macamnya, namun dapat digolongkan menjadi dua kelompok saja, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Siswa tidak akan memiliki sikap disiplin yang tinggi ketika seluruh tubuhnya terserang penyakit, artinya kesehatan yang dimiliki siswa sangat penting jika siswa ingin memiliki disiplin diri yang tinggi.

Ketika seorang siswa memiliki disabilitas maka proses aktivitas sehari-hari akan bergantung karena kondisi tubuhnya tidak memungkinkan untuk melakukan sesuatu secara sempurna dibandingkan dengan siswa yang tidak memiliki disabilitas. Di keluarga inilah peserta didik mendapat pengetahuan pertama tentang apa pun, serta pola pikir kedisiplinan yang harus ditanamkan pertama kali pada diri anak ketika masih berada di lingkungan keluarga, karena keluarga merupakan komunitas sosial kecil pertama yang anak-anak masuk. Apabila kedisiplinan ditanamkan sejak kecil atau sejak dini di lingkungan keluarga, maka kedisiplinan akan menjadi suatu kebiasaan pada diri anak ketika berada di luar rumah atau lingkungan keluarga.

Semua faktor termasuk lingkungan sekolah dapat mempengaruhi kedisiplinan siswa ketika berada di lingkungan sekolah. Sikap kedisiplinan siswa akan meningkat apabila diolah secara intensif sesuai dengan uraian aturan yang telah disampaikan, pemberian informasi yang mengandung norma-norma moral dapat diterima dan dikuasai siswa jika dilakukan secara berulang-ulang dan diikuti dengan pengawasan yang sistematis. Dalam bentuk bimbingan dan konseling, teknik ini dalam artian pengawasan harus diperkuat, namun harus bersifat manusiawi atau disesuaikan dengan perkembangan peserta didik.

Lokasi dan Obyek Penelitian

Metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data kualitatif berupa ungkapan atau catatan orang itu sendiri atau perilaku orang yang terobsesi dengannya, dan penelitian kualitatif merupakan tradisi khusus dalam ilmu-ilmu sosial yang pada dasarnya bergantung pada pengamatan manusia dalam penelitiannya. bidang. dan dalam kaitannya dengan orang-orang yang ada di lingkungan sekitar.

Variabel Penelitian

Depinisi Operasional Variabel

Sedangkan pengertian disiplin diri (siswa) Perkins (Unardjan 2003: 4) mengatakan, disiplin diri adalah suatu usaha sadar dan bertanggung jawab dari seseorang untuk mengatur dan mengendalikan tingkah laku dan sikapnya agar seluruh keberadaannya tidak merugikan orang lain dan orang lain. diri. . Apabila ingin mengkaji seluruh unsur yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitian tersebut merupakan penelitian populasi. Dalam hal ini populasi penelitian adalah seluruh anggota yang akan diteliti dalam suatu kegiatan penelitian.

Dari pengertian tersebut terlihat bahwa populasi penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan siswa yang berjumlah 172 orang. Jadi, dalam menentukan sampel tidak harus selalu meneliti seluruh populasi, karena memerlukan dana, biaya dan anggaran yang relatif besar, memerlukan waktu yang cukup lama serta mempertimbangkan keterbatasan peneliti. Sampel memilih sejumlah tertentu dari seluruh populasi untuk dijadikan objek penelitian, sampel yang diperiksa nantinya akan mewakili seluruh populasi akibatnya untuk semua populasi, namun jika populasi dalam penelitian sedikit maka populasi penelitian mungkin saja tidak ada. menjadi sampel penelitian.

Populasi suatu penelitian kurang dari seratus kecil, sehingga penelitian tersebut disebut penelitian populasi dan populasi penelitian ini juga disebut sebagai sampel penelitian. Dengan pemikiran di atas tentang sampel, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa sampel adalah sebagian dari populasi yang akan dijadikan. Dalam menentukan besarnya sampel siswa, penulis menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 30 orang atau 15% dari populasi.

Instrumen Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

Gambarang Umum SMK Negeri 7 Bulukumba

  • Selayang Pandang
  • Profil Sekolah
  • Visi-misi
  • Keadaan Guru
  • Keadaan kariyawan
  • Keadaan Siswa
  • Keadaan sarana dan fasilitas belajar

9 Salmayanti, S.Pd P Guru Bahasa Inggris 10 Irmayanti,S.SI,S.Pd P Waka sekte Matematika 11 Akbar tanjung,S.Pd L Guru Belajar. Untuk lebih jelasnya keadaan siswa SMK Negeri 7 Bulukumba Kabupaten Bulukumba tahun pelajaran 2013 dapat dilihat pada tabel berikut. Kelangsungan pendidikan formal tidak hanya didukung oleh tenaga pengajar dan peserta didik saja, tetapi harus didukung oleh sarana dan prasarana, misalnya sarana gedung sekolah dasar dan alat pengajaran yang digunakan dalam kegiatan proses pembelajaran dan lingkungan yang dapat memberikan suasana pendidikan.

Oleh karena itu, masalah sarana dan prasarana tetap menjadi objek penelitian dalam setiap kegiatan penelitian. Tautan Tabel: Fasilitas Pembelajaran di SMK Negeri 7 Bulukumba Nr. Fasilitas/lingkungan belajar Kondisi fisik keseluruhan. Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa kondisi sarana dan prasarana di SMK Negeri 7 Bulukumba Kabupaten Bulukumba sudah cukup mendukung proses pembelajaran.

Tabel  diatas  menunjukkan bahwa  jumlah  siswa  SMK  Negeri  7  Bulukumba Kabupaten Bulukumba Tahun ajaran 2013 sebanyak orang.
Tabel diatas menunjukkan bahwa jumlah siswa SMK Negeri 7 Bulukumba Kabupaten Bulukumba Tahun ajaran 2013 sebanyak orang.

Deskripsi data

  • Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam
  • Kedisiplinan siswa
  • Efek Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 7 Bulukumba Terhadap kedisiplinan Siswa
  • Ulasan data

Dari hasil tabel tersebut sebagian kecil (16,67%) menyatakan selalu, sebagian kecil (30,00%) menyatakan sering, separuh (50,00%) menyatakan kadang-kadang dan sangat sedikit (3,33%) menyatakan tidak pernah. Dari hasil tabel sebagian kecil (46,66%) dinyatakan selalu, sebagian kecil (30,00%) dinyatakan sering, setengah. 23,33%) pernah mengatakan dan tidak ada yang pernah mengatakan. Dari hasil tabel tersebut sebagian besar (60,00%) siswa menjawab selalu, sebagian kecil (16,67%) mengatakan sering dan sebagian kecil (23,33%) mengatakan kadang-kadang, sedangkan yang tidak pernah mengatakan tidak pernah.

Dari hasil tabel diatas, sebagian kecil (26,66%) siswa menyatakan selalu, sebagian kecil (43,33%) sering, sebagian kecil (30,00%) kadang-kadang dan tidak ada yang pernah. Dari hasil tabel tersebut, sebagian kecil (30,00%) menyatakan selalu, sebagian kecil (20,00%) sering, sebagian (46,33%) kadang-kadang, dan (3,33%) tidak pernah. Dari hasil tabel, sebagian kecil (23,33%) menjawab selalu, kecil (13,33%) sering, sebagian besar (63,33%) kadang-kadang dan tidak ada yang tidak pernah.

Dari hasil tabel tersebut, sebagian kecil (16,66%) menyatakan sering, sebagian kecil (36,66%) menyatakan kadang-kadang, sebagian besar (63,33%) menyatakan tidak pernah dan. Dari hasil tabel tersebut, sebagian kecil (40,00%) menyatakan selalu, sebagian kecil (33,33%) menyatakan sering, separuh (26,66%) menyatakan kadang-kadang, dan (3,33%) menyatakan tidak pernah. Dari hasil tabel tersebut, sebagian kecil (23,33%) menyatakan selalu, sebagian kecil (16,66%) menyatakan sering, separuhnya (60,00%) menyatakan kadang-kadang, dan tidak ada yang menyatakan.

SARAN

Bagaimana pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama islam di SMK Negeri 7 Bulukumba

Bagaimana Kedisiplinan Siswa di SMK Negeri 7 Bulukumba

Bagaimana pengaruh pembelajaran pendidikan agama islam terhadap kedisiplinan siswa di SMK Negeri 7 Bulukumba

Deskripsi data

Gambar

Tabel  diatas  menunjukkan bahwa  jumlah  siswa  SMK  Negeri  7  Bulukumba Kabupaten Bulukumba Tahun ajaran 2013 sebanyak orang.

Referensi

Dokumen terkait

Berkaitan dengan penjelasan tersebut, maka penulis memutuskan untuk membuat Aplikasi Sistem Informasi Geografis Rute Perjalanan Dan Pemetaan Tempat-Tempat Penting Di Banjarmasin

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS NEGERI MALANG UM FAKULTAS SASTRA FS Jalan Semarang 5, Malang 65145 Telpon: 0341-567475, Faksimile: 0341-567475