• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKULTAS AGAMA ISLAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "FAKULTAS AGAMA ISLAM"

Copied!
97
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Rumusan Masalah

Tujuan

Manfaat Penelitian

KAJIAN PUSTAKA

Strategi Guru Pendidikan Agama Islam

  • Pengertian Strategi
  • Pengertian Guru
  • Pendidikan Agama Islam

Yakni, agar santri dapat menjalankan fungsinya sebagai khalifah di muka bumi dalam rangka beribadah kepada Allah. Menurut Ramayulis, guru adalah seseorang yang bertugas memberikan bimbingan secara sadar terhadap perkembangan kepribadian dan kemampuan baik siswanya. Menurut Abdul Majid, pendidikan agama Islam adalah suatu upaya sadar dan terencana untuk mempersiapkan peserta didik mengetahui, memahami, menghayati dan mengimani ajaran agama Islam disertai dengan keharusan untuk menghormati pemeluk ajaran agama lain dalam kaitannya dengan kerukunan antaragama sehingga agar persatuan dan kesatuan negara dapat terwujud.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa guru PAI adalah tokoh atau figur penting dalam kegiatan pendidikan yang mempunyai tugas, wewenang dan tanggung jawab untuk memimpin, melatih, mengembangkan dan memperkenalkan ajaran Islam kepada peserta didik dalam bidang pendidikan agama Islam. yaitu iman, ibadah, syariah dan akhlak secara luas dan.

Penyalahgunaan Media Sosial

  • Pengertian Media Sosial
  • Manfaat Media Sosial
  • Jenis - Jenis Penyalahgunaan Media Sosial
  • Macam – Macam Media Sosial
  • Faktor - Faktor yang Menyebabkan Penyalahgunaan

Ajaklah guru-guru yang menggunakan media sosial untuk bergabung dalam kelompok belajar agar dapat memberikan masukan. Banyak sekali jenis media sosial yang digunakan siswa yang dapat mengganggu proses pembelajaran. Itulah beberapa media sosial yang paling banyak dan mudah diakses oleh siswa sehingga dapat mengganggu proses pembelajaran.

Wawancara yaitu melakukan wawancara langsung dengan guru menjadi objek yang akan diteliti untuk mengantisipasi penyalahgunaan media sosial di kalangan siswa. Dalam menganalisis data yang dikumpulkan, penulis menggunakan teknik analisis data deskriptif untuk mendeskripsikan Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengantisipasi Penyalahgunaan Media Sosial Siswa di SMA Negeri 10 Wajo. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan, terlihat bahwa sebagian besar siswa SMA Negeri 10 Wajo menggunakan media sosial.

Dari hasil penelitian, jenis media sosial yang dimiliki hampir seluruh siswa di SMA Negeri 10 Wajo Kab. Media sosial YouTube tidak hanya menjadi media informasi dan pembelajaran, namun juga menjadi media hiburan. Berdasarkan keterangan informan, penulis memperkirakan baik siswa maupun guru di SMA Negeri 10 Wajo sebagian besar menggunakan media sosial untuk berkomunikasi dan bertukar informasi.

Strategi yang dilakukan guru pendidikan agama Islam untuk mengatasi perilaku menyimpang atau penyalahgunaan media sosial di SMA Negeri 10 Wajo adalah melalui beberapa tindakan, antara lain: Wawancara dengan Bapak. Sulaeman S.Ag selaku guru PAI mengatakan bahwa: .. upaya yang dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan media sosial oleh siswa di SMA Negeri 10 Wajo adalah: a). Upaya represif yang dilakukan guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi penyalahgunaan media sosial oleh siswa di SMA Negeri 10 Wajo antara lain: a).

Deskripsi Penggunaan Media Sosial Siswa di SMA Negeri 10 Wajo. Beragam atau beragam, mayoritas pelajar menggunakan media sosial. Strategi guru pendidikan agama Islam untuk mengantisipasi penyalahgunaan media sosial pada siswa SMA Negeri 10 Wajo melalui tiga tindakan, yaitu: a). Atas izin Allah SWT, dan atas kerja keras, pengorbanan dan kesabaran, penulis menyelesaikan studi sarjananya pada tahun 2017 dengan judul skripsi “Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengantisipasi Penyalahgunaan Media Sosial di Kalangan Siswa SMA Negeri 10 Wajo Kab.

Gambar 1. Triangulasi PenelitianPeneliti
Gambar 1. Triangulasi PenelitianPeneliti

METODE PENELITIAN

Jenis Penelitian

Instrumen Penelitian

Penelitian menggunakan instrumen penelitian sebagai alatnya agar kegiatan penelitian bersifat sistematis dan terstruktur. Pengumpulan data dilakukan dengan berbagai cara seperti yang dikemukakan oleh Suharsimi Arikunto, antara lain sebagai berikut. Catatan observasi merupakan kegiatan yang fokus mengamati suatu objek dengan menggunakan seluruh panca indera. Dapat juga diartikan sebagai suatu proses pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi langsung terhadap objek penelitian.35 Dalam observasi, peneliti mengamati semua kejadian yang berhubungan dengan penelitian, khususnya yang berkaitan dengan strategi guru Pendidikan Agama Islam dan penyalahgunaan internet pada siswa di SMA Negeri 10 Wajo Kab.

Panduan wawancara adalah kegiatan komunikasi antara dua orang yang melibatkan seseorang yang ingin memperoleh informasi dari orang lain dengan tujuan mengajukan pertanyaan berdasarkan tujuan tertentu.36 Penulis mengumpulkan data melalui. Dalam proses ini, peneliti meyakini bahwa penjelasan yang diberikan informan melebihi permintaan tambahan data. Dalam hal ini peneliti mengumpulkan data atau bahan dari dokumen tertulis di SMA Negeri 10 Wajo Kab.

Teknik Pengumpulan Data

Kutipan langsung, yaitu peneliti mengutip pendapat para ahli dari buku referensi yang berkaitan dengan pembahasan dokumen ini, tanpa mengubah kalimat redaksional dan makna yang dikandungnya. Kutipan tidak langsung, yaitu kutipan pendapat para ahli yang terdapat dalam referensi berupa uraian yang berbeda konsep aslinya, namun makna dan tujuannya sama. Penelitian lapangan merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan cara melakukan penelitian langsung pada suatu lokasi penelitian atau lapangan yang berkaitan dengan subjek yang diteliti guna memperoleh data-data tertentu yang berkaitan dengan masalah dalam penelitian ini, dengan menggunakan metode yang telah disusun yaitu.

Observasi yaitu observasi dan penggunaan komunikasi langsung dengan sumber informasi tentang subjek penelitian, keadaan guru dan siswa.

Teknik Analisis Data

Selain penggunaan media sosial sebagai sumber informasi yang akurat dan cepat, ada juga yang tidak sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Saya melihat banyak pelajar saat ini yang menggunakan media sosial untuk membuka halaman-halaman yang tidak pantas dilihat oleh pelajar/remaja, seperti halaman yang bersifat pornografi, menyebarkan berita bohong, menjual barang haram, melakukan penipuan dan lain sebagainya.38 . Jenis media sosial yang biasa digunakan sehari-hari oleh pelajar adalah Facebook, Blackberry Masanger (BBM), WhatsApp, Twitter, Instagram dan Youtube.

Ada pula siswa yang bersikap kejam terhadap temannya karena media sosial, karena merasa dirinyalah yang tidak ketinggalan jaman. Seperti yang diungkapkan oleh seorang mahasiswi yang karena kondisi perekonomiannya yang sangat minim tidak memiliki akun pribadi di media sosial sama sekali, ia tidak memiliki telepon genggam untuk berkomunikasi di media sosial. Dengan adanya media sosial, mereka sangat mudah untuk saling berkomunikasi dan bertukar informasi mengenai suatu hal yang negatif.

Saya melihat pelajar saat ini sangat mudah terpengaruh oleh budaya luar, seperti maraknya penggunaan narkoba. Mereka ditawari barang ilegal tersebut melalui media sosial. Orang tua yang kurang memahami media sosial dan terlalu mempercayai anaknya menyebabkan anak merasa bebas melakukan segala hal di media sosial. Memperhatikan data yang tersaji di atas, maka dapat disimpulkan bahwa upaya sekolah dalam menanggulangi penyalahgunaan media sosial oleh siswa melalui strategi yang diterapkan oleh guru khususnya guru PAI meliputi beberapa tindakan yaitu tindakan preventif, tindakan represif, dan tindakan kuratif.

Berbagai faktor menjadi penyebab penyalahgunaan media sosial, bahkan teman baik pun diam-diam bisa menjerumuskan kita ke dalam lembah negatif, pengawasan orang tua yang buruk akan membuat kita menjadi anak yang ceroboh dan melupakan berbagai kenyamanan dari media sosial yang negatif. . Jenis media sosial yang digunakan adalah Facebook, Blackbarry Masanger (BBM), WhatsApp (WA), Line, Twitter, Instagram dan Youtube. Karena peraturan yang melarang penggunaan ponsel selama pembelajaran, mereka diperbolehkan menggunakan ponsel pada waktu istirahat dan saat tidak ada pembelajaran yang sedang berlangsung. faktor teman sebaya, perasaan ingin tahu atau mencoba sesuatu yang baru, lingkungan masyarakat, kurangnya pengawasan orang tua dan guru yang kurang memperhatikan aktivitas sehari-hari siswa di sekolah.

Tindakan Kuratif merupakan upaya untuk menyembuhkan (merehabilitasi) siswa yang sering melakukan tindakan pelanggaran atau penyalahgunaan media sosial.

Tabel 1. Keadaan Tenaga Pendidik SMA Negeri 10 Wajo Tahun Ajaran 2017/2018
Tabel 1. Keadaan Tenaga Pendidik SMA Negeri 10 Wajo Tahun Ajaran 2017/2018

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Gambaran SMA Negeri 10 Wajo

  • Sejarah singkat dan perkembangan
  • Profil sekolah
  • Visi dan misi sekolah
  • Keadaan pendidik dan tenaga kependidikan,
  • Sarana dan prasarana
  • Struktur organisasi

Gambaran penggunaan media sosial pada siswa SMA

Dengan memahami kehadiran media sosial sebagai sumber informasi, sebagian siswa menyadari pentingnya kehadiran media sosial sebagai media yang mampu menyajikan informasi dan peristiwa nyata dari seluruh dunia secara online, namun ada juga yang hanya memanfaatkannya sebagai media sosial. media hiburan dengan bermain game atau sekedar menggunakan Facebook, kawan-kawan. Media sosial merupakan wadah komunikasi yang luas, tidak peduli beda kota bahkan berbeda negara, untuk mengetahui berita apa saja yang sedang trending, kita juga bisa belajar dari media sosial, contohnya: kita bergabung dalam sebuah grup dimana kita bisa Share. 37. YouTube mempunyai website yang menyediakan berbagai jenis video mulai dari video klip film, video ilmu pengetahuan dan pelajaran serta video buatan pengguna YouTube sendiri.

Saya sangat suka membuka situs YouTube, semua video diupload disana, baik video bagus maupun video jelek. Siswa SMA Negeri 10 Wajo hanya memanfaatkan Instagram sebagai media hiburan untuk mengetahui berita apa saja yang sedang tren. Akhirnya pihak sekolah membuat aturan baru yaitu diperbolehkan membawa telepon genggam ke sekolah, namun pada jam pelajaran telepon genggam dimatikan.

Jadi, siswa menggunakan ponsel untuk media sosial saat istirahat dan saat kelas tidak berlangsung.

Faktor-faktor yang menyebabkan penyalahgunaan

Orang tua merupakan orang pertama yang harus selalu memperhatikan dan membimbing anaknya dalam segala aktivitasnya di rumah maupun di luar rumah. Namun orang tua selalu beralasan sibuk dengan pekerjaan, komunikasinya kurang baik, tidak ada keterbukaan antara orang tua dan anak. Pekerjaan orang tua siswa di SMA Negeri 10 Wajo bermacam-macam, ada yang menjadi pegawai, guru, pedagang, petani, dan lain-lain.

Siswa yang orang tuanya adalah karyawan pasti mengetahui kelebihan dan kekurangan media sosial sehingga dapat memantau penggunaan media sosial oleh anaknya. namun pelajar yang orang tuanya adalah petani tentu tidak tahu tentang media sosial, apalagi jika orang tuanya adalah orang primitif yang tidak tahu teknologi, mereka tidak akan tahu, dan anak-anaknya akan sangat mudah tertipu karena berbagai alasan.44. Guru merupakan orang tua bagi siswanya di sekolah untuk membimbing siswanya menentukan mana yang benar dan mana yang salah dalam melakukan sesuatu. Melakukan kunjungan rumah Langkah pertama yang dilakukan adalah menegur dan menasehati siswa tersebut, apabila tidak ada perubahan yang baik maka guru CC akan mengeluarkan surat panggilan yang ditujukan kepada orang tua/wali siswa, dan jika tidak ada perubahan maka tidak dilakukan CC. guru akan bekerja sama dengan guru PAI. mengunjungi rumah siswa untuk mengetahui permasalahan sebenarnya.46.

Guru pendidikan agama Islam perlu mempunyai strategi untuk mengantisipasi hal tersebut dan berkolaborasi dengan guru kelas, guru pembimbing, dan wakil kepala kesiswaan. Tujuan: memperoleh data, mendapatkan informasi tentang strategi guru pendidikan agama Islam di SMA Negeri 10 Wajo Kab. Solusi apa yang Anda ambil untuk menyikapi kendala penyalahgunaan media sosial oleh pelajar?

Kolaka dan lulus pada tahun 2010, pada tahun yang sama penulis kembali melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Sengkang Kab. Pada tahun 2013, penulis melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dan terdaftar di Universitas Muhammadiyah Makassar pada Fakultas Agama Islam, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Program Sarjana (S1).

Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Gambar

Gambar 1. Triangulasi PenelitianPeneliti
Tabel 1. Keadaan Tenaga Pendidik SMA Negeri 10 Wajo Tahun Ajaran 2017/2018
Tabel 2. Keadaan Peserta Didik SMA Negeri 10 Wajo Tahun Ajaran 2017/2018
Tabel 3. Keadaan Sarana dan Prasarana SMA Negeri 10 Wajo Tahun Aja- Aja-ran 2017/2018
+2

Referensi

Dokumen terkait

PENUTUP 6.1 Simpulan Berdasarkan pokok permasalahan dan tujuan penelitian ini, maka hasil penelitian analis data dan pembahasan, dapat diperoleh simpulan yang berkaitan dengan