PENDAHULUAN
Fokus dan Sub Fokus Penelitian
Perumusan Masalah
Kegiatan apa saja yang dilakukan guru PAI dalam penguatan hafalan juz 30 di SD Islam Al-Azhar 8 Kembangan Jakarta Barat? Bagaimana metode guru Pendidikan Agama Islam dalam menghafal Al-Qur'an juz 30 siswa di SD Islam Al-Azhar 8 Kembangan Jakarta Barat. Strategi apa yang dilakukan guru Pendidikan Agama Islam untuk memperkuat hafalan Al-Qur'an Juz 30 di SD Islam Al-Azhar 8 Kembangan Jakarta Barat.
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui kegiatan apa saja yang dilakukan guru dalam penguatan hafalan Juz Al-Qur'an 30 di SD Islam Al-Azhar 8 Kembangan Jakarta Barat. Untuk mempelajari cara menghafal Al-Qur'an juz 30 di SD Islam Al-Azhar 8 Kembangan Jakarta Barat. Untuk mengetahui strategi apa saja yang diterapkan oleh guru pendidikan agama Islam di SD Islam Al-Azhar 8 Kembangan Jakarta Barat.
Kegunaan Penelitian
Sebagai masukan bagi guru pendidikan agama Islam bahwa menghafal Al-Quran merupakan berkah dalam kehidupan dunia dan akhirat. Dapat dijadikan referensi bagi kepala sekolah untuk memantapkan siswa dalam menghafal Al-Qur’an khususnya juz 30. Dapat dijadikan sebagai informasi bagi guru bahwa guru tidak hanya ada di sekolah saja, namun orang tua memegang peranan penting sebagai guru dan guru. masyarakat dan pemerintah.
Sistematika Penulisan
Deskripsi kegiatan sekolah penguatan hafalan Al-Qur'an Juz 30 di SD Islam Al-Azhar 8 Kembangan Jakarta Barat. Metode Guru Pendidikan Agama Islam untuk Memperkuat Hafalan Al-Qur'an Juz 30 Siswa di SD Islam Al-Azhar 8 Kembangan Jakarta Barat. Metode Guru Pendidikan Agama Islam untuk Penguatan Hafalan Al-Qur'an Juz 30 Siswa di SD Islam Al-Azhar 8 Kembangan Jakarta Barat.
Strategi yang digunakan oleh guru pendidikan agama Islam untuk memantapkan hafazan Al-Quran Jilid 30 di Sekolah Dasar Islam Al-Azhar 8 Kembangan Jakarta Barat. Sebarang aktiviti berkaitan pemantapan hafazan Al-Qur'an juz 30 di SD Islam Al-Azhar 8 Kembangan.
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Upaya
Pengertian Guru Pendidikan Agama Islam
Tugas Guru Pendidikan Agama Islam
Dalam melaksanakan tugasnya, guru harus melayani siswanya tanpa pilih kasih, guna mencapai ketuntasan pendidikan. Oleh karena itu, tugas guru harus lebih diperhatikan agar ada kesinambungan antara guru dan siswa. Tugas seorang profesional dan guru adalah menyampaikan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai lain yang sejenis, yang belum diketahui anak dan perlu diketahui anak.
Tugas manusia adalah membentuk peserta didik agar dapat menunaikan tugas pokoknya dan menjadi manusia yang terbaik. Ketiga hal tersebut harus dilaksanakan secara bersamaan, agar tercipta guru yang mampu memberikan kebaikan kepada semua, tidak hanya mengajar, namun dapat menjadi pribadi yang baik dan menjadi teladan bagi masyarakat.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam
Guru agama harus mampu menguasai mata pelajaran yang ingin diajarkannya dan mampu mengembangkannya dalam artian meningkatkan kemampuannya dalam kaitannya dengan ilmu yang dikuasainya, oleh karena itu hal ini sangat menentukan tercapainya hasil belajar bagi peserta didik. Seorang guru agama harus mampu dan terampil dalam memahami kurikulum, dan guru itu sendiri sebagai bahan pembelajaran terampil dalam memberikan informasi kepada peserta didik. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, (Bandung: PT Teen Rosda Karya, 2010), hal. c) Mengembangkan sikap dasar menuju perilaku sosial yang baik.
Dalam perannya sebagai manajer, guru harus mampu mengelola lingkungan belajar dan hal ini merupakan aspek lingkungan sekolah yang perlu ditata. Lingkungan ini diatur dan dikendalikan agar kegiatan belajar mengajar terarah dan tujuan pendidikan tercapai. Tujuan keseluruhan pengelolaan kelas adalah menyediakan dan memanfaatkan fasilitas kelas untuk berbagai kegiatan belajar mengajar guna mencapai tujuan yang baik.
Dalam proses belajar mengajar, guru harus menjadi evaluator yang baik, yaitu guru dapat mendeteksi keberhasilan dan pencapaian tujuan, penguasaan pelajaran oleh siswa, serta penentuan metode mengajar, guru dapat mendeteksi . apakah proses pembelajaran yang dilakukan cukup efektif sehingga memberikan hasil yang baik dan memuaskan, atau sebaliknya. Mengenai kompetensi guru, Sudirman mengklasifikasikannya menjadi sepuluh jenis yang dikenal dengan kompetensi guru, yaitu: 1) penguasaan materi, 2) pengelolaan program belajar mengajar, 3) pengelolaan kelas, 4) pemanfaatan media atau sumber daya, 5) penguasaan pendidikan landasan, 6) pengelolaan interaksi belajar mengajar, 7) penilaian prestasi belajar siswa untuk tujuan pembelajaran, 8) pengenalan fungsi program bimbingan dan konseling di sekolah, 9) pengenalan dan tata laksana administrasi sekolah, 10) pemahaman prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil penelitian pendidikan untuk tujuan.
Tinjauan Hafalan Al-Qur’an Juz 30
- Pengertian Hafalan
- Pengertian Al-Qur’an
- Keutamaan dan Manfaat dalam Menghafal Al-Qur’an
Tidak salah jika jumlah kaedah belajar al-Quran secara hati adalah setanding dengan bilangan ulama al-Quran secara hati. Menghafaz al-Quran dengan mendengar murattal daripada para syeikh adalah salah satu pilihan yang baik. Jadi, walau sesibuk mana pun, dia akan tetap berpeluang untuk menghafaz al-Quran sehingga khatam.
Hafalan dengan mendengarkan murattal bisa menjadi pilihan lain untuk terus menghafal Al-Quran. Ada beberapa hal yang dianggap penting untuk menunjang tercapainya tujuan menghafal Al-Qur’an. Kesehatan merupakan faktor yang sangat penting bagi orang yang ingin menghafal Al-Quran.
Usia dapat menjadi faktor penghambat seseorang yang ingin menghafal Al-Qur’an. Menghafal Al-Quran tidaklah mulus, tentu saja ada kendala yang menyertainya.
Tujuan Penelitian
Tempat dan Waktu Penelitian
Latar Penelitian
Metode dan Prosedur Penelitian
Data dan Sumber Data
Teknik dan Prosedur Pengumpulan Data
- Observasi
- Wawancara
- Dokumentasi
Observasi yang dimaksud dalam hal ini adalah kegiatan, metode pembelajaran dan strategi yang dilakukan oleh guru pendidikan agama Islam untuk memantapkan hafalan di SD Islam Al-Azhar 8 Kembangan Jakarta Barat. Teknik yang digunakan adalah proses data mining melalui tanya jawab sambil bertatap muka dengan informan dalam waktu yang lama. Pihak yang peneliti wawancarai adalah Wakil Kepala Sekolah dan Penanggung Jawab Kurikulum yaitu Ibu. Hj Maesaroh, M.
Saya di SD Islam Al-Azhar 8 Kembangan Jakarta Barat, yaitu tentang hafalan Al-Quran juz 30 di sekolah tersebut. Dokumentasi yang diteliti adalah nilai hafalan, acara keagamaan, hasil wawancara dan foto kegiatan penguatan hafalan Al-Qur’an.
Teknik Analisis Data
- Analisis Sebelum Ke Lapangan
- Analisis Selama Di Lapangan
Dalam mereduksi data, peneliti memilih data mana yang akan menjadi fokus penelitian sesuai dengan yang akan diteliti yaitu upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam penguatan hafalan al-Qur’an juz 30 (dalam Al-Azhar 8 SD Islam, Kembangan, Jakarta Barat), yaitu kegiatan, metode dan strategi dalam menghafal Al-Quran. Bentuk penyajian data dalam penelitian ini berupa teks naratif tentang peristiwa atau kejadian yang terjadi. Langkah ketiga yang dilakukan peneliti adalah menarik kesimpulan/memverifikasi data hasil penelitian yang dilakukan di SD Islam Al-Azhar 8 Kembangan Jakarta Barat.
Validasi Data
- Uji Kredibilitas
- Uji Transferabilitas
- Uji Dependabilitas
- Uji Konformitas
Uraian ini menjelaskan kegiatan penguatan hafalan Al-Qur'an juz 30 melalui wawancara. Khotmul Qur'an merupakan program kegiatan keagamaan yang dilakukan di SD Islam Al-Azhar 8 Kembangan untuk setiap siswa kelas 6. Kegiatan ekstrakurikuler Tahfidz merupakan salah satu kegiatan penunjang untuk meningkatkan hafalan Al-Qur'an juz 30 pada Al - Azhar 8 untuk penguatan sekolah dasar Islam.
Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa guru Al-Qur'an di SD Islam Al-Azhar 8 Kembangan pandai membaca dan menghafal. Strategi yang Digunakan Guru Pendidikan Agama Islam untuk Penguatan Hafalan Al-Qur'an Juz 30 di SD Islam Al-Azhar 8 Kembangan Jakarta Kembangan. Pembahasan ini akan memaparkan hasil analisis sistematis terhadap upaya guru pendidikan agama Islam dalam penguatan hafalan Al-Qur’an di SD Islam Al-Azhar 8 Kembangan.
Penulis mempunyai beberapa saran bagi sekolah agar guru pendidikan agama Islam dapat memperkuat hafalan Al-Qur’an juz 30 in. Upaya apa yang dilakukan sekolah untuk meningkatkan kualitas guru Pendidikan Agama Islam dalam menghafal Al-Quran?
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Identitas Sekolah
Sejarah Berdiri
SD Islam Al Azhar 8 Kembangan sebagai lembaga pendidikan umum yang berjiwa Islami merupakan lembaga pendidikan kerjasama antara Yayasan Al Ikhwan Meruya dengan Yayasan Pondok Pesantren Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dengan bekal ilmu pengetahuan dan teknologi serta IMTAQ yang kokoh, diharapkan akan lahir cendekiawan muslim masa depan yang beriman dan beriman, berakhlak mulia, terampil, berilmu luas serta dapat mengembangkan fungsinya dalam kehidupan bermasyarakat sesuai dengan visi. dan misi YPI Al Azhar.
Visi dan Misi
Struktur Organisasi
Data Guru, Karyawan dan Murid