• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BHAYANGKARA SURABAYA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BHAYANGKARA SURABAYA "

Copied!
94
0
0

Teks penuh

Puji syukur ke hadirat Allah SWT serta atas rahmat dan karunia-Nya, penulis akhirnya dapat menyusun dan menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis Penggunaan Pengendalian Internal Dalam Meningkatkan Efisiensi Siklus Penjualan Pada CV”. Zafran Aryanto Herbal Pahlawan Surabaya menjelaskan bagaimana penggunaan pengendalian internal dalam meningkatkan efisiensi siklus penjualan pada resume. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan pengendalian internal masih belum efektif.

Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis dapat menyarankan perlunya adanya perbaikan pada sistem apa pun agar pengendalian internal dapat bekerja secara efektif. Menurut Mulyadi, pengendalian internal dalam siklus penjualan dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh hasil penjualan dicatat secara akurat, lengkap dan sesuai batas (akurasi, kelengkapan dan nilai pisah batas) serta untuk memastikan bahwa hasil penjualan diklasifikasikan ke akun yang benar dan jika apabila ada penghasilan yang berasal dari luar perusahaan, maka harus dicatat tersendiri sebagai penghasilan lain-lain dalam laporan laba rugi (klasifikasi). Untuk mengetahui lebih jauh mengenai penerapan pengendalian internal dalam praktik di dalam perusahaan, maka dilakukan penelitian yang dituangkan dalam disertasi berjudul: ‘Analisis Penerapan Pengendalian Internal Dalam Meningkatkan Efektivitas Siklus.

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka rumusan masalah yang dapat diajukan adalah: “Bagaimana penerapan kegiatan pengendalian internal siklus penjualan dalam meningkatkan efektivitas penjualan CV obat herbal. Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan penelitian adalah: Mengetahui penerapan aktivitas pengendalian internal siklus penjualan dalam meningkatkan efektivitas penjualan CV obat herbal.

PENDAHULUAN

  • Rumusan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian
  • Sistematika penulisan

Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam menyelesaikan permasalahan yang timbul khususnya yang berkaitan dengan pengendalian internal pada siklus penjualan. Hasil penelitian ini dapat menambah referensi skripsi di perpustakaan dan sebagai bahan perbandingan, serta menambah wawasan baru bagi mahasiswa di masa depan.

TINJAUAN PUSTAKA

Landasan Teori

  • Pengendalian intern
  • Pengertian pengendalian intern
  • Tujuan pengendalian intern
  • Unsur-unsur pengendalian intern
  • Pengujian pengendalian intern
  • Jenis pengujian pengendalian

Lingkungan pengendalian mencerminkan sikap dan tindakan pemilik dan manajer perusahaan mengenai pentingnya pengendalian internal perusahaan. Komite audit biasanya bertugas mengawasi proses pelaporan keuangan, termasuk pengendalian internal dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Pemasangan teknologi baru dalam operasi atau sistem informasi dapat mengubah risiko yang terkait dengan pengendalian internal.

Komunikasi mencakup pemberian pemahaman tentang peran dan tanggung jawab individu sehubungan dengan pengendalian internal atas pelaporan keuangan. Demikian pula manajemen dapat mempertimbangkan komunikasi terkait pengendalian internal dari auditor eksternal dalam pelaksanaan kegiatan pemantauan (Mulyadi. Pihak eksternal ini tidak bertanggung jawab atas efektivitas dan bukan merupakan bagian dari pengendalian internal organisasi.

Selain itu, direktur utama juga bertanggung jawab untuk memastikan seluruh komponen pengendalian internal terwujud dalam organisasi. Dewan komisaris bertanggung jawab untuk menentukan apakah manajemen memenuhi tanggung jawabnya dalam pengembangan dan pemeliharaan pengendalian internal. Auditor internal bertanggung jawab untuk memeriksa dan mengevaluasi kecukupan pengendalian internal entitas dan membuat rekomendasi perbaikan.

Manajemen, dewan dan komite audit terutama bertanggung jawab atas pengendalian internal perusahaan. Pihak eksternal lain yang bertanggung jawab atas pengendalian internal entitas adalah badan regulator seperti Bank Indonesia dan Bapepam. Pengujian pengendalian adalah aktivitas audit yang dilakukan untuk menentukan efektivitas desain dan pengoperasian kebijakan dan prosedur pengendalian internal.

Pengujian pengendalian bersamaan (concurrent test of control), yang terdiri dari prosedur untuk memperoleh pemahaman dan sekaligus memperoleh bukti mengenai efektivitas pengendalian internal. Melakukan pengujian pengendalian terhadap pengendalian yang diperlukan untuk menentukan efektivitas desain dan pengoperasian pengendalian internal. Untuk mengevaluasi desain dan pengoperasian pengendalian internal dalam suatu perusahaan, auditor kemudian mengembangkan pengujian pengendalian terhadap setiap pengendalian yang diperlukan untuk setiap asersi.

Penjualan

  • Unsur-unsur penerimaan order dari customer
  • Aktivitas pengendalian dalam siklus penjualan
  • Program pengujian pengendalian terhadap siklus
  • Bagan alur sistem penjualan tunai
  • Penjelasan bagan alur (flowchart) SIA penjualan tunai
  • Penjelasan bagan alur (flowchart) SIA penjualan kredit
  • Definisi dan konsep dasar efektivitas

Keakuratan penerimaan kas yang dilakukan oleh Departemen Penerimaan Kas akan diperiksa oleh Departemen Pesanan Penjualan, karena dalam sistem penjualan, transaksi penerimaan kas dari penjualan tidak akan dapat dilakukan tanpa diterbitkannya faktur penjualan oleh Departemen Pesanan Penjualan. Faktur penjualan harus disahkan oleh fungsi penjualan agar menjadi suatu dokumen sah yang dapat digunakan sebagai dasar fungsi penerimaan kas untuk menerima uang tunai dari pelanggan dan menjadi perintah bagi fungsi pengiriman barang untuk menyerahkan barang kepada pembeli. setelah pembayaran harga barang oleh pembeli dan dokumen asli untuk dicatat dalam catatan akuntansi. Kesesuaian informasi pada faktur penjualan dengan informasi pada dokumen yang menyertainya (misalnya informasi nama pelanggan, nama produk dan spesifikasinya, jumlah yang dikirim dan satuan barang).

Kesesuaian harga jual, ketentuan penjualan dan diskon yang tertera pada faktur penjualan dengan peraturan yang berlaku di bidang ini. Setelah kesepakatan disepakati, pihak komersial memproduksi 3 lembar FPT dan menyerahkan lembar 1 kepada pembeli, lembar 2 masuk ke gudang, lembar 3 untuk arsip. Lembar ke 2 diserahkan ke gudang untuk diinventarisasi dengan mencatat barang keluar pada kartu gudang.

Bagian Pembelian menyerahkan faktur penjualan tunai ke bagian kasir. Bagian kasir pertama-tama menerima uang dari pembeli dan mengoperasikan mesin kasir, kemudian menyerahkan pita kas dan lembar pertama faktur penjualan tunai ke bagian pengiriman. Bagian pengiriman menerima pita kasir dan lembar pertama faktur penjualan tunai dari bagian kasir, dan lembar kedua faktur penjualan tunai dari gudang. Bagian pengiriman kemudian membandingkan lembar pertama dan kedua faktur penjualan tunai, kemudian menyerahkan barang kepada pembeli sesuai dengan itu, beserta lembar kedua faktur penjualan tunai, lembar pertama faktur penjualan tunai, dan pita kasir. diserahkan ke jurnal. Bagian kas mengisi 3 lembar resi setoran bank, kemudian menyetorkan kas ke bank, lembar pertama diserahkan ke bank beserta uangnya, lembar kedua diserahkan ke jurnal, dan lembar ketiga diarsipkan.

Dokumen ini dikirim ke pelanggan oleh fungsi penjualan untuk menunjukkan bahwa pesanan telah diterima dan sedang dikirim. Dokumen ini merupakan salinan perintah pengiriman yang dikirimkan oleh fungsi gudang untuk menyiapkan jenis barang dengan spesifikasi yang tercantum di dalamnya, menyerahkan barang kepada fungsi pengiriman, dan mencatat barang yang dijual pada kartu gudang. Dokumen ini merupakan salinan faktur penjualan yang dikirimkan dari fungsi penagihan ke fungsi akuntansi sebagai dasar pencatatan piutang kartu kredit.

Dokumen ini merupakan salinan yang dikirimkan oleh fungsi invoice ke fungsi akuntansi sebagai dasar pencatatan transaksi penjualan pada jurnal penjualan. Dokumen ini merupakan salinan yang dikirimkan oleh fungsi invoice ke fungsi akuntansi sebagai dasar perhitungan harga pokok penjualan yang dicatat dalam kartu stok, untuk analisa penjualan dan untuk perhitungan komisi tenaga penjualan. Dokumen ini dikirimkan oleh fungsi faktur kepada penjual untuk memberitahukan bahwa pesanan pelanggan yang melewati tangannya telah dilaksanakan sehingga dia dapat menghitung komisi penjualan yang menjadi haknya.

Gambar 2.1 (Lanjutan)
Gambar 2.1 (Lanjutan)

Kerangka konseptual

Research Question dan Model Analisis

  • Research Question
    • Main Research Question
    • Mini Research Question
  • Model Analisis
    • Bagan model analisis

Dalam model analisis ini akan dijelaskan sejauh mana Penerapan pengendalian internal dalam meningkatkan efisiensi siklus penjualan jamu pada CV.

Gambar 2.4  Bagan Model Analisis  Sumber : Data diolah peneliti (2019)
Gambar 2.4 Bagan Model Analisis Sumber : Data diolah peneliti (2019)

METODE PENELITIAN

Pendekatan penelitian

Jenis dan sumber data

  • Jenis data
  • Sumber data

Batasan dan asumsi penelitian

  • Batasan masalah penelitian
  • Asumsi penelitian

Unit analisis

Prosedur pengumpulan data

Teknik analisa

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Sejarah singkat perusahaan

Lokasi perusahaan

Struktur organisasi

Tujuan perusahaan

Hasil Analisis

  • Identifikasi sistem dan prosedur penjualan kredit
  • Evaluasi penerapan pengendalian intern mengenai sistem
    • Analisa kelemahan dari flowchart perusahaan
    • Analisis masalah
    • Sebab-sebab timbulnya masalah
    • Akibat timbulnya masalah
  • Membuat usulan perbaikan desain analisis sistem

Interpretasi

KESIMPULAN DAN SARAN

Saran

Oleh karena itu, sebaiknya fungsi-fungsi tersebut dipisahkan karena masing-masing fungsi memiliki tanggung jawab tersendiri dan tidak ada fungsi yang merangkap dengan fungsi lainnya. Apabila fungsi pengendalian penjualan internal dijalankan sesuai dengan struktur organisasi yang telah digariskan maka akan mengurangi terjadinya permasalahan-permasalahan yang dihadapi perusahaan, sehingga perkembangan perusahaan dapat berjalan dengan baik dan lancar walaupun terdapat sedikit kendala. . Karyawan yang memiliki tanggung jawab tinggi, kejujuran dan loyalitas kepada perusahaan sebaiknya dipilih untuk bagian penagihan.

Sebab jika karyawan tersebut mempunyai ciri-ciri diatas maka akan memudahkan bagian penagihan kepada konsumen sehingga pendapatan perusahaan dapat diketahui secara akurat. Untuk memperketat pengawasan, sebaiknya manajemen perusahaan tiba-tiba melakukan pemeriksaan terhadap kebijakan yang telah ditetapkan terhadap karyawan. Hal ini juga berfungsi untuk meningkatkan kualitas pengendalian internal dan mencegah penyelewengan aset perusahaan. Seorang pegawai harus diangkat untuk menjamin kebenaran pekerjaan pegawai lain.

Gambar

Gambar 2.1 (Lanjutan)
Gambar 2.2 (Lanjutan)
Gambar 2.2 (Lanjutan)
Gambar 2.3  Kerangka Konseptual  Sumber : Olahan peneliti, 2019
+7

Referensi

Dokumen terkait

Nilai Negelkerke R Square sebesar 0,672 atau 67,2% yang mengandung arti bahwa sebesar 67,2% opini audit going concern pada perusahaan perdagangan yang terdaftar

Akuntabilitas yaitu kejelasan fungsi dan pelaksanaan pertanggungjawaban organ perusahaan sehingga kinerja perusahaan dapat berjalan secara transparan, wajar, efektif,

perusahaan.(Budiman, 2017). Dari penelitian tersebut bahwa penerapan tanggung jawab sosial menjadikan perusahaan berjalan efektif. Oleh karena itu tanggung jawab

Maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel pertumbuhan perusahaan tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap Dividend Payout Ratio Hasil ini tidak sesuai

Hasil dari penelitian menjelaskan bahwa hasil kinerja keuangan perusahaan diukur menggunakan analisis rasio keuangan dikatakan kurang efektif, karena ekuitas

Menurut Ambarwati (2010:41) modal kerja (working capital) merupakan aktiva lancar yang digunakan dalam operasi perusahaan, yang memerlukan pengelolaan dengan baik

Dari hasil perhitungan luasan Matrik SWOT rangking pertama pada kuadran I, maka strategi yang sesuai untuk diterapkan adalah SO yaitu perusahaan

Pelanggan melakukan pembayaran ke rekening bank atas nama perusahaan karena untuk menghindari penerimaan kas dari pelanggan yang jatuh ke tangan pribadi karyawan