• Tidak ada hasil yang ditemukan

FARMASI RUMAH SAKIT

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "FARMASI RUMAH SAKIT "

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS SISTEM DAN PROSEDUR AKUNTANSI PERSEDIAAN BARANG DAGANG PADA INSTALASI

FARMASI RUMAH SAKIT

(Studi Kasus Pada Instalasi Farmasi Rumah Sakit Islam Fatimah Banyuwangi)

Dwi Wuri Nugrahani 145020307111040 [email protected]

Dosen Pembimbing : Grace Widijoko,MSA.,Ak

[email protected] Jurusan Akuntansi Universitas Brawijaya

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana sistem informasi akuntansi persediaan barang dagang pada instalasi farmasi rumah sakit Rumah Sakit Islam Fatimah Banyuwangi apakah penerapan pengendalian internal atas persediaan barang dagang pada instalasi Farmasi Rumah Sakit Islam Fatimah sudah sesuai dengan standar COSO framework (The Committee of Sponsoring Organizations of Treadway Commission).

Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah metode wawancara, dokumentasi, dan checklist. Teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab masalah yang diangkat dalam penelitian adalah analisis deskriptif

Hasil penelitian didapat bahwa instalasi farmasi telah menerapkan sebagian besar pengendalian internal persediaan sediaan farmasi. Penerapan lima komponen pengendalian sebesar 78,38% sesuai dengan COSO framework (The Comitte of Sponsoring Organizations of Treadway commission)

Kata Kunci : Sistem Akuntansi Persediaan, Pengendalian Intern, Instalasi Farmasi

This research was intended to explain the accounting information system of merchandise inventory in pharmacy installation at Fatimah Islamic Hospital Banyuwangi and whether the implementation of internal control toward the merchandise inventory in the pharmacy installation at Fatimah Islamic Hospital Banyuwangi had been appropriate with the standard of COCO framework (The Committee of Sponsoring Organizations of Treadway Commission) or not.

The type of the conducted research was case study. The data collection techniques were conducted through interview, documentation, and checklist method. The data analysis technique used to answer the research problem in this research was descriptive analysis.

(2)

The result obtained from the research was that the accounting information system in pharmacy installation at the hospital followed the Decree of the Health Minister Number 58 year 2014. The implementation of internal controlling toward the merchandise inventory by the pharmacy installation was appropriate with five components of internal controlling of 78.38% was appropriate with COSO framework. This showed that the internal controlling toward merchandise inventory in pharmacy installation at Fatimah Islamic Hospital was categorized as very effective.

Keywords: Accounting System of Inventory, Internal Controlling, Pharmacy Instalation

1. Pendahuluan

Pelayanan kesehatan di rumah sakit sebagian besar berdasarkan pada perbekalan farmasi (obat obatan), bahan kimia, bahan alat kesehatan habis terpakai dan alat kedokteran dan gas medik. Persediaan obat obatan merupakan hal yang penting dalam melaksanakan pelayanan kesehatan rumah sakit. Persediaan obat obatan dan kefarmasian merupakan sebuah persediaan yang vital bagi rumah sakit.

Tanpa adanya persediaan tersebut, dapat diartikan bahwa rumah sakit tidak dapat memenuhi kebutuhan pengguna jasa rumah sakit. Apabila perencanaan persediaan tidak diberlakukan, rumah sakit tentunya pada suatu saat akan mengalami hambatan aliran pelayanan pasien karena pasien akan menunggu lebih lama untuk mendapatkan obat obatan yang dibutuhkan. Sebaliknya apabila persediaan obat lebih banyak dari yang dibutuhkan serta mengalami kelebihan, maka pihak rumah sakit harus mengeluarkan modal yang lebih banyak lagi dan mengakibatkan tingginya biaya persediaan. Kedua hal ini merupakan contoh pelayanan rumah sakit yang tidak efisien sehingga dibutuhkan pengelolaan dan pengendalian yang baik terhadap persediaan barang dagang.

Menurut Fitri (2014) dalam website liputan6.com mengatakan masih ada beberapa masalah mengenai distribusi fasilitas kesehatan yang masih minim dan belum merata di beberapa rumah sakit. Kekosongan persediaan medis menjadi salah satu contoh kendala yang mungskin saja terjadi, hal tersebut dapat menghambat pelayanan yang seharusnya didapatkan oleh pasien. Sehingga, diperlukan suatu analisis terhadap efektivitas pengadaan fasilitas medis dan obat obatan yang baik serta berkualitas agar mampu melayani kebutuhan persediaan di rumah sakit tersebut.

Aktivitas-aktivitas pengendalian pada perusahaan disebut sebagai pengendalian internal. Salah satu perusahaan yang perlu menerapkan pengendalian internal atas persediaan adalah instalasi farmasi rumah sakit. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 58 tahun 2014, instalasi farmasi rumah sakit menjalankan fungsi sebagai sarana kefarmasian berupa penjualan atas obat obatan dan alat kesehatan yang sangat rentan untuk mengalami kerusakan, pencurian dan kadaluarsa. Oleh Karenna itu, pengendalian internal atas persediaan obat di instalasi farmasi sangat penting dilakukan .

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan diatas, peneliti tertarik untuk meneliri dengan judul “Analisis Sistem dan Prosedur Akuntansi Persediaan Barang

(3)

Dagang Pada Instalasi Farmasi Rumah Sakit (Studi Kasus pada Instalasi Farmasi Rumah Sakir Islam Fatimah Banyuwangi)”

2. Landasan Teori

2.1 Sistem Informasi Akuntansi

Menurut Mulyadi (2016:3) sistem akuntansi adalah organisasi formulir catatan dan pelaporan yang dikoordinasikan sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.

Menurut Narko (2001:3) sistem akuntansi pada umumnya diartikan sebagai jaringan yang terdiri dari formulir formulir, catatan catatan, prosedur prosedur, alat alat dan sumber daya manusia dalam rangka menghasilkan informasi pada suatu organisasi untuk keperluan pengawasan operasi maupun untuk kepentingan pengambilan keputusan bisnis bagi pihak pihak yang berkepentingan.

2.2 Persediaan

Persediaan merupakan aktivas yang kedudukannya sangat penting dalam kegiatan perusahaan. Tujuan dari adanya persediaan pada suatu perusahaan adalah untuk merencanakan nilai investasi yang optimal dan mempertahankan tingkat optimal tersebut melalui perencanaan persediaan.

Menurut Weygandt, Kieso, Kimmel (2011) persediaan adalah suatu aktivas meliputi barang barang milik perusahaan yang bermaksud untuk dijual dalam suatu periode usaha tertentu, atau persediaan yang masih dalam proses pengerjaan ataupun bahan baku yang masih menunggu untuk digunakan dalam proses suatu produksi.

2.3 Pengendalian Internal

Pengendalian internal (Marshal Romney:2014) adalah sebuah proses karena ia menyebar ke seluruh aktivitas pengopersian perusahaan dan merupakan bagian integral dari aktivias manajemen. Pengendalian internal memberikan jaminan memadai- jaminan menyeluruh yang sulit dicapai dan terlalu mahal. Selain itu sistem pengendalian internal memiliki keterbatasan yang melekat seperti kelemahan terhadap kekeliruan dan kesalahan sederhana, pertimbangan dan pembuatan keputusan yang salah, pengesampingan manajemen serta kolusi.

3. Metode Penelitian

3.1 Jenis dan Objek Penelitian.

Objek yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah sistem dan prosedur akuntansi persediaan barang dagang di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Islam Fatimah Banyuwangi sebagai instansi perusahaan dalam bidang kesehatan. Barang dagang yang dimaksud adalah sediaan farmasi (obat-obatan), reagensia, bahan- bahan untuk kegiatan radiologi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai.

3.2 Fokus Penelitian.

Yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah:

1. Sejarah berdirinya dan berkembangnya Rumah Sakit Islam Fatimah Banyuwangi

2. Struktur organisasi

(4)

Melalui struktur organisasi dapat diketahui tentang pembagian tugas dan wewenang serta pembagian tugas dan pemisahan fungsi yang jelas. Hal ini agar tidak terjadi perangkapan tugas.

3. Fasilitas di Rumah Sakit Islam Fatimah Banyuwangi.

4. Sistem akuntansi persediaan barang dagang yang terdiri dari:

a) Penyusunan Formularium Rumah Sakit

b) Prosedur perencanaan dan penentuan kebutuhan barang dagang.

c) Prosedur pengadaan barang dagang.

d) Prosedur Penerimaan

e) Prosedur penyimpanan barang dagang.

f) Prosedur pendistribusian barang dagang.

g) Prosedur penarikan dan pemusnahan.

3.3 Penentuan Informan.

Informan yang dipilih pada penelitian ini adalah dr.Slamet Widodo,Sp.OG selaku direktur utama Rumah Sakit Islam Fatimah. Informan lain yang dipilih adalah kepala Instalasi Farmasi Ana Isnaniyah,S.Farm.,Apt.sekaligius responden pada penelitian saat ini.

4. Hasil dan Pembahasan

Analisis pengendalian internal atas persediaan pada instalasi farmasi dilakukan dengan wanwancara kepada kepala instalasi farmasi dan observasi secara langsung untuk melihat pengendaliaan yang dilakukan oleh instalasi farmasi rumah sakit tersebut. Analisi perbandingan pengendalian internal atas persediaan terhadap COSO, penulis menggunakan checklist. Penulis akan melakukan rekap hasil checklist yang disajikan dalam tabel 4.1 kategori pada tabel 4.1 dirumuskan berdasarkan kriteria menurut Champion (1990)

Tabel4.1 Rekap Hasil Checklist pengendalian Internal atas Persediaan No. Komponen pengendalian

internal

jawaban Total Skor (%)

Kategori YA Tidak

1. Lingkungan Pengendalian 14 4 18 77,78 Sangat efektif

2. Penilaian Resiko 11 2 13 84,61 Sangat

efektif 3. Aktivitas Pengendalian 23 7 30 76,67 Efektif 4. Informasi dan komunikasi 8 0 8 100 Sangat Efektif

5. Monitoring 2 3 5 40 Cukup

Efektif

Total 58 16 74 78,38 Sangat

Efektif Pada tabel 1 total skor sebesar 78,83 %, berdasarkan kriteria Champion (1990) ini menunjukkan pengendalian internal atas persediaan barang pada instalasi farmasi rumah sakit sangat efektif. Namun dalam mengimplementasikan pengendalian internal atas persediaan masih belum sempurna. Terdapat beberapa hal yang belum sesuai dengan COSO framework dan perlu untuk diperbaiki.

5. Simpulan

(5)

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, hasil analisis dan pembahasan tentang sistem dan prosedur akuntansi persediaan barang dagang pada instalasi farmasi Rumah Sakit Islam Fatimah dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Sistem dan prosedur akuntansi persediaan yang diterapkan pada instalasi farmasi rumah sakit Islam Fatimah merupakan sistem yang mempergunakan Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Islam Fatimah Banyuwangi Nomor 03.c/III.6/RSIF/0/2017 tentang pelayanan farmasi Rumah Sakit Islam Fatimah Banyuwangi yang disadur dari Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 58 tahun 2014 Tentang Standar Pelayanan Farmasi Rumah Sakit.

Dalam keputusan tersebut, pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, bahan medis habis pakai dan bahan reagensia lainnya meliputi pemilihan, perencanaan kebutuhan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pemusnahan.

2. Berdasarkan hasil jawaban checklist dari 74 pertanyaan yang disesuaikan dengan COSO framework (2013) sebanyak 78,38% atau 54 pertanyaan menjawab “Ya”, maka dapat disimpulkan bahwa pengendalian internal atas persediaan barang dagang pada Instalasi Farmasi Rumah Sakit Islam Fatimah masuk kategori sangat efektif. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan pengendalian internal atas persediaan pada Instalasi Farmasi Rumah Sakit Islam Fatimah sebagian besar sudah sesuai dengan penerapan pengendalian internal berdasarkan COSO framework (2013).

Daftar Pustaka

Putri, Gita., (2017). Analisis Sistem dan Prosedur Akuntansi Persediaan Obat Obatan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya, Malang.

JendrikPiter,Alexander Pah (2012). Pelaksanaan Sistem dan Prosedur Akuntansi Persediaan Obat Obatan Pada Rumah Sakit Hewan Universitas Airlangga Surabaya.Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Veteran,Surabaya.

Sambara,Thalia Amanda (2018). Analisis Pengendalian Internal Atas Persediaan Barang Dagang (studi Kasus di PT.XYZ). Fakultas Ekonmi dan Bisnis Universitas Sanata Dharma,Yogyakarta.

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 tahun 2016 Tentang Standar Kefarmasian di Rumah Sakit.

Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1197 tahun 2004 tentang Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit.

Undang Undang Republik Indonesia nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI). (2015) .Permyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 14: Persediaan. Jakarta:IAI

Weygandt, Kimmel and Kieso. 2013. Financial Accounting: IFRS Edition.

Hoboken: John Wiley & Sons, Inc.

Earl K. Stice, James D. Stice dan K. Fred Skousen, 2004. Akuntansi Intermediate.

Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Mulyadi,.(2016) Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta.,Salemba Empat

Rama, Dasaratha V.& Jones, Frederick. (2013). Sistem Informasi Akuntansi.Jakarta:Salemba Empat.

Robbins, Stephen P. & Coulter, Mary (2010). Manajemen Edisi Kesepuluh.Jakarta:

Erlangga.

Champion, Dean J(1990).Basic Statistic for social research. Second edition.New York:A Ronald Press Publishing

(6)

Sarwono, Jonathan (2006). Metode Penelitian Kantitatif dan Kualitatif.

Yogyakarta: Graha Ilmu.

George H. Bodnar, William Hopwood(2004). Sistem Informasi Akuntansi.Yogyakarta:Andi.

Romney, B Marshal, Paul John Steinbart (2014) Sistem Informasi Akuntansi.Jakarta:Salemba Empat

Al Haryono Jusup.2014. Auditing (Pengauditan Berbasis ISA). Yogyakarta : Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YPKN

(7)
(8)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih sering terjadinya kekosongan obat di Instalasi Farmasi RSUD Andi Makkasau Kota Parepare padahal pihak Rumah Sakit telah

Stamford University Bangladesh Midterm Exam Schedule–Summer-2019 MBA Program Siddeawari Campus Time Day 4.00pm-6.00pm Course Sectio n Course Teacher Room No.. Chowdhury Shegufta