FASILITAS LIKUIDITAS PEMBIAYAAN PERUMAHAN MELALUI KREDIT PEMILIKAN RUMAH
SEJAHTERKECAMATAN
RUMBAI PESISIBERDASARKANPERATURAN MENTERI PERUMAHAN RAKYAT
NO. 3 TAHUN 2014
SKRIPSI
Diajukan Untuk Melengkapi Persyaratan Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Hukum di Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning
Pekanbaru
Disusun Oleh :
NAMA : HARDIMENSYAH NPM : 1574201025
FAKULTAS HUKUM UNVERSITAS LANCANG
KUNING PEKANBARU
TAHUN 2019
ABSTRAK
Permasalahan dalam penelitian ini, yaitu Kredit pemilikan rumah bersubsidi tidak tepat sasaran. Kemudian rumah yang berstatus subsidi tersebut disewakan kembali kepada pihak ketiga, padahal hal ini bertentangan dengan Permenpera No. 3 Tahun 2014, Pasal 17 ayat (5). Rumusan masalah dalam penelitian, ialah bagaimana pelaksanaan, hambatan dan upaya fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan kredit pemilikan rumah sejahtera di Kecamatan Rumbai Pesisir berdasarkan Peraturan Menteri Perumahan Rakyat No. 3 Tahun 2014. Sejalan dengan rumusan masalah, maka tujuan penelitian ini untuk menjelaskan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan kredit pemilikan rumah sejahtera di Kecamatan Rumbai Pesisir berdasarkan Peraturan Menteri Perumahan Rakyat No. 3 Tahun 2014. Jenis penelitian yang digunakan, yaitu hukum sosiologis. Sedangkan lokasi penelitian di Kecamatan Rumbai Pesisir. Pertimbangan penulis memilih lokasi ini karena adanya fenomena Kredit Pemilikan Rumah bersubsidi di Kecamatan Rumbai Pesisir tidak tepat sasaran kemudian rumah tersebut disewakan kepada pihak ketiga. Hasil penelitian ini dapat dijelaskan bahwa pelaksanaan fasilitas likuiditas pembayaran perumahan di Kecamatan Rumbai Pesisir banyak tidak tepat sasaran. Hambatan penelitian, yaitu kurangnya survey, sumber daya manusia dan pengetahuan masyarakat. Upaya mengatasi hambatanan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan kredit pemilikan rumah sejahtera di Kecamatan Rumbai Pesisir masih meninggalkan persoalan, yaitu masalah survey, sumber daya manusia dan pengetahuan masyarakat. upaya mengatasi masalah tidak dijelaskan baik oleh pihak Dinas Perkim Kota Pekanbaru maupun pihak BTN. Kesimpulan penelitian ini, yaitu Pelaksanaan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan kredit pemilikan rumah sejahtera di Kecamatan Rumbai Pesisir berdasarkan Permenpera No. 3 Tahun 2014 masih meninggalkan persoalan, yaitu masalah survey, sumber daya manusia dan pengetahuan masyarakat. Saran penulis agar hambatan FLPP di Kecamatan Rumbai Pesisir dapat diatasi maka disarankan pihak BTN, Dinas Perkim Kota Pekanbaru melakukan langkah konkrit sesuai dengan
f akta hambatan di lapangan.
Kata kunci: Fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan, Rumbai Pesisir.