Dalam pekerjaan ini, apakah Anda mempunyai ekspektasi terhadap pemerintah, seperti petugas terminal? Dengan adanya para tengkulak ini, adakah harapan yang Anda inginkan dari pemerintah ke depan? Mulai dari penyusunan proposal hingga penyelesaian skripsi ini, skripsi ini saya tulis sendiri (tidak dikerjakan oleh siapapun).
Persembahan
Penulis panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang melimpahkan segala rahmat dan hidayahnya sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik sebagai tugas akhir guna memenuhi persyaratan meraih gelar Sarjana Pendidikan pada Jurusan Sosiologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Banyak hikmah dan pengalaman berharga yang dapat menjadi pelajaran bagi penulis dalam menyelesaikan tugas ini. Besar harapan dan doa penulis semoga Allah SWT menerima segala kebaikan dan jasa semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan tugas ini dan memperoleh pahala yang lebih baik dan berlipat ganda.
PENDAHULUAN
Rumusan masalah
Tujuan Penelitian
Defenisi Oprasional
- Pengertian Fenomena
- Terminal
- Pengertian calo liar
- Gaya hidup
- Gaya Hidup Menyimpang
- Perilaku menyimpang
- Landasan Teori
- Kerangka Pikir
Bagi Pemerintah, sebagai informasi langkah apa yang harus dilakukan untuk mengurangi fenomena calo liar dalam berebut penumpang mobil. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, calo ilegal adalah orang yang bertindak sebagai perantara dan memberikan pelayanan berdasarkan upah. Dalam hal ini calo ilegal dapat diartikan sebagai perantara antara perusahaan penyedia jasa angkutan dengan pengguna jasa (Mujtaba.
Broker ilegal adalah orang atau badan hukum yang menjadi pihak tengah dalam suatu perkara. Di Indonesia, perantara lebih dikenal dengan sebutan “broker ilegal” yang sebenarnya mempunyai arti berbeda. Broker mobil ilegal adalah identitas yang dimiliki oleh perantara penumpang yang menggunakan jasa mobil untuk mencari nafkah.
Kehadiran calo liar di terminal memberikan dampak positif dan negatif bagi penumpang dan pengemudi mobil. Misalnya, dampak positif calo gelap terhadap pengemudi dan penumpang di terminal adalah memudahkan penumpang dalam mencari kendaraan pengangkut yang ingin diantarnya ke tempat tujuan. Ada beberapa alasan yang sering digunakan penumpang untuk menghindari masuk terminal, antara lain karena masih banyaknya calo ilegal.
Calo ilegal merupakan salah satu oknum yang biasa membuat peristiwa menyimpang terhadap penumpang dan pengemudi kendaraan angkutan umum. Keberadaan calo ilegal tersebut sebagian besar membawa dampak negatif karena mayoritas yang berperan sebagai calo ilegal adalah masyarakat yang memiliki gaya hidup kekerasan (preman). Sementara itu, penumpang yang menunggu di terminal bayangan terkadang kaget dan takut dengan sikap para calo liar tersebut karena sikap mereka dalam menangani penumpang yang agak memaksa.
BAB III
Jenis Penelitian
Waktu dan Lokasi Penelitian
Sasaran Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Analisis Data
Teknik Pengabsahan Data
Peneliti menggunakan sumber data yang berbeda-beda, seperti dokumentasi, hasil wawancara, hasil observasi, atau bahkan wawancara dengan beberapa subjek yang dianggap mempunyai sudut pandang berbeda. Penerapan berbagai teori digunakan untuk memastikan data yang dikumpulkan memenuhi persyaratan. Peneliti menggunakan beberapa metode berbeda untuk menyelidiki sesuatu, seperti metode wawancara dan metode observasi.
Deskriptif wilayah Penelitian
- Gambaran Umum Lokasi Penelitian
- Sejarah Terminal Regional Daya (TRD) Kota Makassar
- Visi Dan Misi Terminal Regional Daya (TRD) Kota Makassar a. Visi
- Struktur Organisasi
- Kondisi Sarana dan Prasarana
Pemerintah Kota Makassar (Kotamadya Ujung Pandang) berharap dengan dibangunnya Terminal Regional Daya dapat berfungsi secara efektif dalam hal kebutuhan terminal yang representatif terkait dengan keberadaan Kota Makassar (Kotamadya Daerah Ujung Pandang tingkat II) yang berkembang menjadi Kota Metropolitan dengan peran dan fungsi yang berbeda-beda, khususnya sebagai pusat pelayanan/pendistribusian jas di Wilayah Timur Indonesia (Kantor Arsip Daerah Kota Makassar, 1997). Kerjasama tersebut dapat terjalin dengan memperhatikan Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kotamadya Ujung Pandang Tingkat II No. Delta Dimensi) untuk pembangunan/pengembangan “Terminal Regional Power” di Desa Daya Kecamatan Biringkanaya dengan anggaran proyek pengembangan sebesar Rp. Tanah/bangunan terminal Panaikang, Kotamadya Ujung Pandang tingkat II (Kantor Arsip Daerah Kota Makassar, 1997).
Perusahaan pengelola angkutan dan badan lain yang menggunakan jasa terminal untuk memberikan pelayanan yang baik dan memenuhi kewajibannya. Susunan organisasi Terminal Regional Daya Kota (TRD) Makassar terdiri atas: Dewan Pengawas, Direktur Utama, General Manager, Direktur Operasional dan unsur staf. Sedangkan Program Kerja Jangka Panjang bertujuan untuk mengembangkan Terminal Regional Daya Kota Makassar, salah satu programnya adalah menciptakan rasa aman dan nyaman bagi setiap pengguna jasa Terminal.
Pengguna Terminal Regional Daya di Kota Makassar merupakan fasilitas umum yang sangat penting karena keberadaannya bertujuan untuk membatasi arus pergerakan daerah yang masuk langsung ke pusat Kota Makassar serta memberikan akses pergerakan yang diperuntukkan bagi wilayah yang akan berkembang. . Secara organisasi, Terminal Regional Power Kota Makassar (TRD) didasarkan pada Keputusan Walikota Makassar Nomor 7039 Tahun 1999 tanggal 27 Oktober 1999. Dalam Terminal Regional Power Kota Makassar (TRD), Terminal Regional Power Kota Makassar (TRD) dipimpin oleh seorang Direktur Utama, dan dibantu oleh Direktur Jenderal dan Direktur Operasi.
Luas Terminal Regional Daya Kota Makassar 12.000 M2 (12 Ha) dengan komplek, infrastruktur yang tersedia.
Hasil Penelitian
- Apa factor pendorong seseorang bekerja sebagai calo liar
- Bagaimana dampak yang dihasilkan dengan adanya calo liar terhadap penumpang, sopir mobil angkutan umum dan petugas
Dan akibatnya kami yang bekerja sebagai agen atau calo ilegal di terminal tersebut tidak mendapat apa-apa. Dan keberadaan terminal ini memberikan ruang bagi masyarakat setempat untuk mencari nafkah. Seperti yang sering kita lihat di sana, lebih banyak orang yang bekerja sebagai pedagang asongan, pekerja lepas, dan pengemudi mobil ilegal. Serta adanya calo ilegal yang bekerja di terminal, berdampak tersendiri bagi penumpang, pengemudi, dan petugas terminal.
Keberadaan calo ilegal di terminal daerah Daya ternyata tidak memberikan manfaat apapun bagi petugas terminal, bahkan ada beberapa kerugian yang kita sebagai petugas terminal, oleh karena itu kehadiran mereka di terminal Daya sedemikian rupa. jika terminal ini milik mereka, maka mereka bersedia melakukan apa saja. Itu ada di tangan mereka tanpa melihat terminal ini ada oknum yang mengelolanya (wawancara 25 Agustus 2015). Dari hasil wawancara yang penulis lakukan dengan petugas terminal mengenai dampak yang ditimbulkan dari kehadiran agen ilegal di terminal, terlihat mereka sama sekali tidak mendapatkan manfaat, bahkan mereka mengalami kerugian selama ini dari kehadiran tersebut. perantara ilegal ini. Selain itu, isu yang selama ini beredar di telinga masyarakat bahwa agen-agen ilegal yang berperan di terminal listrik daerah Kota Makassar berada di bawah pengawasan pemerintah, ternyata tidak benar.
Berdasarkan hasil wawancara yang penulis lakukan dengan petugas terminal, keberadaan calo ilegal ternyata tidak memberikan manfaat sama sekali. Dari hasil wawancara diatas, penulis dapat menyimpulkan bahwa dengan adanya calo liar di terminal hanya menimbulkan kerugian, namun terkadang penumpang merasa sedih karena bagaimanapun mereka melakukan pekerjaan tersebut hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Penumpang jelas tidak menggunakan calo liar untuk mencari bus, melainkan hanya mendatangi sopir bus dan meminta tarif premium kepada pihak mobil atas pelayanan yang diberikannya.
Dari hasil wawancara yang penulis lakukan kepada beberapa pengemudi kendaraan angkutan umum, disimpulkan bahwa keberadaan barang haram tersebut sah-sah saja di mata para pengemudi mobil asalkan dapat bekerja secara profesional dalam mencari penumpangnya, bukan hanya mengandalkan fakta bahwa ini adalah wilayah tempat kami tinggal sehingga mereka akan melakukan apa pun yang mereka inginkan.hanya untuk pengemudi.
Pembahasan
- Apa factor seseorang bekerja sebagai calo liar
- Dampak yang dihasilkan dengan adanya calo liar terhadap penumpang, sopir mobil, dan Petugas Terminal
Dari hasil penelitian yang diperoleh, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa beberapa faktor yang mendorong seseorang untuk bekerja sebagai calo ilegal adalah sulitnya mencari pekerjaan berdasarkan faktor ekonomi, tidak hanya itu saja, sebagian besar juga berasal dari berbagai bidang, tidak hanya orang Bugis Makassar. . . Dalam teori pertukaran sosial dijelaskan bahwa semakin seseorang melakukan tindakan yang mendatangkan keuntungan baginya, maka semakin sering tindakan tersebut dilakukan, hal ini berkaitan dengan kehidupan pekerja sebagai perantara ilegal, yaitu persepsi mayoritas pekerja. ada yang menganggap pekerjaan ini memberikan penghasilan tambahan dari bekerja, bahkan agen ilegal pun merasa nyaman dengan pekerjaan tersebut. Dari hasil pembahasan di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa keberadaan calo liar memberikan dampak negatif dan positif bagi pegawai terminal, penumpang dan pengemudi mobil angkutan umum. A.
Adanya oknum-oknum yang bekerja sebagai calo ilegal di terminal sebenarnya tidak memberikan keuntungan apa pun kepada petugas terminal maupun pemerintah, malah menimbulkan kerugian yang cukup besar karena mereka hanya mau berbuat semaunya di terminal seolah-olah terminal itu milik mereka. Sementara itu, penumpang yang kami wawancarai pun merasa keberadaan agen ilegal tersebut tidak memberikan manfaat apa pun bagi mereka. Dan bagi para pengemudi mobil angkutan umum, ada yang menganggap keberadaan agen ilegal tersebut membantu mereka, namun ada juga yang menganggap keberadaan agen ilegal tersebut tidak membawa manfaat apa pun.
Keberadaan calo liar di Terminal Listrik Kota Makassar memang menimbulkan banyak kesan di kalangan masyarakat di terminal, terutama petugas terminal, penumpang, dan pengemudi mobil angkutan umum. Bagi para pengemudi mobil angkutan umum, khususnya mobil panther dan lain sebagainya, hampir sebagian besar dari mereka merasa keberadaan calo tersebut sangat membantu mereka dalam mencari penumpang, karena sebagian dari pengemudi tersebut berprinsip bahwa nyawa para calo liar bergantung pada mereka. kehidupan pengemudi mobil dan sebaliknya, kehidupan pengemudi mobil bergantung pada calo. Sebab, para pengemudi merasa keberadaan calo ilegal tersebut memudahkan mereka mencari penumpang.
Bagi sebagian besar pengemudi mobil angkutan umum, khususnya mobil pantera dan sejenisnya, kehadiran calo liar tersebut memudahkan mereka dalam mencari penumpang.
Saran
DINAMIKA KONFLIK DENGAN TERMINAL BAYANGAN JATIBENING (Studi kasus: Konflik PT Jasa Marga dengan warga terkait penutupan Terminal Bayangan Jatibening di Tol Jakarta-Cikampek). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong seseorang bekerja sebagai tengkulak, khususnya tengkulak yang berada di terminal listrik kota Makassar. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dengan hadirnya calo di Terminal Regional Daya Kota Makassar.
Sasaran dalam penelitian adalah seluruh perantara keluar masuk terminal, penumpang, petugas terminal dan pengemudi mobil. Sampel yang dipilih adalah 4 orang calo, 4 orang petugas terminal, 3 orang penumpang dan 4 orang pengemudi mobil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sulitnya mencari pekerjaan, faktor urbanisasi dan faktor ekonomi menjadi landasan seseorang bekerja sebagai perantara.
Penulis memulai pendidikan formal pada jenjang pendidikan dasar di SD 155 Lindu Masamba pada tahun 1997 dan tamat pada tahun 2003. Kemudian pada tahun tersebut penulis melanjutkan pendidikannya di SMA Negeri 1 Masamba dan selesai pada tahun 2009. Pada tahun 2011, penulis melanjutkan pendidikan perguruan tinggi dan memilih Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Makassar pada Jurusan Pendidikan Sosiologi S-1.
Berkat perjuangan dan kerja keras yang diiringi doa dari orang tua dan saudara kandung, perjuangan panjang penulis untuk menempuh pendidikan tinggi akhirnya dapat terselesaikan dengan penyusunan disertasi yang berjudul: Fenomena Calo Ilegal (Studi Kasus Perkelahian Penumpang Mobil di Kota Makassar Terminal Daya).