• Tidak ada hasil yang ditemukan

fiber optik teori tentang perhitungan

N/A
N/A
Muhammad Rafli Firmansyah

Academic year: 2025

Membagikan "fiber optik teori tentang perhitungan"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS FIBER OPTIK

ANALISA PERBANDINGAN PENGUKURAN REDAMAN OTB A TERHADAP OTB B

DISUSUN OLEH:

Muhammmad Rafli Firmansyah (2331130062)

10 TT 2A

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI MALANG

MALANG 2025

(2)

1

OTB A OTB B

port 1 A ke port 5 B port 2 A ke port 4 B

(3)

2

port 3 A ke port 3 B port 4 A ke port 2 B

port 5A ke port 1B path core

(4)

3

Analisa port 3 ODB A ke port 3 ODB B dan port 4 ODB A ke port 2 ODB B 1. Data dari Optical Power Meter:

Gambar 1:

o Panjang gelombang: 1310 nm

o Daya optik terukur: -0.220 dBm atau 602.5 µW

Gambar 2:

o Panjang gelombang: 1310 nm

o Daya optik terukur: -17.48 dBm atau 17.86 µW 2. Perhitungan Redaman (Attenuation):

Redaman dapat dihitung dengan rumus:

Dengan menggunakan data dari gambar:

3. Interpretasi Hasil:

Redaman sebesar 17.26 dB menunjukkan adanya kehilangan daya optik yang cukup besar dalam sistem fiber optik ini.

Nilai ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

o Panjang kabel fiber yang cukup jauh.

o Kualitas koneksi atau penyambungan (fusion splicing/konektor kotor).

o Adanya tikungan tajam atau kerusakan pada kabel fiber optik.

o Faktor lingkungan seperti suhu dan kelembaban.

(5)

4

Analisa port 1 ODB A ke port 5 ODB B, port 2 ODB A ke port 4 ODB B 1. Data dari Optical Power Meter:

Gambar 1 (Input - port 3 ODB A):

o Panjang gelombang: 1310 nm

o Daya optik terukur: -0.27 dBm atau 939.7 µW

Gambar 2 (Output - port 3 ODB B):

o Panjang gelombang: 1310 nm

o Daya optik terukur: -6.95 dBm atau 201.8 µW 2. Perhitungan Redaman (Attenuation Loss):

Rumus redaman dalam dB:

Dengan menggunakan data dari gambar:

3. Interpretasi Hasil:

Redaman 6.68 dB menunjukkan kehilangan daya optik yang cukup besar, tetapi masih dalam batas yang bisa diterima dalam beberapa sistem fiber optik (biasanya

<10 dB untuk link pendek).

Kemungkinan penyebab redaman tinggi:

o Konektor kotor atau longgar pada titik sambungan.

o Kualitas penyambungan yang kurang baik (fusion splicing atau mechanical splicing).

o Kabel fiber mengalami bending atau tekanan mekanis yang menyebabkan kehilangan daya.

o Kerusakan pada kabel (misalnya serat pecah sebagian).

(6)

5

Analisisa Redaman untuk Port 5 ODB A ke Port 1 ODB B 1. Data dari Optical Power Meter:

Gambar Input (Port 5 ODB A):

o Panjang gelombang: 1310 nm

o Daya optik terukur: -0.39 dBm atau 914.1 µW

Belum ada data output (Port 1 ODB B)

o Untuk perhitungan redaman, mohon unggah hasil pengukuran dari port 1 ODB B.

2. Perhitungan Redaman (Jika Output Tersedia) Redaman dihitung dengan rumus:

Jika Anda memiliki pengukuran daya output dari port 1 ODB B, silakan unggah agar perhitungan redaman dapat dilakukan dengan akurat.

3. Rekomendasi

Jika redaman terlalu tinggi (> 3 dB untuk link pendek), periksa konektor, sambungan, dan kondisi kabel fiber.

Gunakan pembersih konektor untuk memastikan koneksi optimal.

Jika redaman masih tinggi, lakukan pengukuran OTDR untuk mendeteksi lokasi kehilangan daya.

(7)

6

Analisis Redaman untuk Path Core Fiber Optik 1. Data dari Optical Power Meter untuk Path Core Dari gambar yang diunggah, didapatkan parameter berikut:

Panjang gelombang: 1310 nm

Daya optik terukur (Port Input atau Output?): -0.12 dBm atau 972.7 µW Jika redaman rendah (< 1 dB/km), path core dalam kondisi baik.

Jika redaman tinggi (> 3 dB untuk jalur pendek), ada potensi masalah seperti:

Konektor kotor atau longgar

Bending pada kabel

Kualitas penyambungan kurang baik Kesimpulan

Redaman dari patch core dari gambar berikut terhitung rendah dan baik

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini terdiri dari 2 tahap untuk menghasilkan core fiber optik yaitu pembuatan preform menggunakan metode melt quenching dan pembuatan fiber optik menggunakan

Dalam penelitian skripsi ini, serat optik yang digunakan adalah jenis single mode dengan panjang ± 1 m yang beroperasi pada panjang gelombang 1310/1550 nm yang berfungsi

Tujuan dari penelitian ini adalah kapasitas cahaya yang dipancarkan pada jaringan serat optik Single Mode 1310 nm dengan melakukan perhitungan dan pengukuran

Tidak ada batasan yang tepat dari spektrum optik; mata normal manusia akan dapat menerima panjang gelombang dari 400 sampai 700 nm, meskipun beberapa orang dapat menerima

Data redaman yang didapat sebanyak 155 data dari total 144 port yang tersedia, hal ini dikarenakan port tersebut sudah dugunakan atau sudah diakses dan terdapat kabel fiber optik

Probabilitas serapan terbesar terjadi pada panjang gelombang 980 nm yang berarti bahwa kaca ini berpotensi sebagai penguat

Sumber optik LED yang terbuat dari bahan semikonduktor InGaAs mampu menghasilkan emisi cahaya dengan panjang gelombang puncak 1310 nm yang memiliki waktu rekombinasi. radiatif

sehingga menghasilkan pemodelan dari persamaan NLS dan memperlihatkan pemodelan rambatan gelombang elektromagnetik pada fiber optik dan menganalisis rambatan