• Tidak ada hasil yang ditemukan

FILSAFAT CINTA PERSPEKTIF IBNU HAZM EL-ANDALUSY SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "FILSAFAT CINTA PERSPEKTIF IBNU HAZM EL-ANDALUSY SKRIPSI"

Copied!
161
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Batasan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Penelitian Terdahulu

Persamaan penelitian penulis dengan penelitian diatas yang ditulis oleh Tri Wahyuni ​​​​​​​​​​​​Pebriawati adalah sama-sama membahas tentang cinta dari sudut pandang Ibnu Hazm El-Andalusy yang merupakan seorang ilmuwan dan filsuf asal Andalusia. Bedanya, penulis mengkaji penelitian ini dari sudut pandang filsafat cinta Ibnu Hazm El-Andalusy dan kekhasan cinta dari sudut pandang Ibnu Hazm El-Andalusy serta mengacu pada hierarki biologis cinta. Penelitian yang diteliti penulis adalah sosok Ibnu Hazm El-Andalusy, sedangkan Mardhiah mengkaji sosok Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah.

Landasan Teori

Para filosof pra-Socrates (abad ke-5 SM), mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu yang berupaya memahami hakikat alam dan realitas yang ada dengan mengandalkan akal. Plato (429-347 SM) mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu yang berupaya mencapai kebenaran sejati dan murni. Aristoteles (384-322 SM), murid Plato, mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu yang selalu berupaya mencapai prinsip dan penyebab realitas yang ada.

Metode Penelitian

  • Sistematika Penulisan

94 Ibnu Hazm El-Andalusy, Di Bawah Bayang-Bayang Cinta (Cara Membangun Puja Pujian Cinta untuk Memperkuat Jiwa), (Jakarta: Republika, 2006). 95 Ibnu Hazm El-Andalusy, Di Bawah Bayangan Cinta (Cara Membangun Puja Pujian Cinta untuk Memperkuat Jiwa), (Jakarta: Republika, 2006), hal. 101 Ibnu Hazm El-Andalusy, Di Bawah Bayangan Cinta (Cara Membangun Puja Pujian Cinta untuk Memperkuat Jiwa), (Jakarta: Republika, 2006), hal.

CINTA DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT DAN AGAMA

Pengertian Cinta Secara Umum

Cinta Dalam Filsafat Yunani

Dalam penelitian ini penulis mengupas tentang Filsafat Cinta dari sudut pandang Ibnu Hazm El-Andalusy, sehingga buku yang penulis ambil sebagai sumber data haruslah berkaitan dengan tema yang penulis gali. Buku yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ibnu Hazm (Biografi, Karya dan Kajian Agama) karya Dr. Meliputi biografi, latar belakang sosial dan pandangan tokoh terhadap Ibnu Hazm El-Andalusy dan karya-karyanya.

Cinta Dalam Filsafat Modern

Cinta kerana aspek dalaman iaitu cinta yang berpunca dari kesempurnaan tubuh badan, etika, kecerdasan dan lain-lain. Cinta kerana Allah SWT (ukhrawi), yang bermaksud ikatan cinta yang terjalin bukan sahaja berdasarkan rupa paras tubuh yang cantik, tetapi juga untuk kepentingan akhirat (ukhrawi). Bahagian ini merupakan bahagian yang paling tinggi iaitu cinta yang dicuba hanya kerana Allah SWT.

Cinta Dalam Filsafat Islam

Apabila ada juga orang yang sengsara, dia pasti ingin mencari belas kasihan, pertolongan dan cinta sejati yang sama, yang boleh dialami akibatnya di hari-hari mendatang. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan mengasihi orang-orang yang mensucikan diri." (Baqarah 2: Ayat 222). 34; Katakanlah (Muhammad): "Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, kerana sesungguhnya Allah mengasihi kamu dan mengampuni kamu. . dosamu—dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Cinta Dalam Perspektif Agama (Islam)

  • Cinta Dalam Al-Qur‟an
  • Cinta Dalam Perspektif Para Sufi

Ibnu Hazm dilahirkan pada 7 November tahun 994 Masihi. (384 H), bersamaan dengan hari terakhir bulan Ramadhan di kota Manta Lisyam (Cordoba). Maka para imam/fuqaha terluka dan marah kepada Ibn Hazm El-Andalusy. Ibn Hazm El-Andalusy sering melanggar perintah atau peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah dan pakar undang-undang (fuqaha).

Imam Abu Walid Sulaiman bin Khalaf Al-Baji merupakan tokoh yang sangat terkenal yang memusuhi Ibnu Hazm Al-Andalusi. Setelah itu ia berangkat ke Mayorca dan dibantu oleh rakyat Andalusia untuk mengalahkan Ibnu Hazm El-Andalusy. 88 Alsahri, Tesis: Analisis Pendapat Ibnu Hazmi tentang Representasi Talaq, (Riau: UIN Sulthan Syarif Kasim, 2013), hal.

89 Mahmud Ali Himajah, Ibnu Hazm (Biografi, Karya dan Kajian Agama), (Mesir: Al-Azhar), hal. 92 Alsahri, Tesis: Analisis Pendapat Ibnu Hazmi tentang Representasi Talaq, (Riau: UIN Sulthan Syarif Kasim, 2013), hal. Dalam kutipan berikut ini, Ibnu Hazm Al-Andalusy juga mengungkap hakikat cinta yang lain.

102 Ibnu Hazm El-Andalusy, Di Bawah Naungan Cinta (Bagaimana Membangun Puja Pujian Cinta Untuk Memperkuat Jiwa), (Jakarta: Republika, 2006), hal.106 Ibnu Hazm El-Andalusy, Di Bawah Naungan Cinta (Bagaimana bangunan satu Puja Pujian Cinta untuk Menguatkan Jiwa), (Jakarta: Republika, 2006), hal. Sebagaimana dijelaskan Ibnu Hazm El-Andaluys, cinta itu alami, indah dan suci.

IBNU HAZM SANG FILOSOF CINTA

Biografi Intelektual Ibnu Hazm El-Andalusy

Ibnu Hazm merupakan seorang intelektual penting Muslim asal Andalusia, atau yang kini lebih dikenal dengan Spanyol, termasuk seorang ulama yang produktif dan cemerlang. 79 Haryanto, Tesis: Kajian Analitik Pendapat Ibnu Hazm Tentang Status Khulu'ah Sebagai Talaq Raj'i, (Semarang: IAIN Walisongo, 2012), hal. Ayah Ibnu Hazm, Ahmad bin Sa'id, adalah seorang lelaki cerdas yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

Ibnu Hazm mempunyai kakak laki-laki yang dikenal dengan julukan Abu Bakar yang menikah dengan Atikah. 80 Hasyim Asy'ari, Disertasi: Kriteria Sertifikasi Pangan Halal dari Sudut Pandang Ibnu Hazm dan MUI, (Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah, 2011), hal.82 Hasyim Asy'ari, Disertasi: Kriteria Sertifikasi Pangan Halal dari Ibnu Hazm dan MUI Perspektif, (Jakarta : UIN Syarif Hidayatullah, 2011), hal.

Guru awal Ibnu Hazm adalah Abu Umar Ahmad bin Muhammad bin al-Jaswar sebelum tahun 400 H. Ibnu Hazm mendapat pelajaran mazhab azh-Zhahiri dari gurunya Masud bin Sulaiman bin Maflat Abu al-Khayyar. 83 Haryanto, Tesis: Kajian Analitik Pendapat Ibnu Hazm Tentang Status Khulu'ah Sebagai Talaq Raj'i, (Semarang: IAIN Walisongo, 2012), hal.

84 Abdul Khobir, Jurnal Pendidikan Islam: Pandangan Ibnu Hazm Al-Andalus tentang Etika Keagamaan dan Aktualisasinya dalam Pendidikan, Vol.

Pandangan Tokoh Tentang Ibnu Hazm El-Andalusy

Al-Imam Abu Bakar Ibnu Al-Arabi (bukan tokoh sufi) juga memusuhi Ibnu Hazm El-Andalusy dan melakukan tindakan curang dan tidak adil. Aku merasa perjalanan duniaku belum berhasil mencapai titik terang, Ibnu Hazm El-Andalusy adalah sahabat yang sangat setia. Al-Talkhish liwujuh al-Takhlish (Hakikat Bentuk Keikhlasan) merupakan salah satu kitab keindahan dan kehalusan akhlak (raqaiq) yang disusun oleh Ibnu Hazm.91.

Ibnu Hazm El-Andalusy adalah seorang ulama besar, syekhul Islam, penyair, penyair dan penulis terbesar Abad Pertengahan. Dalam buku ini, Ibnu Hazm El-Andalusy menggambarkan semua cinta yang pernah ia rasakan dan alami sendiri atau dialami oleh orang-orang di sekitarnya. Rangkaian puisi yang ditulis sendiri oleh Ibnu Hazm El-Andalusy sesuai dengan fakta peristiwa yang ia rasakan dan alami semasa hidupnya.

Sementara itu, Ibnu Hazm El-Andalusy sendiri mengatakan: “Menurut saya, cinta adalah penghubung antara jiwa manusia (ruh, nufus) yang mempunyai corak dan warna yang berbeda-beda. Berbeda dengan Ibnu Hazm El-Andalusy yang menjelaskan secara rinci tentang ketiganya, terutama tentang cinta biologis, yang sangat umum saat ini. Pemikiran Ibnu Hazm El-Andalusy lebih relevan saat ini dan merupakan pelajaran baik yang dapat kita petik tentang masalah cinta saat ini.

Kita juga melihat cinta saat ini yang sangat menanamkan rasa cinta yang sesuai dengan syariat Islam seperti yang dijelaskan oleh Ibnu Hazm El-Andalusy. Sejauh ini penulis belajar dari pembahasan cinta Ibnu Hazm El-Andalusy bahwa cinta adalah fitrah manusia dan cinta yang utama adalah cinta dua insan yang saling mencintai karena Allah SWT. Cinta dalam sudut pandang Ibnu Hazm El-Andalusy adalah sesuatu yang wajar dan cinta hanya bisa ditemukan oleh sepasang kekasih yang mengamati dan menjalaninya dengan ikhlas.

PERSPEKTIF CINTA IBNU HAZM EL-ANDALUSY

Keistimewaan Cinta Perspektif Ibnu Hazm El-Andalusy

Dan yang terpenting seperti yang telah dijelaskan di atas adalah cinta dua insan yang baik karena Allah SWT104 karena sama-sama ingin meningkatkan ketakwaan dan keimanan. Karena cinta dua orang yang saling mencintai pasti memiliki ciri-ciri yang sama walaupun hanya sedikit dan cocok dengan ciri-ciri alaminya. Namun Ibnu Hazm menjelaskan bahwa manusia harus bersandar kepada Allah SWT, dikuatkan dengan keimanan dan ketakwaan, agar tidak terjerumus dalam cinta yang salah.

Namun beliau menekankan pada rasa cinta pada makhluk hidup, dan beliau juga menjelaskan secara detail bagaimana cara mencintai makhluk hidup, seperti tanda-tanda cinta yang dialami orang yang jatuh cinta dan ciri-ciri ketika jatuh cinta. Adapun cinta, khususnya cinta dua insan yang saling mencintai karena Allah SWT atau cinta yang terjalin pada makhluk hidup bersama, ada tanda-tandanya. Seringkali terlihat tatapan mata orang yang sedang jatuh cinta tak mengalihkan pandangan dari orang yang dicintainya meski hanya sesaat.

Berbeda dengan pembahasan diatas, jika diatas membahas tentang orang yang menunjukkan cintanya, maka disini penulis akan membahas tentang orang yang ingin merahasiakan cintanya. Di antara beberapa ciri orang yang diliputi cinta, mereka lebih suka menyembunyikan perasaannya. Beberapa orang yang merahasiakan cintanya mungkin karena hal itu menjadi titik lemahnya dan mereka khawatir serta malu jika orang lain mengetahui bahwa mereka sedang jatuh cinta.

Allah SWT menjauhi dan meninggalkan perbuatan keji dan mungkar serta menjauhi hajat sekalipun.

Relevansi Pemikiran Cinta Ibnu Hazm El-Andalusy

Penulis mengambil contoh cinta yang ada di kalangan remaja saat ini, mereka mencintai seseorang karena suatu alasan, seperti yang dikatakan oleh Ibnu Hazm El-Andalusy, seperti yang tertuang dalam karyanya. Mari kita ambil contoh kebanyakan cinta yang muncul saat ini karena ada penyebabnya. Tentu saja, jika setiap orang menganut prinsip cinta dengan cara ini, hidup tidak akan kacau balau.

Kita belajar dari kisah cinta yang tertulis dalam Al-Qur'an yaitu kisah cinta antara Zulayha dan Nabi Yusuf a.s. Dan dia menutup pintu dan berkata, "Mendekatlah padaku." Yusuf berkata: “Aku memohon perlindungan kepada Allah, sesungguhnya tuanku telah memperlakukanku dengan baik.” Sesungguhnya orang yang zalim tidak akan beruntung." (S.Yusuf 34: Ayat 45). Tema cinta yang dipaparkan Ibnu Hazm Al-Andalusi tentu penting untuk kehidupan kita saat ini, kita membutuhkan cinta, bukan hanya satu cinta, tapi banyak cinta seperti cinta dari keluarga, ayah, ibu, kakak dan adik,.

Karena kita membutuhkan cinta, maka kita harus meneladani dan mempelajari gaya cinta Ibnu Hazm Al-Andalusi, agar kita memantapkan diri dengan keimanan dan ketakwaan, agar cinta kita tetap pada jalan yang benar, tidak keluar dari kaidah hukum agama (Islam). ). Sedangkan orang yang tidak mengamati dengan keikhlasan spiritual tidak akan menemukan arti cinta yang sebenarnya. Dan cinta yang dibicarakannya paling relevan saat ini, yang paling menonjol adalah cinta terhadap makhluk hidup lainnya.

34; Kajian Banding Pendapat Ibnu Taimiyyah dan Ibnu Hazm Mengenai 'Iddah Wanita Yang Tunduk Pada Khulu' Dan Signifikansinya Bagi KHI" Skripsi.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kritik dan Saran

Referensi

Dokumen terkait