Buku ini juga memberikan informasi lengkap tentang sejarah perkembangan filsafat, hakikat filsafat sebagai induk ilmu pengetahuan, pengertian filsafat hukum, hubungan antara hukum dan moralitas, keadilan dan etika, serta beberapa pemikiran tentang realisme hukum. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam memberikan wawasan dan bimbingan sebelum dan selama penulisan buku ini.
Pendahuluan
SEJARAH PERKEMBANGAN FILSAFAT
DUMMY
- Zaman Pra Yunani Kuno
- Zaman Yunani Kuno
- Zaman Keemasan Filsafat Yunani
- Masa Helinitis dan Romawi
- Zaman Abad Pertengahan
- Zaman Renaisans
- Zaman Modern
- Zaman Kontemporer (Arad Ke-20 dan Seterusnya)
Perkembangan ilmu pengetahuan seperti sekarang ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan secara bertahap dan evolusioner. Pada masa sebelum Yunani kuno, dunia ilmu pengetahuan ditandai dengan pengetahuan dan pengalaman berdasarkan pengalaman empiris.
FILSAFAT ILMU DAN OBJEK KAJIANNYA
Istilah dan Pengertian Filsafat
Filsafat adalah ilmu yang mencakup kebenaran yang terkandung dalam ilmu-ilmu metafisika, logika, dan etika. Filsafat ilmu adalah kegiatan refleksi filsafat dalam upaya memecahkan masalah yang timbul seputar hakikat ilmu, perkembangan ilmu dan penerapan ilmu.
Objek Kajian Filsafat
- Ontologi
- Aksiologi
- Epistomologi
- Filsafat Lingkungan
Kosmologi, yaitu cabang filsafat yang membicarakan tentang bagaimana segala sesuatu sehingga terdapat prinsip-prinsip rasional bagi realitas yang tertata. Epistemologi, yaitu cabang filsafat yang membahas asal-usul, struktur, metode, dan legitimasi pengetahuan.
FILSAFAT HUKUM
Pengertian Filsafat Hukum
Filsafat hukum adalah salah satu cabang filsafat, yaitu filsafat etika atau perilaku yang mempelajari hakikat hukum. Adalah tugas filsafat hukum untuk menemukan pertanyaan yang mungkin tidak dapat dijawab oleh cabang hukum lainnya.
Sifat Filsafat Hukum
Berpikir sistematis adalah rangkaian pemikiran yang saling berhubungan atau terhubung secara logis. Tanpa pemikiran yang logis-sistematis dan koheren, mustahil tercapai suatu kebenaran yang dapat dijelaskan.
Manfaat Filsafat Hukum
Filsafat hidup bangsa (Weltanschauung) yang biasa digunakan sebagai falsafah atau ideologi negara, berfungsi sebagai norma fundamental (grundnorm).8 Nilai fundamental ini menjadi sumber cita-cita dan prinsip moral bangsa, karena nilai inilah yang menjadi cita-cita. hukum (rechtidee) dan paradigma keadilan. Pengertian, fungsi dan perwujudan cita-cita hukum (rechtidee) menunjukkan betapa mendasar kedudukan dan peranan cita-cita hukum adalah asal usul genetik dan sistem hukum (rechtsorde).
HUKUM DAN KEKUASAAN
- Makna Kekuasaan
- Hukum dalam Memengaruhi Kekuasaan
- Hubungan Hukum dan Kekuasaan
- Hakikat Keadilan
Timbul pertanyaan bagaimana kekuasaan yang dimiliki oleh segelintir orang saja dapat dipercaya untuk mempengaruhi hukum yang dimaksudkan untuk mengatur masyarakat. Kewenangan atau kewenangan adalah “institusionalisasi kewenangan”, yaitu kewenangan yang secara de facto menguasai, tetapi juga berhak menguasai.
HUKUM DAN KEADILAN
Teori-teori Keadilan dalam Pandangan Hukum
- Teori Keadilan Aritoteles
- Teori Keadilan John Rawls
- Teori Keadilan Hans Kelsen
Teori-teori hukum kodrat dari Socrates hingga Francois Geny tetap menjunjung tinggi keadilan sebagai mahkota hukum. Pemikiran tentang konsep keadilan Hans Kelsen yang menganut aliran positivisme juga mengakui kebenaran hukum alam.
Perspektif Keadilan dalam Hukum Nasional
Mengurai lebih lanjut tentang keadilan dalam perspektif hukum nasional, terdapat wacana penting tentang keadilan dan keadilan sosial. Selanjutnya bila dikaitkan dengan “keadilan sosial”, keadilan ini harus dikaitkan dengan relasi sosial.
Hubungan Hukum dan Keadilan
Hukum memang perlu diposisikan sebagai sesuatu yang harus ditegakkan, karena merupakan manifestasi dari konsensus sosial (walaupun dalam banyak kasus hukum tidak lebih dari manipulasi hukum). Ungkapan ini sesuai dengan tujuan hukum, dimana tujuan hukum adalah keamanan, kemanfaatan dan keadilan hukum (Jheremy Bentham). Hal ini sesuai dengan apa yang menjadi dasar Undang-Undang tersebut yaitu “Undang-Undang Kesejahteraan Sosial”.
HUKUM DAN MORAL
- Perbedaan Antara Moral dan Hukum dalam Hal Asalnya
- Perbedaan Hukum dan Moral dalam Cara Menjamin Pelaksanaannya
- Perbedaan Hukum dan Moral dalam Daya Kerjanya
- Hubungan Hukum dan Moral
Antara hukum dan moralitas terdapat perbedaan dalam hal tujuan, isi dan asal bagaimana menjamin pelaksanaan dan efektifitasnya. Jika hanya tindakan yang memenuhi persyaratan hukum yang dipertimbangkan, maka ada perbedaan besar antara hukum dan moralitas. Perbedaan antara hukum dan moralitas di sini adalah bahwa jalan menuju medan bersama adalah berlawanan arah, yaitu hukum dari luar (dari tindakan eksternal) ke dalam (ke dalam).
قالخأ ْ
لا مراكم م ّمت أل تثعب امّنا
Proses Terbentuknya Nilai Moral
Keluarga adalah bagian dari masyarakat yang dipengaruhi oleh tuntutan kemajuan, namun masih banyak orang yang percaya bahwa nilai-nilai moral hidup dan dibangun dalam lingkungan keluarga. Menurut filsuf Immanuel Kant, perbedaan antara hukum dan moralitas terletak pada persyaratan kedua jenis aturan tersebut. Kedua, aturan hukum dipandang sebagai aturan yang penting bagi masyarakat, dan aturan yang paling penting adalah aturan hukum moral.
Sumber-sumber Hukum
HUBUNGAN HUKUM DENGAN HAK DAN KEWAJIBAN
- Undang-undang
- Kebiasaan
- Yurisprudensi (Presedent)
- Traktat
- Doktrin
- Hubungan Hukum dengan Hak dan Kewajiban
- Pengertian Etika
Pelaksanaan undang-undang mengikut tarikh yang ditetapkan oleh undang-undang itu sendiri adalah seperti berikut. Undang-undang peringkat yang lebih rendah tidak boleh bercanggah dengan undang-undang peringkat yang lebih tinggi apabila mengawal perkara yang sama. Undang-undang kemudian akan mengatasi undang-undang yang lebih awal setakat undang-undang mengawal perkara yang sama.
ETIKA PROFESI HUKUM
Pengertian Profesi
Arsitek dapat diartikan sebagai orang yang ahli dalam perencanaan, perancangan dan pengawasan pembangunan gedung dan dalam hal perijinan untuk melakukan kegiatan arsitektural. Perawat dapat diartikan sebagai tenaga kesehatan profesional yang bersama-sama dengan anggota lainnya membantu dalam penyembuhan orang sakit. Ilmuwan dapat diartikan sebagai orang yang melakukan kegiatan sistematis atau kegiatan ilmiah untuk memperoleh pengetahuan.
Latar Belakang Lahirnya Realisme Hukum
REALISME HUKUM
Gerakan Kelompok Realis dalam Hukum
Roscoe Pound, yang merupakan pengikut aliran sosiologis yurisprudensi, adalah salah satu pengkritik realisme hukum. Kontroversi ini meninggalkan kesan mendalam dan terus mempengaruhi perkembangan aliran realisme hukum selanjutnya. Kritik terhadap realisme hukum juga dilontarkan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pandangannya terhadap proses peradilan.
Konsep Pemikiran dari Realisme Hukum
Mengenai logika hukum, realis hukum dikritik karena realis hukum, khususnya Joreme Frank, tidak melihat bahwa logika bukanlah alat untuk menemukan sesuatu, melainkan demonstrasi dimana kesimpulan tertentu dapat ditarik atas dasar logika. Seperti diketahui, realis hukum menentang penciptaan kesimpulan hukum menggunakan logika melalui silogisme. Seperti yang sudah dijelaskan, para pendiri gerakan realisme hukum ini lebih suka dianggap sebagai gerakan, sehingga disebut gerakan realisme hukum.
Kritik Terhadap Realisme Hukum
Penekanan penting dari pendekatan realis adalah, antara lain, bahwa itu adalah alat yang tepat untuk mencapai tujuan sosial dan konsep hukum seharusnya tentang mengubah undang-undang dan undang-undang buatan pengadilan. Ketika hukum mendapat jawaban atau reaksi yang berbeda dari kalangan akademisi dan kemudian masyarakat mengikutinya, maka akan terjadi arus dalam hukum itu sendiri. Dengan mempelajari sekolah-sekolah hukum, kita dapat mengetahui pendapat-pendapat para ahli hukum dari berbagai disiplin ilmu hukum yang mencoba menjawab pertanyaan “dari mana datangnya hukum, mengapa orang menghormati hukum dan mengapa kita harus menghormatinya?”.
ALIRAN-ALIRAN (MAZHAB) FILSAFAT HUKUM
Mazhab Filsafat Hukum
- Aliran Hukum Alam (Natural law)
- Aliran Positivisme Hukum
Irasionalisme: Klaim bahwa hukum yang berlaku secara universal dan abadi datang langsung dari Tuhan. Ada empat jenis hukum yang diberikan oleh Aquino yaitu sebagai berikut. a) Lex aeterna (hukum hubungan Tuhan yang tidak dapat ditangkap oleh indra manusia). Kemudian hukum buatan manusia kembali membedakan antara hukum yang benar dan hukum yang tidak benar.
Ilmu hukum hanya berurusan dengan hukum positif, yaitu hukum yang diterima tanpa memandang baik atau buruknya. Austin membagi hukum menjadi dua bagian, yaitu hukum yang dibuat oleh Tuhan dan hukum yang dibuat oleh manusia. Menurut Thomas Aquino, hukum positif yang disebut hukum manusia (Menschelijke Wet) adalah hukum yang ada dan berlaku.
Oleh karena itu, hal-hal internal yang tidak dapat dijangkau oleh nalar atau berada di luar nalar tidak menjadi perhatian kaum positivis. Wilayah metafisika dan alam menjadi objek pemikiran filosofis melalui kontemplasi, yang tidak dapat diakses oleh indra kaum positivis. Karena sains membatasi diri hanya pada dunia yang dapat diamati oleh panca indera, maka dengan sendirinya ia menolak nilai-nilai transendental seperti moralitas, etika, dan nilai-nilai agama, serta hal-hal yang tidak dapat ditangkap oleh panca indera.
Selain itu, positivisme hukum pada hakekatnya tidak memisahkan hukum yang ada atau berlaku (positif) dari hukum yang ada yang mengandung norma-norma ideal, tetapi positivis berpendapat bahwa kedua hal itu harus dipisahkan dalam wilayah yang berbeda. Aliran ini mengidentikkan hukum dengan undang-undang, tidak ada hukum di luar undang-undang tertulis. Sedangkan aspek filosofis mengacu pada isi hukum yang mengandung nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
Sejarah Hukum (Law Historis)
Menurut Von Savigny kodifikasi hukum tidak diperlukan, karena kodifikasi hukum selalu berdampak negatif, yaitu menghambat perkembangan hukum. Perlu diingat bahwa karena keadilan bersumber dari jiwa bangsa, maka terlebih dahulu harus ditelaah semangat kebangsaan yang mana yang dapat dijadikan landasan sistem hukum yang memadai. Pada akhirnya, Puchta berpendapat bahwa sebenarnya tidak ada hukum yang secara kodrati berlaku bagi bangsa, meskipun hukum itu hidup dalam jiwa bangsa, tetapi harus ditegakkan atas kehendak umum suatu masyarakat yang terorganisir, yaitu negara.
Memanfaatkan momen (semangat nasionalisme), Savigny mengusulkan untuk menolak gagasan kodifikasi hukum Tibhaut yang disebarluaskan dalam pamfletnya "Uber Die Notwetdigkeit Eines Allgemeinen Burgerlichen Rechts Fur Deutschland" (Kebutuhan kodifikasi hukum perdata Jerman) . Berkaitan dengan hal tersebut, Savigny kemudian mengatakan bahwa tidak masuk akal jika ada hukum yang selalu berlaku secara universal. Hukum sangat tergantung atau bersumber dari jiwa manusia dan apa yang menjadi isi hukum ditentukan oleh pergaulan hidup manusia dari masa ke masa (sejarah). 2) Karena hukum berkembang dari hubungan hukum yang mudah dipahami dalam masyarakat primitif menjadi hukum yang lebih kompleks dalam peradaban modern, maka kesadaran umum tidak dapat lagi berlaku secara langsung, tetapi dihadirkan oleh para ahli hukum yang secara teknis merumuskan asas-asas hukum.
- Sociological Jurisprudence
- Sociology of Law
- Airan Realisme Amerika Serikat
- Aliran Realisme Skandinavia
Pakar hukum kemudian merumuskan kesadaran/kesadaran umum tentang hukum yang dia amati dalam aturan-aturan tidak tertulis. Dimana hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan hukum yang hidup dalam masyarakat. Formalisme'' dalam arti di sini, menyiratkan bahwa hakim memutuskan kasus berdasarkan aturan hukum yang unik dan alasan yang membenarkan hasil yang unik dalam beberapa kasus (mungkin setiap kasus).
- Karl Olivecrona (1897-1980)
- Alf Ross (1899-1979)
- Julius Stone
- John Rawls (lahir 1921)
Berkaitan dengan aturan hukum sebagai perintah, perintah pada dasarnya tidak sama dengan perintah yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain. Perintah dalam negara hukum tampak dalam bentuk perintah imajinatif yang dipahami oleh akal manusia. Dan dalam hal ini masyarakat harus berusaha agar perilakunya sesuai dengan aturan hukum (dalam hukum perdata).
Aliran Hukum Kritis (Critical Legal Studies)
Kajian hukum kritis menggunakan metode berikut untuk mengkritisi doktrin hukum yang berkembang selama ini. Manfaat studi hukum kritis adalah adanya perbedaan pendapat dari banyak pakar hukum. Tugas utama studi hukum kritis adalah memulai kritik terhadap perubahan yang dilakukan oleh orang lain.
Aliran Premanisme Hukum
Namun ada juga golongan ketiga yaitu mereka yang belum tentu preman, namun perilakunya tidak legal. Dalam hal ini, negara dirasa terlalu kecil untuk menyelesaikan masalah global, seperti pemanasan global, terorisme, dan perdagangan manusia. Praktek premanisme di Indonesia banyak terjadi di bidang politik, ekonomi, sosial, pertahanan dan keamanan, misalnya di kalangan masyarakat awam.