Tanaman seperti Jahe (Zingiber officinale), Sambiloto (Andrographis paniculata), Daun Pegagan (Centella asiatica), Kunyit (Curcuma longa), dan tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth) mengandung senyawa aktif yang bersifat antiinflamasi, analgesik, dan neuroprotektif. Jahe (Zingiber officinale Rosc) merupakan tanaman rempah yang dimanfaatkan sebagai minuman atau campuran pada bahan pangan. Penelitian menunjukkan bahwa 6-gingerol dapat menembus sawar darah-otak dan berpotensi mengurangi gejala migrain (Gawel K, et all., 2021).
Zingeron: Senyawa fenolik lain dalam jahe yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi, yang dapat membantu mengurangi peradangan yang terkait dengan migrain. Hasil uji klinis dari jurnal Double-blind placebo-controlled randomized clinical trial of ginger (Zingiber officinale Rosc.) addition in migraine acute treatment menunjukkan bahwa penambahan ekstrak jahe pada pengobatan migrain akut efektif dalam mengurangi intensitas nyeri dan meningkatkan kapasitas fungsional pasien. Pengurangan Nyeri Signifikan: Pasien yang menerima ekstrak jahe menunjukkan penurunan intensitas nyeri yang signifikan setelah 1 jam (p jam (p = 0,01), dan 2 jam (p = 0,04) dibandingkan dengan kelompok plasebo.
Peningkatan Kapasitas Fungsional: Kelompok jahe melaporkan peningkatan kapasitas fungsional yang lebih baik pada semua titik waktu yang diukur, dengan perbedaan signifikan pada 1 jam, 1,5 jam, dan 2 jam setelah pengobatan (p < 0,01). Efek samping yang didapatkan termasuk dispepsia ringan pada 3 pasien di kelompok jahe, sementara kelompok plasebo melaporkan pusing dan mual pada beberapa pasien. Menurut journal Am Clin Nutrition 2022 menyarankan agar individu dengan kondisi ini berhati-hati saat mengonsumsi jahe, karena dapat menyebabkan efek samping gastrointestinal seperti heartburn dan gangguan pencernaan.
Tanaman jahe yang telahdiperoleh dicuci hinggabersih dengan airmengalir kemudian dilakukan perajanganpada sampel lalu diangin - anginkan.
SAMBILOTO
KLASIFIKASI SAMBILOTO
MEKANISME AKSI
EFIKASI KLINIS
KONTRA INDIKASI
PREPARASI SAMPEL
DAUN PEGAGAN
KLASIFIKASI DAUN PEGAGAN
Efek Anti-inflamasi melalui Jalur NF-κB dan Sitokin Proinflamasi : Migrain merupakan gangguan neurologis yang berkaitan dengan neuroinflamasi. Dalam penelitian oleh Wijeweera et al. 2006), ekstrak Centella asiatica secara signifikan menghambat ekspresi sitokin proinflamasi seperti TNF- α, IL-6, dan IL-1β. Jalur NF-κB yang menjadi pusat pengaturan ekspresi gen inflamasi juga. dihambat, sehingga dapat menurunkan peradangan neurovaskular yang memicu serangan migrain. Aktivitas Antioksidan dan Penurunan Stres Oksidatif : Stres oksidatif telah terbukti memainkan peran penting dalam patofisiologi migrain. Pegagan mengandung senyawa aktif seperti. asiaticoside, madecassoside, dan asiatic acid yang memiliki kapasitas tinggi dalam menetralisir radikal bebas. 2018) menunjukkan bahwa ekstrak pegagan dapat meningkatkan aktivitas antioksidan endogen seperti superoxide dismutase (SOD), katalase (CAT), dan. Efek Neuroprotektif dan Stabilisasi Fungsi Syaraf : Asiaticoside dan turunannya telah ditunjukkan meningkatkan ekspresi brain-derived neurotrophic factor (BDNF), suatu protein penting yang mendukung kelangsungan hidup neuron dan plastisitas sinaptik. Studi oleh Soumyanath et al. 2005) mengungkap bahwa peningkatan BDNF berkaitan dengan perlindungan terhadap neuron kortikal dari degenerasi akibat stres oksidatif, kondisi yang umum terjadi pada penderita migrain kronik. Ekstrak pegagan menunjukkan efek anxiolytic melalui modulasi sistem GABA dan penurunan kadar kortisol, yang dapat mengurangi kemungkinan serangan migrain akibat faktor emosional (Orhan, 2012). Efek ini memberikan manfaat tambahan bagi penderita migrain yang memiliki komorbiditas gangguan kecemasan atau gangguan tidur. Peningkatan Mikrosirkulasi dan Stabilitas Pembuluh Darah Otak : Migrain juga melibatkan disregulasi aliran darah otak. Penelitian oleh Gohil et al. 2010) membuktikan bahwa pegagan meningkatkan elastisitas dan stabilitas kapiler serta mengurangi kebocoran vaskular, sehingga membantu menstabilkan aliran darah serebral dan mencegah migrain yang dipicu oleh. Sebuah studi klinis oleh Farhana et al. 2020) mengevaluasi efek suplementasi Centella asiatica 500 mg/hari selama 60 hari pada subjek lansia dengan gangguan memori dan keluhan nyeri kepala berulang.
Penurunan Frekuensi Serangan Migrain: Frekuensi migrain menurun signifikan setelah 4 minggu terapi, terutama pada pasien dengan faktor stres sebagai pemicu utama. Pegagan dapat berinteraksi dengan obat penenang, antikejang, dan benzodiazepin karena memiliki efek depresan ringan pada sistem saraf pusat.
KUNYIT
KLASIFIKASI KUNYIT
Ini penting terutama pada pasien migrain yang juga mengalami obesitas (Sedighiyan et al., 2022). Aktivitas Antioksidan dan Neuroprotektif : Kurkumin meningkatkan kemampuan tubuh melawan stres oksidatif dengan cara menaikkan kadar enzim SOD. Superoxide Dismutase), GPx (Glutathione Peroxidase), dan TAC (Total Antioxidant Capacity), serta menurunkan penanda kerusakan sel seperti NO (Nitric Oxide), MDA (Malondialdehyde), dan TOS (Total Oxidative Status). Studi ini menunjukkan bahwa kurkumin secara signifikan menurunkan kadar CGRP (Calcitonin Gene-Related Peptide) dan IL-6 (Interleukin-6), dua biomarker utama. inflamasi dan nyeri pada migrain. Penurunan tersebut diikuti oleh reduksi intensitas dan durasi serangan, yang menjadikan kurkumin sebagai. kandidat terapi komplementer yang efektif dan aman untuk jangka panjang. Dalam penelitian oleh Sedighiyan et al. 2022), pemberian nano-kurkumin kepada penderita migrain yang juga mengalami obesitas memberikan. Konsumsi dalam dosis tinggi juga perlu dihindari oleh wanita hamil, karena dapat merangsang kontraksi uterus (Sedighiyan et al., 2022).
5.Hasil filtrat diuapkan hingga menjadi ekstrak kental, lalu dapat diformulasi menjadi nano- kurkumin atau liposomal curcumin untuk.
NILAM
KLASIFIKASI NILAM
Hal ini menunjukkan potensi PA dalam mengurangi peradangan yang berperan dalam patofisiologi migraine(Xu et al., 2023). Aromaterapi dengan minyak nilam dapat memberikan efek sedatif dan relaksasi, yang penting dalam manajemen migrain yang dipicu oleh stres. PA menunjukkan aktivitas analgesik melalui beberapa mekanisme:Modulasi Sistem Saraf Pusat: PA dapat mempengaruhi jalur neurotransmiter seperti serotonin dan dopamin, yang terlibat dalam persepsi nyeri.(Xu et al., 2023).
Minyak atsiri daun nilam diketahui memiliki potensi sebagai obat alternatif sakit kepala atau migren, yang digunakan dengan. Minyak nilam sebaiknya tidak digunakan oleh orang yang alergi kulit, wanita hamil atau menyusui, anak-anak, serta penderita gangguan pembekuan darah. Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan iritasi atau pusing, dan bisa berinteraksi dengan obat- obatan tertentu seperti antikoagulan atau antidepresan (Jasmiadi dkk., 2024).
Daun kemudian disuling selama 5 jam, dan hasil destilasi didiamkan selama 24 jam untuk memisahkan minyak dari air (Rembee dkk., 2022).
KESIMPULAN
THANK YOU!