Pertamina Gas has also gained strong support from PT Pertamina (Persero) as its parent company and other subsidiaries. PT Pertamina Gas did not issue bonds, sukuk (Islamic bonds) and convertible bonds until the end of 2015.
KINERJA PERUSAHAAN Company Performance
Setelah selesai proses commissioning, Pertamina Gas meresmikan Terminal Penerimaan dan Regasifikasi LNG Arun sebagai bukti resmi beroperasinya. Pertamina Gas dan Teknik Industri menandatangani kerjasama studi kelayakan perencanaan pembangunan dan pengoperasian pipa gas Cirebon - Semarang.
Laporan
ManageMent
DEWAN KOMISARIS [G4-1, G4-2]
The Board of Commissioners also called for a measurement of performance in periodic assessment of GCG implementation. It is part of the board's strategy to optimize the supervisory function for the board.
PROFIL DEWAN KOMISARIS
Sebagai anak perusahaan PT Pertamina (Persero), Pertamina Gas juga patuh terhadap Kebijakan Pelaporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LhKPN). Sebagai anak perusahaan PT Pertamina (Persero), Pertamina Gas juga mematuhi kebijakan mengenai pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
PROFIL DIREKSI
Ahmad Kudus has been serving as the Commercial & Business Development Director of PT Pertamina Gas since January 9, 2013. Hendroyono has been serving as the Finance and Business Support Director of PT Pertamina Gas since August 18, 2015.
DIREKSI
Selain itu, PT Pertamina (Persero) berwenang mengelola, mengoperasikan, dan memelihara seluruh aset gas PT Pertamina (Persero). Laporan ini menunjukkan perkembangan bisnis yang dilakukan PT Pertamina Gas selama periode pelaporan.
JEJAK LANGKAH
Ketut Sudiartha MANAGER QUALITY
Vision
Mission
Budaya PEruSahaan
Corporate Culture
PT Pertamina Gas must achieve production that complies with the national standard (PROPER) and the international standard (ISO 14001). EPC work at LPG plant Mundu Anak Perusahaan PT Pertamina (Persero) Subsidiary of PT Pertamina (Persero). The Director of New and Renewable Energy of PT Pertamina (Persero) represents the Board of Directors of PT Pertamina (Persero) in the context of its responsibility and supervision of companies/activities under the Directorate of New and Renewable Energy at PT Pertamina (Persero).
TENTANG LAPORAN TAHUNAN TERINTEGRASI
As an embodiment of good corporate governance, PT Pertamina Gas has issued the Annual Integrated Report 2015. The Integrated Annual Report 2014 of PT Pertamina Gas is issued bilingually, Indonesian and English. Since 2014, the publication of the annual report of PT Pertamina Gas has been done in the form of an integrated annual report.
TINJAUAN UMUM
Oleh karena itu, Pertamina Gas terus tumbuh dan berkembang hingga menjadi perusahaan gas terkemuka di Indonesia. Hal ini tentunya memerlukan kesediaan Pertamine Gas untuk tetap menjadi yang terbaik dan terdepan dalam bisnis gas bumi di negeri kita tercinta. Pada akhir tahun 2015, Pertamina Gas menghadapi dua permasalahan signifikan yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan di masa depan.
TINJAUAN BIDANG USAHA
Gas transportation activities in the company Pertamina Gas started from forwarders in accordance with gas transportation contracts. Pertamina Gas carries out its gas transportation activities based on the determination of tariffs and exclusive rights of the Oil and Gas Regulatory Agency in the sales chain (BPH Migas). In order to support and improve the reliability of gas transportation activities, the company completed several projects for the construction of facilities and supporting infrastructure.
TINJAUAN SEGMEN USAHA TRANSPORTASI GAS
Sebagai operator, Pertamina Gas membuat perjanjian akses penggunaan bersama jaringan pipa transmisi. Keberadaan pipa transmisi Arun - Belawan menjadi solusi efektif krisis kekurangan gas di Sumut. Pipa Belawan – KIM – KEK Sei Mangek merupakan kelanjutan dari ruas pipa Arun – Belawan.
TINJAUAN SEGMEN USAHA NIAGA GAS
Dalam pengembangan kegiatan usaha niaga gas, Perseroan juga menunjuk anak perusahaan yaitu PT Pertagas Niaga sebagai perusahaan yang bergerak di bidang niaga gas. Secara total, hingga akhir periode pelaporan, Pertamina Gas melalui PT Pertagas Niaga telah menyelesaikan perjanjian PJBG dengan 24 perusahaan yang menjadi pelanggan baru. Dalam mengembangkan usaha niaga gas, Perseroan juga menunjuk anak perusahaannya: PT Pertagas Niaga sebagai perusahaan yang bergerak di bidang niaga gas.
TINJAUAN SEGMEN USAHA PEMROSESAN GAS
Pengolahan NGL dilakukan di pabrik milik anak perusahaan: PT Perta Samtan Gas di Prabumulih dan Palembang, Sumatera Selatan, untuk memenuhi kebutuhan PT Pertamina (Persero). Pengolahan LPG di Pondok Tengah, Jawa Barat, untuk memenuhi kebutuhan LPG PT Pertamina (Persero). Pengolahan NGL di pabrik milik anak perusahaan: PT Perta Samtan Gas di Prabumulih dan Palembang, Sumatera Selatan, untuk pemenuhan kebutuhan PT Pertamina (Persero).
TINJAUAN BIDANG USAHA TRANSPORTASI MINyAK
Realisasi volume pengangkutan minyak oleh Pertamina Gas pada tahun 2015 mencapai 12.633 barel minyak per hari (BoPd). Realisasi volume pengangkutan minyak Pertamina Gas pada tahun 2015 mencapai 12.633 barel minyak per hari (BOPD). Realisasi volume regasifikasi LNG yang disalurkan pada ruas pipa Arun-Belawan pada tahun 2015 adalah sebesar 27.580 BBTu.
TINJAUAN BIDANG USAHA REGASIFIKASI LNG
LNG Arun Receiving and Regasification Terminal or LNG Arun Terminal is located in Lhokseumawe Regency, Nanggroe Aceh Darussalam. Before Terminal of LNG Arun became a receiving and regasification terminal, it was an LNG refinery facility built in 1971. Terminal of LNG Arun received gas supplies from Tangguh Refinery, Papua and Bontang Refinert, East Kalimantan.
TINJAUAN BIDANG USAHA KOMPRESI GAS
Pertamina Gas telah ditunjuk oleh Direktorat Gas, Energi Baru dan Terbarukan untuk berperan dalam program ini berupa pengembangan Independent Power Producer (IPP). Pada tahun depan, Pertamina Gas berniat mengikuti tender pembangunan iPP di 4 lokasi yaitu Pontianak, Riau, Riau Tersebar dan Jawa Bali 3. Pertamina Gas telah ditunjuk oleh Direktorat Gas, Energi Baru dan Terbarukan untuk menjalankan perannya. dalam pengembangan Independent Power Producer (IPP).
TINJAUAN BIDANG USAHA KELISTRIKAN
30 tanggal 22 April 2015 tentang penambahan kegiatan usaha ketenagalistrikan dalam anggaran dasar perusahaan, maka sejak tahun 2015 Pertamina Gas mempunyai bidang usaha baru yaitu ketenagalistrikan. Pada tahun 2015, Pertamina Gas mengikuti tahap tender prakualifikasi IPP Bangka Peaker, namun karena perhitungan keekonomian proyek tersebut tidak ekonomis, maka Pertamina Gas memutuskan untuk mundur. Dalam setahun, Pertamina Gas menargetkan mengikuti tender pembangunan IPP di 4 lokasi, yakni Pontianak, Riau, Riau Tersebar, dan Jawa Bali 3.
TINJAUAN KINERJA KEUANGAN
This was due to the implementation of PSAK 66 which made LPG income from PSG known as investment income instead of LPG income. Cost of gas transportation revenue in 2015 was recorded at $71.21 million, an increase of 6% compared to 2014 revenue of $66.92 million. The cost of oil transportation revenue in 2015 stood at $8.11 million, down 46% compared to 2014 revenue of $15.14 million.
KINERJA POSISI KEUANGAN PER 31 DESEMBER 2015
Cash flow from operations reached USD 164.80 million in 2015, an increase of 67% compared to 2014, when it reached USD 98.25 million. This was influenced by the project to complete the Arun LNG Reception and Gasification Terminal and the Arun - Belawan Gas Pipeline. The coefficient is managed with the aim of identifying the state of the company's cash flow when settling current liabilities or short-term debts.
STRUKTUR MODAL DAN
KEBIJAKAN STRUKTUR MODAL
IKATAN MATERIAL ATAS INVESTASI BARANG MODAL
It also requires an investment fund for non-commercial development in the amount of USD25 million. The purpose of the investment is to build an integrated facility for receiving and regasifying LNG. LNG Arun's receiving and gasification terminal began operating commercially (onstream) on 14 March 2015.
REALISASI INVESTASI BARANG MODAL
Total investasi pengembangan mencapai USD 110 juta dengan sumber dana pinjaman PT Pertamina (Persero). Total investasi proyek tersebut mencapai USD 89 juta yang ditanggung oleh PT Pertamina (Persero). Total investasi diperkirakan menelan biaya 515 juta USD dan sumber pembiayaannya adalah PT Pertamina (Persero).
REALISASI PENCAPAIAN TARGET 2015 DAN TARGET 2016
Pertamina Gas melalui melalui anak perusahaan: PT Pertagas Niaga kijama perjamanan jual beli dengan off taker baru. In order to achieve the activity target for gas treatment, during 2015 Pertamina Gas succeeded in establishing cooperation with several private companies in the case of managing gas treatment. In order to reach the operational target in 2016, it required an acceleration in transmission pipeline projects, such as BEL-KIM-KEK, EJGP-Grati and MK-MT.
INFORMASI DAN FAKTA MATERIAL TERJADI SETELAH TANGGAL LAPORAN AKUNTAN
PROSPEK USAHA
Pertamina Gas juga mempunyai usaha pencairan dan regasifikasi seperti Terminal Penerimaan dan Regasifikasi Arun yang mulai aktif secara komersial pada tahun 2015. Pada Repelita pertama, Pertamina Gas mencanangkan visinya sebagai perusahaan gas nasional kelas dunia. Pada Repelita pertama, Pertamina Gas mencanangkan visinya sebagai Perusahaan Gas Nasional Kelas Dunia pada periode tersebut.
ASPEK PEMASARAN
Perusahaan ini bergerak langsung dalam bidang pemasaran yang berkaitan dengan sektor usaha pengangkutan gas, pengolahan gas, dan pengangkutan minyak. Tanggung jawab Fungsi Komersial dan Pengembangan Bisnis bersama anak perusahaan niaga gas adalah mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasar Pertamina Gas dalam bisnis transportasi gas dan minyak nasional. Berusaha mendapatkan dukungan dari Pemerintah dalam membatasi banyak pedagang untuk membuka akses jaringan pipa.
KEBIJAKAN DIVIDEN
Hingga akhir tahun 2015, Pertamina Gas belum menjadi Perseroan Terbatas, dan belum pernah melakukan penawaran umum di bursa. Pertamina Gas merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero), dan bersifat perseroan tertutup dengan tanggung jawab terbatas. Hingga akhir tahun 2014, Pertamina Gas belum bertransformasi menjadi perseroan terbatas dan belum melakukan Penawaran Umum di bursa.
PROGRAM KEPEMILIKAN SAHAM OLEH KARyAWAN
REALISASI PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM
Pada penghujung tahun 2015, Pertamina Gas dihadapkan pada isu merger bisnis dengan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk., atau PGAS. Pada penghujung tahun 2015, Pertamina Gas mengalami permasalahan merger bisnis dengan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk., atau PGAS. Pembahasan merger harus mempertimbangkan kesenjangan fokus bisnis antara Pertamina Gas dan PGAS.
INVESTASI, EKSPANSI, DIVESTASI, PENGGABUNGAN/
Perusahaan menyikapi permasalahan tersebut dengan menyerahkan hal tersebut kepada keputusan PT Pertamina (Persero) sebagai pemegang saham dan induk perusahaan. Perusahaan meresponsnya dengan mengalihkan bisnisnya kepada PT Pertamina (Persero) sebagai pemegang saham utama dan holding company. Pertamina Gas fokus pada kegiatan transportasi gas, seperti infrastruktur pipa akses terbuka, sedangkan fokus pada perdagangan gas dan distribusi gas.
PELEBURAN USAHA, DAN RESTRUKTURISASI UTANG/MODAL
Afiliasi adalah orang atau badan yang terasosiasi dengan Pertamina Gas sebagai entitas pelapor. Pihak terafiliasi adalah perseorangan atau badan yang mempunyai hubungan dengan Pertamina Gas sebagai pelapor. Hingga akhir tahun 2015, ditemukan beberapa transaksi material yang dilakukan Perseroan dengan pihak terafiliasi.
TRANSAKSI MATERIAL MENGANDUNG BENTURAN KEPENTINGAN ATAU TRANSAKSI DENGAN PIHAK AFILIASI
Selama tahun 2015 terdapat perubahan peraturan perundang-undangan yang diterapkan oleh Pemerintah yang memberikan dampak signifikan bagi Perseroan yaitu peraturan Bank Indonesia mengenai kewajiban penggunaan mata uang rupiah dalam transaksi kontrak jangka panjang. Selama tahun 2015, terdapat beberapa perubahan peraturan perundang-undangan yang disetujui oleh Pemerintah, dan hal ini membawa dampak yang signifikan bagi Perseroan, khususnya peraturan Bank Indonesia mengenai penggunaan mata uang Rupiah dalam transaksi kontrak jangka panjang. Hal ini disebabkan oleh penggunaan mata uang dolar AS dalam transaksi kontrak jangka panjang yang menyebabkan terjadinya perbedaan nilai tukar, dengan mempertimbangkan fluktuasi nilai tukar USD dalam beberapa tahun terakhir.
PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI
The report is presented in US dollars (USD), yang merupakan mata uang funksional in penyajian Perusahaan. Accounts listed in the company's financial statements are measured using the currencies of the primary economic environment where the entities operate ("functional currency"). Figures in the financial statements have been presented in United States dollars (USD), the functional currency that the Company also uses for presentation.
BaIK
GOOD CORPORATE GOVERNANCE
Good Corporate Governance (GCG) merupakan pola pikir dan pola kerja di lingkungan PT Pertamina Gas. Pertamina Gas juga memiliki kode etik yang disebut dengan Code of Conduct atau COC. Menyadarkan seluruh pekerja Pertamina Gas akan pentingnya penerapan GCG.
PENINGKATAN PENERAPAN GCG
Penerapan Tata Kelola Perusahaan Dewan Komisaris memperoleh skor kinerja sebesar 24,826 dari nilai maksimum, meningkat dibandingkan skor pada tahun 2014 yaitu skor kinerja sebesar 24,411 dari nilai maksimum. Penerapan Tata Kelola Perusahaan Dewan Komisaris memperoleh skor kinerja sebesar 30,834 dari nilai maksimum, meningkat dibandingkan skor pada tahun 2014, yaitu skor kinerja sebesar 29,428 dari nilai maksimum. Keterbukaan informasi dan transparansi memperoleh skor kinerja sebesar 7,496 dari nilai maksimum mengalami peningkatan dibandingkan skor pada tahun 2014 yaitu skor kinerja sebesar 7,061 dari nilai maksimum sebesar 9 (78,45%).
Each individual of Pertamina Gas to complete a computerized online form in relation to the Code of Business Ethics and Conduct so that they understand and agree to the Code; and which will later be documented by the Corporate Secretary as the Chief Compliance Officer (CCO). Sepiap insan Pertamina Gas dapat melalui sarana Whistleblowing System (WBS) apabilan sakita fakta teradaan penyimpangan etika usaha and Tata Perilaku. Any Pertamina Gas individual can make a report through the Whistle Blowing System (WBS) when there is an actual breach of business ethics and conduct.
STRUKTUR TATA KELOLA PERUSAHAAN
GMS is responsible for an evaluation of the performance of the Board of Commissioners and the Board of Directors. Circular decisions regarding the determination of the annual performance rewards (Bonus) of the Board of Directors and the Board of Commissioners of the Company for Fiscal Year 2014, dated August 10, 2015. Determination of the Annual Performance Rewards (Bonus) of the Board of Directors and the Board of Commissioners for Fiscal Year 2014.
DEWAN KOMISARIS DAN KOMISARIS INDEPENDEN
Pertamina Gas has two independent commissioners or 50% of all board members. Meeting of the Board of Directors - Board of Directors 14 times 100% Rapat Dewan Komisaris - Komite. Response from the Board of Commissioners to the Board regarding project progress and investments in 2015.