PENDAHULUAN
LatarBelakang
Pembelajaran bahasa Indonesia pada hakikatnya adalah sarana untuk mengupayakan pengembangan dan terbimbing pengembangan bahasa Indonesia. Penguasaan bahasa Indonesia yang baik dapat dilihat dari standar kompetensi membaca, menulis, berbicara dan mendengarkan. Permasalahan mendasar yang dikeluhkan guru kelas V SD Inpres Tello Baru I/I Kecamatan Panakkukang Kota Makassar dalam pembelajaran bahasa Indonesia adalah rendahnya kemampuan menulis siswa terutama pada pembelajaran menulis karangan.
Berdasarkan observasi di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang hasil belajarnya rendah pada mata pelajaran bahasa Indonesia khususnya menulis karangan, hal ini ditandai dengan sikap siswa yang pasif dalam mengambil mata pelajaran, hal ini jelas akan memperlambat hasil belajar yang maksimal. Pembelajaran bahasa Indonesia saat ini berkembang baik di sekolah-sekolah termasuk di SD Inpres Tello Baru I/I Kecamatan Panakkukang Kota Makassar tempat penelitian dilakukan. Sampai saat ini masih terdapat permasalahan bagi siswa dalam pendidikan bahasa Indonesia. 5 siswa hanya berpegang pada buku bahasa Indonesia yang merupakan jawaban dari setiap pertanyaan yang disampaikan guru.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti terhadap guru bahasa Indonesia ditemukan bahwa proses belajar mengajar di kelas masih kekurangan siswa yang terlibat aktif dalam proses belajar mengajar, sehingga hasil belajar esai deskriptif bahasa Indonesia menulis di sekolah tersebut masih sangat rendah dan banyak siswa yang menjalani remedial.
RumusanMasalah
Dimana dengan media gambar berseri, guru dapat mengembangkan bahan ajar dan juga memvariasikan proses pembelajaran, seperti variasi alat peraga dan media. Berdasarkan permasalahan di atas maka peneliti terdorong untuk mengangkat judul yaitu: “Peningkatan Hasil Belajar Menulis Esai Deskriptif Melalui Media Seri Gambar pada Siswa Kelas V SD Inpres Tello Baru I/I Kecamatan Panakkukang Kota Makassar” .
TujuanPenelitian
ManfaatPenelitian
KajianPustaka, KerangkaPikir, Dan Hipotesis Tindakan
KajianPustaka
- TujuanTentangPengajaran Bahasa Indonesia
- TinjauanTentangKeterampilanMenulis
- Tinjauan Tentang Karangan Deskripsi
- Tinjauan Tentang Media Gambar seri
Penggunaan rangkaian media visual sebagai media pembelajaran memudahkan siswa dalam menyusun komposisi yang baik. Media yang dimaksud dalam penelitian ini adalah media gambar berseri yang hanya memuat unsur visual saja, berupa rangkaian gambar atau terdiri dari beberapa gambar yang secara alamiah saling berkaitan antara satu gambar dengan gambar lainnya. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan media visual berseri adalah media pembelajaran yang digunakan guru berupa gambar datar yang diberi cerita, dengan urutan tertentu, sehingga gambar yang satu dengan gambar yang lain mempunyai hubungan cerita dan suatu hubungan. membentuk sebuah cerita. satuan.
Media gambar seri merupakan media gambar yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran, dimana media gambar seri maksudnya media tersebut memuat gambar-gambar yang berurutan, yang mana setiap gambar saling berhubungan. Penggunaan media gambar seri dalam pembelajaran mempunyai kelebihan sebagaimana dikemukakan oleh Sapri (2001-26) yaitu “sebagai alat pengajaran yang dapat mempercepat aliran imajinasi siswa dalam mengungkapkan gagasan”. Keuntungan penggunaan media gambar berseri dalam pengajaran sangat banyak, karena gambar berseri merupakan salah satu bentuk komunikasi yang berfungsi mengarahkan siswa berpikir sistematis dan tidak berputar-putar dengan kalimat atau konsep yang sama.
Oleh karena itu, gambar bergambar sangat bermanfaat dalam membimbing siswa memahami konsep dalam konteks yang lebih luas dan sistematis, sehingga hasil belajar dapat dan akan terus berkembang seiring dengan latihan menulis karangan siswa.
Kerangka Pikir
22 Untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa mengalami peningkatan setelah melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan rangkaian media visual dalam proses belajar mengajar, perlu dilihat kondisi siswa apakah rasa bosan siswa dalam belajar sudah tidak ada lagi. di sana. , gairah belajar mulai tumbuh, dan mereka merasa senang atau antusias dalam mengikuti pembelajaran.
Hipotesis Tindakan
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Lokasi dan Subjek Penelitian
- Faktor yang di Selidiki
- Prosedur Penelitian
- Instrumen Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
- Indikator Keberhasilan
Faktor proses yaitu dengan melihat kondisi proses pembelajaran bahasa Indonesia melalui penggunaan rangkaian media visual dan hasil belajar menulis karangan berkaitan dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Tes Hasil Belajar, untuk memperoleh data hasil belajar bahasa Indonesia siswa setelah diterapkan mode pembelajaran gambar berseri pada siswa kelas V SD Inpres Tello Baru I/I Kecamatan Panakkukang Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui media visual serial.
Tahapan Kegiatan Siklus I Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Melalui Seperangkat Media Gambar Siswa Kelas V SD Inpres Tello Baru I/I Kecamatan Panakkukang Kota Makassar dalam Menulis Esai Deskriptif. Melalui pembelajaran menulis komposisi deskriptif melalui serangkaian media visual, aktivitas guru pada siklus I tampak pada lembar observasi pelaksanaan kegiatan pembelajaran guru (Lampiran 5a. Tingkat refleksi adalah tingkat pengukuran keberhasilan pembelajaran pada pokok bahasan karangan deskriptif dengan rangkaian media visual untuk siswa kelas V SD Inpres Tello Baru I/I Kecamatan Panakkukang Kota Makassar yang diukur melalui tes hasil belajar dan tindakan yang perlu diperhatikan untuk perbaikan sebelumnya. siklus.
Tahapan kegiatan siklus II dalam meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia menulis karangan deskriptif pada siswa kelas V SD Inpres Tello Baru I/I Kecamatan Panakkukang Kota Makassar melalui media gambar seri. Tahap refleksi merupakan tahap pengukuran kinerja pelaksanaan pembelajaran topik menulis karangan deskriptif melalui media gambar rangkaian di Kelas V SD Inpres Tello Baru I/I Kecamatan Panakkukang Kota Makassar yang diukur dengan pembelajaran. hasil tes. Jika dapat dikatakan bahwa hasil belajar siswa dalam pembelajaran menulis karangan deskriptif dengan menggunakan rangkaian media visual di Kelas V SD Inpres Tello Baru I/I Kecamatan Panakkukang Kota Makassar pada siklus II berada pada kategori baik.
Terdapat perubahan khususnya pada kebiasaan siswa yang dilakukan sebelum pembelajaran melalui rangkaian media gambar dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Artinya penggunaan rangkaian gambar tentang mata pelajaran bahasa Indonesia dalam menulis esai sangat cocok untuk diterapkan. Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa melalui media gambar rangkaian pada mata pelajaran bahasa Indonesia dalam menulis karangan deskriptif hasil belajar siswa kelas V SD Inpres Tello Baru I/I Kecamatan Panakkukang dapat tingkatkan, Kota Makassar.
Berdasarkan hasil analisis data penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa kelas V mata pelajaran bahasa Indonesia meningkat dengan menggunakan media gambar seri dalam menulis karangan di SD Inpres Tello Baru I/I Kecamatan Panakkukang Kota Makassar . Diharapkan kepada guru mata pelajaran bahasa Indonesia pada umumnya dapat menggunakan rangkaian media gambar dalam menulis karangan agar dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
- Gambaran Kegiatan Siklus I
- Gambaran Kegiatan Siklus II
Penelitian ini dilakukan di SD Inpres Tello Baru I/I Kecamatan Panakkukang Kota Makassar yang berjumlah 32 siswa, 11 laki-laki dan 21 perempuan. Pelaksanaan penelitian pada siklus I berlangsung dalam tiga pertemuan, yaitu dua pertemuan untuk kegiatan pembelajaran dan satu pertemuan untuk pengecekan hasil belajar. Guru menunjukkan media berupa rangkaian gambar pada karton manila, siswa berkesempatan mengamati rangkaian gambar tersebut kemudian mengomentarinya, guru menjelaskan materi pembelajaran dengan menggunakan media rangkaian gambar yang ditampilkan, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan yang belum dipahaminya, guru memberikan contoh soal dan cara penyelesaiannya, guru membagikan lembar belajar kepada siswa, kemudian siswa secara individu menyelesaikan soal langkah demi langkah untuk menulis a karangan deskriptif, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun pemahaman tentang pembelajaran menulis karangan, guru memberikan.
Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas guru dan siswa pada siklus I perlu diperbaiki dan ditingkatkan pada siklus berikutnya. Pengukuran hasil belajar siswa melalui media visual diklasifikasikan menjadi lima kategori, yaitu: gagal, kurang baik, memuaskan, baik dan sangat baik. Sesuai dengan rata-rata hasil belajar siswa pada tes pertama diperoleh nilai rata-rata sebesar 60,3 (Lampiran 8), dengan nilai rata-rata setelah melihat Tabel 3.1 bernilai 56-65 yang berarti cukup.
Sehingga dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa menulis karangan deskriptif kelas V SD Inpres Tello Baru I/I Kecamatan Panakkukang Kota Makassar melalui media gambar berseri pada siklus I berada pada kategori cukup yang artinya , bahwa belum memenuhi kriteria keberhasilan belajar yaitu 70 (baik) yang berarti masih terdapat sebagian siswa yang mempunyai hasil belajar dengan kategori kurang baik dan gagal. Adanya siswa yang masih mempunyai hasil belajar pada kategori kurang baik dan gagal menjadi masukan untuk perbaikan pembelajaran pada siklus berikutnya. Kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan penelitian tindakan kelas pada siklus II relatif sama dengan siklus I yaitu: menyiapkan kurikulum dan buku teks sebagai sumber belajar atau acuan dalam pengajaran, membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), membuat format lembar observasi proses dan kegiatan pembelajaran, pembelajaran siswa, pembuatan Lembar Kegiatan Siswa (LKS), penyiapan media gambar berseri pada karton manila, pengaturan waktu pembelajaran dan indikator keberhasilan.
Tahap pelaksanaan penelitian pada siklus II berlangsung dalam tiga pertemuan, yaitu 2 pertemuan untuk kegiatan pembelajaran dan satu pertemuan untuk tes hasil belajar. Kegiatan awal yang dilakukan dalam pembelajaran menulis karangan deskriptif dengan menggunakan media gambar rangkaian pada pertemuan pertama dan kedua yaitu membuka pembelajaran, mengadakan minuman beralkohol, memperkenalkan bahan ajar dan tujuan pembelajaran. Guru memperkenalkan rangkaian media visual pada karton manila, siswa diberi kesempatan mengamati kemudian mengomentari rangkaian media visual, guru menjelaskan materi pelajaran melalui rangkaian media visual yang ditampilkan, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk ajukan pertanyaan untuk ditanyakan.
Pengukuran tes hasil belajar siswa melalui media visual dijabarkan dalam lima kategori, yaitu: gagal, kurang, cukup, baik, dan sangat baik, yang dapat dilihat pada tabel berikut. Sesuai dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada tes kedua diperoleh nilai rata-rata sebesar 76,6% (Lampiran 8), dimana nilai rata-rata setelah melihat tabel 3.1 dinilai sebesar 66-79 yang berarti baik.
Pembahasan
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Hal ini terlihat dari nilai rata-rata hasil belajar siswa setelah penerapan tindakan pada siklus I berada pada kategori cukup, kemudian pada siklus II. siklus dalam kategori baik. Penggunaan media gambar serial dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran yaitu perubahan kegiatan belajar yang lebih baik bagi siswa pada saat pelaksanaan tindakan. Hal ini sesuai dengan hasil observasi siswa dan guru yang telah mencapai tujuan yang diharapkan.
Persentase hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia pada siklus I berada pada kategori tuntas, sedangkan pada siklus II persentase ketuntasan belajar siswa berada pada kategori tuntas. Selain itu juga rata-rata aktivitas siswa pada setiap aktivitas, misalnya aktivitas mendengarkan materi, bertanya dan menjawab pertanyaan.
Saran