FUNGSI DAN RAGAM BAHASA
DIAN PUSPITA, M.Pd.
IBN LAMPUNG
Arti Bahasa
Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang digunakan untuk berkomunikasi oleh
masyarakat pemakainya.
Bahasa yang baik berkembang berdasarkan
suatu sistem, yaitu seperangkat aturan yang
dipatuhi oleh pemakainya.
Ada enam unsur yang tercakup dalam system.
1. Sistem lambang yang bermakna dan dapat dipahami oleh masyarakat pemakainya.
2. Bersifat konvensional yang ditentukan oleh masyarakat pemakainya berdasarkan kesepakatan.
terletak pada kepatuhan penutur bahasa untuk menggunakan lambang itu sesuai dengan konsep yang dilambangkannya. konsep berani, adil, jujur,
tolongmenolong, dan kasih sayang. Jika konsep yang telah disepakati tersebut dilanggar akan terjadi kegagalan kekacauan komunikasi.
3. Lambang-lambang tersebut bersifat arbitrer (manasuka, seenaknya, asal bunyi, tidak ada hubungan logis antara kata-kata sebagai simbol dengan yang disimbolkannya. digunakan secara berulang dan tetap.
lambang bahasa yang berwujud bunyi [sapi] dalam bahasa Indonesia atau [cow]
dalam bahasa Inggris dengan rujukannya, yaitu seekor binatang berkaki empat yang banyak dimanfaatkan manusia, tidak ada hubungannya sama sekali.
4. Sistem lambang tersebut bersifat terbatas, tetapi produktif.
Keproduktifan bahasa Indonesia dapat juga dilihat pada jumlah kalimat yang dapat dibuat. Dengan kosakata yang dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia berjumlah lebih kurang 90.000 buah, kita dapat membuat kalimat bahasa Indonesia yang tak terhingga banyaknya, termasuk juga kalimat- kalimat yang belum pernah ada atau pernah dibuat orang.
5. Sistem lambang bersifat unik, khas, dan tidak sama dengan lambang bahasa lain.
Setiap bahasa memiliki keunikan sendiri- sendiri. Ciri khas ini bisa
menyangkut sistem pembentukan kata, sistem pembentukan kalimat, atau sistem lainnya.
6. Sistem lambang dibangun berdasarkan kaidah yang bersifat universal.
berciri universal adalah setiap bahasa memiliki satuan bahasa yang bermakna yaitu kata, frase, klausa, kalimat dan wacana.
Kata adalah satuan bahasa terkecil yang dapat berdiri sendiri. Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih . Klausa adalah satuan gramatikal yang berupa kelompok kata, sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat dan berpotensi menjadi kalimat.
Buku merah merupakan contoh frasa klausa
Sejak membaca buku itu
Sejak membaca buku itu, pikiran saya semakin terbuka.
Fungsi Bahasa
1. Bahasa sebagai sarana komunikasi
2. Bahasa sebagai sarana integrasi dan adaptasi: Contoh apabila kita berkomunikasi dengan seorang teman akan berbeda dengan bagaimana bahasa yang akan kita gunakan dan cara berkomunikasinya juga akan
berbeda. Kita akan menyesuaikan penggunaan bahasa terhadap teman dan orang yang lebih tua
3. Bahasa sebagai sarana kontrol social: bahasa digunakan sebagai usaha untuk mempengaruhi tingkah laku dan tindak-tanduk orang lain. Semua kegiatan sosial akan berjalan dengan baik karena dapat disatukan
dengan mempergunakan bahasa. Bahasa berfungsi untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain.
4. Bahasa sebagai sarana memahami diri: Melalui pemahaman orang lain yang dihadapi secara cermat dan mendalam, seseorang akan memperoleh wawasan yang luas yang sangat bermanfaat dalam berbagai tingkat pergaulan, penulisan, drama, dan sebagainya.
5. Bahasa sebagai sarana ekspresi diri: bahasa sebagai alat untuk menyalurkan ekspresi diri kita, yang menyatakan bahwa diri kita ada atau menyatakan eksistensi diri kita. berfungsi untuk menyalurkan perasaan, sikap, emosi, atau tekanan-tekanan yang ada dalam diri kita sendiri.
6. Bahasa sebagai sarana memahami orang lain : Melalui pemahaman orang lain yang dihadapi secara cermat dan mendalam, seseorang akan memperoleh wawasan yang luas yang sangat bermanfaat dalam berbagai tingkat pergaulan, penulisan, drama, dan sebagainya.
7. Bahasa sebagai sarana mengamati lingkungan sekitar: Bahasa sebagai alat untuk mengamati masalah tersebut harus diupayakan kepastian konsep, kepastian makna, dan kepastian proses berfikir sehingga dapat
mengekspresikan hasil pengamatan tersebut secara pasti. Misalnya apa yang melatar belakangi pengamatan, bagaimana pemecahan masalahnya, mengidentifikasi objek yang diamati, menjelaskan bagaimana cara (metode) mengamati, apa tujuan mengamati, bagaimana hasil pengamatan, dan apa kesimpulan.
8. Bahasa sebagai sarana berpikir logis: Kemampuan berfikir logis memungkinkan seseorang dapat berfikir logis induktif, deduktif, sebab – akibat, atau kronologis sehingga dapat menyusun konsep atau pemikiran secara jelas, utuh dan konseptual. Melalui proses berfikir logis, seseorang dapat
menentukan tindakan tepat yang harus dilakukan.
9. Bahasa membangun kecerdasan: kemampuan menggunakan ragam bahasa secara tepat sehingga menghasilkan kreativitas yang baru dalam berbagai bentuk dan fungsi kebahasaan.
10. Bahasa mengembangkan kecerdasan ganda: Misalnya, seorang ahli program yang mendalami bahasa, ia dapat membuat kamus elektronik, atau membuat mesin penerjemah yang lebih akurat dibandingkan yang sudah ada.
11. Bahasa membangun karakter: Kecerdasan berbahasa memungkinkan seseorang dapat mengembangkan karakternya lebih baik. Dengan kecerdasan bahasanya, seseorang dapat
mengidentifikasi kemampuan diri dan potensi diri.Pada tingkat yang lebih kompleks , misalnya : membuat proposal yang menyatakan dirinya akan menbuat suatu proyek, kemampuan untuk menulis suatu laporan.
12. Bahasa mengembangkan profesi: Untuk itu semua kaum profesional memerlukan ketajaman, kecermatan, dan keefektifan dalam berbahasa sehingga mempu menciptakan kreatifitas baru dalam profesinya
13. Bahasa sarana menciptakan kreativitas baru: Bahasa sebagai sarana berekspresi dan komunikasi berkembang menjadi suatu pemikiran yang logis dimungkinkan untuk
mengembangkan segala potensinya. Perkembangan itu sejalan dengan potensi akademik yang dikembangkannya.
Ragam Bahasa Berdasarkan Media
1.
Ragam bahasa lisan: berpidato, berdiskusi, dan bertelepon. Ditandai dengan penggunaan lafal/ pengucapan, intonasi (nada), kosakata
(keseluruhan kata), penggunaan tata bahasa dalam pembentukan kata, dan penyusunan kalimat.
Ragam bahasa lisan terdiri dari:
* Ragam bahasa lisan baku
* Ragam bahasa lisan tidak baku (b. pergaulan)
2. Ragam bahasa tulis, ditandai dengan kecermatan menggunakan ejaan dan tanda
baca, kosa kata, penggunaan tata bahasa dalam pembentukan kata, penyusunan
kalimat, paragraf, dan wacana.
Ragam bahasa merupakan hasil penataan secara cermat oleh penggunanya (bukan ekspresi spontan seperti ragam bahasa lisan) sehingga ragam bahasa tulis
memenuhi kriteria, yaitu:
1. Jelas (terkait dengan unsur-unsur gramatikal)
2. Tegas (tidak rancu)
3. Tepat (pilihan kata atau istilah)
4. Lugas (tidak bermajas dan tidak
berpanjang-panjang)
Contoh:
1. Pelafalan baku (dicetak miring) lazim digunakan dalam berbahasa lisan.
* ijin – izin * nomer - nomor * bis – bus * jaman - zaman
2. Pelafalan singkatan
* ac ( ace – ase) * tv – (tivi – teve ) 3. Ragam bahasa lisan (tidak baku)
* Menekankan pilihan kata yang tidak baku.
= Arjuna sedang bikin skripsi (kosa kata) * bentuk kata bahasa lisan cenderung tidak berimbuhan.
= Rina sedang masak nasi
4. Ragam bahasa tulis
Menekankan ragam bahasa baku * Kosakata
Arjuna sedang membuat sekripsi * Bentuk kata
Rina sedang memasak nasi
Ragam Bahasa Berdasarkan Waktu
1. Ragam bahasa lama
Penulisan naskah-naskah lama, mengkaji peristiwa-peristiwa masa lalu
2. Ragam bahasa baru (modern)
Ditandai dengan penggunaan kata-kata
baru, Ejaan yang Disempurnakan, dan
mengekspresikan ilmu pengetahuan dan
teknologi modern
Ragam Bahasa Berdasarkan Pesan
Komunikasi
1. Ragam bahasa ilmiah
2. Ragam bahasa pidato
3. Ragam bahasa tulis resmi
4. Ragam bahasa sastra
5. Ragam bahasa berita
1. Ragam Bahasa Ilmiah
Sarana verbal yang efektif, efisien, baik, dan benar. Lazim digunakan untuk
mengomunikasikan proses kegiatan dan hasil penalaran ilmiah. Misalnya:
a. Proposal kegiatan ilmiah, proposal penelitian
b. Laporan kegiatan (surat, artikel, makalah, naskah)
c. Karya tulis ilmiah (skripsi, tesis,
disertasi)
d. Laporan rutin suatu pekerjaan yang berbentuk surat, artikel, maupun naskah
e. Laporan pertanggungjawaban (kegiatan, keuangan, pemegang saham, uji coba,
proyek, evaluasi, auditing, penelitian)
f. Laporan penelitian yang berbentuk
(analisis, deskriptif, rekomendasi,
deskriptif-analisis)
2. Ragam Bahasa Pidato Dipengaruhi oleh:
a. Tujuan
Menghibur, memberi tahu, mengajak/
meminta b. Situasi
Resmi, tidak resmi
c. Pendekatan isi pidato
Pendekatan akademis/ intelektual,
pendekatan moral, pendekatan sosial
* Pidato resmi menyajikan materi yang
bersifat mulia dan kebenaran yang bersifat universal. Bahasa yang digunakan ragam lisan baku, tanpa unsur kedaerahan, menggunakan lafal yang benar, struktur kalimat sesuai
dengan tata bahasa.
* Pidato tidak resmi, pidato ilmiah,
menyajikan kebenaran fakta yang bersifat objektif, universal dengan ragam bahasa
lisan baku yang serba terukur kebenarannya, misalnya presentasi skripsi, tesis, dan
disertasi.
3. Ragam Bahasa Tulis Resmi
Ditandai oleh:a. Penyajian materi/pesan yang bersifat mulia, dan kebenaran bersifat universal Penggunaan fungsi-fungsi gramatikal , Apa saja contoh kata gramatikal?
Kalimat gramatikal adalah kalimat yang makna katanya berubah-ubah karena mengalami proses pengimbuhan, pengulangan ataupun
pemajemukan yang disesuaikan menurut tata bahasa serta terikat dengan konteks pemakainya.
b. Penggunaan bentuk lengkap
c. Penggunaan imbuhan
d. Penggunaan kata ganti resmi
e. Penggunaan pola frase yang baku
f. Penggunaan ejaan yang baku
Penyajian materi/pesan yang bersifat mulia adalah
4. Ragam Bahasa Sastra
Mengutamakan unsur-unsur keindahan seni, penulis cenderung menerangkan gaya
pengungkapan simbolik dengan memadukan
unsur ekstrinsik dan instrinsik, misalnya
dalam novel, cerita pendek, dan lain-lain.
Ragam bahasa sastra sering digunakan dalam iklan promosi, terutama dalam upaya
menyentuh perasaan konsumen yang menekankan keindahan, kenyamanan, kesenangan, dan lain-lain.
Perbedaan bahasa sastra dan iklan terletak pada tujuannya.
Ragam bahasa sastra menyenangkan bagi
pembacanya, tanpa mendorong pembaca atau pendengar untuk membeli suatu produk.
Sedangkan iklan bersifat persuasif agar
pembaca atau pendengar membeli produk.
4. Ragam Bahasa Berita
Lazim digunakan dalam pemberitaan: media
elektronik (televisi, radio), media cetak (majalah,
surat kabar), dan jurnal. Menyajikan secara utuh dan objektif, dengan memperhatikan:
1. Tidak menambah/ mengurangi fakta
2. Tidak mengubah fakta merdasarkan pendapat penyaji
3. Tidak menambah tanggapan pribadi
4. Tidak memihak kepada siapa pun
5. Tidak menggunakan perasaan suka atau tidak