Salah satu lokasi yang menjadi fokus pengembangan pariwisata di Sumatera Barat sejak tahun 2005 hingga saat ini adalah objek wisata pantai yang ada di kota Padang. Keberadaan Pantai Purus sebagai salah satu objek wisata di Kota Padang sangat menarik untuk dikaji saat ini. Hal ini terbukti dengan berkembangnya kawasan wisata Pantai Purus yang saat ini menjadi kawasan wisata keluarga sebagai salah satu ikon wisata bahari di kota Padang.
Dinamika perkembangan pariwisata Pantai Purus Kota Padang inilah yang saat ini menarik untuk dikaji. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir kawasan pantai Purus Padang mengalami perkembangan yang sangat signifikan dibandingkan tempat wisata lain di kota Padang.
Tindakan Individu Sebagai Agen Penggerak Perubahan: Tinjauan Teoritis
Dimana hubungan sosial dapat mempengaruhi perilaku individu dengan memperkuat perilaku individu. Semakin sering seseorang memberikan imbalan atas suatu peristiwa tertentu yang dapat mempengaruhi perilaku orang lain, maka semakin sering pula orang tersebut mengulangi perilaku tersebut. Semakin bernilai suatu perilaku bagi seseorang, semakin besar kemungkinan atau seringnya ia mengulangi perilaku tersebut.
Semakin tinggi imbalan yang diterima atau akan diterima, semakin besar kemungkinan suatu perilaku akan terulang kembali. Semakin tinggi biaya atau ancaman hukuman, semakin kecil kemungkinan perilaku yang sama terulang kembali.
Pendekatan dan Tipe Penelitian
Studi kasus analisis tingkat tunggal adalah jenis penelitian yang menyoroti perilaku kelompok atau individu dengan suatu masalah penting. Alasan pemilihan studi kasus dalam penelitian ini bukan karena menggambarkan suatu ciri tertentu, melainkan karena kekhususan dan kesederhanaannya, sehingga kasus ini sangat menarik.
Lokasi Penelitian
Informan Penelitian
Informan dalam penelitian ini antara lain Dinas Pariwisata 1 orang, Desa Purus 1 orang, Pemuda Purus 2 orang, Pengunjung 4 orang, Pedagang kawasan Pantai Purus 6 orang, Masyarakat Purus setempat 6 orang.
Teknik Pengumpulan Data
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan secara langsung oleh pewawancara kepada informan dan pertanyaan tersebut direkam atau direkam (Iqbal, 2002). Proses wawancara dilengkapi dengan panduan wawancara yang berisi pedoman mengenai pertanyaan yang akan diajukan sesuai dengan fokus penelitian dan permasalahan penelitian yaitu peran masyarakat lokal dalam pengembangan tempat wisata di kawasan Pantai Purus. Teknik wawancara yang digunakan adalah wawancara mendalam dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tidak terstruktur dalam pedoman wawancara berupa pertanyaan penelitian kepada informan, dan merekamnya dengan alat perekam.
Metode dokumentasi adalah suatu cara pengumpulan data melalui peninggalan-peninggalan tertulis seperti arsip dan termasuk buku-buku tentang pendapat, teori, dalil atau hukum dan hal-hal lain yang berkaitan dengan masalah penelitian (Manan, 1999). Jenis dokumen yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah dokumen yang berbentuk foto, dan penulis mencari serta mempelajari dokumen-dokumen yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti.
Triangulasi Data
Triangulasi data dilakukan dengan cara mengumpulkan data dari sumber yang berbeda, peneliti mengajukan pertanyaan yang sama kepada informan yang berbeda untuk memperoleh data yang valid dengan cara mengecek dan mengecek ulang data tersebut (Danim, 1988). Data dianggap valid apabila data yang diperoleh memberikan jawaban terhadap permasalahan dan sesuai dengan tujuan penelitian yang diajukan. Data yang dianggap valid kemudian dijadikan dasar untuk melakukan analisis agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara akademis dan metodologis.
Menurut Patton, analisis data adalah proses menyusun urutan data, mengorganisasikannya ke dalam pola, kategori, dan unit dasar deskripsi. Menurut Bogdan dan Taylor, analisis data adalah suatu proses yang merinci upaya formal untuk menemukan tema dan merumuskan hipotesis (gagasan) sebagaimana disarankan oleh data dan dalam upaya memberikan dukungan terhadap tema dan hipotesis tersebut. Dari rumusan di atas dapat disimpulkan bahwa analisis data yang pertama berarti pengorganisasian data.
Data yang dikumpulkan sangat luas dan terdiri dari catatan lapangan dan komentar peneliti, gambar, foto, dokumen dalam bentuk laporan, artikel, dll. Pengumpulan data diartikan sebagai suatu proses kegiatan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi untuk memperoleh data yang lengkap. Peneliti mencatat seluruh data secara obyektif dan apa adanya sesuai hasil observasi lapangan dan wawancara.
Reduksi data diartikan sebagai proses memilih, memfokuskan, menyederhanakan, mengabstraksi, dan mentransformasikan data mentah yang berasal dari catatan lapangan tertulis. Penyajian data merupakan kumpulan informasi terstruktur yang memberikan kemungkinan untuk menarik kesimpulan dan mengambil tindakan. Temuan ini didasarkan pada reduksi dan penyajian data yang merupakan respon terhadap permasalahan yang diangkat dalam penelitian.
DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN 1. Kondisi Geografis
- Jumlah Penduduk
- Mata Pencaharian Penduduk
- Karakteristik Kehidupan Masyarakat Purus
- Pantai Purus Padang; Dari Kawasan Kumuh Menjadi Kawasan Wisata Keluarga
Kawasan Pantai Purus saat ini dikenal sebagai kawasan pantai wisata yang banyak dikunjungi wisatawan. Faktanya, di sepanjang pesisir pantai Purus, setidaknya ada 110 kepala keluarga yang mendirikan hunian ilegal semi permanen dan jauh dari kata bersih dan sehat. Dalam perkembangannya, Pantai Purus menjelma menjadi pantai wisata yang dijadikan mata pencaharian warganya untuk berdagang. Perlahan, penolakan terhadap penggusuran yang dilakukan nelayan mereda seiring dengan berkembangnya sektor komersial di sekitar Pantai Purus.
Kondisi seperti inilah yang membuat Pantai Purus menjadi pantai dengan image negatif di mata masyarakat pada umumnya. Berdasarkan visi dan misi di atas, jelas bahwa tujuan wisata Kota Padang khususnya kawasan Pantai Purus ditujukan untuk menciptakan kawasan wisata ramah lingkungan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk mencapai visi dan misi tersebut, setiap tahunnya pihak Dinas Pariwisata mengundang para pedagang di kawasan Pantai Padang, termasuk pedagang Pantai Purus, untuk bergantian melakukan studi banding.
Mereka harus siap menerima sanksi dari dinas dan pedagang lainnya jika melanggar aturan yang dikeluarkan Dinas Pariwisata Kota Padang. Semen Padang dan untuk 50 pedagang lebih, sedang disiapkan penataan dan pengelolaannya oleh Dinas Pariwisata Kota Padang. Butuh anggaran besar untuk mempercantik tempat wisata Pantai Padang, Sumatera Barat, termasuk Pantai Purus.
Bagaimana pun, Kota Padang merupakan pintu gerbang menuju Sumatera Barat, dan pembangunan beberapa fasilitas tersebut tidak akan merugikan desa-desa nelayan di kawasan Pantai Purus. Dalam pengembangan Pantai Purus menjadi pantai wisata, Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah juga menyatakan bahwa tujuan pengembangan pariwisata Padang adalah untuk menciptakan pantai wisata keluarga yang nyaman. Konsep kawasan wisata keluarga dicetuskan oleh Pemerintah Kota Padang, karena kawasan pantai Purus selalu diidentikkan dengan konotasi negatif, kurang tertata dengan baik, dan sering dijadikan tempat prostitusi oleh pasangan suami istri yang tidak terdaftar.
Pengelolaan kawasan Pantai Purus sangat berperan dalam perubahan signifikan terhadap kondisi pantai saat ini, seperti lokasi pantai yang lebih luas, kafe yang lebih tertata, parkir yang sesuai tarif dan bebas pungutan liar. Dengan berbagai event yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Padang, kawasan Purus saat ini mengalami perubahan yang cukup signifikan, semakin indah, tertata dan berdampak pada peningkatan jumlah pengunjung dari tahun ke tahun, serta arena bermain yang semakin beragam. Diharapkan semakin banyak keluarga yang memanfaatkan Pantai Purus sebagai destinasinya, diharapkan dengan adanya objek wisata terbesar ini juga memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar Pantai Purus Padang.
PARTISIPASI MASYARAKAT LOKAL DALAM PENGEMBANGAN PURUS SEBAGAI KAWASAN WISATA KELUARGA
Pembangunan LPC dibantu oleh sejumlah perusahaan dan perbankan di Kota Padang yang saat ini memiliki 11 blok LPC yang terdiri dari 110 kavling dan mampu menampung 110 pedagang. Untuk melengkapi kawasan wisata ini juga dilengkapi dengan area bermain anak seperti banana ride, jet ski, parasailing dan pembangunan lintasan lari sepanjang 280 meter. Berkembangnya kawasan pantai Purus dari pemukiman kumuh yang identik dengan konotasi negatif menjadi kawasan wisata keluarga tidak lepas dari peran serta masyarakat sekitar Purus.
TAHAP PERENCANAAN
Ikut Serta dalam Sosialisasi Pengembangan Wisata Purus Menjadi Wisata Keluarga
Hal ini terkait dengan kesediaan masyarakat untuk terlibat dalam pengelolaan dan promosi kawasan pariwisata, serta kesediaan menerima segala akibat yang timbul dari program tersebut. Bentuk sosialisasi pertama yang dilakukan adalah dengan memberikan informasi kepada masyarakat sekitar Pantai Purus, bahwa kawasan wisata ini akan ditata dan dibersihkan serta dikembangkan menjadi kawasan wisata keluarga. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mempersiapkan masyarakat menerima berbagai perubahan yang akan timbul akibat pembangunan, serta mendukung program agar berjalan sesuai rencana.
Menurut pihak camat, sosialisasi ini dilakukan karena merupakan hal yang paling penting untuk dilakukan agar nantinya tidak ada protes dari masyarakat yang merasa dirugikan dengan rencana pengembangan pantai wisata ini, seperti yang disampaikan oleh Pak Azwin. , selaku sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang, bahwa; Tahap awal yang dilakukan adalah dengan melakukan sosialisasi kepada warga sekitar Purus agar nantinya tidak ada protes dari warga saat terealisasinya pembangunan yang dapat menghambat proyek pembangunan ini. Tahap selanjutnya dilakukan dengan melakukan sosialisasi melalui media agar masyarakat mengetahui program yang telah dicanangkan (Wawancara tanggal 20 November 2015).
Mulai dari pemerintahan baru, kepala desa, hingga pedagang bisa pindah ke desa setempat, pemimpin pedagang dipanggil terlebih dahulu, pedagang kemudian presiden, dan kemudian anggota. Dari ungkapan informan di atas terlihat bahwa sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah terkait dengan masyarakat dari pemerintah kota dan kabupaten Padang, bertujuan untuk mendapatkan respon yang positif dari masyarakat sekitar Purus. Kawasan wisata pantai, sehingga program ini berjalan lancar sesuai program yang telah ditetapkan tanpa adanya penolakan dan perlawanan dari masyarakat. Sosialisasi yang dilakukan pemerintah berupa pertemuan yang membahas rencana tersebut, termasuk soal relokasi ke warung-warung di sekitar pantai.
TAHAP PELAKSANAAN
Masyakat Lokal sebagai prioritas utama dalam pemanfaatan Pantai sebagai sumber matapencarian
Menjaga Kelestarian Pantai dari Prilaku Negatif Pengunjung yang Merusak
Membebaskan Pantai Kawasan dari Pungutan Liar
Membangun streotipe positif kawasan Purus sebagai kawasan wisata 5. Melakukan kontrol sosial di kawasan Pantai Purus
Ikut serta dalam berbagai pelatihan menuju terbentuknyha masyarakat Purus Sadar Wisata
Makalah/Poster
2014 Kegiatan sosialisasi dan pelatihan less study untuk meningkatkan kualitas pembelajaran guru di SMA Negeri Sungai Pua Kabupaten Agam 2014. Kegiatan pelatihan pelaksanaan penelitian tindakan kelas dan penulisan laporan penelitian dalam bentuk tulisan ilmiah dalam rangka peningkatan kompetensi guru sekolah dasar Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solo. Kegiatan Sosialisasi Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Sosiologi Bagi Guru SMA/Madrasah Aliyah Tingkat Kabupaten Padang Pariaman.
Sosialisasi dan Pelatihan Pengelolaan Sampah Tahun 2013, dengan tema Bank Sampah; Menabung sampah untuk mendapatkan Rupiah untuk komunitas perumahan Villa Anggrek, Padang. 2013 Supervisi Dosen Terhadap Mahasiswa Jurusan Sosiologi Dalam Pekan Kreativitas Mahasiswa Bidang Penelitian Dan Lomba Karya Tulis Ilmiah, Dikti 2013 2012 Supervisi Dosen Bidang Penelitian Bagi Mahasiswa Jurusan Sosiologi UNP 2011 Meningkatkan Profesionalisme Guru Di Sekolah Dasar Dalam Pembinaan. Juri Lomba Esai Ilmiah Majelis Ilmiah Nasional (Temilnas) Tahun 2011 dengan tema Love Your Self, Love Yuor Diet di Fakultas Kedokteran UNAND.
Pembicara Tahun 2011 pada Acara Orientasi Mahasiswa Baru FIS UNP mengenai Dinamika Kemahasiswaan antara Perguruan Tinggi dan Organisasi.