• Tidak ada hasil yang ditemukan

G4 PEDOMAN PELAPORAN KEBERLANJUTAN - Blog Staff

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2025

Membagikan "G4 PEDOMAN PELAPORAN KEBERLANJUTAN - Blog Staff"

Copied!
52
0
0

Teks penuh

(1)

Sustainability Reporting dan

Integrated Reparted

(2)

Komponen Pembentuk Nilai Pasar

Ref: Governance is King Marvin E King SC, presentation

(3)

Tujuan Laporan Keuangan

3

Laporan keuangan memberikan infomasi  posisi keuangan, kinerja perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan

Laporan keuangan menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen (stewardship), dan pertanggungjawaban sumber daya yang

dipercayakan kepadanya

Memenuhi kebutuhan sebagian besar pemakai.

Laporan keuangan,

Laporan Tahunan (Annual Reporting),

Laporan Berkelanjutan (Sustainability Reporting)-Tripple bottom line,

Laporan Terintegrasi (Integrated Reporting) Laporan perusahaan

(4)

Keberlanjutan

• Proses untuk mencapai pembangunan manusi

• Berkontribusi melalui Manajemen yang efektif atas sosial, ekonomi dan pemanfaatan lingkungan.

• Pendorong perlunya keberlanjutan

– Peningkatan industrialisasi

– Keterkaitan para pemangku kepentingan – Berkembangnya teknologi

– Dampak globalisasi: kemiskinan, ketidakadilan, ledakan populasi, lingkungan

• Konsep TBL – profit, people dan planet

– Mengembangkan spectrum nilai dan kriteria pengukuran organisasi dan kesuksesan sosial, ekonomi dan lingkungan

– Dalam perusahaan, komitmen atas CSR berimplikasi komitmen terhadap pelaporan TBL

(5)

What is the King?

Profit ? Cash ? Governance?

Financial

Statement Annual

Report Sustainability

Reporting Integrated Reporting

(6)

Laporan Keuangan

• Nilai wajar

• Penggunaan principles based

• Pengungkapan lebih banyak

Menggunakan standar Akuntansi Global : IFRS

Fokus substansi ekonomi

• Relevance

• Representational faithfullness

Karakteristik Utama

(7)

Empat Pilar Standar Akuntansi Indonesia

7

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik signifikan - SAK-ETAP Standar Akuntansi Syari’ah – SAK Syariah

Standar Akuntansi Pemerintahan - SAP

(8)

Perkembangan Akuntansi 2015

Lap L/R komprehensif Lap laba rugi dan penghasilan komprehensif lain

Item yang tidak akan direklasifikasi dalam laba rugi periode berikutnya

Revaluasi aset reklasifikasi ke saldo laba

Pengukuran kembali utang manfaat pensiun actuaria gain or loss

Item yang akan direklasifikai laba rugi pada periode berikutnya

Laba yang belum direalisasi dari available for sale securities

Keuntungan atau kerugian translasi

Keuntungan atau kerugian lindung nilai arus kas

Bagian penghasilan komprehensif dari asosiasi dan ventura bersama

Penghasilan Komprehensif lain

Instrumen keuangan, bunga efektif PSAK 50, 55, 60

Aset tetap dan property investasi – option PSAK 16, 13

Penurunan nilai - Impairment of asset PSAK 48

Agriculture: aset biologi dan produk agrikultur: nilai wajar PSAK 69

Fair value

Konsolidasi  PSAK 65

Pengaturan bersama PSAK 66

Economic Substance

(9)

PT PERTAMINA (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2015

(Dinyatakan dalam ribuan Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)

(10)

Pengungkapan

Pengungkapan yang diharuskan dalam setiap standar

Pengungkapan ini merupakan pengungkapan wajib

Namun ada bebeapa yang belum menerapkan secara penuh  tidak taat terhadap standar

Pengungkapan dalam Laporan Keuangan - mandatory

Pengungkapan laporan tahunan menurut ketentuan OJK

Pengungkapan khusus yang diatur oleh regulator tertentu

Pengungkapan dalam laporan lain - mandatory

Pengungkapan dalam laporan keuangan yang tidak diwajibkan oleh standar : data cadangan untuk perusahaan oil dan gas, laporan keuangan tersendiri

Pengungkapan lain yang tidak wajiab  laporan keberlanjutan (SR)

Pengungkapan tambahan - voluntary

(11)

Manfaat Pengungkapan

Pengungkapan merupakan salah satu satu pilar dalam tata kelola yang baik - transparansi

Pengungkapan akan mengurangi kesenjangan informasi.

– Agency problem

Pengungkapan akan mengurangi cost of capital – Botosan (1997)

Pengungkapan mengurangi cost of debt – Sengupta (1998)

Efisiensi biaya

(12)

Laporan Tahunan (Bapepam X.K.6)

Iktisar data keuangan penting

Laporan Dewan Komisaris

Laporan Dewan Direksi

Profil Perusahaan

Analisis dan pembahasan Manajemen

Tata kelola perusahaan

Tangggung jawab sosial perusahaan

Laporan keuangan tahunan yagn telah diaudit

Surat pernyataan tanggung jawab BOC & BOD atas kebenaran LT Informasi keuangan dan non keuangan

LK : pendapatan, laba bruto, laba bersih, laba komprehensif

Asert, liabilitias, ekuitas

Rasio keuangan: ROE, ROA, rasio lancar, liabilitas/ekuitas

Informasi saham, volume perdagangan, harga saham Data keuangan

BOC, BOD, komite aduit, komite lain, Sekper, Internal auditor, sistem pengendalian, Manajemen risiko, perkara hukum, sanksi, kode etik, kepemilkan saham, whistleblowing

Tata kelola perusahaan

(13)

Laporan Tahunan – Tanggung Jawab Sosial

lingkungan hidup, seperti penggunaan material dan energi ramah lingkungan dan daur ulang, sistem pengolahan limbah, sertifikasi lingkungan;

praktik ketenagakerjaan, kesehatan, dan keselamatan kerja, seperti gender dan kesempatan kerja, sarana dan keselamatan kerja, tingkat perpindahan (turnover) karyawan, kecelakaan kerja, pelatihan, dan lain-lain;

pengembangan sosial dan kemasyarakatan, seperti tenaga kerja lokal, pemberdayaan masyarakat sekitar, perbaikan sarana dan prasarana sosial,bentuk donasi lainnya, dan

tanggung jawab produk, seperti kesehatan dan keselamatan konsumen, informasi produk, sarana, pengaduan konsumen, dan lain-lain.

tanggung jawab sosial perusahaan meliputi kebijakan, jenis program, dan biaya yang dikeluarkan:

pada laporan tahunan

laporan tersendiri yang disampaikan bersamaan dengan laporan tahunan kepada Bapepam dan LK, seperti laporan keberlanjutan (sustainability report) atau laporan tanggung jawabsosial perusahaan (corporate social responsibility report).

Pengungkapan dilakukan:

(14)

G4 PEDOMAN PELAPORAN KEBERLANJUTAN

Prinsip-prinsip untuk Menentukan Konten Laporan

Prinsip-prinsip untuk Menentukan Kualitas Laporan PRINSIP-PRINSIP PELAPORAN

Strategi dan Analisis

Profil Organisasi

Aspek Material dan Boundary Teridentifikasi

Hubungan dengan Pemangku Kepentingan

Profil Laporan

Tata Kelola

Etika dan Integritas

Pengungkapan Standar Umum

G4 Pedoman Pelaporan Keberlanjutan - GRI

(15)

G4 PEDOMAN PELAPORAN KEBERLANJUTAN

• Panduan untuk Pengungkapan Pendekatan Manajemen

• Panduan untuk Indikator dan Pengungkapan Spesifik

• Kategori: Ekonomi

• Kategori: Lingkungan

• Kategori: Sosial

• Sub-Kategori: Praktik Ketenagakerjaan dan Kenyamanan Bekerja

• Sub-Kategori: Hak Asasi Manusia

• Sub-Kategori: Masyarakat

• Sub-Kategori: Tanggung Jawab atas Produk

Pengungkapan Standar Khusus

G4 Pedoman Pelaporan Keberlanjutan - GRI

(16)

G4 Prinsip Menentukan Konten Laporan

Prinsip: Organisasi harus mengidentifikasi para pemangku kepentingannya, dan menjelaskan bagaimana organisasi telah menanggapi harapan dan kepentingan wajar dari mereka.

PELIBATAN PEMANGKU KEPENTINGAN

Prinsip: Laporan harus menyajikan kinerja organisasi dalam konteks keberlanjutan yang lebih luas.

KONTEKS KEBERLANJUTAN

Principle: Laporan harus mencakup Aspek yang:

Mencerminkan dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial yang signifikan dari organisasi; atau

Secara substantial memengaruhi asesmen dan keputusan pemangku kepentingan

MATERIALITAS

G4 Pedoman Pelaporan Keberlanjutan - GRI

(17)

G4 Prinsip Menentukan Kualitas Laporan - 1

Prinsip: Laporan harus mencerminkan aspek-aspek positif dan negatif dari kinerja organisasi untuk memungkinkan dilakukannya asesmen yang beralasan atas kinerja

organisasi secara keseluruhan.

KESEIMBANGAN

Prinsip: Organisasi harus memilih, mengumpulkan, dan melaporkan informasi secara konsisten. Informasi yang

dilaporkan harus disajikan dengan cara yang memungkinkan para pemangku kepentingan menganalisis perubahan

kinerja organisasi dari waktu ke waktu, dan yang dapat mendukung analisis relatif terhadap organisasi lain.

KOMPARABILITIAS

G4 Pedoman Pelaporan Keberlanjutan - GRI

(18)

G4 Prinsip Menentukan Kualitas Laporan - 2

• Prinsip: Informasi yang dilaporkan harus cukup akurat dan terperinci bagi para pemangku

kepentingan untuk dapat menilai kinerja organisasi.

AKURASI

• Prinsip: Organisasi harus membuat laporan

dengan jadwal yang teratur sehingga informasi tersedia tepat waktu bagi para pemangku

kepentingan untuk membuat keputusan yang tepat.

KETEPATAN WAKTU

(19)

G4 Prinsip Menentukan Kualitas Laporan - 3

• Prinsip: Organisasi harus membuat informasi tersedia dengan cara yang dapat dimengerti dan dapat diakses oleh pemangku kepentingan yang menggunakan laporan.

KEJELASAN

• Prinsip: Organisasi harus mengumpulkan, mencatat, menyusun, menganalisis, dan

mengungkapkan informasi serta proses yang

digunakan untuk menyiapkan laporan agar dapat diuji, dan hal itu akan menentukan kualitas serta materialitas informasi

KEANDALAN

(20)

G4 Pengungkapan Standar Umum - 1

G4 Pedoman Pelaporan Keberlanjutan - GRI

(21)

G4 Pengungkapan Standar Umum -2

G4 Pedoman Pelaporan Keberlanjutan - GRI

(22)

G4 Pengungkapan Standar Khusus - 1

G4 Pedoman Pelaporan Keberlanjutan - GRI

(23)

G4 Pengungkapan Standar Khusus - 2

G4 Pedoman Pelaporan Keberlanjutan - GRI

(24)

G4 Pengungkapan Standar Khusus - 3

G4 Pedoman Pelaporan Keberlanjutan - GRI

(25)

G4 Pengungkapan Standar Khusus - 4

G4 Pedoman Pelaporan Keberlanjutan - GRI

(26)

SR – Ilustration ANTAM

SR PT ANTAM (Persero)

(27)

SR – Ilustration ANTAM

SR PT ANTAM (Persero)

(28)

SR – Ilustration ANTAM

SR PT ANTAM (Persero)

(29)

SR – Ilustration ANTAM

SR PT ANTAM (Persero)

(30)

Reporting Missmatch

STRATEGY AND GOVERNANCE

IMPLEMENTATION PLANS

BUSINESS AS USUAL

Business value

STRATEGIC ISSUES FORECASTS / PLANS

PAST PERFORMANCE

Reporting content

Reff: Slide by International Integrated Reporting Council

(31)

Sustainability Reporting dan Integrated Reporting SR - IR

• Standar ID dirumuskan oleh International Integrated Reporting Council

• IR merupakan tren yang muncul dalam pelaporan perusahaan, untuk

memberikan tawaran berupa representasi terpadu dari faktor-faktor kunci yang material bagi penciptaan nilai sekarang dan yang akan datang kepada pemodal.

• IR mengembangkan laporan terpadu dengan menggunakan dasar-dasar dan pengungkapan dalam SR.

• Melalui IR  organisasi secara singkat dapat menceritakan :

tentang bagaimana strategi tata kelola

kinerja

prospek yang mengarah pada penciptaan nilai dari waktu ke waktu.

• IR bukanlah kutipan dari laporan tahunan biasa maupun kombinasi dari laporan keuangan tahunan dan laporan keberlanjutan.

• IR saling berhubungan dengan laporan dan komunikasi lain melalui referensi kepada informasi tambahan yang rinci yang disediakan terpisah.

G4 Pedoman Pelaporan Keberlanjutan - GRI

(32)

Sustainability Reporting dan Integrated Reporting SR - IR

• Meskipun tujuan pelaporan keberlanjutan dan pelaporan terpadu bisa saja berbeda, SR merupakan unsur intrinsik dari IR.

• SR mempertimbangkan relevansi keberlanjutan terhadap organisasi dan juga membahas prioritas keberlanjutan dan topik utama, dengan fokus pada dampak dari tren keberlanjutan, risiko dan peluang pada prospek jangka panjang, dan kinerja keuangan organisasi.

• Laporan keberlanjutan merupakan dasar untuk melakukan pemikiran dan pelaporan terpadu organisasi berupa masukan untuk mengidentifikasi isu- isu yang material, tujuan strategis dan asesmen kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan tersebut, dan menciptakan nilai dari waktu ke waktu.

G4 Pedoman Pelaporan Keberlanjutan - GRI

(33)

Integrated Reporting

• Stakeholder Theory – perusahaan dapat sustainable menjaga kinerjanya jika mampu menjaga hubungan dengan para

stakeholder

• Corporate Governance – perusahaan mengarahkan dan

mengendalikan organisasi dengan menjaga hubungan dengan para stakeholder dalam rangka meningkatkan kinerja

perusahaan.

G4 Pedoman Pelaporan Keberlanjutan - GRI

(34)

Integrated Reporting

IR – dikembangkan dari proktik pelaporan keuangan dan

environmentl, social dan governance, sebagai alat perusahaan

untuk mengelola operasi, merk, reputasinya terhadap stakeholder dan mengelola risiko yang timbul dalam keberlanjutan organisasi (King, 2010)

IR – laporan tunggal yang menyediakan informasi tentang risiko,

peluang, strategi yang berhubungan dengan sosial, lingkungan, ekonomi dan keuangan sehingga stakeholder dapat menilai

organisasi dalam menciptakan dan mempertahankan nilai dalam jangka pendek dan panjang (Leuner, 2012)

IR – Laporan yang menyajikan informasi terkait keuangan,

lingkungan, sosial dan aspek lain untuk disampaikan kepada stakeholder (Roth, 2014)

G4 Pedoman Pelaporan Keberlanjutan – GRI,

(35)

Integrated Reporting

• International Integrated Reporting Council

NGOs Companies

Investors

Accounting Standard

setters Regulators

Chair: Prof Mervyn King CEO: Paul Druckman

Reff: Slide by International Integrated Reporting Council

(36)

Integrated Reporting

• Visi:

– Menyajikan informasi mengenai strategi organisasi, governance, kinerja dan potensi perusahaan yagn menggambarkan aspek komersial, social dan lingkungan.

– Laporan menyajikan secara jelas dan ringkas bagaimana perusahaan memiliki nilai saat ini dan di masa depan.

– Menggabungkan elemen pending keuangan, pendapat Manajemen, governance, sustainability secar komprehensif dan menunjukkan bagaimana hubungan antar elemen dan bagaimana elemen tersebut mempengaruhi organisasi dalam menciptakan dan mempertahankan nilai tambah jangka pendek, menengah dan panjang.

Reff: Slide by International Integrated Reporting Council

(37)

Integrated Reporting

• Konsep dasar IR

• Informasi lebih ringkas tentang nilai bukan sekedar keuangan

• Fokus pada strategi dan orientasi masa depan

• Mengurani jumlah volume laporan

• Meningkatkan keterkaitan antar informasi

• Elemen IR

• Diskripsi organisasi dan lingkunan eksternal

• Governance

• Peluang dan Risiko

• Strategi dan alokasi sumber daya

• Model bisnis

• Kinerja

• Pandangan prospek masa depan

Reff: Slide by International Integrated Reporting Council

(38)

The Framework: Fundamental Concepts

The Value Creation Process

(39)

Integrated Reporting

• Sumber daya (input) dan outcome

– Financial : dana yang diperoleh melalui modal, utang, internal

– Manufactured: obyek fisik manufaktur, gedung, peralatan – Intellectual : pengetahuan, system, prosedur, reputasi

– Human – sumber daya manusia, kompetensi, pengalaman, motivasi

– Social relationship – institusi dan hubungan antar komunitas dan stakeholder

– Natural – sumber daya alam yang dapat dan tidak dapat

diperbaharuai yagn mendukung tersedianya barang dan jasa

Reff: Slide by International Integrated Reporting Council

(40)

Integrated Reporting

• Processs

Visi dan misi

Governance : dana yang diperoleh melalui modal, utang, internal – Risiko dan peluang

Strategi alokasi sumber dayaBusiness model:

Input

Business activities

Output

Outcomes

KinerjaOutlook

Reff: Slide by International Integrated Reporting Council

(41)

Integrated Reporting

• Manfaat (Fellow 2012)

– Pemahaman yang lebih baik bagaimana perusahaan menciptakan nilai

– Komunikasi kepada pihak eksternal yang lebih konsisten – Analisis masa depan yang lebih tepat

– Bermanfaat bagi perusahaan dalam menentukan value creation indicators

Reff: Slide by International Integrated Reporting Council

(42)

Integrated Reporting

Reff: Roth 2014

Komunikasi

Informasi lebih sesuai kebutuhan

Informasi non keuangan lebih akurat

Kesepakatan investor dan stakeholder lebih besar

Pengembangan Bahasa informasi yang sama

Kolaborasi yang lebih kuat

Kejelasan hubungan dan komitmen antar fungsi

Pelaporan internal dan eksternal lebih konsisten

Manajemen Risiko

Kepsercayaan tinggi dari pemegang saham utama

Meningkatkan kemampuan

mengindentifikasi dan mengelola risiko

Reputasi risiko yang rendah

Biaya

Keputusan alokasi sumber daya lebih

baikIdentifikasi peluang yang lebih baik untuk efisiensi, diferensiasi dan inovasi

Cost of capital yang lebih rendah karena disclosure lebih baik

(43)

Bob Laux Senior Director of Financial Accounting and Reporting Microsoft Corporation AICPA Insights Article

1. Communicating vs. Complying 2. Reporting the Intangibles

3. Breaking Down Silos 4. Increasing Transparency

Why should you care about <IR>?

Reff: Slide by International Integrated Reporting Council

(44)

strategy, governance, performance, prospects Financial

reporting

Other reporting concise communication about value

<IR>: A new focus

Reff: Slide by International Integrated Reporting Council

(45)

Integrated Reporting

integrated report integrated

thinking

What is <IR>?

Reff: Slide by International Integrated Reporting Council

(46)

<IR> aims to:

Efficient and productive allocation of capital

Cohesive and efficient approach to corporate

reporting Support integrated

thinking

Enhance accountability

Reff: Slide by International Integrated Reporting Council

(47)

The Framework: Core features

Content Elements Fundamental

Concepts Guiding Principles

• Value Creation for the organization and for others

• The Capitals

• The Value Creation Process

Reff: Slide by International Integrated Reporting Council

(48)

The Framework: Fundamental Concepts

Reff: Slide by International Integrated Reporting Council

(49)

The Framework: Guiding Principles

Strategic focus and future orientation

Connectivity of information

Stakeholder relationships

Materiality

Conciseness

Reliability and completeness

Consistency and comparability

Underpins preparation Informs content

Presentation of information Judgement is needed

Reff: Slide by International Integrated Reporting Council

(50)

Questions to be answered Unique story

Connections apparent Not a set sequence

Not isolated, standalone sections

The Framework: Content elements

Organizational overview and external

environment

Governance

Business model

Risk and opportunities

Strategy and resource allocation

Performance

Outlook

Basis for preparation and presentation

General reporting guidance

Reff: Slide by International Integrated Reporting Council

(51)

TERIMA KASIH

Profesi untuk Mengabdi pada

Negeri

Dwi Martani

Dosen Departemen Akuntansi FEB Universitas Indonesia 081318227080

[email protected] atau [email protected] http://staff.blog.ui.ac.id/martani/

Akuntan

(52)

Referensi

Roth H. P. (2014), Is Integrated Reporting in the Future?, the CPA Journal, March 62- 67

King M. (2010), /International Integrated Reporting Committee Forms, Business and the Environment, September, 6-8.

Fellow (2012) Integrated Reporting Leads to Better Business Understanding, Accounting Practice, 8(25), 1026

Leuner, J. B. (2012), Integrated Reporting Takes Hold, Communication World. 29 (2) 33-34.

Botosan, Cristine A., (1997). Disclosure level and the cost of equity, The Accounting Review, Vol 72. No 1, 323-349.

Sengupta, Partha., (1998), Corporate disclosure quality and the cost of debt, The Accounting Review, Vol 74. No 459, -474.

Keputusan Babepem dan LK Kep-481/BL/2012

G4 Pedoman Pelaporan Keberlanjutan, Global Reporting Initiatives

Slide Integrated Reporting by International Integrated Reporting Council

Reff: Slide by International Integrated Reporting Council

Referensi

Dokumen terkait