• Tidak ada hasil yang ditemukan

gadget dan budaya literasi (studi di sma negeri 12

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "gadget dan budaya literasi (studi di sma negeri 12"

Copied!
109
0
0

Teks penuh

Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk memahami realitas sosial dari alat dan budaya literasi, Informan ditentukan dengan menggunakan purposive sampling, berdasarkan karakteristik informan yang ditentukan yaitu siswa SMA Negeri 12 Makassar. Rahman Rahim, S.E, M.M, Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, Erwin Akib, M.Pd, Ph.D, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr.

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kali ini yang menjadi bahaya laten gadget bagi pelajar adalah mengenai penggunaan gadget jika kita tidak mengawasinya. Solusi untuk mengatasi atau mencegah berbagai dampak negatif penggunaan gadget pada siswa salah satunya adalah gadget.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Defenisi Operasional

Konsep gadged di era Moderen

  • Empat Era Perkembangan Teknologi Informasi
  • Gadged di Era Modernisasi
  • Teori Pendukun

Teori ini dapat tertanam dalam masyarakat modern dimana media massa dalam masyarakat modern dianggap sangat penting untuk mencapai tujuan dari beberapa proses. Konsisten dengan apa yang dikatakan oleh teori use and gratifications, teori ini memperkirakan bahwa seseorang mengandalkan informasi yang berasal dari media massa untuk memenuhi kebutuhan orang tersebut dan mencapai tujuan tertentu dari proses konsumsi media massa.

Konsep Literasi dalam Pembelajaran

Berpartisipasi di seluruh dunia, siswa kami yang berusia 15 tahun (SMP/MTs dan SMA/MA/SMK) mengambil bagian dalam pengukuran literasi membaca, matematika, dan keterampilan literasi yang diselenggarakan oleh Program for International Student Assessment (PISA). Hal ini dimasukkan dalam KD agar pendidik dapat mengukur prestasi membaca siswa.

Kerangka Pikir

  • Dampak Gadget Terhadap Budaya Literasi pada siswa-siswi
  • Dampak Positif
  • Dampak Negatif

Mampu melahirkan pelajar dan putri yang memberdayakan budaya literasi dalam berbagai media yang disediakan untuk mengembangkan ilmu pengetahuannya. Keluarga juga berperan besar dalam menciptakan budaya literasi di kalangan siswa, terutama peran orang tua. Kurangnya peran orang tua dalam memantau dan menanamkan kebiasaan membaca dan menulis pada anak juga menjadi salah satu faktor menurunnya budaya literasi.

Dampak yang ditimbulkan oleh perkembangan gadget terhadap budaya literasi dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu dampak positif dan dampak negatif. Kemajuan ICT juga akan memungkinkan berkembangnya budaya literasi dengan menyediakan e-book yang mudah diakses.

Gambar 2.1. Bangan kerangka pikir
Gambar 2.1. Bangan kerangka pikir

Jenis Penelitian

Berbeda dengan ciri-ciri penelitian kualitatif yang diuraikan di atas, maka dapat dikatakan bahwa dalam penelitian ini peneliti berperan langsung sebagai instrumen penulis utama, langsung melakukan proses penelitian dan aktif melakukan wawancara, berbagai bahan atau bahan yang berkaitan dengan rumusan penelitian. permasalahan yang ada.skripsi terkait Gadget dan Budaya Literasi di SMA Negeri 12 Makassar. Terletak di SMA Negeri 12 Makassar yang merupakan sebuah sekolah menengah atas negeri di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Alasan pemilihan lokasi penelitian ini adalah agar kita lebih mudah menemukan objek atau pelaku penggunaan gadget, lebih spesifiknya siswa yaitu siswa SMA Negeri 12 Makassar sehingga ketika kita mengambil atau mencari informasi untuk pengaruh gawai terhadap budaya literasi, kita akan menjadi lebih muda, untuk membuat perbandingan antara siswa yang aktif menggunakan gawai dan yang tidak.

Informasi kunci dalam penelitian ini mengacu pada siswa SMA Negeri 12 Makassar yang terdiri dari 35 siswa kelas X MIPA 12 dan dari SMA Negeri 12 Makassar.

Fokus Penelitian

Segala sesuatu yang ada di dunia ini jika dimanfaatkan dengan baik maka akan membuahkan hasil yang baik, sedangkan jika digunakan secara berlebihan maka akan menimbulkan dampak negatif. Namun di sisi lain, hal sebaliknya terjadi akibat kelalaian atau ketelitian pengguna dalam memanfaatkan fungsi sebenarnya. Apalagi sebagian pelajar sudah mulai terpengaruh oleh gadget tersebut, sehingga tujuan penelitian ini jelas ingin mengetahui seberapa buruk dampak perkembangan gadget di kalangan akademisi.

Instrumen Penelitian

Informasi awal, peneliti melakukan observasi mendalam melalui wawancara kepada siswa SMA Negeri 12 Makassar, serta melakukan observasi. Dan dari pertanyaan yang disusun oleh informan peneliti akan menjawab sesuai dengan pertanyaan yang diajukan. Lembar observasi merupakan lembar kerja yang berfungsi mengamati siswa dan siswa untuk melihat tingkat perangkat dan penerapan budaya literasi di lingkungan sekolah dan kelas.

Jenis dan Sumber Data

Observasi ini dilakukan di SMA Negeri 12 Makassar khususnya di kelas X sebagai tempat peneliti melakukan penelitian terhadap siswa.

Teknik Pengumpulan Data

Percakapan dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan orang yang diwawancarai yang memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. Observasi dilakukan peneliti untuk mengumpulkan data yang sesuai dengan sifat penelitiannya, karena melakukan observasi langsung atau disebut observasi terlibat, dimana peneliti juga menjadi instrumen atau alat dalam penelitian, sehingga peneliti harus mencari data. dirinya dengan cara terjun langsung atau mengamati dan melihat langsung beberapa informan yang telah ditentukan sebagai sumber data. Dimana observasi ini dilakukan di SMA Negeri 12 Makassar sebagai tempat penelitian Gadget dan Budaya Literasi.

Dokumentasi penelitian ini berupa aktivitas yang dilakukan siswa SMA Negeri 12 Makassar di dalam kelas dan di luar kelas.

Teknik Analisis Data

  • Teknik Keabsahan Data

Bagaimanapun, hal ini memperkuat hasil penelitian sebagai bukti keabsahan data. Sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan (kegiatan), dan selebihnya berupa dokumen (data pelengkap). Kesalahan data dipastikan dapat menimbulkan kesalahan pada hasil penelitian. Penelitian kualitatif dapat dinyatakan valid apabila mempunyai tingkat reliabilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan komparabilitas.

Memperluas observasi, dengan observasi yang diperluas, berarti peneliti kembali ke lapangan, melakukan observasi lain, dan melakukan wawancara yang ditemui sebelumnya atau sumber data baru. Dengan demikian kepastian data dan urutan kepastiannya dapat terekam secara pasti dan sistematis, karena peneliti dapat memeriksa kembali apakah data yang ditemukan itu salah atau tidak.

Deskripsi umum lembaga pendidikan

Bagi remaja yang duduk di bangku SMA, minat belajar merupakan faktor yang memerlukan perhatian khusus. Apalagi banyak hal yang dirasa lebih menarik dari pada kegiatan belajar, Minat belajar memegang peranan penting dalam menentukan prestasi belajar siswa. Siswa yang mempunyai minat belajar akan memusatkan perhatiannya pada pembelajaran sehingga dapat berkonsentrasi dengan baik.

Banyak faktor yang mempengaruhi minat belajar, diantaranya adalah penggunaan gadget dan lingkungan belajar. Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMA Negeri 12 Makassar pada bulan Agustus 2018 diperoleh. Data menunjukkan bahwa 4 siswa kelas X 2 matematika dan 6 siswa kelas X IPS 3 memiliki minat belajar yang rendah dan mulai tertarik pada kegiatan lain.

Penggunaan Gadget untuk membudayakan Literasi di era Globalisasi

Saat ini pengembangan budaya literasi perlu digencarkan secara serius, yakni tradisi membaca dan menulis harus terus dikembangkan, mengingat melalui membaca kemajuan pendidikan akan semakin cepat. Kebiasaan membaca dan menulis harus terus dikembangkan di sekolah-sekolah dunia akademik, mengingat saat ini pemerintah telah mengeluarkan peraturan bahwa guru yang ingin maju harus menghasilkan karya tulis. Koalisi ini diperlukan sebagai perekat yang mempertemukan potensi-potensi yang tersebar sehingga gerakan membaca dan menulis dimulai dari gerakan masyarakat skala kecil di tingkat daerah hingga menjadi gerakan skala makro di tingkat nasional.

Untuk mempercepat terbentuknya koalisi budaya baca tulis ini nampaknya diperlukan keseriusan dari pengambil kebijakan (pemerintah) hingga masyarakat agar kebiasaan membaca dan menulis menjadi sebuah kebutuhan di tingkat keluarga, sekolah, dan masyarakat. masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian dan survei UNESCO pada tahun 2012, penduduk Indonesia khususnya hanya 0,001% yang berminat membaca.

Hasil Penelitian

  • Penguna gadget pada siswa di SMA Negeri 12 Makassar
  • Bagaimana dampak penggunaan gadged terhadap budaya literasi pada siswa

Secara keseluruhan, 80% siswa SMA Negeri 12 Makassar aktif menggunakan gadget di sekolah karena kecenderungannya terhadap gadget. Dan di kalangan pelajar yang aktif dan rata-rata memiliki smartphone, sangat sedikit yang menggunakan gadgetnya untuk hal-hal yang bermanfaat atau menggunakan gadget yang dimilikinya untuk membuat dirinya lebih pintar dan mendapatkan pemahaman yang lebih luas dengan berbagai jenis aplikasi. siswa yang bersemangat belajar dan bersemangat berkreasi dan berinovasi melalui gadget tersebut. Dengan kenyataan seperti itu, dapat dipastikan akan banyak perubahan yang terjadi pada pelajar pengguna gadget.

Kecenderungan masyarakat yang hidup bergantung pada gadget yang dimilikinya membuat hal ini menarik untuk ditelusuri dan karena banyaknya peminat gadget. Gadget yang digunakan oleh siswa sekolah dasar, menengah, menengah atau kejuruan dapat mempengaruhi minat dan motivasi belajar siswa. Karena siswa merasa asyik bermain gadget, siswa menjadi individualistis dan egois karena setiap hari hanya berinteraksi dengan gadget tanpa perasaan. kebutuhan akan teman atau orang lain dalam hubungan sosial dengan siapa mereka harus hidup (Dt.7/ww/Gr/P/2018)”.

Pembahasan

  • Respon Siswa SMA Negeri 12 Makassar Terhadap Gadget Dan Budaya Litersi Yang Berkembangan Saat Ini
  • Hasil Wawancara Dari Siswa-Siswi SMA Negeri 12 Makassar Tentang Gadget Dan Budaya Literasi
  • Memperluas Wawasan dan Ilmu pengetahuan: Memperluas Wawasan dan Ilmu Pengetahuan ketika kita sedang mencari tugas di internet tanpa
  • Sebagai sumber tambahan Pelajaran Yang belum di mengerti di Sekolah: Pernah tidak saat kita belajar di sekolah lantas kita tidak mengerti
  • Melatih Siswa Supaya Mengetahui Cara-cara Penggunaan Komputer
  • Sebagai Sarana Komunikasi: Sarana Komunikasi. Manfaat Internet Bagi Pelajar maupun mahasiswa untuk menggunakannya seperti itu melainkan
  • Penyaluran Bakat. Internet bermanfaat sebagai ajang penyaluran bakat

Wajar jika orang tua memberikan contoh dan membangkitkan minat belajar siswa sejak dini, agar siswa terbiasa belajar. Sebaliknya jika sarana dan prasarana belajar siswa tidak memadai maka minat belajar siswa akan menurun. Teman pergaulan siswa baik di sekolah maupun di rumah dapat mempengaruhi minat belajar siswa.

Media massa seperti televisi, radio, majalah, surat kabar bahkan alat komunikasi (ponsel/gadget) juga dapat mempengaruhi minat belajar siswa. Banyak faktor yang mempengaruhi minat siswa dalam belajar dan membaca (reading), namun pengaruh terbesar saat ini adalah teknologi.

Tabel 5.1  hasil wawacara penggunaan gadget pada siswa kelas x
Tabel 5.1 hasil wawacara penggunaan gadget pada siswa kelas x

PENUTUP

Simpulan

Saran

  • Profil Sekolah/Identitas Sekolah
  • Foto-Foto

PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS. Yenni Astuti Labalo, S.Pd Adrianus Lintin, SS Herawati, S.Pd Suhaeni, S.Si Ayu Mustika Utami Aziz, S.Si, S.Pd. PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS PNS.

Miftahul Jannah, SPd Rini Anggriani, SPd Arga Galianzah Nurliah Karim, SPd Sri Puji Astuti, SPd Nurul Fajrin Damis, SPd M. Khayrun, SPd Herman, SPd Yuliantono, S. Pd Meisar Hidayat, S.Pd Safriadi, S.Pd. Namen van informanten uit interviewresultaten over gadgets en alfabetiseringscultuur bij SMA Negeri 12 Makassar; Domeinanalyseresultaten (interesse van studenten in gadgets en alfabetiseringscultuur) op Makassar Gadget en staatshogescholen.

Maka pada tahun 2009, penulis melanjutkan pendidikannya di SMA Negeri 6 Halmahera Timur dan tamat pada tahun 2012.

Gambar 1.. Struktur Organisasi Sekolah SMA Negeri Makassar
Gambar 1.. Struktur Organisasi Sekolah SMA Negeri Makassar

Gambar

Gambar 2.1. Bangan kerangka pikir
Tabel 5.1  hasil wawacara penggunaan gadget pada siswa kelas x
Tabel 5.2  hasil wawacara keminatan Literasi di dalam kelas
Gambar 1.. Struktur Organisasi Sekolah SMA Negeri Makassar
+4

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu, jika agen yang menggunakan metoda land clearing konvensional tidak diberi sanki atas kerugian dari kedua jenis jasa ekosistem tersebut, maka seha- rusnya agen