• Tidak ada hasil yang ditemukan

gambaran status sosial ekonomi keluarga anak putus

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "gambaran status sosial ekonomi keluarga anak putus"

Copied!
114
0
0

Teks penuh

Ag dan Ibu Dilla Astarini, M.Pd yang telah banyak memberikan bimbingan kepada penulis dalam menyelesaikan disertasi ini. Wahyuni ​​​​​​​​Nila Agustiana, NIM Deskripsi status sosial ekonomi keluarga anak putus sekolah di Desa Talang Midun Kabupaten Bengkulu Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan status sosial ekonomi yang menyebabkan anak putus sekolah di Desa Talang Midun Kabupaten Bengkulu Utara.

“Deskripsi Status Sosial Ekonomi Keluarga Anak Putus Sekolah di Desa Talang Midun Kabupaten Bengkulu Utara”. Pak. dan Ibu dosen Departemen Dakwah UINFAS Bengkulu yang telah mengajar, membimbing dan memberikan berbagai ilmu dengan penuh keikhlasan. Staf dan pegawai Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah UINFAS Bengkulu yang telah memberikan pelayanan yang baik dalam hal administrasi.

GAMBARAN LOKASI PENELITIAN

GAMBARAN STATUS SOSIAL EKONOMI KELUARGA ANAK PUTUS SEKOLAH

PENUTUP

Salah satu dampak yang ditimbulkan oleh kondisi perekonomian seperti ini adalah orang tua tidak mampu menyekolahkan anaknya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi padahal mereka mampu membiayainya di tingkat sekolah dasar. Menurut para ahli, faktor penyebab anak putus sekolah tentu tidak terjadi pada diri anak itu sendiri. Dalam penelitian yang dilakukan faktor utama siswa putus sekolah adalah kesulitan ekonomi dan lingkungan anak putus sekolah.

Berdasarkan laporan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menunjukkan terdapat 75.303 anak putus sekolah pada tahun 2021. Namun angka putus sekolah siswa sekolah dasar (SD) masih tertinggi dalam tiga tahun terakhir. tahun berturut-turut. Permasalahan putus sekolah mempunyai akar yang dalam dan sulit untuk diselesaikan karena ketika solusinya dibicarakan maka tidak ada pilihan lain selain meningkatkan perekonomian keluarga.

ذ ه لٱ

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Kajian Terhadap Peneliti Terdahulu

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa permasalahan putus sekolah pada anak di desa Renah Semanek kecamatan Karang Tinggi kabupaten Bengkulu Tengah ada penyebabnya. Bella Indah Saputri (Psikologi Religius Remaja Putus Sekolah di Desa Rindu Hati Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah. Keadaan Psikologi Religius Remaja Putus Sekolah di Desa Rindu Hati Kecamatan Taba Penanjung Bengkulu Tengah.

Remaja putus sekolah terdapat dua orang yang hanya melaksanakan salat magrib, sisanya remaja putus sekolah tidak melaksanakan salat di rumah maupun di masjid. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Psikologi Keagamaan Remaja Putus Sekolah di Desa Rindu Hati Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah. Masih banyak kendala dan alasan mengapa remaja putus sekolah sehingga tidak melaksanakan ajaran Allah SWT.

Metode Penelitian

  • Jenis Dan Pendekatan Penelitian
  • Lokasi dan Waktu Penelitian a. Lokasi Penelitian
  • Sumber Data Primer
  • Sumber Data Sekunder

Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari lapangan, baik melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta cara pengumpulan data lainnya. Dalam penelitian ini data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari informan kunci yaitu anak putus sekolah. Sumber data sekunder adalah data yang diperoleh melalui pengumpulan atau pengelolaan data yang bersifat studi dokumentasi (analisis dokumen).

Temu bual merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan pengkaji untuk mendapatkan maklumat lisan melalui perbualan dan bersemuka dengan orang yang boleh memberikan maklumat kepada pengkaji. Data yang disimpulkan mempunyai peluang untuk menerima input, membuat kesimpulan sementara, dan masih boleh diuji dengan data di lapangan menggunakan analisis data, penyelidik kualitatif boleh lakukan melalui langkah-langkah berikut. Data yang diperoleh mempunyai peluang untuk menerima input, membuat kesimpulan awal dan masih boleh diuji dengan data di lapangan.

Anak Putus Sekolah 1. Pengertian Anak

  • Pengertian Anak Putus Sekolah
  • Karakteristik Anak Putus Sekolah
  • Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah
  • Orang Tua/Keluarga
  • Sejarah Berdirinya Desa Talang Midun (Suka Mulya Kecamatan Giri Mulya Unit 6 Bengkulu Utara)
  • Jumlah dan Potensi Penduduk
  • Kondisi Ekonomi Warga Desa Talang Midun
  • Fenomena Anak Putus Sekolah di Desa Talang Midun

Pengertian putus sekolah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah anak yang tidak tamat sekolah dan tidak bersekolah lagi, maka dapat dikatakan dia adalah anak yang putus sekolah. Pendapat Ali Imron menyatakan bahwa putus sekolah adalah anak yang diketahui meninggalkan sekolah yang bersangkutan sebelum waktu yang ditentukan atau sebelum ia diketahui lulus dan mendapat ijazah sekolah.3 Anak yang. Dari pendapat di atas mengenai pengertian putus sekolah, kita dapat menyimpulkan bahwa putus sekolah adalah anak yang tidak menyelesaikan atau tidak dapat melanjutkan pendidikannya di sekolah.

Berdasarkan penjelasan di atas, pengertian putus sekolah adalah anak yang tidak melanjutkan pendidikannya sampai ia mendapat ijazah dan dinyatakan lulus sekolah. Anak putus sekolah adalah siswa yang tidak menyelesaikan sekolah dasar selama 6 tahun sehingga tidak mempunyai ijazah sekolah dasar. Dari beberapa pendapat di atas mengenai pengertian putus sekolah, kita dapat menyimpulkan bahwa putus sekolah adalah anak yang tidak menyelesaikan atau tidak dapat melanjutkan pendidikannya di sekolah dasar.

Anak-anak yang putus sekolah pasti mempunyai ciri-ciri yang berbeda dengan anak-anak yang masih bersekolah. Menurut Marzuki, ciri-ciri anak putus sekolah adalah sebagai berikut: Anak putus sekolah ketika berada di lingkungan. Kebanyakan dari mereka yang putus sekolah adalah anak-anak dari keluarga ekonomi lemah, keluarga kurang mampu, atau karena perceraian orang tua.

Beragam pendapat mengenai ciri-ciri lulusan sekolah, dapat disimpulkan ciri-ciri lulusan sekolah ditandai. Pendapat lain yang menyebutkan bahwa hal-hal yang menyebabkan anak putus sekolah adalah sebagai berikut. Banyak anak putus sekolah karena anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya lebih memilih bekerja dibandingkan sekolah.

Di desa ini, anak-anak putus sekolah dasar umumnya bekerja membantu orang tuanya sebagai petani, sedangkan anak-anak putus sekolah dasar. Informan pertama dari penelitian ini adalah anak-anak putus sekolah di Desa Talang Midun yang dianggap memenuhi kriteria informan yang ditentukan. 48 Informan pendukung diperoleh dari subjek atau masyarakat sekitar anak putus sekolah di Desa Talang Midun Kabupaten Bengkulu Utara yang dianggap terkait dan mempunyai informasi pendukung yang diperlukan dalam penelitian ini sebagai berikut.

Gambar 3.1  Peta Desa Talang Midun
Gambar 3.1 Peta Desa Talang Midun

Gambaran Status Sosial Ekonomi Keluarga Anak Putus Sekolah

  • Gambaran Ekonomi Keluarga
  • Gambaran Pendidikan Orang tua dan Pola Perhatian Orang tua
  • Lingkungan Pergaulan masyarakat
  • Kurangnya minat belajar anak putus sekolah di tingkat SD, SMP dan SMA

Dari hasil observasi penulis di lapangan, latar belakang ekonomi orang tua anak putus sekolah di desa Sukamulya (Talang Midun) Kabupaten Bengkulu Utara sebagian besar adalah kalangan menengah ke bawah, namun untuk kebutuhan sekolah anaknya selalu berusaha untuk memenuhinya dan sejauh ini tidak ada kendala. Dari hasil observasi peneliti mengamati bahwa orang tua anak yang putus sekolah cenderung cuek, tidak banyak bicara dengan anaknya. Anak-anak juga banyak menghabiskan waktu di luar rumah, tidak di dalam rumah, mereka suka bermain dan berkumpul bersama teman-temannya di warung (Warung Sumur) yang ada di Desa Talang Midun, disana peneliti melihat banyak anak-anak yang putus sekolah. berkumpul sampai larut malam.

Menurut Ibu Nirmi, pandangan orang tua anak putus sekolah di atas dibenarkan oleh Kepala Desa Sukamulya. Hasil observasi warga Desa Talang Midun menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan orang tua putus sekolah di Desa Sukamulya (Talang Midun) rata-rata hanya tamat SD. 3 Hasil observasi bersama orang tua lulusan sekolah di Desa Talang Midun Kabupaten Bengkulu Utara, 11 Juni 2022.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan Kepala Desa Talang Midun Kabupaten Bengkulu Utara dapat disimpulkan bahwa pengaruh anak putus sekolah sangat mempengaruhi anak yang masih bersekolah, karena mengikuti jejak temannya sendiri atau melihat temannya yang sudah tidak sekolah lagi bisa bekerja sebagai buruh tani, mendapatkan uang dan membeli apa yang diinginkannya tanpa membebani orang tuanya. Kemungkinan besar di Desa Talang Midun sebagian besar anak-anak putus sekolah karena dipengaruhi oleh lingkungan di sana. Kurangnya minat belajar anak menjadi penyebab anak putus sekolah di Desa Talang Midun Kabupaten Bengkulu Utara.

Dari hasil wawancara dengan berbagai informan, penulis dapat menyimpulkan bahwa bagi anak-anak yang sudah putus sekolah, kondisi ekonomi keluarga informan sangat menyulitkan mereka untuk melanjutkan sekolah. Dari hasil wawancara dengan kakak VK dan DY, penulis melihat banyak anak yang putus sekolah karena sudah bersekolah dan lupa akan kewajiban sekolahnya, berikut penulisnya. Selain informan orang tua, peneliti juga mengumpulkan informasi dari masyarakat mengenai putus sekolah.

Dari hasil penelitian dan wawancara di lapangan diketahui bahwa banyak anak yang putus sekolah disebabkan oleh interaksi sosial dan minat belajar anak, bahkan ada pula yang disebabkan oleh faktor ekonomi keluarga.

Pembahasan Hasil Penelitian

Kurangnya minat belajar anak menjadi penyebab anak putus sekolah di Desa Sukamulya (Talang Midun) Kabupaten Bengkulu Utara. Berdasarkan hasil penelitian, wawancara, dan dokumentasi yang peneliti lakukan kepada anak putus sekolah, orang tua anak putus sekolah, dan pemerintah desa bandung jaya ditemukan bahwa kurangnya minat belajar dan minat anak untuk bersekolah sekolah di desa bandung jaya. merupakan faktor utama yang menyebabkan anak-anak tersebut putus sekolah. Hal ini dibuktikan dengan hasil wawancara yang menunjukkan bahwa sebagian besar anak-anak di Sukamulya (Talang Midun) putus sekolah.

Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan dapat diketahui bahwa rendahnya minat lulusan sekolah di Desa Sukamulya (Talang Midun) sangat berpengaruh. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang dilakukan kepada beberapa orang tua anak putus sekolah di Desa Talang Midun Kabupaten Bengkulu Utara, peneliti menganalisis bahwa tidak ada kendala bagi orang tua dalam menyekolahkan anaknya, mereka berusaha agar anaknya tetap bersekolah. kebutuhannya jika mereka ingin bersekolah. Oleh karena itu, orang tua hendaknya mempunyai pendidikan yang memadai untuk mendidik anaknya menjadi lebih baik karena orang tua merupakan role model yang paling berpengaruh bagi anak. Desa Kuhanga Kecamatan Bintauna.

Hubungan antara pendidikan orang tua dengan anak putus sekolah di Desa Kuhanga Kecamatan Bintauna Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dibuktikan dengan nilai chisquare signifikan kurang dari = 0,05. Hubungan antara pekerjaan orang tua dengan anak putus sekolah di Desa Kuhanga Kecamatan Bintauna Kabupaten Bolaang Mongondow Utara terbukti dengan nilai signifikan kurang dari = 0,05. Hubungan pendapatan orang tua dengan anak putus sekolah di Desa Kuhanga Kecamatan Bintauna Kabupaten Bolaang Mongondow Utara terbukti dengan nilai signifikan kurang dari = 0,05.

Berdasarkan temuan di lapangan, faktor putus sekolah pada anak di desa Talang Midun sangat baik untuk dijadikan acuan bagi para ahli di bidang Bimbingan dan Konseling Islam dalam proses pemberian pelayanan kepada klien. Faktor lain yang sangat berpengaruh adalah lingkungan sosial yang berdampak negatif pada anak, kurangnya minat belajar dan lingkungan sosial anak putus sekolah. Lingkungan sosial anak yang memberikan pengaruh negatif dan rendahnya minat belajar menjadi faktor penyebab anak putus sekolah karena bergaul dengan orang dan teman sebaya yang sudah tidak bersekolah dan bekerja untuk mencari uang.

Beberapa layanan yang dibutuhkan anak putus sekolah di Desa Talang Midun antara lain layanan informasi dan personal.

Saran

Kementerian Agama Republik Indonesia Direktorat Jenderal Lembaga Keagamaan Islam, (2003) Pemahaman Paradigma Baru Pendidikan Nasional dalam UU Sistem Pendidikan Nasional. Djamarah Syaiful Bahri, (2004), Pola Komunikasi Orang Tua dan Anak dalam Keluarga, (Jakarta, PT. Rineka Cipta).

Gambar

Gambar 3.1  Peta Desa Talang Midun
Tabel 3.1  Sarana tempat ibadah
Tabel  3.3  Informan Utama
Tabel 3.4  Informan Pendukung

Referensi

Dokumen terkait

Irrigation services at each level of the channel is starting from the well- maintained condition of the Pandrah weir, the ease of operation of the distribution structure and