• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gerakan Damai di Dunia Maya: Studi Kasus Young Interfaith Peacemaker Community Yogyakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Gerakan Damai di Dunia Maya: Studi Kasus Young Interfaith Peacemaker Community Yogyakarta"

Copied!
47
0
0

Teks penuh

Tugas akhir berjudul: Gerakan Perdamaian di Dunia Maya: Studi Kasus Komunitas Muda Pembawa Perdamaian Lintas Agama Yogyakarta. Gerakan Perdamaian di Dunia Maya: Studi Kasus Komunitas Muda Pembawa Perdamaian Lintas Agama di Yogyakarta. Tesis ini mengkaji upaya pembangunan perdamaian yang diprakarsai oleh komunitas pemuda lintas agama yang disebut Community of Interfaith Peacemakers.

Data penelitian ini diambil dari wawancara yang dilakukan terhadap aktivis Komunitas Muda Pendamai Lintas Agama dan konstituennya. Senada, peneliti mengucapkan terima kasih yang tak terhingga karena telah menyelesaikan skripsi yang berjudul “Gerakan Perdamaian di Dunia Maya: Studi Kasus Komunitas Muda Pembawa Perdamaian Lintas Agama Yogyakarta. Di Indonesia setidaknya ada beberapa organisasi yang konsen pada isu radikalisasi agama, misalnya saja Young Interfaith Komunitas Pembawa Perdamaian (YIPC).

Komunitas Muda Pembawa Perdamaian Lintas Agama merupakan organisasi kepemudaan yang memberikan perhatian khusus terhadap isu perdamaian. Disinilah peran Komunitas Muda Pembawa Perdamaian Lintas Agama adalah melahirkan kader perdamaian lintas agama untuk menyebarkan perdamaian ke seluruh Indonesia. Dari sudut pandang Biddle, jelas bahwa Fellowship of Young Interfaith Peacemakers mempunyai program unik yang dapat berperan dalam upaya pembangunan perdamaian.

Disertasi ini akan membahas lebih lanjut mengenai peran Young Interfaith Peacemaker Community (YIPC) dalam membangun perdamaian.

Rumusan Masalah

Tujuan dan Kegunaan Penelitian

Kajian Pustaka

Pengembangan strategi perdamaian yang dilakukan oleh individu-individu beragama dan organisasi berbasis agama dapat didorong sebagai upaya untuk lebih mengembangkan potensi mereka yang tidak diragukan lagi di masa depan. Penciptaan narasi dan pendidikan generasi muda sebaiknya digunakan sebagai mekanisme pembangunan perdamaian, sehingga pemerintah harus berupaya memanfaatkan dan memfasilitasi narasi perdamaian yang dimiliki oleh generasi muda. Narasi pemuda yang memberikan wawasan berguna, bernuansa, dan baru tentang konflik dan perdamaian yang dapat menginformasikan dan memvalidasi program pendidikan perdamaian.

Namun pemerintah Aceh belum membuat peraturan yang mengatur mekanisme pelaksanaan pendidikan perdamaian di sekolah formal. Strategi yang dilakukan harus mengatasi akar permusuhan lokal, kapasitas lokal untuk melakukan perubahan, dan ketersediaan tingkat internasional untuk mendorong perdamaian berkelanjutan. Beberapa kajian mengenai peran upaya penyelenggaraan pendidikan agama di era digital dapat merujuk pada penelitian Haris Evan R.

Dunia yang sudah memasuki era digital memerlukan suatu bentuk pelayanan nyata yang harus direspon dan dipersiapkan oleh gereja. Masyarakat di era digital adalah masyarakat yang menghadapi segala sesuatu yang dihadirkan oleh gadget yang memberikan aktualisasi kehidupannya.23. Hal serupa juga dilakukan oleh Handreas Hartono.24 Peran yang dilakukannya dalam mengaktualisasikan ajaran agamanya sesuai dengan amanah Agung Matius kepada murid-muridnya di era digital.

Siahaan, “Aktualisasi Pelayanan Berbakat di Era Digital, Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristen” Vol 1, No 1 (May. Terakhir, Muhammad Faisal26 dalam penelitian yang dilakukan membahas tentang manajemen pendidikan yang merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan dan evaluasi upaya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan.Hasil penelitian yang dilakukan Faisal menunjukkan bahwa harus ada manajemen pendidikan yang baik untuk memperkenalkan moderasi beragama di era digital.

Yang berbeda dari disertasi ini adalah fokus penulis terhadap peran program kegiatan masyarakat dalam membangun perdamaian di era digital. 25 Handreas Hartono, “Update Amanat Agung Matius 28:19-20 Dalam Konteks Era Digital, Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen.”. Melalui wawancara tersebut, peneliti menemukan temuan-temuan baru yang menarik untuk diteliti lebih lanjut, yaitu mengenai peran YIPC yang diaktualisasikan melalui program-programnya.

Kerangka Teori

Teori Identitas

Tidak hanya bagi anggotanya namun juga bagi umat yang berbeda agama dan dilakukan tidak hanya secara tatap muka namun juga secara daring sebagai upaya menjawab tantangan zaman. Asal usul konsep masyarakat jaringan bermula dari teori sosial yang ditemukan oleh Georg Simmel. Masyarakat jaringan atau biasa disebut masyarakat jaringan didefinisikan oleh Manuel Castells sebagai masyarakat yang pusat struktur dan aktivitas sosialnya diatur oleh jaringan informasi yang diproses oleh perangkat elektronik.

Bukan hanya faktor teknologi saja yang dapat membedakan masyarakat modern, namun pengaruh faktor agama, budaya, pendidikan, politik, dan status sosial membentuk munculnya masyarakat jaringan.30. Menurutnya, terbentuknya masyarakat jaringan mengakibatkan terjadinya pergeseran makna identitas yang dibangun, membagi pengertian atau jenis identitas menjadi tiga jenis identitas, yaitu identitas legitimasi, identitas perlawanan, dan identitas proyek.31 . Dengan demikian akan terbentuk suatu identitas yang menjadi ciri utama ketika institusi yang dominan merupakan suatu pemikiran yang dirasionalisasikan dalam bentuk dominasi.

Identitas perlawanan adalah suatu jenis identitas yang dipegang oleh aktor-aktor yang kedudukannya diperoleh sebagai hasil perlawanan terhadap logika pemikiran dominan, yang diartikan sebagai bentuk perlawanan untuk mempertahankan identitas pihak-pihak yang lemah akibat stigma terhadap pihak-pihak yang dianggap lemah. mendominasi. . Kemudian identitas ini mempengaruhi terbentuknya komunitas melalui perlawanan kolektif terhadap tekanan-tekanan yang ada pada komunitas, sehingga membentuk komunitas jaringan yang kuat.33. Identitas proyek adalah identitas yang diperoleh sebagai hasil konstruksi yang terjadi ketika para aktor sosial membentuk identitas baru atas dasar budaya yang mendefinisikan posisinya dalam masyarakat, dengan cara mereka berusaha menemukan transformasi dari seluruh struktur yang mereka miliki.

Ketika aktor membangun identitas dan mentransformasikan struktur sosial, maka identitas dalam hal ini juga berkaitan dengan kedudukan kelompok atau organisasi sosial. Pemahaman teori identitas menggunakan pendekatan konsep network society, yaitu sebuah konsep untuk memahami perkembangan teknologi masa kini berdasarkan pemetaan identitas menurut Castells. Berdasarkan uraian di atas, identitas yang digunakan dalam disertasi ini adalah pendekatan identitas proyek dengan cara mengaktualisasikan diri dalam kelompok sosial.

Moderasi Beragama

Terdapat enam agama yang paling banyak dianut masyarakat, dan masih terdapat beberapa agama lain yang menjadikan agamanya sebagai salah satu agama yang diakui di Indonesia. Terdapat enam agama besar yang ada di masyarakat yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh diubah merupakan hal yang penting dalam ajaran agama apapun, karena pengetahuan tentang keberagaman itulah yang memungkinkan seorang pemeluk agama mampu mengambil jalan tengah (moderat) jika salah satu pilihan kebenaran penafsiran yang tersedia tidak memungkinkan. .

Keseimbangan dalam beragama dapat mencegah sikap berlebihan dan moderasi beragama menjadi solusi hadirnya dua kutub ekstrem, yaitu kanan dan kiri.40.

Metode Penelitian

Sistematika Pembahasan

Pertama, peneliti menuliskan kesimpulan mengenai hasil penelitiannya yaitu mengenai upaya pembangunan perdamaian di era digital. Bagian ini juga memuat saran kepada YIPC dan juga kepada peneliti yang bermaksud meneliti tema serupa. Sebagai landasan upaya penegakan nilai-nilai perdamaian yang kini lebih dikenal dengan istilah moderasi beragama.

Konsep nilai perdamaian dijadikan inti dari gerakan Komunitas Muda Pembawa Perdamaian Lintas Agama yaitu menerima diri sendiri, mengatasi prasangka, mensyukuri keberagaman, konflik tanpa kekerasan, berdamai dengan lingkungan, berdamai dengan Allah, meminta maaf dan memaafkan, dalam rangka menyebarkan perdamaian. Status organisasi yang menyebut diri sebagai wadah lintas agama ini meminjam konsep perdamaian dari dua kitab suci agama, yaitu Islam dan Kristen, dengan tujuan memberikan landasan untuk saling menghormati dan memahami satu sama lain. Jika dirujuk dalam kedua kitab suci tersebut, konsep perdamaian baik dalam Al-Quran maupun dalam Alkitab dan Taurat tidak jauh berbeda.

Transformasi struktur sosial dengan program-program yang dirumuskan oleh New Interfaith Community of Peacemakers dalam upaya membangun perdamaian, khususnya: student interfaith Peace camp (SIPC), kajian tema dan kajian penalaran kitab suci, menyebarkan nilai-nilai keumuman bekerjasama dengan berbagai institusi dan organisasi, dan kegiatan aksi, kampanye sosial dan damai. Peran komunitas pembawa perdamaian lintas agama yang baru sangatlah penting dalam membangun perdamaian di era digital saat ini. Sebab agama harus menjadi ruang terbuka yang mampu menampung praktik keagamaan yang muncul dari identitas baru berdasarkan kesepakatan bersama.

Saran

Pengenalan Narasi" Dalam Makna Islam dan Kristiani: Teori dan Penerapan "Kata yang Sama". New York: Palgrave Macmillan, 2010. Peran Pondok Pesantren As'adiyah Dalam Membangun Moderasi Islam di Negeri Bugis, Al-Misbah" Jilid 12 Nomor 1 (Juni 2016). Radikalisme Islam versus Moderasi Islam: Upaya Membangun Wajah Damai Islam Indonesia dalam Al-Fikra” vol.

Muslim and Christian Understanding: The Theory and Use of the 'Ordinary Word'.” UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Volume 13, No.

Referensi

Dokumen terkait

Saran yang perlu diperhatikan oleh dokter di Rumah Sakit Panti Nugroho adalah dengan adanya penerapan tanggung jawab dokter yang sudah diberikan oleh pihak Rumah Sakit atas

HEGEMONI BUDAYA DALAM GAYA HIDUP KOMUNITAS PECINTA COSPLAY JEPANG (Studi Kasus pada Komunitas Visual Shock Community di Surakarta)..

Melihat perkembangan zaman, banyak orang berlomba-lomba untuk membangun sebuah bisnis, baik yang menengah ke bawah maupun menengah ke atas. Oleh karena itu, perusahaan

Dialog antaragama yang dilakukan oleh FPUB bukan berarti tanpa adanya hambatan. Dari informasi di lapangan ditemukan beberapa hambatan dalam upaya FPUB membangun dialog antar

“SENI MURAL MEDIA KOMUNIKASI POLITIK ERA PANDEMI COVID-19 Political Communication Media Street Art Covid-19 Pandemic .” 93: 90–100.. “Hak Atas Kebebasan Berpendapat Dan Berekspresi.”