• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gian Rabbani

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Gian Rabbani"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

30 | Pemberdayaan Ekonomi Melalui Program PPKM dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Al-Mu’awanah: Jurnal Pengabdian kepada Masyakarat – ISSN: 2797-3395 Vol. 2 No. 1 Tahun 2021

PEMBERDAYAAN EKONOMI MELALUI PROGRAM KELOMPOK MINGGUAN (PKKM) DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

Gian Rabbani1), Faisal Muzzammil2), Umi Rojiati3), Agus Kurniawan4)

1)UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, Indonesia

2)STAI Dr. Khez Muttaqien, Purwakarta, Indonesia

3) 4)

UIN Raden Intan Lampung, Bandar Lampung, Indonesia [email protected]

Abstrak

Dalam penanggulangan masalah keterpurukan ekonomi tentu memerlukan keterlibatan pemerintahan maupun swasta, dintaranya Program Kredit Kelompok Mingguan (PKKM), yang menjadi produk PT BPR Parasahabat dalam mengatasi pemasalahan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan gambaran umum mengenai produk pemberdayaan ekonomi yang di lakukan oleh PT BPR Para sahabat yaitu Program Kredit Kelompok Mingguan (PKKM) yang di dalamnya mencakup perencanaan, pelaksanaan dan hasil. Penelitian ini mengacu kepada teori pemberdayaan Rubin bahawa dalam pemberdayaan setiap proses harus memberikan hasil, pemberdayaan dalam pelaksanaan dan perencanaanya selalu melibatkan masyarakat, dalam kegiatan pemberdayaan kegiatan pelatihan dan pembangunan fisik harus berjalan beriringan, pemberdayaan harus dapat memaksimalkan sumber daya dan terakhir pemberdaya harus bisa memfungsikan diri sebagai penggerak. Hasil pengabdian menunjukan bahwa dalam perencanaan, pelaksanaan dan hasil PKKM yang dilaksanakan oleh PT BPR Parasahabat dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat dimana dalam perencanaan dan pelaksanaan PKKM sesuai dengan konsep – konsep pemberdayaan masyarakat, yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan.

Kata Kunci : Pemberdayaan, Ekonomi, Kesejahteraan

Abstrack

In overcoming the problem of economic downturn, of course, requires the involvement of the government and the private sector, including the Weekly Group Credit Program (PKKM), which is a product of PT BPR ParaFriends in overcoming economic problems. This study aims to present a general description of the economic empowerment product carried out by PT BPR Para Companions, namely the Weekly Group Credit Program (PKKM), which includes planning, implementation and results. This research refers to Rubin's empowerment theory that in empowerment every process must produce results, empowerment in its implementation and planning always involves the community, in empowerment activities, training and physical development activities must go hand in hand, empowerment must be able to maximize resources and finally empowerers must be able to function themselves. as a mover. The results of the service show that the planning, implementation and results of PKKM carried out by PT BPR ParaFriends can provide welfare for the community where in the planning and implementation of PKKM in accordance with the concepts of community empowerment, which aims to increase independence and welfare.

Keyword : Empowerment, Economy, Welfare

(2)

31 | Pemberdayaan Ekonomi Melalui Program PPKM dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

PENDAHULUAN

Kebutuhan hidup manusia meningkat seiring dengan perubahan dan perkembangan zaman, laju pertumbuhan penduduk yang setiap tahunnya meningkat, menimbulkan bermacam – macam permasalahan khususnya masalah ekonomi, diantaraya daya beli masyarakat yang menurun, penangguran dan inflasi.

Permasalahan ekonomi menjadi tema yang sentral bagi setiap Negara karena dengan meningkatnya ekonomi suatu Negara akan mampu mengatasi permasalahan – permasalahan yang di emban oleh Negara untuk mengimbangi antara pertumbuhan penduduk dengan pertumbuhan ekonominya.

Menurut Badan pusat statistik di Indonesia, selama periode September 2016–Maret 2017, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 188,19 ribu orang (dari 10,49 juta orang pada September 2016 menjadi 10,67 juta orang pada Maret 2017). Sementara di daerah pedesaan turun sebanyak 181,29 ribu orang (dari 17,28 juta orang pada September 2016 menjadi 17,10 juta orang pada Maret 2017). Peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan dengan yang bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan).

Makanan sangat berpengaruh terhadap garis kemiskinan pada Maret 2017 tercatat sebesar 73,31 persen. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kondisi September 2016 yaitu sebesar 73,19 persen. Jenis komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan di perkotaan maupun di perdesaan adalah beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, daging ayam ras, mie instan, gula pasir, kopi bubuk dan kopi instan (sachet), dan bawang merah. Sementara itu, untuk komoditi bukan makanan yang besar pengaruhnya adalah biaya perumahan, listrik, bensin, pendidikan, angkutan, kesehatan, dan perlengkapan mandi.

Secara faktual, sumber daya manusia Indonesia masih tertinggal dan jauh dari level (Tingkatan) cukup untuk bisa berkompetisi pada suatu zaman yang penuh tangtangan dan persaingan. Pada kenyataannya sumber daya manusia Indonesia masih belum banyak beranjak dari kemiskinan intelektual, sosial, moral dan akhirnya kemiskinan material atau

dalam kata lain serba tidak mendapatkan peluang (Agus A Safei, 2017). Untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas hidup masyarakat Indonesia terutama untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, diantaranya yaitu dengan adanya Bank Perkerditan Rakyat (BPR) Parasahabat yang berada di Jl. Raya Cikampek No 12 Klari Ruko Graha Kosambi RT. 01/01 Karawang 41371. dengan Program Kredit Kelompok Mingguan Yang berupaya dalam mengatasi permasalahan ekonomi.

Berdasarkan Latar Belakang tersebut dapat di tarik sebuah rumusan masalah yaitu:

bagaimana pemberdayaan ekonomi melalui program kredit kelompok mingguan (PKKM) yang di lakukan oleh PT BPR Parasahabat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat?

rumusan masalah ini di uraikan menjadi bentuk pertanyaan penelitian sebagai berikut: Pertama Bagaimana perencanaan program kredit kelompok mingguan (PKKM) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah Karawang? Kedua Bagaimana pelaksanaan program kredit kelompok mingguan (PKKM) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat ? Ketiga Bagaimana hasil yang diperoleh PT BPR Parasahabat dalam pelaksanaan program kredit kelompok mingguan (PKKM) ?

Teori yang akan dijadikan landasan dalam penelitian ini adalah teori Pemberdayaan masyarakat seperti yang di kutip dalam buku Nyoman Sumariyadi (2005:95). Dalam pemberdayaan masyarakat tentu harus memperhatikan lima aspek penting diantaranya:

Pertama Untuk mempertahan keberadaanya, pemberdayaan masyarakat memerlukan output atau hasil dari setiap kegiatan yang di kelola.

Namun, berbeda dari pengelolaan organisasi bisnis , kendati pemungutan biaya telah menjadi pertimbangan dalam pemberdayaan masyarakat, tetapi keuntungan atau hasil yang di peroleh bisa juga didistribusikan kembali kepada masyarakat dari bentuk program atau kegiatan pembangunan lainya,(Rubin, 1993:432-433) dengan kata lain pemberdayaan itu harus dari masyarakat, dikelola oleh masyarakat dan di rasakan oleh masyarakat.

Kedua pemberdayaan masyarakat selalu melibatkan partisipasi masyarakat baik dalam perencanaan maupun dalam pelaksanaan yang

(3)

32 | Pemberdayaan Ekonomi Melalui Program PPKM dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

nantinya akan di lakuka (Rubin, 1993:432).

Ketiga dalam melaksanakan program pemberdayaan masyarakat , antara kegiatan pelatihan dan pembangunan fisik, termasuk di dalamnya seperti pengembangan usaha , merupakan sebuah kesatuan yang tidak dapat terpisakan (Rubin 1993:432).

Keempat, dalam mengimplementasikan konsep pemberdayaan harus dapat memaksimalkan sumber daya, khususnya mengenai pendanaan , baik yang bersumber dari pemerintah, swasta, maupun sumber yang lainya, seperti swadaya masyarakat, donasi dan sponsor.

Kelima Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat harus lebih memfungsikan diri sebagai penggerak yang menghubungkan anatara kepentingan pemerintah yang bersifat makro atau luas, dan kepentingan masyarakat yang bersifat mikro atau semput. (Rubin 1993:433).

Dengan mengikuti secara seksama kelima Teori dasar pemberdayaan di atas, dapat di tarik kesimpulan umum antara lain, yang pertama Pemberdayaan sangat menekankan pentingnta partisipasi masyarakat, baik pada tahap perencanaan program, pelaksanaan, maupun tahap pengembanganya, Kedua Pemberdayaan selalu tidak memisahakn pembangunan fisik proyek dengan pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta terakhir sumber dana bisa berasal dari swadaya masyarakat, pihak pemerintahan dan pemerintah.

Menurut Foy (1995:26) dalam buku Nyoman Sumaryadi (2005:99) pemberdayaan adalah, memberikan kuasa kepada masyarakat agar suara, ide atau gagasan mereka dapat di dengar , untuk memberikan kontribusi kepada perencanaan dan keputusan yang dapat mempengaruhi yang lain agar menggunakan keahliannya untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi.

Menurut Agus Ahmad Safei (2017:146) secara statistik mayoritas bangsa Indonesia adalah umat Islam, secara faktual sumber daya manusia Indonesia masih sangat tertinggal dan jauh dari level cukup untuk bias berkompetisi dengan yang lainya, masyarakat Indonesia masih belum beranjak dari kemiskinan intelektual, moral, sosial, dan kemiskinan material, pada tahapinilah Rasullulah mengingatkan “Nyaris saja kemiskinan itu menyebabkan kekufuran”

bahkan imam Ali menyebut kemiskinan sebagai kematian terbesar.Pada sisi lain islam adalah agama yang menjungjung tinggi etos, seperti dalam perincian berikut:

Kesatu Etos intelektual, seperti di tegaskan dalam Al-Quran : “Allah mengangkat orang yang beriman dan orang – orang yang diberi ilmu di antara kalian” (QS. Al-Fath:11).

Kedua Etos sosial, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Quran: “Tahukah kamu siapakah yang mendustakan agama? Mereka adalah orang – orang yang menelantarkan anak – anak yatim dan orang – orang yang tidak berjuang mensejahterakan anak yatim” (QS. Al-Ma’un:1- 3).

Ketiga Etos moral, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Quran: “Sungguh berbahagia mereka yang menyucikan dan mengingat nama Tuhanya” (QS. Al-A’la: 14-15).

Keempat Etos belajar, “Apakah sama orang – orang yang berilmu dan orang – orang yang tidak berilmu (tidak belajar) ?” (QS. Az- Zumar:9).

Kelima Etos kerja, “Bekerjalah. Segera Allah, Rasul-Nya dan seluruh umat yang beriman akan melihat hasil karyamu”(QS. At- Taubah:105).

Keenam Etos transformasi dan metodologis,

“transformasikanlah mereka kejalan Tuhanmu dengan penuh kearifan, super motivasi positif, dan sanggahlah mereka dengan cara – cara yang lebih metodologis” (QS. An Nahl:125).

Ketujuh Etos Penghargaan (apresiasi) terhadap sebuah karya, “siapa yang berkarya baik, seberat zarah sekalipun, pastiakan menyaksikan balasanya” (QS. Al- Zalzalah:7).

Melihat adanya perbedaan antara kenyataan yang menimpa masyarakat dan ideal ajaran islam oleh karena itu melahirkan model – model pembangunan serta pemberdayaan masyarakat.

Pemberdayaan ekonomi menjadi suatu upaya penting dalam setiap kegiatan pemberdayaan karena pemberdayaan ekonomi dirasa mampu meningkat kesejahteraan. ( Totok

& Poerwoko, 2015 : 114).

Pemberdayaan ekonomi adalah merupakan sebuah upaya yang pengerakan sumber daya untuk meningkatkan potensi ekonomi rakyat ini akan meningkatkan produktivitas masyaraka agar sumber daya alam di sekitar mereka dapat ditingkatkan produktifitasnya. Dengan demikian,

(4)

33 | Pemberdayaan Ekonomi Melalui Program PPKM dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

rakyat dan lingkungannya mampu secara berkala menghasilkan dan menumbuhkan nilai ekonomis.

Rakyat misikin atau masyarakat yang kurang produktivpun yang berada dulu pada posisinya akan bisa di manfaatkan potensinya bukan hanya ekonomi saja yang di tingkatkan, melainkan juga harkat, martabat, rasa percaya diri, dan harga dirinya serta tidak lupa keampuanyaa, oleh karena itu dapat di simpulkan pemberdayaan ekonomi tidak hanya berfokus pada peningatan ekonomi saja melainkan pemberdayaan ekonomi adalah upaya meningkatkan dan mengembangkan nilai sosial masyarakat, partisipasi kesadaran dan keahliannya. (Kartasasmita, 1996 : 62)

Adapun pengertian lain bahwa pemberdayaan ekonomi adalah upaya meningkatkan kemampuan atau potensi masyarakat dalam kegiatan ekonomi seperti penguatan pemilikan faktor-faktor produksi, penguatan penguasaan distribusi dan pemasaran, guna memenuhi kebutuhan hidup serta meningkatkan kesejahteraan mereka.Salah satu cara dalam memberdayakan ekonomi masyarakat dan membangun masyarakat yang mandiri adalah dengan cara melahirkan wirausahawan baru, karena pada dasarnya wirausaha berarti kemandirian. (Nanih M &

Agus Ahmad S, 2001 : 47).

Upaya pemberdayaan ekonomi rakyat, perlu di arahkan agar terjadinya perubahan struktural, hal tersebut bisa meliputi proses perubahan dari pola ekonomi tradisonal ke arah ekonomi modern, dari ekonomi lemah ke ekonomi tangguh, dari ketergantungan kepada kemandirian.

Dalam upaya perubahan struktural tersebut maka perlulah langkah – langkah strategis sebagai berikut :

Kesatu Pemberian peluang yang lebih besar kepada aset produksi yang paling mendasar adalah akses kepada sumber dana, tersedianya dana yang memadai dapat menciptakan pembentukan modal bagi pengusaha kecil .

Kedua Memperkuat posisi transaksi dan kemitraan usaha ekonomi rakyat sebagai produsen dan penjual, karena posisi dan kekuatan rakyat dalam perekonomian sangatlah lemah oleh karena itu upaya yang perlu

dilakukan dalam memperkuat transaksi dan kemitraan diantaranya dengan pendekatan kebersamaan, dengan membangun kebersamaan dan kesetiakawanan akan menimbulkan kepercayaan diri.

Ketiga Kebijakan ketenagakerjaan yang Meningkatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan dalam menciptakan sumber daya manusia yang tangguh.

Keempat mendorong munculnya tenaga kerja yang terampil yang menguasai keterampilan kerja dan keahlian hidup, serta tenaga kerja yang mandiri.

Kelima Pemerataan pembangunan antardaerah, pemerintah harus secara produktif memberikan sejumlah kemudahan , seperti bantuan pinjaman untuk pengusaha kecil , mengadakan penyuluhan dan pelatihan, dengan demikian inti pemberdayaan ekonomi adalah mensejahterakan masyarakat lahir dan batin.

METODOLOGI PENGABDIAN

Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif yaitu untuk membuat perencanaan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Penelitian deskriftif adalah akumulasi data dasar dalam cara deskriftif semata-mata tidak perlu mencari atau menerangkan saling hubungan, menjawab atau melakukan test terhadap hipotesis, membuat ramalan, atau mendapatkan makna dan implikasi, walaupun penelitian yang bertujuan untuk menemukan hal-hal tersebut dapat mencakup juga metode-metode deskriptif (Suryabrata, 1998: 18-19).

Sedangkan menurut (Hikmat, 2011: 38) Metode kualitatif dipergunakan dengan beberapa pertimbangan: pertama, menyesuaikan metode lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan ganda. Kedua, metode ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dengan responden. Ketiga, metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman bersama dan pengaruh dan terhadap pola-pola nilai yang dihadapi. penelitian kualitatif menyusun desain yang secara terus-menerus disesuaikan dengan kenyataan dilapangan; tidak harus menggunakan desain yang telah disusun secara ketat atau kaku, sehingga tidak dapat diubah lagi.

(5)

34 | Pemberdayaan Ekonomi Melalui Program PPKM dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Peneliti mengumpulkan data dengan cara terlibat secara langsung ke tempat penelitian dan mengobservasi lokasi Penelitian dan individu yang akan diwawancarai, kemudian peneliti melakukan wawancara secara aktif atas informan yang tepat supaya mendapat suatu ungkapan atau gagasan tentang topik penelitian yang peneliti teliti, tanpa harus menyediakan pertanyaan-pertanyaan yang spesifik.

HASIL DAN PEMBAHASAN

PT BPR Parasahabat Bekasi merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perbankan yang tumbuh dan berkembang di wilayah Bekasi, Karawang dan sekitarnya, sejak pendirianya pada tanggal 8 Agustus di tahun 2002 atas usaha pengusaha dan professional bapak Theodore Permadi Rahamat. PT BPR Parasahabat Bekasi dalam waktu sebelas tahun telah di kenal oleh masyarakat luas khususnya didaerah bekasi dan karawanag serta telah berkontribusi dalam membantu peningkatan perekonomian di wilayah tersebut.

PT BPR Parasahabat Bekasi memberikan layanan perbankan berupa tabungan, deposito dan kredit untuk seluruh lapisan masyarakat.

seiring dengan perkembangan bisnis PT BPR Parasahabat Bekasi berusaha melakukan improvisasi, dan inovasi dalam meningkatkan kinerja serta kemampuan dalam melayani masyarakat atau nasabah, selain peningkatan produktivitas , efektifitas dan efesiensi baik melalu perubahan layanan, variasi produk dan struktur organisasi.

Perencanaan Program Kredit Kelompok Mingguan (PKKM) Dalam Meningkatkan Kesejahteraan.

Hasil wawancara yang dilakukan dengan Bapak Hariyadi Selaku Direktur PT BPR Parasahabat, 10 Maret 2018, terkait dengan program kredit mingguan (PKKM) beliau mengatakan bahwa pada tahun 2013 program kelompok kredit mingguan (PKKM) menjadi sebuah produk yang memfasilitasi kredit mikro yang di berikan melalui metode kelompok kepada masyarakat prasejahtera, khususnya kaum wanita atau ibu rumah tangga yang memiliki usaha mikro sebaga keperluan dalam meningkatkan dan mengembangkan usahanya. produk tersebut

menjadi produk unggulan PT BPR Parasahabat, Program tersebut juga pada dasarnya bertujuan untuk memasuki dan meraih peluang bisnis pada segmen non permanen sebagai bisnis baru guna mendukung pertumbuhan bisnis PT BPR Parasahabat bekasi, selain itu dalam mencapai visi BPR dalam melaksanakan pemberdayaan ekonomi PKKM juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pada segmen mikro, bukan hanya meningkatkan kualitas secara finansial, namun meningkatkan kualitas secara personal yang artinya meningkatkan kualitas diri, kesehatan pendidikan dan lain – lain dan terakhir sebagai penghampusan ekspolitasi lintah darat (rentenir) yang mulai berkembang.

Selain memberikan pinjaman berupa finansial nasabah PKKM akan diberikan program beasiswa “Parasahabat Berprestasi”, program tersebut diberikan kepada nasabah dengan kriteria yang telah memenuhi syarat.

Adapun kriteria penerima program beasiswa parasahabat berprestasi diantaranya adalah (1) Sudah melewati 2 (dua) periode pinjaman atau sedang menjalani periode pinjaman ke 3 (tiga). (2) Tidak pernah di tanggung renteng.(3) Tidak pernah menunggak.

(4) Tingkat kehadiran setiap minggunya minimal 80%. (4) Satu debitur hanya menerima satu beasiswa untuk satu anak laki – laki maupun perempuan. (5) Anak kandung debitur yang memenuhi kriteria di hatas harus masih bersetatus bersekolah pada jenjang pendidikan SMA/SMK. (6) Kondisi fisik yang sehat jasmani dan rohani. (7) Memiliki semangat yang kuat , yang di buktikan oleh nilai rapot tetakhir rata – rata minimal 7,00 (atau Nilai “B”).

Adapun dimana program beasiswa bisa jadi batal dikarenakan hal – hal berikut diantaranya : (1) Orang tua dari penerima beasiswa tidak lagi melaksanakan pembayaran secara tepat waktu, tidak memenuhi kehadiran 80% atau tidak lagi menjadi nasabah PT BPR Parasahabat Bekasi. (2) Penerima beasiswa menerima peringatan keras dari kepala sekolah atau di keluarkan dari sekolah dikarenakan perilaku buruk, Apabila penerima beasiswa berkelakuan baik, setelah siswa selsai mengenyam pendidikan di bangku sekolah PT BPR Parasahabat Bekasi akan menjadikan siswa

(6)

35 | Pemberdayaan Ekonomi Melalui Program PPKM dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

tersebut “sahabat” atau siswa tersebut akan diundang untuk memabantu kinerja PT BPR Parasahabat Bekasi.

Upaya pemberdayaan ekonomi dalam PKKM perlu di arahkan agar dalam pelaksanaannya PKKM dapat sesuai dengan keinginan atau tepat sasaran. Oleh karena itu dalam perencanaannya PKKM menggunakan Konsep yang tidak jauh berbeda dengan Grameen bank diantaranya seperti: Melakukan review atau pengamatan terhadap wilayah yang akan dijadikan objek PKKM, Melakukan sosialisasi terhadap para pemangku kepentingan, Melaukan seleksi nasabah, Memberikan pelatihan wajib kumpul atau Latihan wajib kumpul (LWK), Pelaksanaan Program kredit kelompok mingguan.Perencanaan tersebut sewaktu – waktu bisa berubah tergantung situasi dan kondisi objek lapangan.” (Wawancara dengan Bapak Hariyadi Selaku Direktur PT BPR Parasahabat, 10 Maret 2018).

Menurut hasil wawancara berasama bapak Hariyadi bahwa dalam perencanaan PKKM tersebut, masyarakat tidak ikut terlibat dalam melakukan perencanaan program namun pada dasarnya perencanaan PKKM tersebut berorientasi terhadap hasil dari pemberdayaan itu sendiri karena PT BPR Parasahabat lebih berperan dalam memaksimalkan sumberdaya, khususnya mengenai pendanaan. Hal tersebut dapat dibuktikan oleh data temuan mengenai hal yang harus di perhatikan dalam PKKM, yang tentunya bertujuan untuk memudahkan masyarakat miskin atau keluarga pra-sejahtera dalam mengakses modal, hal yang harus di perhatikan dalam PKKM diantanya adalah Kesatu Dalam mempermudah masyarakat miskin untuk mendapatkan pembiayaan dana KKM persyaratan dan prosedur dibuat sesederhana mungkin. Kedua Menerapkan konsep pembiayaan kelompok (group lending) calon nasabah yang mengajukan pinjaman, akan di gabung dalam sebuah kelompok .Ketiga Harus berorientasi terhadap masyarakat miskin.

Keempat dalam perencanaannya dan dalam tujuannya, PT BPR Parasahabat dalam pemberian pinjaman atau pembiayaan harus berorientasi terhadap masyarakat miskin hal tersebut bisa kita lihat dengan prosedur

peminjaman yang mudah.

Sudah dapat di pastikan bahwa produk PT BPR Parasahabat Bekasi ini berorientasi kepada kebutuhan masyarakat, dan dalam perencanaan dan pelaksaanan diharapkan mampu dikelola oleh masyarakat dan dirasakan oleh masyarakat.

Tahapan- tahapan persiapan yang dilakukan PT BPR Parasahabat seperti melakukan review dan sosialisasi bertujuan untuk mencari informasi data masyarakat pra-sejahtera agar dalam pelaksanaanya dana PKKM ini tepat sasaran.

dalam pelaksanaannya PKKM melibatkan banyak orang seperti group loan head (GLH) sebagai ketua pelaksana dan Account Officer (AO) sebagai panitinya dan masyarakat selaku objeknya, kalo untuk waktu kita biasanya nunggu 1 tahun dulu kalo nasabah banyak yang bermasalah berarti PKKM gagal di laksanakan di wilayah tersebut

(Wawancara dengan Bapak Hariyadi Selaku Direktur PT BPR Parasahabat, 10 Maret 2018).

Dalam pelaksanaan PKKM GLH menjadi penanggung jawab dan AO sebagai pelaksana dan nasabah atau masyarakat sebagai objek pemberdayaan, PKKM bisa dinyatakan berhasil atau gagal dapat dilihat dalam kurun waktu satu tahun. Secara garis besar dalam prinsip oprasional PKKM dapat di jelaskan sebagai berikut Kesatu Agar dapat memudahkan masyarakat miskin mengakses dana pinjaman persyaratan dan prosedur pembiayaan dibuat sesederhana mungkin, selain itu berbeda dengan bank padaumumnya yang mengharuskan calon nasabah melakukan pengajuan dan pencairan yang di lakukan di kantor bank, PKKM menggunakan startegi jemput bola dimana dalam pengajuan, penairan dan angsuran di lakukan di tempat nasabah. Kedua Dalam pembayaran angsuran PKKM dibuat sefleksibel mungin, agar dapat di sesuakan dengan kemampuan bayar nasabah, pembayaran dilakukan setiap minggu di tempat nasabah.

Ketiga Dalam program ini menerapkan konsep pembiayaan kelompok (group lending), dimana calon nasabah yang mengajukan pinjaman akan di gabung kan dalam sebuah kelompok minimal 5 (lima) orang, pembagian kelompok tersebut bertujuan untuk media pembelajaran bersama para anggotanya, memperkuat rasa kekeluargaan

(7)

36 | Pemberdayaan Ekonomi Melalui Program PPKM dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

dan kerja sama. Serta hal tersebut akan mempermudah PT BPR parasahabat dalam melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap nasbah PKKM. Keempat PT BPR Parasahabat akan melakukan pengawasan secara terstruktur terhadap nasabah diamana dana pinjaman yang di gunakan harus digunakan sebagai modal usaha karena pada dasarnya PKKM ini bertujuan sebagai pemberdayaan ekonomi dimana masyarakat miskin diharapkan mampu memiliki akses modal usaha serta aset di kemudian hari.

Pelaksanaan Program Kredit Kelompok Mingguan (PKKM) Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dalam pelaksanaan PKKM, diawali dengan melakukan sosialisasi terhadap objek KKM dengan tahapan sebagai berikut

Kesatu Melakukan Sosialisasi Tingkat Kabupaten. (1) Sosialisasi di tingkat pemerintahan kabupaten ini dilakukan oleh group loan head (GLH) yang didampingi oleh branch manager atau direksi yang akan menjelaskan dan mendiskusikan program kelompok kredit mingguan (PKKM). (2) Apabila ada pemerintah atau stake holder dari daerah setempat yang meminta untuk diberikan penjelasan mengenai PKKM, seperti atas permintaan kabupaten/kotamadya, tingkat desa atas permintaan kecamatan atau tingkan RT,RW dan tokoh masyarakat PT BPR parasahabat akan siap memberikan presentasi dan diskusi dengan masyarakat.

Kedua Sosialisasi tingkat kecamatan. (1) GLH dan tim marketing akan melakukan sosialisasi di tingkat kecamatan yang selanjutnya akan menjelaskan dan mendiskusikan mengenai metode PKKM kepada pemeritah setempat. (2) Melakukan survey wilayah dan memperoleh data badan koordinasi keluarga berencana nasional (BKKBN) yang setiap tahunya mengeluarkan data perkiraan jumlah keluarga kategori pra-sejahtera terbaru, dari kecamatan tersebut melalui camat atau staffnya. (3) Memperoleh informasi melalui camat atau staffnya mengenai masyarakat pra-sejahtera di wilayah desa, didalam lingkup kecamatan tersebut. (4) Melakukan survey atau mengidentifikasi lembaga keuangan mikro (LKM) lainya yang telah melakukan sosialisasi atau sedang menjalankan sebuah program,

karena hal tersebut dikhawatirkan akan memberatkan nasabah yang sudah memiliki 1 atau 2 pinjaman di LKM lain.

Ketiga Sosialisasi tingkat desa. (1) Melakukan identifikasi data desa pra-sejahtera dari kecamatan untuk selanjutnya dilakukan survey. (2) Melakukan sosialisasi kepada pemerintah desa setempat untuk mengkorfirmasi atau kros-cek dan memastikan data masyarakat pra-sejahtera apakah wilayah tersebut memiliki masyarakat pra-sejahtera yang tinggi, serta berdiskusi mengenai PKKM. (3) Melakukan survei langsung terhadap masing – masing wilayah desa yang terdaftar dalam desa pra- sejahtera , kemudian memilih wilayah yang paling layak berdasarkan kepadatan keluarga pra-sejahtera, kondisi fisik rumah dan jenis rumah contoh rumah yang masih menggunakan rotan (bilik).

Keempat Sosialisasi tingkat RT/RW. (1) Mengidentifikasi dan memprioritaskan kampung – kampung atau RT dan RW di dusun tersebut dengan berkonsentrasi pada keluarga pra- sejahtera.(2) Mendiskusikan dan memperoleh data dari BKKBN tentang keluarga pra-sejahtera daerah (kampung / dusun, RT dan RW) dari kepala desa atau Lurah, menginformasikan kegiatan PKKM kepada Stake Holder (para pemangku kepentingan seperti kepala desa,dusun,RT dan RW) dan tokoh masyarakat lainya untuk mengetahui lokasi angka tertinggi keluarga pra-sejahtera di wilayah tersebut. (3) Mengunjungi dan melakukan survei lorong jalan atau daerah yang berpotensi memiliki jumlah rumah dengan kondisi yang sangat buruk, kecil, reyot dan rusak di RT tersebut. (4) Mengkomunikasikan PKKM ke beberapa wanita dari keluaraga dengan kondisi rumah yang di sebutkan sebelumnya.(5) Melakukan seleksi dan memilih lokasi yang memiliki angka pra- sejahtera yang tinggi. (6) Melakukan rembug warga atas permintaan kepala desa untuk memberikan penjelasan tentang PKKM.

Ibu Novi selaku Group Laon Head PT BPR Parasahabat menjelaskan bahwa LWK atau latihan wajib kumpul itu sendiri adalah dalam rangka meningkatkan kualitas, atau pengembangan potensi diri yang di kaji melalui pelatihan dan juga pembangunan fisik seperti prembangan usaha, bagian – bagian tersebut adalah satu kesatuan. Dalam PKKM masyarakat

(8)

37 | Pemberdayaan Ekonomi Melalui Program PPKM dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

di tuntut untuk aktif dalam menjawab setiap pertanyaan AO, agar masyarakat tidak merasa di gurui melainkan masyarakat di harapkan mampu memecahkan masalahnya sendiri selain itu PKKM juga sangat menekankan pentingnya partisipasi masyarakat.

Dari temuan penelitian juga tujuan LWK adalah menciptaakan budaya disiplin pelayanan modal kerja dan untuk menjamin bahwa seluruh nasabah wajib memahami dan mengerti hak dan kewajiban selaku nasabah serta mampu memahami PKKM, selain itu LWK juga di harapkan mampu meningkatkan potensi yang dimiliki oleh nasbah dalam bidang wirausaha.

Persiapan ini diselenggarakan secara formal, melalui sesi pelatihan pendek ( kurang lebih 3 jam per/hari ) selama kurang lebih 5 hari berturut – turut dan hari ke 5 pengesahan ketua kelompok (Center), tempat pertemuan dan waktu pertemuan di tentukan oleh nasabah.

Jumlah minimal calon nasabah di ketua kelompok (Center), Calon nasabah yang terkumpul berjumlah 10 – 30 orang, Setiap calon sudah melakukan uji kelayakan nasabah dan Jumlah calon nasabah yang ikut LWK minimal 10 orang.

Calon nasabah setiap harinya harus menghadiri LWK menulis buku absen serta datang tepat pada waktunya, jika nasabah telat atau tidak hadir dalam LWK ini, maka nasabah tersebut tidak dapat mengikuti LWK. Nasabah mengikuti PKKM tidak boleh berada dalam paksaan orang lain melainkan mengikuti PKKM dan prosedurnya secara sukarela. Dalam pelaksanaan LWK ini tidak hanya perarturan saja yang perlu di jelaskan namun alasan di bentuk peraturan tersebut juga perlu di jelaskan kepada calon nasabah agar calon nasabah bisa mengerti dan memahami serta dapat mengikuti peraturan dengan baik, karena LWK merupakan latihan wajib yang akan dinilai bagi nasabah – nasabah yang disiplin dan siap membayar angsuran.

“Kegiatan yang di laksanakan 5 hari bersama nasbah ini berorientasi terhadap peningkatan potensi nasabah, dengan adanya kegiatan LWK tersebut diharapkan mampu memenuhi tujuan PKKM dan visi PT BPR Parasahabat karena dalam kegiatan pemberdayaan tidak hanya finansial saja yang di perhatikan

melainkan sesuatu yang paling penting adalah meningkatkan kemampuan nasabah atau objek pemberdayaan dalam mengahadapi masalahnya, dengan demikian orang – orang yang tadinya tidak berdaya menjadi mandiri”

(Wawancara dengan Bapak Hariyadi Selaku Direktur PT BPR Parasahabat, 10 Maret 2018).”

Bapak Hariyadi menekankan bahwa dalam kegiatan pemberdayaan, sumber daya manusia menjadi peran penting sebagai pelaksana dan sebagai objek, dan merupakan salah satu proses yang dapat ditempuh untuk memberdayakan masyarakat karawang.

Proses yang ditempuh PT BPR Parasahabat merupakan kegiatan yang mengedepankan kemandirian dengan tahapan Kegiatan yang dilakukan dalam LWK selama 5 hari di jelaskan pada tabel berikut :

Tabel 1. Kegiatan LWK

Hari Kegiatan Keterangan

Hari pertama

Melakukan pemilihan

ketua kelompok dan

ketua Center dengan musyawarah bersama para nasabah dan di

pandu oleh Account

Officer

Pemilihan ketua dipilih secara demokrasi dan juga akan berotasi setiap

tahunya.

Setelah terpilihnya

ketua kelompok dilanjutkan pada kegiatan

tanya jawab seputar program PKKM dan menjelaskan

tujuan dari PKKM itu sendiri

Proses ini sangat penting, dimana nasbah harus memahami PKKM

dan tujuanya.

Menjelaskan tentang kegiatan Latihan wajib

kumpul kepada nasabah

Seperti tujuan mengenai kegiatan

LWK tersebut.

(9)

38 | Pemberdayaan Ekonomi Melalui Program PPKM dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Hari kedua Meninjau

kembali kegiatan di

hari sebelumnya

untuk memastikan bahwa nasbah

mengerti dan di lanjutkan

dengan pembacaan

tata tertib nasabah.

Tata tertib di jelaskan secara terperinci di sertai dengan tanya jawab

Hari ketiga Meninjau kembali hari pertama dan hari kedua memastikan

bahawa nasabah benar

- benar mengerti dan

tidak keliru.

Melakukan pelatihan berupa tanya

jawab mengenai

kegiatan perbankan

seperti pinjaman dan

angsuran.

Membantu nasabah yang belum memahami tatacara

mengangsur dalam kegiatan perbankan.

Nasabah menjelaskan

mengenai jenis usaha dan pengajuan

dana.

Menjelaskan mengenai tata cara angsuran

dan rapat mingguan.

Hari keempat

Meninjau kembali kegiatan pada

hari ketiga, dengan tujuan

agar nasabah memahami pelaksanaan

LWK dan PKKM Menjelaskan mengenai tata

tertib rapat mingguan dan

kondisi – kondisi jika

sesuatu terjadi sepert nasabah

yang meninggal Melakukan pelatihan kewirausahaan

seperti menjelaskan apa saja yang harus dimiliki oleh seorang

wirausaha, belajar menganalisis

peluang, pelatihan pemasaran

dan juga memberikan

motivasi terhadap nasabah.

Kegiatan ini di pimpin oleh pakar

kewirausahaan.

Melakukan pendekatan melalui ceramah atau

motivasi.

Hal tersebut diaras penting dilakukan

untuk menginformasikan

dan memberikan pemahaman terhadap zaman

yang mulai berkembang dengan

persaingan usaha atau kerja yang semakin ketat serta ketersediaan bahan

baku dan juga produk yang berkualitas, higenis

dan dengan kemasan yang

menarik Melakukan

pendekatan diskusi anatar kelompok dan

individu

Hal tersebut dilakukan atau bertujuan untuk

mendapatkan Feedback dari nasabah sehingga

dapat di analisis sejauh mana nasabah mengerti

mengenai kewirausahaan dan

juga pentingnya nasabah dalam mengungkapkan

pendapatnya . Hari kelima Meninjau

seluruh

(10)

39 | Pemberdayaan Ekonomi Melalui Program PPKM dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat kegiatan LWK

dengan mengajukan

pertanyaan agar nasabah berkontibusi atau aktif

dalam berpendapat Pengesahan

ketua kelompok dan

juga pengajuan pertanyaan

BPR Parasahabat

kepada nasabah

Sumber: Modul Panduan PKKM

Hasil Program Kredit Kelompok Mingguan (PKKM) Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Dalam wawancara bersama bapak Haryadi faktor keberhasilan PKKM diantaranya Program kredit kelompok mingguan telah mampu membuktikan bahwa masyarakat miskin mampu memanfaatkan potensi di dalam dirinya, menjadikanya manusia yang siap menghadapi tang – tangan hidup dan persaingan, dengan begitu kesejahteraan dapan direalisasikan dengan kemampuanya sendiri, bahkan sebagian nasabah yang dahulu hidup dengan semua keterbatasan, sekarang bisa bangkit dan mampu hidup dan berkontribusi dalam lingkunagn sosialnya.

Pengembangan dan pemberdayaan memang membutuhkan kerja sama dari semua pihak, tidak hanya bergantung terhadap BPR saja melainkan individu atau objek PKKM juga harus dilibatkan karena pengetasan kemiskinan bukan hanya sekedar memberikan pemberian dana saja namun dengan PKKM hal tersebut menjadi sebuah tindak lanjut berupa pembinaan dan pemberdayaan agar pengembangan usaha yang di mulai semakin berkembang dan di harapkan mampu melahirkan lapangan pekerjaan baru.

Keberhasilan PKKM dapat dilihat melalui beberapa sudut pandang seperti dari segi bentuk pemberdayaan dan juga kesejahteraan.

Selain itu keberhasilan PKKM ini dapat

dibuktikan dengan melihat peningkatan nasabahnya dalam setahun terakhir yang dirinci pada tabel berikut :

Tabel 2. Peningkatan Nasabah Tahun 2017 Bulan Nasbah

Individu

PKKM Januari 1140 2512 Februari 1508 5441

Maret 1923 10968

April 2377 18039

Mei 2865 25061

Juni 3400 37217

Juli 3582 38890

Agustus 4007 45278 September 4383 52194 Oktober 4590 59210 November 4731 67034 Sumber: Hasil wawancara penelitian

Pada tahun 2017 setiap bulanya nasabah PT BPR Parasahabat khususnya dalam program KKM selalu meningkat.

“hal tersebut terjadi karena banyaknya masyarakat yang tertarik dan mulai memahami mengenai konsep PKKM itu sendiri, Maka dari itu setiap bulanya selalu meningkat apalagi PKKM ini sangat membantu terhadap masyarakat yang ingin mengembangkan usahanya dan masyarakat kurang mampu ”.

(Wawancara dengan ibu Wulan Selaku Account Officer (AO) PT BPR Parasahabat, 12 Maret 2018).

Melihat penjelasan mengenai peningkatan nasabah KKM menurut ibu Wulan, kita bisa menarik kesimpulan bahwa masyarakat lebih tertarik dengan pemberdayaan ketimbang dengan hanya sekedar pinjaman, masyarakat mulai memahami feedback yang di berikan dalam PKKM tersebut lebih bermanfaat dalam kehidupan mendatang.

Dampak dari PKKM tentu sangat memberikan keuntung bagi para pelakunya dampak tersebut tentu di rasakan oleh pengusaha mikro seperti ibu Deuis yang memiliki warung nasi.

“begini a awal mengikuti program ini saya memang gak ada modal buat ngembangin usaha warung nasi, warung nasi saya suka sepi a saya juga gak tau kenapa,tapi alhamdulilah yang dulu penampilan

(11)

40 | Pemberdayaan Ekonomi Melalui Program PPKM dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

warung nasi saya kurang enak di pandang gegara adanya latihan dagang dari BPR parasahabat sama pinjaman modal saya ubah tuh warung nasi saya saya ganti kacanya saya ganti semua biar jadi bagus warung saya a, alhamdulilah a sekarang warung saya rame banyak yang makan disini jadi bersih” (wawancara dengan ibu Deuis selaku nasabah PT BPR Parasahabat pada tanggal 15 Maret 2018)

Dari penjelasan ibu Deuis program KKM mampu memberikan dampak yang besar kepada pengusaha mikro, karena PKKM tidak hanya memberikan modal saja, namun ketika pengambilanya nasabah diberikan pelatihan wirausaha sehingga nasabah mampu melihat apa yang menjadi kekuarangan dalam usaha sebelumnya dan mampu di pecahkan pula melalu PKKM, seperti ibu Deuis yang risau dengan usahanya dahulu yang selalu sepi, tapi akhirnya ibu Deuis mengetahui masalahnya dan mampu memecahkannya, contoh seperti hal tersebut adalah kegiatan pemberdayaan di mana ibu Deuis mampu memecahkan masalahnya secara mandiri.

Dalam penjelasan wawancara bersama ibu Rini selaku nasabah PT BPR Parasahabat dapat disimpulkan bahwa PKKM sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan seperti contoh usaha PT BPR Parasahabat dalam meningkatkan kesejahteraan diantaranya dengan meningkatkan pendidikan dalam menciptakan sumber daya yang tangguh melalui program beasiswa atau Sahabat berprestasi. Hal tersebut merupakan salah satu startegi dalam pemberdayaan ekonomi. Karena dengan adanya sumber daya manusia yang tangguh tentu akan mampu bersaing dan mampu memecahkan masalahnya di kemudian hari.

Dari uraian di atas sangat nampak keberhasilan program PKKM dalam meningkatkan kesejahteraan, keberhasilan ini tidak hanya dirasakan oleh PT BPR Parasahabat saja melainkan masyarakat selaku objek merasa puas dengan adanya PKKM tersebut di samping itu kegiatan PKKM ini dapat membantu masyarakat sekitarnya dan membuka peluang kerja yang baru sehingga selanjutnya di harapkan mampu mengatasi masalah kemiskinan di khusunya di daerah Karawang umumnya di seluruh Indonesia.

Berdasarkan hasil temuan peneliti di lapangan dengan sejumlah data – data yang terhimpun, bahwasanya pemberdayaan ekonomi melalu program kredit kelompok mingguan (PKKM), merupakan salah satu bagian dari pemberdayaan ekonomi, dimana dalam proses dan hasilnya berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat, hal tersebut dapat dilihat dalam setiap proses dan pelaksanaan PKKM itu sendiri seperti dalam tahap sosialisasi dan pelaksanaanya, hal tersebut berkaitan dengan teori yang di kemukakan oleh Rubin mengenai Pemberdayaan. Diantaranya seperti :

Kesatu Dalam perencanaan PKKM memang masyarakat tidak terlibat dalam perencanaan program namun dalam tujuanya perencanaan PKKM berorientasi terhadap masyarakat miskin, karena PT BPR Parasahabat berperan dalam memperkuat sumberdaya khususnya dalam bentuk pendanaan, dibuktikan dengan akses peminjaman modal dengan mudah bahkan masyarakat tidak perlu datang menuju kantor BPR untuk mengangsur tetapi PT BPR Parasahabat bersedia hadir ke lokasi masyarakat yang meminjam hal tersebut sesuai dengan konsep pemberdayaan yang di kemukakan oleh Rubin (1993 : 433) yang menyatakan bahwa dalam pemberdayaan perlu adanya penguatan sumber daya khususnya pendanaan baik itu dari pemerintah maupun pihak swasta, yang berguna sebagai modal awal pemberdayaan.

Kedua Dalam pelaksanaan PKKM, PT BPR Parasahabat memfungsikan diri sebagai penggerak dimana dalam kegiatan sosialisasi secara tidak langsung telah menghubungkan kepentingan pemerintah setempat dan kebutuhan masyarakat setempat oleh karena itu tidak jarang pemerintah terbuka dengan keberadaan program tersebut, menurut Rubin (1993:433) dalam buku Nyoman Supriadi (2005:95) bahwa dalam kegiatan pemberdayaan pelaksana harus menjadi penggerak yang menyadarkan dam menyambungkan antara kepentingan pemerintah dan kebutuhan masyarakat.

Ketiga PKKM berorientasi terhadap melaksanakan program pemberdayaan dalam meningkatkan sumber daya manusia dan pengembangan usaha karena hal tersebut tidak dapat di pisahkan dimana ketika usaha atau bisnis yang dijalankan dengan sumber daya manusia yang lemah tentunya bisnis yang di

(12)

41 | Pemberdayaan Ekonomi Melalui Program PPKM dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

jalankan akan goyah jika mendapatkan sesuatu masalah, berbeda dengan sumber daya manusia yang tangguh yang akan menemukan jalan keluar dalam setiap masalah yang ada . dalam penguatan sumberdaya manusia PKKM dapat di buktikan melalui program pelatihan atau LWK serta pemberian program beasiswa terhadap nasabah yang disiplin.

Keempat Dalam setiap proses kegiatan PKKM harus dikelola oleh masyarakat dan harus dirasakan oleh masyarakat pula. Hal tersebut sesuai dengan konsep pemberdayaan yang di kemukaakan Rubin (1993 : 432-433) dalam Nyoman Supriadi (2005:95) bahwa hasil dari setiap proses pemberdayaan sudah jelas harus dirasakan oleh masyarakat dan setiap proses itu juga harus di jalankan oleh masyarakat juga.

Kelima Dari hasil pemberdayaan ekonomi melalui PKKM setiap kegiatan dan hasilnya tentu dirasakan oleh masyarakat seperti contoh dalam kegiatan sosialisasi selain menghasilkan informasi keluarga pra-sejahtera secara tidak langsung hal tersebut menyambungkan kepentingan pemerintah dan kebutuhan masyarakat selain itu dalam setiap proses PKKM, setiap keuntungan dan hasilnya dapat di rasakan oleh masyarakat, salah satu kegiatan seperti latihan wajib kumpul(LWK) yang diharapkan mampu membangun sumber daya yang tangguh di tambah dengan program beasiswa sahabat berprestasi

Hasil penelitian tersebut menunuukan bahwa pemberdayaan ekonomi melalui PKKM tentu sangat berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya di daerah karawang karena setiap kegiatan yang di lakukan oleh PT BPR Parasahabat dalam PKKM bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat tidak hanya dari segi finansial saja melainkan dalam bidang pendidikan dan juga kesejahteraan sumber daya manusia agar mampu bersaing dan membantu masyarakat lainya. Hal tersebut sesuai dengan pendapat yang di utarakan oleh Rubin (1993:432) dalam Nyoman Supriadi (2005:95) bahwa Dalam konsep pemberdayaan kegiatan pelatihan dan juga pembangunan fisik harus seimbang artinya dalam membangun sebuah usaha di butuhkan juga SDM yang tangguh untuk menjalankan usaha tersebut .

dalam menghitung sebuah teknik penilaian

PKKM hampir mendekati dengan menggunakan metode Rapid Rural Appraisal (RRA) dimana dalam tekniknya terdapat beberapa poin yang sama dengan PKKM diantaranya adalah : (1) Melakukan Review wilayah untuk memastikan wilayah tersebut cocok menjadi wilayah PKKM.

(2) Telah melakukan telaah PT BPR Parasahabat melakukan pengamatan lapangan secara langsung atau Observasi guna memastika wilayah tersebut memang bermayoritaskan keluarga pra- sejahtera. (3) Selanjutnya meminta data kepada pemerintah setempat tentang jumlah keluarga pra-sejahtera di wilayah tersebut.(3) Terakhir melakukan wawancar untuk memastikan bahwa masyarakat tersebut layak sebagai nasabah PKKM.

Dalam metode pemberdayaan PKKM lebih mengacu kepada Participatort Learning and Acion (PLA) di mana dalam prakteknya PLA memiliki prinsip – prinsip yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat seperti : (1) PLA Merupakan proses belajar kelompok (2) Memecahkan permasalahan melalui pihak pihak pemanguku kepentingan (3) Lokasi harus sesuai dengan syarat PKKM (4) Setiap kegiatan PKKM di laksanakan oleh fasilitator (5) Dalam kepemipinan kelompok pihak PT BPR menekankan kepada setiap anggotaya untuk menjadi seorang ketua.

Dalam tujuanya PKKM juga berorientasi kepada tujuan pemberdayaan yang di cetuskan oleh Totok & Purwoko (2015 :111-112) dimana tujuan pemberdayaan diantarnya : (1) Membangun SDM yang lebih baik yang di harapkan akan berperilaku yang baik pula (2) Menciptakan perbaikan kelembagaan yang di harapkan mampu membangun kemitraan usaha(3) Membangun bisnis atau usaha dengan SDM yang unggul dan relasi terhadap mitra usaha.(4) Perbaikan masyarakat, dimana ketika kesejahteraan tercapai diharapkan akan terwujud kehidupan masyarakat yang lebih baik

Selain itu menurut Nanih & Agus A Safei (2001:47) salah satu cara dalam memberdayakan ekonomi adalah dengan menciptakan wirausaha yang pada dasaranya wirausaha adalah sebuah kemandirian, dengan mengacu kepada tujuan pemberdayaan tersebut, dapat menciptakan wirausaha dengan SDM yang baik dan berperilaku baik pula sehingga nantinya akan berdampak besar pada kehidupan masyarakat.

(13)

42 | Pemberdayaan Ekonomi Melalui Program PPKM dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Dalam strategi PKKM mengacu kepada strategi pemberdayaan ekonomi yang di cetuskan oleh Nanih & Agus A Safei (2001) dimana PKKM bertugas sebagai Pemberian peluang terhadap produksi, Memperkuat posisi transaksi dan kemitraan, dan Menciptakan sumberdaya mansuia yang tangguh.

Gambar 1. Sosialisasi PKKM

PENUTUP

Dalam pelaksanaan PKKM, PT BPR Parasahabat berfungsi sebagai pengerak dimana dalam setiap kegiatan seperti sosialisasi, PT BPR Parasahabat secara tidak langsung menghubungkan kepentingan pemerintah dan kebutuhan masyarakat hal tersebut di buktikan dengan keterbukaan pemerintah dalam menerima PKKM.

PKKM merupakan program pemberdayaan ekonomi yang tidak terfokus pada penguatan dana saja melainkan dalam menguatkan SDM, dua hal tersebut tidak dapat di pisahkan karena dalam mengelola sebuah usaha perlu adanya SDM yang kuat dan tangguh, dalam pelaksanaan PKKM masyarakat di tuntut untk aktif berpartisipasi dan juga terlibat hal tersebut bertujuan agar kedepannya nasabah mampu hidup mandiri dan memecahkan masalahnya sendiri.

Hasil yang di capai dalam PKKM yang telah dilaksanakan oleh PT BPR parashabat ini diantanya Kemandirian dan Kesejahteraan Masyarakat menjadi mandiri dalam memecahkan setiap masalahnya yang di dikukng oleh motivasi dan latihan wajib kumpul yang pernah dilaksanakan sebelum melakukan pinjaman sedangkan dalam tercapainya kesejahteraan hal tersebut didukung oleh pelatihan, pinjaman atau penguatan modal serta

beasiswa dan terakhir adalah memberikan latihan terhadap nasabah untuk menabung.

Bagi Peneliti Selanjutnya Masih banyak yang dapat di teliti dalam Program Kredit Kelompok Mingguan (PKKM) ini, diantaraya seperti bagaimana metode pelatihan yang di jalankan dala Latihan Wajib Kumpul, diharpkan peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian lebih baik lagi.

Bagi PT BPR Parasahabat, Diharpkan dalam pelaksanaan PKKM ini kegiatan pelatihan setiap bulanya terhadap nasabah harus selalu di lakukan hal tersebut dilakukan agar meminimalisir kegagaln dalam PKKM selain itu hal tersebut dapat memaksimalkan proses pemberdayaan ekonomi yang dilaksanakan oleh PT BPR Parasahabat dalam meningkatkan kesejahteraan. Selain itu dihatapkan dalam PKKM ini tidak menggunakan kembali jadikan sebuah lembaga menjadi milik bersama untuk masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Badan Resmi Statistik (2017). Profil Kemsikinan Masyarakat Indonesia Maret 2017. Bertita Resmi Statistik : No. 66/07

Machendrawaty, N., & Safei, A. A. (2001).

Pengembangan Masyarakat Islam.

Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Mardikanto, T., & Soebiato, P. (2015).

Pemberdayaan Masyarakat dalam prespektif kebijakan publik. Bandung : Alfabeta

Sumaryadi, N. (2005). Perencanaan Pembangunan Daerah Otonomi dan Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta : Citra Utama

Safei, A. A. (2017) .Sosiologi Islam Transformasi Sosial Berbasis Tauhid.

Bandung : Simbiosa Rektama Medi

Referensi

Dokumen terkait

Selain itu, setiap kegiatan pembangunan (usaha.. produksi) yang akan dikembangkan di suatu pdau seyogyanya memenuhi skala ekonomi yang optimal d m menguntungkan serta sesuai

Berdasarkan uraian di atas, produksi menurut ilmu ekonomi adalah setiap kegiatan yang dilakukan manusia untuk menghasilkan/menaikan nilai kegunaan

Oleh sebab itu pentingnya lembaga PKK untuk membangun suatu pemberdayaan pada ekonomi kreatif yang mampu menghasilkan suatu kegiatan yang memiliki manfaat yang

Mampu menganalisis wilayah berdasarkan aspek ekonomi untuk setiap kecamatan dari contoh kasus kabupaten yang diambil , terutama kegiatan analisis persentase, pertumbuhan,

Selain itu, investasi dapat menghasilkan multiplayer effect pada pembangunan ekonomi nasional, karena kegiatan investasi tidak hanya mentransfer modal dan barang, tetapi

Selain memberikan sosialisasi kegiatan ini juga memberikan begitu banyak pengetahuan tentang humas dalam lingkungan diskusi agar setiap pegawai yang bekerja pada bidang kehumasan paham

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

Disajikan soal, siswa mampu menyebutkan jenis-jenis kegiatan ekonomi di Indonesia PG 1 19 Disajikan soal, siswa mampu menyebutkan 2 contoh mata pencaharian masyarakat yang