xviii BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pelajaran Bahasa Indonesia yang diberikan di Sekolah Dasar (SD) diarahkan dapat meningkatkan kemampuan peserta didik untuk mampu berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia. Keterampilan yang dipelajari dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar meliputi empat keterampilan, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.
Menulis adalah keterampilan berkomunikasi dengan menggunakan tulisan. Menulis dapat dikatakan sebagai keterampilan bahasa yang paling rumit dibandingkan jenis keterampilan-keterampilan berbahasa lainnya, karena menulis bukan hanya sekedar menyalin kata dan kalimat, melainkan juga mengembangkan dan menuangkan pikiran–pikiran dalam struktur tulisan yang teratur dan menguasai keterampilan berbahasa lainnya untuk menghasilkan tulisan yang baik.
Salah satu bentuk keterampilan menulis yang diajarkan di Sekolah Dasar, khususnya di kelas V adalah keterampilan menulis puisi bebas. Materi menulis puisi bebas di Sekolah Dasar kelas V menuntut siswa untuk memiliki keterampilan dalam penulisan puisi, dapat mengetahui pengertian, unsur- unsur puisi dan langkah pembuatan puisi yang baik dan benar dengan
menggunakan kosa kata dan ejaan yang tepat. Materi ini sudah tercantum dalam silabus Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar kelas V. Standar kompetensi menulis puisi adalah siswa dapat mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi dan fakta secara tertulis dalam bentuk ringkasan, laporan dan puisi bebas, sedangkan kompetensi dasarnya adalah siswa dapat menulis puisi bebas dengan pilihan kata yang tepat. Alokasi waktu pembelajaran terutama pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi menulis puisi adalah 35 menit tiap jam pelajaran. Materi ini maksimal dapat ditempuh waktu 10 jam pelajaran. Menulis puisi bebas bukan suatu hal yang dapat dikatakan mudah. Siswa harus memperhatikan penggunaan kosa kata dan ejaan yang tepat sehingga mereka dapat menulis puisi dengan baik.
Menulis puisi bebas ternyata menimbulkan kesulitan tersendiri bagi siswa seperti yang terjadi di kelas V SD Negeri 2 Mersi. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas V pada tanggal 2 Maret 2013 dapat diketahui bahwa salah satu permasalahan belajar yang terjadi dalam pengajaran Bahasa Indonesia adalah kemampuan menulis puisi dan kreativitas siswa dalam berpuisi yang masih rendah dan rata-rata masih di bawah nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 70. Kreativitas menulis masih rendah terlihat dari banyaknya siswa membuat puisi hanya mengutip dari buku atau mencontek hasil karya siswa yang lain. Kata-kata yang digunakan siswa untuk menulis puisi juga kurang bervariasi. Masih banyak siswa yang menggunakan kata berulang-ulang dalam puisi mereka. Disamping itu, penggunaan kosa kata dan ejaan yang digunakan masih belum tepat, hal ini
xx
menunjukan bahwa kemampuan siswa dalam menulis puisi juga masih rendah.
Faktor penyebab masalah ini antara lain tidak digunakannya media dalam proses pembelajaran pada materi puisi sehingga siswa seringkali mengalami kesulitan dalam menemukan ide atau gagasan awal untuk menulis puisi. Selain itu, guru juga menjelaskan bahwa waktu siswa untuk berlatih juga masih kurang.
Dari permasalahan di atas, maka guru dan peneliti mengadakan diskusi yang menghasilkan kesepakatan untuk melakukan upaya perbaikan dengan melakukan penelitian yaitu penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan siswa dalam menulis puisi.
Peneliti dan guru sepakat melakukan kolaborasi untuk memperbaiki kondisi proses pembelajaran dengan penggunaan media kartu kata. Media ini berupa kartu kecil yang berisi enam kata yang kemudian harus dikembangkan oleh siswa menjadi sebuah puisi sesuai dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki siswa.
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, peneliti bermaksud untuk melakukan sebuah penelitian tindakan kelas yang berjudul “Upaya Meningkatkan Kreativitas dan Kemampuan Menulis Puisi Bebas Siswa Kelas V Menggunakan Media Kartu Kata di SD Negeri 2 Mersi.”
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Bagaimanakah penggunaan media kartu kata dapat meningkatkan kreativitas dalam pebelajaran Bahasa Indonesia materi menulis puisi bebas di kelas V SDN 2 Mersi Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas?
2. Bagaimanakah penggunaan media kartu kata dapat meningkatkan kemampuan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia materi menulis puisi bebas di kelas V SDN 2 Mersi Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah tersebut di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk :
1. Meningkatkan kreativitas dalam pembelajaran Bahasa Indonesia materi menulis puisi bebas pada siswa kelas V SD Negeri 2 Mersi setelah menggunakan media kartu kata.
2. Meningkatkan kemampuan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia materi menulis puisi bebas pada siswa kelas V SD Negeri 2 Mersi setelah menggunakan media kartu kata.
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
Mendapatkan teori baru mengenai cara meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis puisi bebas dengan penggunaan media kartu kata dalam pelajaran Bahasa Indonesia.
xxii 2. Manfaat Praktis
a. Bagi Siswa
Meningkatkan kreativitas dan kemampuan menulis puisi bebas yang baik bagi siswa.
b. Bagi Peneliti
1) Melatih peneliti dalam mengatasi permasalahan yang ada di dalam pembelajaran di sekolah dasar.
2) Membantu peneliti memperoleh pengalaman dan pengetahuan dalam menemukan ide–ide kreatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar
c. Bagi Guru
1) Mengenalkan pada guru media pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran menulis puisi.
2) Memberikan pengalaman bagi guru untuk melakukan sebuah penelitian tindakan kelas.
d. Bagi Sekolah
Meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah.