1
GIZI SEIMBANG
BAGI ANAK USIA SEKOLAH
Pelaksanaan Sosialisasi Sekolah Sehat
Jakarta 27 September 2022
• 65% tidak sarapan
• 20% anak sekolah makan <3 kali/hari
• 97% kurang konsumsi sayur dan buah
• 57% kurang aktifitas fisik 98% belum
minum tablet tambah darah dalam jumlah cukup
• 50% konsumsi makanan manis
• 32% konsumsi makanan asin
• 11% konsumsi makanan instan
• 78% konsumsi makanan berpenyedap
1 dari 7 remaja
mengalami kelebihan berat badan 1 dari 4 remaja
mengalami stunting
Riskesdas, 2018; GSHS, 2015; SDT, 2014; SDKI, 2017; Hardinsyah, 2014
ANEMIA
Usia 15 – 24 tahun : 32 % Usia 5 – 14 tahun : 26%
• 45% tidak cuci tangan dengan benar
• 20% merasa tidak perlu
• 19% lupa
• 9% takut efek samping 90,2% nya sarapan dengan mutu rendah
Situasi Gizi Anak Sekolah dan Remaja
Penyebab Masalah Gizi Anak Sekolah
Kurangnya aktivitas fisik Asupan makanan yang tidak sehat
• Keragaman pangan rendah
• Asupan makanan tinggi gula garam dan lemak
• Kurang konsumi buah dan sayur sumber zat gizi mikro
>50% remaja usia 13-17 tahun
mengkonsumsi fast food setidaknya sekali dalam sehari (GSHS, 2015)
Hanya sekitar 1 dari 10 yang melakukan aktifitas fisik selama 60 menit setiap hari
(IFLS, 2014)
Mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang
dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif di berbagai wilayah
yang didukung oleh SDM berkualitas dan berdaya saing
SASARAN PEMBANGUNAN 2020 - 2024
PRIORITAS NASIONAL 2020 -2024
Indikator Renstra , Perpres 72 / 2021 dan SPM
Terkait Pelayanan Kesehatan Pada Anak Usia Sekolah dan Remaja Remaja
No. Indikator Komponen Definisi Operasional Target
2022 2023 2024 1. Persentase Puskesmas yang
melaksanakan pembinaan ke sekolah 4 kali setahun
Renstra Kemenkes 2020-2024
Pembinaan UKS , PKPR , Model Sekolah/ Madrasah Sehat dalam :
•Pendidikan Kesehatan
•Pelayanan Kesehatan
•Pembinaan Lingkungan sekolah
Puskesmas melaksanakan pembinaan ke sekolah minimal mencakup 50% (jumlah sekolah SD, SMP, SMA sederajat) di wilayah kerjanya sebanyak 4 kali/ tahun untuk
mengaktifkan trias UKS (pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sehat)
70% 80% 90%
2. Persentase Remaja Puteri mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD)
Renstra Kemenkes 2020-2024
Pemberian dan konsumsi TTD di Sekolah SMP dan SMA / sederajat
Pencatatan –pelaporan pemantauan konsumsi TTD
Remaja Puteri bersekolah di tingkat SMP-SMA atau sederajat mengonsumsi TTD
(mengandung zat besi setara dengan 60 mg besi elemental dan 0,4 mg asam folat) secara rutin 1 tablet setiap minggu minimal 26 tablet dalam setahun
54% 75% 90%
Perpres
72/2021tentang Percepatan
Penurunan Stunting
45% 50% 58%
3 Pelayanan Kesehatan Usia Pendidikan Dasar
SPM Kab/ Kota Bidang Kesehatan
Penjaringan kesehatan Pemeriksaan kesehatan
Setiap anak pada usia pendidikan dasar mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota wajib melakukan pelayanan kesehatan sesuai standar pada anak usia pendidikan dasar di dalam dan luar satuan pendidikan dasar di wilayah kerja kabupaten/kota dalam kurun waktu satu tahun ajaran.
100% 100% 100%
Regulasi Pendukung
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Pedoman Gizi Seimbang
Peraturan Menteri Kesehatan no 51 tahun 2016 tentang Standar Produk Suplementasi Gizi
Suplementasi gizi dalam bentuk makanan tambahan merupakan makanan tambahan dengan formulasi khusus dan difortifikasi dengan vitamin dan mineral yang diberikan kepada:
a. balita 6-59 bulan dengan kategori kurus;
b. anak usia sekolah dasar dengan kategori kurus; dan c. ibu hamil kurang energi kronis.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 Tentang Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia
Pelayanan Kesehatan
Pembinaan Lingkungan
Sehat Pendidikan
Kesehatan
• Literasi kesehatan Buku Rapor Kesehatanku
• Pembiasaan PHBS
• Pendidikan Gizi, sarapan bersama
• Peningkatan Aktifitas Fisik
• Pendidikan Kesehatan Reproduksi
• Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat
• Pembinaan Kader Kesehatan Sekolah
.
Pendidikan Kesehatan • Pemeliharaan sanitasi sekolah
• Pengelolaan sampah
• Perawatan Kebun sekolah
• Pembinaan kantin sehat
• Pemberantasan sarang nyamuk
• Penerapan Kawasan sekolah bebas rokok (KTR), NAPZA (KTN), kekerasan (KTK)
Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat
▪ Penjaringan Kesehatan ( termasuk akan
skrining anemia pada rematri SMP dan SMA )
▪ Pemeriksaan Berkala
▪ Imunisasi (BIAS)
▪ Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) , minum TTD bersama di sekolah
▪ Pemberian obat cacing
Pelayanan Kesehatan
Fasilitasi implementasi kegiatan Trias UKS/M
Mengapa Gizi anak
sekolah penting? Asupan gizi yang optimal, baik dalam hal kuantitas maupun kualitas, sangat penting untuk pertumbuhan serta perkembangan yang optimal, sehingga pola makan remaja perlu ditingkatkan kearah konsumsi gizi seimbang.
Anak Sekolah perlu memahami 4 pilar dan 10 pesan Gizi Seimbang sehingga dapat mengidentifikasi pesan yang sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan yang belum
Anak Sekolah dapat memiliki kesadaran diri dan sikap
untuk mempertahankan dan meningkatkan praktik
pesan Gizi Seimbang selama ini
Komponen Gizi Anak Sekolah dalam Sekolah/Madrasah Sehat
Pendidikan Kesehatan:
• Pendidikan gizi
• Optimalisasi Aktivitas Fisik
• Pembinaan Kader Kesehatan sekolah
Pelayanan Kesehatan:
• Sarapan dan Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) rematri
• Penjaringan Kesehatan (pengukuran status gizi) dan pemeriksaan berkala
Pembinaan Lingkungan Sehat
• Pembinaan kantin sehat
• Pemanfaatan pekarangan sekolah (kebun
sekolah utk sayuran hijau)
Mengapa
GIZI SEIMBANG?
Prinsip Gizi Seimbang merupakan upaya menyeimbangkan antara zat gizi yang keluar dan zat gizi yang masuk dengan
memantau berat badan secara teratur.
FAKTOR RISIKO PTM
Agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit kronis atau penyakit tidak menular terkait gizi, pola makan masyarakat perlu ditingkatkan ke arah hidup
sehat dengan GIZI SEIMBANG.
PENERAPAN GIZI SEIMBANG
Permenkes Nomor 41 Tahun 2014
Makanan sumber protein dan zat besi
Proporsi makanan dalam Isi Piringku setiap kali makan:
2/3 bagian dari setengah piring masing-masing untuk makanan pokok dan untuk sayuran,
1/3 bagian dari setengah piring masing-masing untuk lauk-pauk dan untuk buah.
4 Pilar dan Isi Piringku
Syukuri dan nikmati aneka ragam jenis makanan
Banyak makan SAYUR dan BUAH
• 150 gram buah (cth : 3 buah pisang / 3 buah jeruk sehari )
• 250 gram sayuran (sekitar 2 ½ porsi / gelas sayuran matang)
• Pilih sayuran berdaun hijau, terong, tauge, daun singkong, dll & buah seperti: jeruk, pisang, alpukat, nanas, apel, pepaya, manggis, dll
Makan lauk mengandung tinggi protein
• Sumber hewani 2-4 porsi per hari (cth 2-4 potong ikan)
• Sumber nabati 2-4 porsi per hari (cth 2-4 potong tempe)
• Lauk tinggi protein: telur, ayam, ikan, daging, tahu, tempe, dan kacang-kacangan
Makan aneka ragam makanan pokok
• Sekitar 3-4 porsi/hari atau setara 100 g nasi atau ¾ gelas sekali makan; sergantian dengan jenis makanan pokok lainnya seperti umbi-umbian, jagung, dsb
Batasi makanan manis, asin, &
berlemak
Sarapan pagi setiap hari
• Sarapan sebelum jam 9 pagi untuk memenuhi 15-30%
kebutuhan gizi sehari
Cukup minum air putih
• Minum air putih untuk memenuhi kebutuhan cairan sekitar 1,5 liter atau setara 8 gelas sehari
Membaca Label Informasi Nilai Gizi
• Biasakan membaca label informasi nilai gizi pada kemasan, perhatikan tanggal kedaluwarsa.
Mencuci tangan dengan sabun di air mengalir
Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan menjaga berat badan normal
4sdmGULA 1sdtGARAM 5sdmMINYAK
Penerapan 10 PESAN UMUM GIZI SEIMBANG
SARAPAN PAGI
Agar siswa tidak melewatkan makan pagi dan membuat mereka mampu memilih jenis makanan yang bergizi seimbang untuk dikonsumsi serta dapat memberikan energi yang cukup.
Penelitian menunjukkan bahwa sarapan memiliki dampak yang positif bagi perilaku siswa di kelas, maupun bagi prestasi akademik siswa secara umum. Sebaliknya siswa yang memilih untuk tidak sarapan berisiko mudah lelah dan sulit memfokuskan perhatian, yang tentunya akan berakibat negatif pada performanya di sekolah.
Sarapan sehat anak mengikuti pola gizi seimbang yakni terdiri dari sumber karbohidrat (60-68%), protein (12-15%), lemak (15- 25%), dan vitamin/mineral.
Sarapan sehat berperan penting untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan dan prestasi di sekolah
Sarapan bukan sekedar pengganjal perut, tapi juga memberikan energi agar siswa bisa beraktivitas dengan baik, otak bekerja lebih optimal, dan tidak cepat mengantuk.
Dimulai di pagi hari sekitar pukul 06.00-09.00. Sarapan memuat 25% energi harian
Termasuk makanan tinggi protein hewani
Mengapa
makanan sumber protein penting?
Ank Sekolah memahami fungsi protein bagi tubuh serta makanan sumber protein hewani dan nabati karena protein adalah bagian terbesar dari jaringan tubuh.
Anak Sekolah perlu mengenali makanan sumber protein hewani dan nabati agar dapat mengombinasikan asupan protein hewani dan nabati secara seimbang.
Penting untuk anak sekolah menghubungkan
kebiasaan makanan sehari-hari dan mengenali
bahan pangan sumber protein hewani dan nabati,
untuk menggugah siswa yang belum mengonsumsi
pangan hewani dan nabati sesuai anjuran.
Mengapa sayur dan buah
penting? Konsumsi sayur dan buah masyarakat Indonesia masih di bawah jumlah yang dianjurkan. Padahal sayur dan buah merupakan sumber vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan remaja dalam proses pertumbuhan dan pencegahan penyakit.
Anak Sekolah perlu memiliki pengetahuan mengenai
pentingnya sayur dan buah sebagai salah satu sumber zat gizi.
Anak sekolah dapat meningkatkan konsumsi buah dan sayur sesuai dengan porsi yang dianjurkan setiap hari
• Sayur dan buah mengandung vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan oleh tubuh
• Apabila konsumsi sayur dan buah seorang remaja cukup, maka pertumbuhannya akan optimal dan ia akan terhindar dari
berbagai penyakit.
• Sayur dianjurkan untuk dikonsumsi sebanyak 3–4 porsi/hari,
sedangkan buah 2–3 porsi/hari.
Batasi Gula, Garam dan Lemak
Anak Sekolah perlu memahami kandungan gula, garam, dan lemak yang mereka makan, sehingga dapat membuat keputusan yang lebih bijaksana tentang makanan yang mereka konsumsi sehari-hari.
Sebagian besar makanan cepat saji mengandung tinggi gula, garam, dan lemak. Sementara itu, konsumsi makanan instan dan siap saji terus meningkat. Oleh karena itu, remaja perlu mengetahui unsur-unsur yang masuk ke tubuh mereka.
Anak sekolah perlu memahami bahwa konsumsi gula, garam, dan lemak tertentu secara berlebih meningkatkan risiko mereka untuk terkena berbagai penyakit.
G4
G1
L5
Literasi Gizi
• Aktivitas membaca, melihat, menyimak, menyampaikan
• Dilaksanakan seminggu sekali, 15 menit pada jam literasi di sekolah
• Siswa menggunakan buku Rapor Kesehatanku seri informasi
Kesehatan atau buku materi bertema gizi lainnya
• Selain membaca, siswa juga dapat
berdiskusi dengan guru, pembuatan
project bertema gizi, atau role play di
kelas
Pesan Penting
kebersihan makanan, label pangan,
kemasan, zat berbahaya
Lebih baik jajan di tempat yang terjaga kebersihan dan keamanan makanannya
Baca label yang tercantum pada makanan atau minuman kemasan
Perhatikan cara pembuatan makanan dan minuman yang tidak dibungkus kemasan
Hindari makanan dengan warna mencolok, digoreng
dengan minyak goreng yang digunakan berulang-
ulang, mengandung zat kimia berbahaya, serta
memiliki kadar gula, garam, dan lemak berlebihan
Memahami Anemia
Seluruh remaja mengenal anemia, memiliki risiko mengalami anemia dan akibat/dampaknya
Agar seluruh seluruh remaja mengenal ciri dan penyebab Anemia
Agar para remaja mampu menjelaskan
cara mencegah Anemia, dengan cara : Pola makan seimbang bervariasi dan suplemen TTD; Mengenali sumber pangan tinggi zat besi; Anjuran dan cara minum TTD di sekolah pada remaja
Sumber: KIE Kementerian Kesehatan dan Nutrition International, 2018
Apa itu anemia?
• Kondisi ketika kadar hemoglobin dalam darah lebih rendah dari normal.
• Hemoglobin adalah protein kaya zat besi yang memberikan warna merah darah. Protein ini
membantu sel-sel darah merah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh
• Anemia diketahui melalui pemeriksaan kadar
Hemoblobin (Hb) dibawah 12 g/ dl pada wanita tidak hamil yang berusia ≥ 15 tahun
• Kekurangan vitamin dan mineral (zat besi, vitamin B12, asam folat)
• Infeksi parasit
• Penyakit (Malaria, Thalasemia)
Penyebab anemia
Dampak anemia bagi remaja
Penurunan kekebalan tubuh, konsentrasi, prestasi belajar,
kebugaran remaja dan produktivitas. Remaja putri yang anemia berisiko lebih tinggi akan menjadi calon ibu yang anemia
Kematian Ibu, bayi prematur,
Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
• 5 L (Lesu, Letih, Lemah, Lelah, Lalai)
• Mudah mengantuk
• Sulit konsentrasi
• Sering pusing, mata berkunang-kunang
• Pucat pada wajah, kelopak mata, bibir, kulit, kuku,
telapak tangan
Meningkatkan konsumsi zat
besi dari makanan Fortifikasi makanan dengan besi
Suplementasi TTD 60 mg elemental besi dan
400 mcg asam folat.
Pengobatan Penyakit Infeksi
Pencegahan Anemia
Sumber: Pedoman Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) Bagi Remaja Putri Pada Masa Pandemi Covid-19, Kementerian Kesehatan RI, 2020
GERAKAN # AKSI BERGIZI
Minum TTD Bersama di Sekolah/ Madrasah
Kabupaten Bogor 12 Provinsi Seluruh Provinsi
Sarapan Bersama Mengisi Aplikasi Ceria
Senam Bersama Edukasi Minum TTD Bersama
SE pelaksanaan Aksi Bergizi Bupati Lombok Barat dan Klaten
Komitmen Pemerintah dan Kebijakan
Program Pemberian TTD di Sekolah & Aksi Bergizi
1. Program TTD rematri di sekolah dimulai sejak tahun 2016 2. Pemberian1 tablet per minggusepanjang tahun
3. Mengandung 60 mg elemental besi dan 400 mcg asam folat dan diberikan secarablanket approach
4. Pemberian TTD di sekolah dilakukanpada remaja putri SMP dan SMA sederajatdengan menentukanhari minum bersama di sekolah
5. Pada saatlibur sekolah atau BDR, remaja putridibekali dengan TTD
6. Perlumemastikan remaja minum TTD di sekolah setiap minggu
• setelah sarapan atau makan bersama
• Pendidikan gizi bagi remaja dan guru
7. Melibatkan siswa (Kader Kesehatan Sekolah) untuk pencatatan dan pelaporan dan menyebarkan pesan pentingnya minum TTD
8. Puskesmas membuat kesepakatan dengan sekolah untuksuplai TTD
9. Siswa mengunduhaplikasi ceria “ Cegah Remaja Putri Anemia” di playstore
10. Sekolah dan Puskemas membuat laporan sesuai format 11. Dinas Pendidikan dan Kemenagturut memantau
sekolah/madrasah dalam pelaksanaan, pencatatan dan pelaporan program TTD rematri
Program Pemberian TTD Program Gerakan Aksi Bergizi
Program gizi remaja yang terintegrasi dan bersifat responsive gender untuk mendukung pemerintah Indonesia mengatasi tiga beban gizi pada remaja putri dan putra.
Komponen Program
Pendidika n Gizi
Komunikasi untuk Perubahan
Perilaku
Tablet Tambah Darah
Strategi Program
•Advokasi pembuat kebijakan
•Mobilisasi Sekolah
•Koordinasi multi-sektor
•Pemantauan &
Evaluasi
•Penguatan Kapasitas
Implementasi di Sekolah Pedoman Aksi
Bergizi
Sarapan Bersama
Minum TTD Bersama
Edukasi Aplikasi Ceria
Pela ya na n Keseha ta n
Pem bina a n Lingkungan Sehat Pendidika n
Keseha ta n
IMPLEMENTASI DAN DAMPAK #AKSIBERGIZI
26 Wilayah yang sudah melaksanakan Aksi Bergizi tahun 2021
Aceh
6 Kab/Kota | 35 sekolah
Jawa Tengah
8 Kab/Kota | 110 sekolah
Jawa Timur
6 Kab/Kota | 15 sekolah
NTT
7 Kab/Kota | 45 sekolah
NTB
6 Kab/Kota | 67 sekolah
Papua
2 Kab/Kota | 64 sekolah
Sulawesi Selatan
4 Kab/Kota | 33 sekolah
Hasil Evaluasi Aksi Bergizi (Lombok Barat dan Klaten)
40%
41%
38%
89%
66%
63%
24%
30%
57%
41%
Konsumsi Minuman berpemanis Aktifitas Fisik 6 menit
setiap hari Konsumsi buah &sayur
kaya vitamin A Minum TTD setiap
minggu Pengetahuan
Baseline Endline
60 menit
Catatan:
• TTD = Tablet tambah darah
• Evaluasi dilakukan sebelum sekolah tutup karena pandemi
7
Provinsi
39
Kabupaten/Kota
369
Sekolah
Tujuan: Adanya gerakan konsumsi TTD bagi remaja putri dan penyebarluasan informasi TTD dikalangan siswa
Gerakan #AKSIBERGIZI
27
Waktu : Juli – Agustus SMP/SMA/MTS/MA
Rencana Pra kegiatan :
Sarapan Bersama ( pesan gizi seimbang cukup protein hewani)
Semua siswa ( senam , sarapan dan edukasi)
Sasaran
Dilakukan Lapangan terbuka/aula/kelas 1. Sosialisasi # Gerakan Aksi Bergizi kepada stakeholder di daerah
2. Koordinasi Dinas Kesehatan, Puskesmas dengan dinas Pendidikan dan Agama serta Sekolah / Madrasah jenjang SMP dan SMA
3. Advokasi kepada Pemerintah daerah # Gerakan Aksi Bergizi masiv dilaksanakan di semua sekolah SMP / SMA/ sderajat
4. Pertemuan koordinasi dengan semua stakeholder dan mitra terkait untuk penyiapan sarana, logistik dan media KIE
5. Terlaksananya Gerakan # Aksi Bergizi , termasuk pencatatan – pelaporan kepatuhan konsumsi TTD
6. Memastikan aksi bergizi rutin dilaksanakan tiap minggu untuk memastikan remaja putri mengonsumsi TTD bersama di sekolah / madrasah
Konsep Kegiatan
Senam Pagi
Remaja Putri Minum Tablet Tambah Darah dan CERIA Minum TTD Bersama
Edukasi kesehatan dan gizi
Menjadi kegiatan rutin di kelas tiap minggu
Dapat menggandeng mitra untuk mendukung kegiatan
Pencatatan dan pelaporan konsumsi TTD dengan aplikasi ceria
Jam Kegiatan Narasumber Keterangan 07.30-
08.00
Pembukaan Kepala
Sekolah, Dinas Pendidikan, Ketua Tim Pembina UKS
Talking poin (AKSI CERIA – Cegah Anemia Remaja Indonesia)
08.00 – 08.15
Senam Pagi – Senam SKJ 88
Guru Olahraga Diikuti seluruh siswa dan siswi 08.15 –
08.30
Sarapan pagi Bersama dan edukasi
Tim Pelaksana UKS
Setiap siswa
membawa sarapan sendiri (Gizi
Seimbang) 08.30 –
09.00
Aksi konsumsi TTD dan mengisi aplikasi CERIA
Tim Pelaksana UKS
Minum TTD secara bersamaan dan siswi diharapkan untuk mengunduh aplikasi CERIA di 09.00 –
09.30
Lomba foto dan video AKSICERIA
Panitia Juara foto dan video 1, 2 , 3 dengan likes terbanyak.
Template - Rundown Gerakan
#AKSIBERGIZI
29
Kegiatan Dinas
Pendidi kan
Dinas Agama
Pemda Dinas Kesehatan
Koordinasi v v v v
SE ke DisDik, DinKes dan Dinas Agama
v
Surat Edaran ke Sekolah / Madrasah
v v v
Sarana dan Logistik v v v
Dukungan SDM v v v
Dukungan Penyebarluasan Informasi
v v v v
Keberlangsungan Aksi Bergizi Rutin
v v v
Monitoring evaluasi v v v v
Peran Stakeholder Terkait
# GERAKAN AKSI BERGIZI di Kab Bogor
Senam Bersama Edukasi Gizi
Sarapan Bersama Menu Gizi Seimbang Minum TTD Bersama Mencatat konsumsi TTD dalam aplikasi CERIA
Skrining Anemia
Jam Hari
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat
Senyum, salam, sapa, sopan, santun
Senyum, salam, sapa, sopan, santun
Senyum, salam, sapa, sopan, santun
Senyum, salam, sapa, sopan, santun
Senyum, salam, sapa, sopan, santun
06.30–07.00 Upacara
∙
CTPS∙
Aksi bergizi : sarapan Bersama, minum TTD (rematri) , edukasi∙
CTPSGerakan literasi PKHS Jam pelajaran olahraga
/Senam Bersama
07.00– 07.45 KBM KBM KBM KBM KBM
07.45– 08.30 KBM KBM KBM KBM KBM
08.30– 09.15 Peregangan, KBM Peregangan, KBM Peregangan, KBM Peregangan, KBM Peregangan, KBM
09.15– 10.00 KBM KBM KBM KBM KBM
10.00– 10.15 Istirahat, pengawasan kantin
Istirahat, sikat gigi Istirahat Istirahat Istirahat, sikat gigi
10.15– 11.00 KBM KBM KBM KBM KBM
11.00– 11.45 KBM KBM KBM KBM KBM
11.45 -12.45 Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat
12.45– 13.30 KBM KBM KBM KBM Pembinaan Kader
Kesehatan Remaja
13.30– 14.15 KBM KBM KBM KBM
Ekskul : Olahraga/Beladiri