• Tidak ada hasil yang ditemukan

GIZI SEIMBANG BAGI ANAK USIA SEKOLAH

N/A
N/A
idham ichsanul i

Academic year: 2023

Membagikan "GIZI SEIMBANG BAGI ANAK USIA SEKOLAH"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

1

GIZI SEIMBANG

BAGI ANAK USIA SEKOLAH

Pelaksanaan Sosialisasi Sekolah Sehat

Jakarta 27 September 2022

(2)

• 65% tidak sarapan

• 20% anak sekolah makan <3 kali/hari

• 97% kurang konsumsi sayur dan buah

• 57% kurang aktifitas fisik 98% belum

minum tablet tambah darah dalam jumlah cukup

• 50% konsumsi makanan manis

• 32% konsumsi makanan asin

• 11% konsumsi makanan instan

• 78% konsumsi makanan berpenyedap

1 dari 7 remaja

mengalami kelebihan berat badan 1 dari 4 remaja

mengalami stunting

Riskesdas, 2018; GSHS, 2015; SDT, 2014; SDKI, 2017; Hardinsyah, 2014

ANEMIA

Usia 15 – 24 tahun : 32 % Usia 5 – 14 tahun : 26%

• 45% tidak cuci tangan dengan benar

• 20% merasa tidak perlu

• 19% lupa

• 9% takut efek samping 90,2% nya sarapan dengan mutu rendah

Situasi Gizi Anak Sekolah dan Remaja

(3)

Penyebab Masalah Gizi Anak Sekolah

Kurangnya aktivitas fisik Asupan makanan yang tidak sehat

• Keragaman pangan rendah

• Asupan makanan tinggi gula garam dan lemak

• Kurang konsumi buah dan sayur sumber zat gizi mikro

>50% remaja usia 13-17 tahun

mengkonsumsi fast food setidaknya sekali dalam sehari (GSHS, 2015)

Hanya sekitar 1 dari 10 yang melakukan aktifitas fisik selama 60 menit setiap hari

(IFLS, 2014)

(4)

Mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang

dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif di berbagai wilayah

yang didukung oleh SDM berkualitas dan berdaya saing

SASARAN PEMBANGUNAN 2020 - 2024

PRIORITAS NASIONAL 2020 -2024

(5)

Indikator Renstra , Perpres 72 / 2021 dan SPM

Terkait Pelayanan Kesehatan Pada Anak Usia Sekolah dan Remaja Remaja

No. Indikator Komponen Definisi Operasional Target

2022 2023 2024 1. Persentase Puskesmas yang

melaksanakan pembinaan ke sekolah 4 kali setahun

Renstra Kemenkes 2020-2024

Pembinaan UKS , PKPR , Model Sekolah/ Madrasah Sehat dalam :

•Pendidikan Kesehatan

•Pelayanan Kesehatan

•Pembinaan Lingkungan sekolah

Puskesmas melaksanakan pembinaan ke sekolah minimal mencakup 50% (jumlah sekolah SD, SMP, SMA sederajat) di wilayah kerjanya sebanyak 4 kali/ tahun untuk

mengaktifkan trias UKS (pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sehat)

70% 80% 90%

2. Persentase Remaja Puteri mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD)

Renstra Kemenkes 2020-2024

Pemberian dan konsumsi TTD di Sekolah SMP dan SMA / sederajat

Pencatatan –pelaporan pemantauan konsumsi TTD

Remaja Puteri bersekolah di tingkat SMP-SMA atau sederajat mengonsumsi TTD

(mengandung zat besi setara dengan 60 mg besi elemental dan 0,4 mg asam folat) secara rutin 1 tablet setiap minggu minimal 26 tablet dalam setahun

54% 75% 90%

Perpres

72/2021tentang Percepatan

Penurunan Stunting

45% 50% 58%

3 Pelayanan Kesehatan Usia Pendidikan Dasar

SPM Kab/ Kota Bidang Kesehatan

Penjaringan kesehatan Pemeriksaan kesehatan

Setiap anak pada usia pendidikan dasar mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota wajib melakukan pelayanan kesehatan sesuai standar pada anak usia pendidikan dasar di dalam dan luar satuan pendidikan dasar di wilayah kerja kabupaten/kota dalam kurun waktu satu tahun ajaran.

100% 100% 100%

(6)

Regulasi Pendukung

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Pedoman Gizi Seimbang

Peraturan Menteri Kesehatan no 51 tahun 2016 tentang Standar Produk Suplementasi Gizi

Suplementasi gizi dalam bentuk makanan tambahan merupakan makanan tambahan dengan formulasi khusus dan difortifikasi dengan vitamin dan mineral yang diberikan kepada:

a. balita 6-59 bulan dengan kategori kurus;

b. anak usia sekolah dasar dengan kategori kurus; dan c. ibu hamil kurang energi kronis.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 Tentang Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia

(7)

Pelayanan Kesehatan

Pembinaan Lingkungan

Sehat Pendidikan

Kesehatan

Literasi kesehatanBuku Rapor Kesehatanku

Pembiasaan PHBS

Pendidikan Gizi, sarapan bersama

Peningkatan Aktifitas Fisik

Pendidikan Kesehatan Reproduksi

Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat

Pembinaan Kader Kesehatan Sekolah

.

Pendidikan Kesehatan Pemeliharaan sanitasi sekolah

Pengelolaan sampah

Perawatan Kebun sekolah

Pembinaan kantin sehat

Pemberantasan sarang nyamuk

Penerapan Kawasan sekolah bebas rokok (KTR), NAPZA (KTN), kekerasan (KTK)

Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat

Penjaringan Kesehatan ( termasuk akan

skrining anemia pada rematri SMP dan SMA )

Pemeriksaan Berkala

Imunisasi (BIAS)

Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) , minum TTD bersama di sekolah

Pemberian obat cacing

Pelayanan Kesehatan

Fasilitasi implementasi kegiatan Trias UKS/M

(8)

Mengapa Gizi anak

sekolah penting? Asupan gizi yang optimal, baik dalam hal kuantitas maupun kualitas, sangat penting untuk pertumbuhan serta perkembangan yang optimal, sehingga pola makan remaja perlu ditingkatkan kearah konsumsi gizi seimbang.

Anak Sekolah perlu memahami 4 pilar dan 10 pesan Gizi Seimbang sehingga dapat mengidentifikasi pesan yang sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan yang belum

Anak Sekolah dapat memiliki kesadaran diri dan sikap

untuk mempertahankan dan meningkatkan praktik

pesan Gizi Seimbang selama ini

(9)

Komponen Gizi Anak Sekolah dalam Sekolah/Madrasah Sehat

Pendidikan Kesehatan:

• Pendidikan gizi

• Optimalisasi Aktivitas Fisik

• Pembinaan Kader Kesehatan sekolah

Pelayanan Kesehatan:

• Sarapan dan Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) rematri

• Penjaringan Kesehatan (pengukuran status gizi) dan pemeriksaan berkala

Pembinaan Lingkungan Sehat

• Pembinaan kantin sehat

• Pemanfaatan pekarangan sekolah (kebun

sekolah utk sayuran hijau)

(10)

Mengapa

GIZI SEIMBANG?

Prinsip Gizi Seimbang merupakan upaya menyeimbangkan antara zat gizi yang keluar dan zat gizi yang masuk dengan

memantau berat badan secara teratur.

FAKTOR RISIKO PTM

Agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit kronis atau penyakit tidak menular terkait gizi, pola makan masyarakat perlu ditingkatkan ke arah hidup

sehat dengan GIZI SEIMBANG.

(11)

PENERAPAN GIZI SEIMBANG

Permenkes Nomor 41 Tahun 2014

Makanan sumber protein dan zat besi

Proporsi makanan dalam Isi Piringku setiap kali makan:

2/3 bagian dari setengah piring masing-masing untuk makanan pokok dan untuk sayuran,

1/3 bagian dari setengah piring masing-masing untuk lauk-pauk dan untuk buah.

4 Pilar dan Isi Piringku

(12)

Syukuri dan nikmati aneka ragam jenis makanan

Banyak makan SAYUR dan BUAH

• 150 gram buah (cth : 3 buah pisang / 3 buah jeruk sehari )

• 250 gram sayuran (sekitar 2 ½ porsi / gelas sayuran matang)

Pilih sayuran berdaun hijau, terong, tauge, daun singkong, dll & buah seperti: jeruk, pisang, alpukat, nanas, apel, pepaya, manggis, dll

Makan lauk mengandung tinggi protein

• Sumber hewani 2-4 porsi per hari (cth 2-4 potong ikan)

• Sumber nabati 2-4 porsi per hari (cth 2-4 potong tempe)

Lauk tinggi protein: telur, ayam, ikan, daging, tahu, tempe, dan kacang-kacangan

Makan aneka ragam makanan pokok

• Sekitar 3-4 porsi/hari atau setara 100 g nasi atau ¾ gelas sekali makan; sergantian dengan jenis makanan pokok lainnya seperti umbi-umbian, jagung, dsb

Batasi makanan manis, asin, &

berlemak

Sarapan pagi setiap hari

• Sarapan sebelum jam 9 pagi untuk memenuhi 15-30%

kebutuhan gizi sehari

Cukup minum air putih

• Minum air putih untuk memenuhi kebutuhan cairan sekitar 1,5 liter atau setara 8 gelas sehari

Membaca Label Informasi Nilai Gizi

• Biasakan membaca label informasi nilai gizi pada kemasan, perhatikan tanggal kedaluwarsa.

Mencuci tangan dengan sabun di air mengalir

Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan menjaga berat badan normal

4sdmGULA 1sdtGARAM 5sdmMINYAK

Penerapan 10 PESAN UMUM GIZI SEIMBANG

(13)

SARAPAN PAGI

Agar siswa tidak melewatkan makan pagi dan membuat mereka mampu memilih jenis makanan yang bergizi seimbang untuk dikonsumsi serta dapat memberikan energi yang cukup.

Penelitian menunjukkan bahwa sarapan memiliki dampak yang positif bagi perilaku siswa di kelas, maupun bagi prestasi akademik siswa secara umum. Sebaliknya siswa yang memilih untuk tidak sarapan berisiko mudah lelah dan sulit memfokuskan perhatian, yang tentunya akan berakibat negatif pada performanya di sekolah.

Sarapan sehat anak mengikuti pola gizi seimbang yakni terdiri dari sumber karbohidrat (60-68%), protein (12-15%), lemak (15- 25%), dan vitamin/mineral.

Sarapan sehat berperan penting untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan dan prestasi di sekolah

Sarapan bukan sekedar pengganjal perut, tapi juga memberikan energi agar siswa bisa beraktivitas dengan baik, otak bekerja lebih optimal, dan tidak cepat mengantuk.

Dimulai di pagi hari sekitar pukul 06.00-09.00. Sarapan memuat 25% energi harian

Termasuk makanan tinggi protein hewani

(14)

Mengapa

makanan sumber protein penting?

Ank Sekolah memahami fungsi protein bagi tubuh serta makanan sumber protein hewani dan nabati karena protein adalah bagian terbesar dari jaringan tubuh.

Anak Sekolah perlu mengenali makanan sumber protein hewani dan nabati agar dapat mengombinasikan asupan protein hewani dan nabati secara seimbang.

Penting untuk anak sekolah menghubungkan

kebiasaan makanan sehari-hari dan mengenali

bahan pangan sumber protein hewani dan nabati,

untuk menggugah siswa yang belum mengonsumsi

pangan hewani dan nabati sesuai anjuran.

(15)

Mengapa sayur dan buah

penting? Konsumsi sayur dan buah masyarakat Indonesia masih di bawah jumlah yang dianjurkan. Padahal sayur dan buah merupakan sumber vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan remaja dalam proses pertumbuhan dan pencegahan penyakit.

Anak Sekolah perlu memiliki pengetahuan mengenai

pentingnya sayur dan buah sebagai salah satu sumber zat gizi.

Anak sekolah dapat meningkatkan konsumsi buah dan sayur sesuai dengan porsi yang dianjurkan setiap hari

• Sayur dan buah mengandung vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan oleh tubuh

• Apabila konsumsi sayur dan buah seorang remaja cukup, maka pertumbuhannya akan optimal dan ia akan terhindar dari

berbagai penyakit.

• Sayur dianjurkan untuk dikonsumsi sebanyak 3–4 porsi/hari,

sedangkan buah 2–3 porsi/hari.

(16)

Batasi Gula, Garam dan Lemak

Anak Sekolah perlu memahami kandungan gula, garam, dan lemak yang mereka makan, sehingga dapat membuat keputusan yang lebih bijaksana tentang makanan yang mereka konsumsi sehari-hari.

Sebagian besar makanan cepat saji mengandung tinggi gula, garam, dan lemak. Sementara itu, konsumsi makanan instan dan siap saji terus meningkat. Oleh karena itu, remaja perlu mengetahui unsur-unsur yang masuk ke tubuh mereka.

Anak sekolah perlu memahami bahwa konsumsi gula, garam, dan lemak tertentu secara berlebih meningkatkan risiko mereka untuk terkena berbagai penyakit.

G4

G1

L5

(17)

Literasi Gizi

• Aktivitas membaca, melihat, menyimak, menyampaikan

• Dilaksanakan seminggu sekali, 15 menit pada jam literasi di sekolah

• Siswa menggunakan buku Rapor Kesehatanku seri informasi

Kesehatan atau buku materi bertema gizi lainnya

• Selain membaca, siswa juga dapat

berdiskusi dengan guru, pembuatan

project bertema gizi, atau role play di

kelas

(18)

Pesan Penting

kebersihan makanan, label pangan,

kemasan, zat berbahaya

Lebih baik jajan di tempat yang terjaga kebersihan dan keamanan makanannya

Baca label yang tercantum pada makanan atau minuman kemasan

Perhatikan cara pembuatan makanan dan minuman yang tidak dibungkus kemasan

Hindari makanan dengan warna mencolok, digoreng

dengan minyak goreng yang digunakan berulang-

ulang, mengandung zat kimia berbahaya, serta

memiliki kadar gula, garam, dan lemak berlebihan

(19)

Memahami Anemia

Seluruh remaja mengenal anemia, memiliki risiko mengalami anemia dan akibat/dampaknya

Agar seluruh seluruh remaja mengenal ciri dan penyebab Anemia

Agar para remaja mampu menjelaskan

cara mencegah Anemia, dengan cara : Pola makan seimbang bervariasi dan suplemen TTD; Mengenali sumber pangan tinggi zat besi; Anjuran dan cara minum TTD di sekolah pada remaja

Sumber: KIE Kementerian Kesehatan dan Nutrition International, 2018

(20)

Apa itu anemia?

• Kondisi ketika kadar hemoglobin dalam darah lebih rendah dari normal.

• Hemoglobin adalah protein kaya zat besi yang memberikan warna merah darah. Protein ini

membantu sel-sel darah merah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh

• Anemia diketahui melalui pemeriksaan kadar

Hemoblobin (Hb) dibawah 12 g/ dl pada wanita tidak hamil yang berusia ≥ 15 tahun

• Kekurangan vitamin dan mineral (zat besi, vitamin B12, asam folat)

• Infeksi parasit

• Penyakit (Malaria, Thalasemia)

Penyebab anemia

(21)

Dampak anemia bagi remaja

Penurunan kekebalan tubuh, konsentrasi, prestasi belajar,

kebugaran remaja dan produktivitas. Remaja putri yang anemia berisiko lebih tinggi akan menjadi calon ibu yang anemia

Kematian Ibu, bayi prematur,

Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)

• 5 L (Lesu, Letih, Lemah, Lelah, Lalai)

• Mudah mengantuk

• Sulit konsentrasi

• Sering pusing, mata berkunang-kunang

• Pucat pada wajah, kelopak mata, bibir, kulit, kuku,

telapak tangan

(22)

Meningkatkan konsumsi zat

besi dari makanan Fortifikasi makanan dengan besi

Suplementasi TTD 60 mg elemental besi dan

400 mcg asam folat.

Pengobatan Penyakit Infeksi

Pencegahan Anemia

Sumber: Pedoman Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) Bagi Remaja Putri Pada Masa Pandemi Covid-19, Kementerian Kesehatan RI, 2020

(23)

GERAKAN # AKSI BERGIZI

Minum TTD Bersama di Sekolah/ Madrasah

Kabupaten Bogor 12 Provinsi Seluruh Provinsi

Sarapan Bersama Mengisi Aplikasi Ceria

Senam Bersama Edukasi Minum TTD Bersama

(24)

SE pelaksanaan Aksi Bergizi Bupati Lombok Barat dan Klaten

Komitmen Pemerintah dan Kebijakan

(25)

Program Pemberian TTD di Sekolah & Aksi Bergizi

1. Program TTD rematri di sekolah dimulai sejak tahun 2016 2. Pemberian1 tablet per minggusepanjang tahun

3. Mengandung 60 mg elemental besi dan 400 mcg asam folat dan diberikan secarablanket approach

4. Pemberian TTD di sekolah dilakukanpada remaja putri SMP dan SMA sederajatdengan menentukanhari minum bersama di sekolah

5. Pada saatlibur sekolah atau BDR, remaja putridibekali dengan TTD

6. Perlumemastikan remaja minum TTD di sekolah setiap minggu

• setelah sarapan atau makan bersama

• Pendidikan gizi bagi remaja dan guru

7. Melibatkan siswa (Kader Kesehatan Sekolah) untuk pencatatan dan pelaporan dan menyebarkan pesan pentingnya minum TTD

8. Puskesmas membuat kesepakatan dengan sekolah untuksuplai TTD

9. Siswa mengunduhaplikasi ceria “ Cegah Remaja Putri Anemia” di playstore

10. Sekolah dan Puskemas membuat laporan sesuai format 11. Dinas Pendidikan dan Kemenagturut memantau

sekolah/madrasah dalam pelaksanaan, pencatatan dan pelaporan program TTD rematri

Program Pemberian TTD Program Gerakan Aksi Bergizi

Program gizi remaja yang terintegrasi dan bersifat responsive gender untuk mendukung pemerintah Indonesia mengatasi tiga beban gizi pada remaja putri dan putra.

Komponen Program

Pendidika n Gizi

Komunikasi untuk Perubahan

Perilaku

Tablet Tambah Darah

Strategi Program

Advokasi pembuat kebijakan

Mobilisasi Sekolah

Koordinasi multi-sektor

Pemantauan &

Evaluasi

Penguatan Kapasitas

Implementasi di Sekolah Pedoman Aksi

Bergizi

Sarapan Bersama

Minum TTD Bersama

Edukasi Aplikasi Ceria

Pela ya na n Keseha ta n

Pem bina a n Lingkungan Sehat Pendidika n

Keseha ta n

(26)

IMPLEMENTASI DAN DAMPAK #AKSIBERGIZI

26 Wilayah yang sudah melaksanakan Aksi Bergizi tahun 2021

Aceh

6 Kab/Kota | 35 sekolah

Jawa Tengah

8 Kab/Kota | 110 sekolah

Jawa Timur

6 Kab/Kota | 15 sekolah

NTT

7 Kab/Kota | 45 sekolah

NTB

6 Kab/Kota | 67 sekolah

Papua

2 Kab/Kota | 64 sekolah

Sulawesi Selatan

4 Kab/Kota | 33 sekolah

Hasil Evaluasi Aksi Bergizi (Lombok Barat dan Klaten)

40%

41%

38%

89%

66%

63%

24%

30%

57%

41%

Konsumsi Minuman berpemanis Aktifitas Fisik 6 menit

setiap hari Konsumsi buah &sayur

kaya vitamin A Minum TTD setiap

minggu Pengetahuan

Baseline Endline

60 menit

Catatan:

TTD = Tablet tambah darah

Evaluasi dilakukan sebelum sekolah tutup karena pandemi

7

Provinsi

39

Kabupaten/Kota

369

Sekolah

(27)

Tujuan: Adanya gerakan konsumsi TTD bagi remaja putri dan penyebarluasan informasi TTD dikalangan siswa

Gerakan #AKSIBERGIZI

27

Waktu : Juli – Agustus SMP/SMA/MTS/MA

Rencana Pra kegiatan :

Sarapan Bersama ( pesan gizi seimbang cukup protein hewani)

Semua siswa ( senam , sarapan dan edukasi)

Sasaran

Dilakukan Lapangan terbuka/aula/kelas 1. Sosialisasi # Gerakan Aksi Bergizi kepada stakeholder di daerah

2. Koordinasi Dinas Kesehatan, Puskesmas dengan dinas Pendidikan dan Agama serta Sekolah / Madrasah jenjang SMP dan SMA

3. Advokasi kepada Pemerintah daerah # Gerakan Aksi Bergizi masiv dilaksanakan di semua sekolah SMP / SMA/ sderajat

4. Pertemuan koordinasi dengan semua stakeholder dan mitra terkait untuk penyiapan sarana, logistik dan media KIE

5. Terlaksananya Gerakan # Aksi Bergizi , termasuk pencatatan – pelaporan kepatuhan konsumsi TTD

6. Memastikan aksi bergizi rutin dilaksanakan tiap minggu untuk memastikan remaja putri mengonsumsi TTD bersama di sekolah / madrasah

Konsep Kegiatan

Senam Pagi

Remaja Putri  Minum Tablet Tambah Darah dan CERIA Minum TTD Bersama

Edukasi kesehatan dan gizi

Menjadi kegiatan rutin di kelas tiap minggu

Dapat menggandeng mitra untuk mendukung kegiatan

Pencatatan dan pelaporan konsumsi TTD dengan aplikasi ceria

(28)
(29)

Jam Kegiatan Narasumber Keterangan 07.30-

08.00

Pembukaan Kepala

Sekolah, Dinas Pendidikan, Ketua Tim Pembina UKS

Talking poin (AKSI CERIA – Cegah Anemia Remaja Indonesia)

08.00 – 08.15

Senam Pagi – Senam SKJ 88

Guru Olahraga Diikuti seluruh siswa dan siswi 08.15 –

08.30

Sarapan pagi Bersama dan edukasi

Tim Pelaksana UKS

Setiap siswa

membawa sarapan sendiri (Gizi

Seimbang) 08.30 –

09.00

Aksi konsumsi TTD dan mengisi aplikasi CERIA

Tim Pelaksana UKS

Minum TTD secara bersamaan dan siswi diharapkan untuk mengunduh aplikasi CERIA di 09.00 –

09.30

Lomba foto dan video AKSICERIA

Panitia Juara foto dan video 1, 2 , 3 dengan likes terbanyak.

Template - Rundown Gerakan

#AKSIBERGIZI

29

Kegiatan Dinas

Pendidi kan

Dinas Agama

Pemda Dinas Kesehatan

Koordinasi v v v v

SE ke DisDik, DinKes dan Dinas Agama

v

Surat Edaran ke Sekolah / Madrasah

v v v

Sarana dan Logistik v v v

Dukungan SDM v v v

Dukungan Penyebarluasan Informasi

v v v v

Keberlangsungan Aksi Bergizi Rutin

v v v

Monitoring evaluasi v v v v

Peran Stakeholder Terkait

(30)

# GERAKAN AKSI BERGIZI di Kab Bogor

Senam Bersama Edukasi Gizi

Sarapan Bersama Menu Gizi Seimbang Minum TTD Bersama Mencatat konsumsi TTD dalam aplikasi CERIA

Skrining Anemia

(31)

Jam Hari

Senin Selasa Rabu Kamis Jumat

Senyum, salam, sapa, sopan, santun

Senyum, salam, sapa, sopan, santun

Senyum, salam, sapa, sopan, santun

Senyum, salam, sapa, sopan, santun

Senyum, salam, sapa, sopan, santun

06.30–07.00 Upacara

CTPS

Aksi bergizi : sarapan Bersama, minum TTD (rematri) , edukasi

CTPS

Gerakan literasi PKHS Jam pelajaran olahraga

/Senam Bersama

07.00– 07.45 KBM KBM KBM KBM KBM

07.45– 08.30 KBM KBM KBM KBM KBM

08.30– 09.15 Peregangan, KBM Peregangan, KBM Peregangan, KBM Peregangan, KBM Peregangan, KBM

09.15– 10.00 KBM KBM KBM KBM KBM

10.00– 10.15 Istirahat, pengawasan kantin

Istirahat, sikat gigi Istirahat Istirahat Istirahat, sikat gigi

10.15– 11.00 KBM KBM KBM KBM KBM

11.00– 11.45 KBM KBM KBM KBM KBM

11.45 -12.45 Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat

12.45– 13.30 KBM KBM KBM KBM Pembinaan Kader

Kesehatan Remaja

13.30– 14.15 KBM KBM KBM KBM

Ekskul : Olahraga/Beladiri

Contoh Penerapan Model Sekolah Sehat dalam Kegiatan Belajar Mengajar

(32)

KESIMPULAN DAN TINDAK LANJUT

1. Gizi seimbang untuk anak sekolah sangat penting, karena status gizi saat ini akan mempengaruhi status gizi siklus usia selanjutnya

2. Kegiatan edukasi dan penerapan gizi seimbang terintegrasi dalam TRIAS UKS/ M dan sekolah / madrasah sehat melalui :

a. Literasi dan edukasi gizi dan kesehatan b. Senam atau olahraga

c. Sarapan bersama d. Minum TTD bersama

3. Kegiatan Aksi Bergizi (aktifitas fisik, sarapan dan edukasi serta minum TTD bersama) di laksanakan di jenjang sekolah SMP/ SMA / sederajat 1 kali per minggu.

4.Diperlukan dukungan, komitmen Tim Pembina dan Tim Pelaksana UKS/M untuk

penerapan gizi seimbang termasuk dukungan dalam regulasi kebijakan dan anggaran

(33)

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh penyuluhan melalui media permainan ular tangga dan cerita