• Tidak ada hasil yang ditemukan

HABIB HUSEIN AL-HABSYI DAN PERANNYA DALAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "HABIB HUSEIN AL-HABSYI DAN PERANNYA DALAM "

Copied!
80
0
0

Teks penuh

The main objective of this dissertation is to investigate and study about Habib Hussein al-Habsyi and his roles in the growth of Syi'ah in Bangil. According to Habib Husein al-Habsyi, every Ahl a/-Qiblah from every major madhhab is closely related in brotherhood. However, it must be admitted that there are some people in the Bangil society in East Java who do not share the opinion of Habib Hussein al-Habsyi.

Konsonan Tunggal

Amin Abdullah, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang selalu memperhatikan dan meluangkan waktu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah Indonesia Timur khususnya di STAIN Ambon dan setelah berubah status menjadi IAIN Ambon. Iskandar Zulkarnain, Direktur Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang juga selalu memperhatikan dan memberikan bimbingan serta dorongan moral kepada penulis demi mengangkat derajat STAIN Ambon di IAIN. Iskandar Zulkarnain selaku promotor, yang ditengah kesibukannya selalu meluangkan waktu dan memberikan perhatian kepada penulis berupa saran dan pemikiran untuk menambah bobot penulisan disertasi ini.

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Bagaimana peta perkembangan pemahaman agama Syiah sejak zaman Nahi Muhammad SAW hingga saat ini, beserta doktrin agamanya? Faktor apa saja yang memungkinkan pemikiran keagamaan Syiah dapat diterima oleh masyarakat Bangil dan mengapa pemikiran keagamaan Syiah mampu berkembang dan hidup berdampingan dengan masyarakat Islam lainnya? Bagaimana pemikiran dan peran Habib Husein al-Habsyi dalam menyebarkan doktrin agama mazhab Syiah di Bangil, Jawa Timur?

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengamati dan mengungkap fakta sejarah tentang Syi'ah sebagai aliran/mazhab dalam Islam, serta peran Habib Husein al-Habsyi dalam kaitannya dengan perkembangan dan respon masyarakat Bangil, Jawa Timur, terhadap sekte/mazhab ini. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan aliran/mazhab Islam ini diterima di kalangan umat Islam di Bangil, Jawa Timur, dan juga untuk memahami doktrin Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan perspektif akademis terhadap perkembangan Syiah di Bangil - Jawa Timur, sebagai dinamika keagamaan bagi sebagian Ulilat Islam di Indonesia yang terkesan memiliki penilaian negatif terhadap aliran pemikiran Syi'ah, narilun ken bukan Kenya. ~.

Selain itu, pemahaman yang baik terhadap realitas Syiah yang diyakini mulai berkembang di Indonesia tampaknya menjadi landasan bagi pembangunan masyarakat Islam Indonesia yang sehat dan terbuka terhadap dinamika internal yang muncul dalam tubuh umat Islam. . Sejak bangkitnya Syiah dan Ahlul Sunnah, sebagaimana diketahui, tidak pernah sepi perdebatan mengenai persoalan-persoalan yang sebenarnya menjadi u~fil (prinsip) agama, kenyataannya tidak hanya sekedar perdebatan. , mereka sebenarnya kafir dan kafir di antara mereka sendiri, kedua kelompok ini dalam Islam. Dengan mengetahui realitas Syiah sebagai salah satu aliran/mazhab Islam, maka akan timbul saling pengertian antara kedua belah pihak (sunnah dan syiah) sehingga keduanya dapat saling memahami bahwa perbedaan yang selalu dibicarakan tidaklah sama. sentuh pertanyaannya.

Apabila embun(lSa) ini berupaya mencari titik temu antar agama dengan mengedepankan persamaan-persamaan yang ada pada masing-masing agama, maka akan lebih tepat jika permasalahan-permasalahan yang ada pada mazhab-mazhab dalam Islam dikaji dan ditempatkan pada titik temunya. sumber. Al-Qur'an dan Sunnah), dimana baik Syiah maupun Ahl al-Sunnah sama-sama mengakui kebenarannya, meskipun harus diakui bahwa Al-Qur'an dan Sunnah ditafsirkan berbeda oleh kelompok Syiah 'ah-marga Ahl al- Sunnah dalam berbagai bentuk ijtihad dan penafsirannya.

Kajian Pustaka

Kelompok Syiah dan Ahlussunnah masing-masing berjuang untuk mendapatkan pengaruh dan kekuasaan. Sejak awal sejarah Islam di Nusantara, karya-karya A. Hashmi dalam tulisan-tulisannya lebih banyak berfokus pada aliran/mazhab Syiah pada masa-masa awal Islam. Sejarah Islam di nusantara. Thahir Abdullah al-Kaff mengatakan sesuatu tentang perjuangan Syiah di Indonesia yang terkesan lebih lengkap dibandingkan Abu Bakar Aceh atau A.

Junus Jamil mengenai hujah tentang kemunculan mazhab/mazhab Syiah di Nusantara yang dianggapnya lebih mitos daripada realiti. Penyelidikan ini lebih memfokuskan kepada perkembangan mazhab/mazhab Syiah di Bangil - Jawa Timur yang juga merupakan salah satu pusat Syiah di Indonesia. Ada juga yang membela Syiah dan ajarannya digelar Syiah, walaupun mereka sendiri bukan bermazhab Syiah.

Untuk melihat sejarah Syiah di Indonesia, Jalaluddin Rahmat mengatakan setidaknya ada tiga teori yang berkembang. Hal ini sengaja dilakukan agar penelitian terhadap kelompok Syi'ah di Bangil lebih fokus dan tidak memihak. Pembahasan doktrin-doktrin tersebut hanya akan dilihat dari sudut pandang Imamiyah Isna Asyariah Syiah.

Hal ini dilakukan karena tampaknya model Imamiyah Syi'ah telah menemukan lahan subur di Bangil - Jawa Timur.

Metode Penelitiali

Untuk melengkapi pembahasan terkait, kami juga akan mengkaji Syiah dalam upacara keagamaan Sunni seperti nikah muta/akad dan nikah siri (di bawah tangan). Ada banyak aliran dalam Syi'ah seperti Syi'ah Zaidiyah, Syi'ah Isma'iliyah, Syi'ah Istia' Asyariyah Imamiyah dan lain-lain. Doktrin Syi'ah tentang Imamah, Imamah Syi'ah, Mahdisme dan lain-lain, yang dipahami secara berbeda dalam sekte-sekte ini,24 tidak akan dipelajari dari sudut pandang sekte-sekte yang dibahas.

Dengan menggunakan kedua pendekatan dan teori tersebut, hasil yang ingin dicapai adalah gambaran yang runtut mengenai Syi’ah dari masa ke masa, yang diharapkan dapat memetakan latar belakangnya, keterkaitannya, tren yang muncul dan perkembangannya. masyarakat Bangil-Jawa Timur terhadap doktrin agamanya. Oleh karena penelitian ini pada hakikatnya merupakan studi lapangan, maka penggunaan metode kualitatif diharapkan dapat menghasilkan data deskriptif, berupa perkataan tertulis atau lisan dari sejumlah orang dan perilaku yang dapat diamati terkait dengan perkembangan Islam Syiah. . Sumber sekunder digunakan dengan menelusuri dan mengumpulkan data tertulis terkait isu Syiah di Bangil.

Jawa Timur yang memuat: otobiografi tokoh (Habib Husein al-Habsyi), serta yayasan (enclave) Syi'ah di Bangil, Titnur Jawa. Selain itu, penulis juga mewawancarai dan melakukan wawancara dengan tokoh-tokoh dan pakar Syiah yang berwibawa di Bangil, Jawa Timur. Dalam kontes tersebut, penulis juga mewawancarai narasumber non-Syiah, antara lain: tokoh agama, tokoh masyarakat, dan akademisi yang dinilai layak.

Penulis kemudian mengumpulkan data-data tertulis non-Syiah, baik yang “pro” maupun “kontra” yang digunakan untuk memperkaya topik pembahasan yang diteliti.

Sistematika Pembahasan

Setelah mengumpulkan data-data di atas, penulis menganggap sudah cukup, langkah selanjutnya adalah melakukan pengolahan data untuk mengetahui keandalan dan keterwakilan data yang diteliti.31 Data tersebut kemudian dideskripsikan dan dianalisis secara kritis. terhadap pemahaman keagamaan Syiah Isna’ Asyaria itu sendiri. Terakhir, kerangka teori dan metodologi yang digunakan sebagai perspektif dalam melihat permasalahan juga disertakan dalam bab ini, yang kemudian diakhiri dengan sistematika penulisan. Bab ini memberikan gambaran singkat mengenai gambaran sosial keagamaan masyarakat Bangil, termasuk gambaran kondisi geografis Bangil, situasi masyarakat Bangil.

Bab ketiga penulis membahas tentang biografi I~abib Husein al-Habsyi yang meliputi masa kecilnya, pendidikannya, gurunya, karya-karyanya, pernikahannya, kehidupan keluarganya dan akhir hayatnya. Adapun pada bab keempat, penulis mendalami kajian Syi’ah yang berkaitan dengan sejarah Nabi Muhammad SAW dan masa al-Khulafa’ al-Riisyidun. Kemudian bab keempat diakhiri dengan membahas doktrin-doktrin Syiah yang meliputi Al-Qur'an, Imamah, Imam Mahdi, nikah mut'ah dan taqiyah untuk memberikan gambaran pemikiran Syiah dengan doktrin agamanya, meskipun “berbeda” dengan pemahaman. dari mayoritas umat (Ahli Sunnah wa al-Jama'ah), namun mereka (Syiah) juga merupakan pemeluk Islam dan pengikut Nabi Muhammad SAW.

Bab kelima. Dalam bab ini penulis membahas tentang perkembangan Syi'ah di Bangil yang memasukkan faktor-faktor kesamaan ajaran; pembaharuan pemikiran; pluralisme dan pergantian rezim. Dalam bab ini penulis menganalisis bahwa faktor-faktor tersebut menjadi salah satu penyebab diterimanya dan berkembangnya aliran Syiah di Jawa Timur. Selain itu, penulis menggunakan konteks sosiologis perkembangan Syiah sebagai kesimpulan bab ini untuk memberikan gambaran bahwa keberagaman (pluralitas) dalam suatu masyarakat nyatanya bukan merupakan hambatan dalam hidup berdampingan secara harmonis.

Dalam bab keenam, penulis menjalankan kajian tentang pemikiran agama Habib Hussein al-Habsyi dan peranannya dalam masyarakat Bangil, yang merangkumi perbincangan tentang pandangannya tentang Ahl al-Sunnah wa al-Jama'ah, pemikirannya tentang Syiah. ah Imamiyah Isna 'Asyariah dan .

Kesimpulan

PENUTUP

Saran-saran

Ternyata tokoh utama yang berperan dalam memperkenalkan agama Syi'ah adalah Habib Husein al-Habsyi (almarhum) asal Bangil, yang notabene adalah pengikut Ahl al-Sunnah wa al-Jama'ah. Kehadiran Habib Husein al-Habsyi setidaknya menjadi sebuah kecerdasan bagi masyarakat Bangil-Jawa Timur yang mampu mentransformasi atau mengubah kehidupan sosialnya ke arah yang lebih toleran. Selain itu, fenomena Habib Husein al-Habsyi mungkin menarik bagi para peneliti, akademisi atau pengambil kebijakan untuk melihat dinamika pemahaman keagamaan di Indonesia, khususnya Syi'ah Itsna.

Hariy al-, Sayyid Mujtaba Musawi Shi'ah Islamitiese Teologie: Tekstueel-rasionele studie van Islamitiese beginsels, cet. Musawi al-, Ayatullah Sayyid Muhammad, Shi'ah School: Study of the Qur'an and Sunnah, cet. Rahmat, Jalaluddin, "Sunni-Syi'a Dikotorrii is nie meer relevant nie," in A. Rahman Zainuddin, et al, Shi'a and Politics in Indonesia: A Research, cet.

Tabariy al-, Abu Ja'far Muhammad bin Jarir, Tiirfkh al-Umam wa al-Mu/Uk, Juz N, cet. tabathabai al-, al-Allamah Muhammad Husain, Islam Syi'ah: asal usul/dan perkembangan, trans. SEKARANG TEMPAT TINGGAL HABIB ALI RIDHA AL-HABSYI PUTRA HABIB HUSEIN YANG SEKARANG MEMIMPIN YAPI. Gang masuk ke rumah tempat kelahiran Habib Husein al-Habsyi: Ampel al-Maghfur No. Papan nama Madrasah Diniyah al-Khairiyah khusus wanita.

Pinto memasuki gedung sekolah Yayasan al-Khairiyah tempat Habib Husein al-Habsyi menimba ilmu (koleksi pribadi diambil pada 7 Juni 2007). Koleksi pribadi tahun 1987 saat Habib Husein al-Habsyi pergi ke sana selama 21 hari dalam Safari Dakwah ke Irian Jaya). Taufik bin Y ahya Murid sekaligus menantu Habib Husein al-Habsyi 9 Muhammad Alwi Guru BSA Pondok Y API Bangil.

PETA KEC

BAN GIL

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan Tabel , dapat ditarik kesimpulan dari aturan asosiasi yang telah terbentuk, diantaranya: 1 Jika membeli obat New Diatab dan Ondansetron, maka kemungkinan sebesar 7,4%