• Tidak ada hasil yang ditemukan

HALAMAN JUDUL - Unissula

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "HALAMAN JUDUL - Unissula"

Copied!
91
0
0

Teks penuh

ANALISIS PERBANDINGAN KAPASITAS DUKUNG PONDASI ​​TIANG BORED DARI HASIL UJI PDA BERDASARKAN METODE KIN. Selanjutnya daya dukung hasil aplikasi Allpile akan dibandingkan dengan daya dukung hasil tes PDA. Berapakah nilai daya dukung total, daya dukung selimut, daya dukung ujung, dan penurunan pondasi tiang bor berdasarkan hasil pengujian PDA dan analisa menggunakan aplikasi Allpile.

Berapakah nilai beban akhir dari hasil interpretasi beban berdasarkan hasil analisa total kapasitas beban menggunakan aplikasi Allpile. 6 Daya dukung pondasi dibagi menjadi tiga bagian yaitu daya dukung ultimit, daya dukung gesek permukaan, dan daya dukung total.

Sistem Klasifikasi Tanah Unified (USCS)

8 untuk gradasi baik (berperingkat baik), P – gradasi buruk (bernilai buruk), L – plastisitas rendah (plastisitas rendah) dan H – plastisitas tinggi (plastisitas tinggi).

Parameter Tanah

Deskripsi Pondasi

Fondasi adalah struktur bagian bawah suatu bangunan yang berhubungan langsung dengan tanah, atau bagian bangunan yang letaknya di bawah permukaan. Sebelum menentukan jenis pondasi yang akan digunakan, dilakukan serangkaian pengujian terhadap tanah untuk mengetahui jenis, karakter dan kekuatan tanah terhadap beban vertikal dan horizontal. Beberapa pengujian yang sering dijadikan parameter untuk memilih dan menentukan jenis pondasi antara lain Uji Penetrasi Pasir (SPT) dan Uji Penetrasi Kerucut (CPT).

Di lokasi proyek yang diteliti tugas akhir ini, data tanah yang ada merupakan hasil pengujian desain pondasi SPT dengan menggunakan pondasi dalam yaitu pondasi borepile.

Pondasi Dalam

Klasifikasi pondasi tiang pancang dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan finishingnya, yaitu pondasi tiang pancang dan pondasi tiang pancang. Rencana yang akan digunakan dalam pembangunan desain pondasi jembatan ini adalah dengan menggunakan pondasi tiang pancang yang dibor sehingga mampu menahan beban jembatan yang sangat besar yang kemudian akan dipindahkan ke tiang. Karena jika desain dibuat dengan tiang pancang dengan pilihan ukuran tiang yang terbatas maka diperlukan jumlah tiang yang lebih banyak.

Oleh karena itu digunakan pondasi dalam jenis tiang bor, yang dimensinya mungkin lebih besar dari dimensi tiang pancang.

Pondasi Bored Pile

Pada saat dilakukan proses penimbunan kembali, getaran tanah akan menimbulkan kerusakan pada bangunan disekitarnya, namun hal ini dapat dicegah dengan menggunakan pondasi tiang bor. Untuk pondasi tiang pancang, proses pemancangan ke dalam tanah lempung akan membuat tanah menjadi bergelombang dan menyebabkan tiang pancang sebelumnya bergerak kesamping. Pada saat pembuatan pondasi dengan tiang pancang, tidak ada suara yang dihasilkan oleh alat pemancang tiang, seperti halnya pada pembuatan pondasi dengan tiang pancang.

Pada sistem ini, selain bor itu sendiri, kondisi lapangan pada lahan rawan longsor memerlukan casing atau slurry bentonit sebagai panah longsor. Untuk jenis tiang bor ini, harus diberikan tulangan praktis tambahan untuk menahan gaya lateral yang terjadi.

Gambar 2.3 Jenis - jenis Bored pile (Braja M. Das, 1941)  Kelebihan penggunaan pondasi tiang bored pile:
Gambar 2.3 Jenis - jenis Bored pile (Braja M. Das, 1941) Kelebihan penggunaan pondasi tiang bored pile:

Daya Dukung Pondasi

  • Analisis Kapasitas Daya Dukung Tanah
  • Keruntuhan tanah
  • Data Analisis Daya Dukung
  • Tes PDA (Pile Driving Analyzer)
  • Aplikasi Allpile

Dalam perancangan pondasi tiang pancang, informasi tanah sangat diperlukan pada saat merancang daya dukung tiang bor sebelum dimulainya konstruksi untuk menentukan daya dukung akhir pondasi tiang pancang. Metode Meyerhoff dapat digunakan untuk menghitung daya dukung pondasi tiang pancang berdasarkan data hasil pengujian probe. Daya dukung beban pondasi dibagi menjadi dua yaitu daya dukung selimut (gesekan kulit) dan daya dukung akhir (tiang penahan beban ujung).

Analisa yang digunakan untuk daya dukung pondasi tiang bor adalah PDA (Pile Driving Analyzer) dan aplikasi Allpile. W/Q = 2% untuk pondasi tiang bor dengan daya dukung jenis tanah di ujung tanah berbutir kasar.

METODE PENELITIAN

  • Pendahuluan
  • Langkah Analisa Hasil Pengujian Tes PDA
  • Langkah Analisis Data Menggunakan Aplikasi Allpile
  • Interpretasi Beban

Berdasarkan kurva 'F' dan 'V', kapasitas dukung aksial tiang yang diuji diperkirakan terdiri dari tahanan bantalan ujung dan gesekan poros. Hasil uji PDA yang dianalisis lebih lanjut dengan CAPWAP juga menghasilkan distribusi daya dukung tanah di sepanjang tiang dan simulasi pembebanan statis. Kriteria penerimaan hasil Ru adalah Qu (daya dukung akhir tiang pancang CPT/SPT) ≤ Ru (daya dukung akhir tiang pancang PDA).

Slash, Kais (2009) menunjukkan dari hasil penelitiannya bahwa terdapat korelasi yang baik antara kinerja uji beban statis dengan kinerja uji PDA. Dengan adanya korelasi positif ini maka dapat diasumsikan bahwa kriteria penerimaan penurunan hasil uji beban statis sama dengan kriteria penerimaan penurunan hasil pengujian PDA. Qws = Daya dukung tahanan kulit tiang ξ = 0,5 untuk tanah liat / 0,67 untuk tanah berpasir L = Panjang tiang.

Data daya dukung ultimit tiang (Qu) hasil CPT/SPT dibandingkan dengan daya dukung ultimit tiang (Ru) hasil uji PDA. Jika Qu ≤ Ru maka daya dukung tiang aman, namun jika Qu ≥ Ru maka daya dukung tiang tidak aman atau kemungkinan terjadi beban lebih. Dimana pada jendela ini diisi properti tanah sesuai dengan data deskripsi tanah pada tabel 3.1.

Setelah tahap input dan analisis selesai menggunakan Allpile, maka akan diperoleh hasil output berupa Total Daya Dukung (Qult), Daya Dukung Izin (Qallow), Daya Dukung Selimut (Qside), Daya Dukung Akhir (Qtip) dan total nilai penebusan (Xall ). Hasil analisis tersebut kemudian dibuat menjadi sebuah kurva yang kemudian dibandingkan dengan kurva hasil tes PDA. Daya dukung ultimit merupakan kebalikan dari kemiringan garis ini, yaitu penurunan dibagi penurunan/beban.

Gambar 3.1 Lokasi Pondasi  c.  Standar dan referansi
Gambar 3.1 Lokasi Pondasi c. Standar dan referansi

HASIL DAN PEMBAHASAN

Tinjauan Umum

  • Pondasi Bored Pile
  • Tanah

40 Tulangan yang digunakan pada pondasi ini adalah besi diameter 32mm sebagai 15 tulangan utama dan sebagai tulangan sengkang menggunakan besi diameter 13mm dengan jarak tanam besi diameter 100mm dan 150mm serta 16mm. dengan jarak tanam 75 dan 150 mm. Dimensi pondasi ini diperoleh dengan menghitung beban pada struktur bagian atas agar cukup kuat menahan beban penuh dan tidak menyebabkan keruntuhan. Data tanah yang digunakan pada tugas akhir ini merupakan data NSP-T dari log bor yang diolah hingga parameternya sesuai dengan data lokasi dan studi literatur mengenai hubungan nilai NSP-T dengan parameter tanah.

Nilai koefisien parameter tanah seperti γ (kepadatan tanah), ϕ (sudut geser internal) dan C (kohesi tanah) yang diperlukan dalam analisis menggunakan program Allpile diperoleh dari studi literatur hubungan antara parameter tanah dan N- Nilai SPT.

Analisis Hasil Tes PDA

44 Dari hasil analisa tiang pancang A2-BP11 (pile bore diameter 1,0 m, panjang 32,5 m, panjang penetrasi tiang 30,4 m), diperoleh hasil kapasitas tiang pancang ultimit sebesar 991 ton dengan ketahanan penutup sebesar 872 ton dan perlawanan akhir 119 ton. Dari data diatas dibuat grafik hubungan load vs drop dengan menggunakan Ms.

Gambar 4.2 Hasil Analisis Tes PDA
Gambar 4.2 Hasil Analisis Tes PDA

Analisis Menggunakan Aplikasi Allpile

  • Langkah Kerja Analisis Aplikasi Allpile 6.5E

Pada window ini dilakukan input lebih detail mengenai data teknis pondasi seperti bentuk pondasi, material pondasi, diameter dan variasi diameter. Pada jendela ini, pengisian dilakukan berdasarkan data parameter tanah dari pengolahan lubang bor (tabel 4.1). Pada jendela ini, nilai SF (Safety Factor) dimasukkan dengan nilai 3 pada kotak dialog Parameter Analisis.

Dari hasil analisa diperoleh nilai daya dukung total, daya dukung penutup, daya dukung ujung dan nilai penurunan dalam bentuk tabel data dan grafik seperti pada Tabel 4.6 dan Gambar 4.11. Berdasarkan nilai daya dukung total yang diperoleh dari hasil analisa tiang pancang, selanjutnya diperoleh nilai tegangan tanah total dan nilai tahanan lateral per satuan luas, seperti terlihat pada Gambar 4.12. Dari nilai daya dukung dan penurunan yang diperoleh dari hasil analisa menggunakan Allpile, kemudian dibuat grafik hubungan antara daya dukung dan penurunan dengan menggunakan Ms.

Setelah dilakukan analisa dengan software Allpile, selanjutnya dilakukan interpretasi beban terhadap daya dukung total sehingga diperoleh beban ultimit dengan menggunakan tiga metode yaitu metode Davisson, metode Mazurkiewich dan metode Chin berdasarkan beban. dan grafik hubungan pembayaran diperoleh. Cara yang digunakan untuk memperoleh beban ultimit adalah dengan menggambar garis lurus dari grafik hubungan penurunan beban kemudian membuat garis lurus yang sejajar dengan garis tersebut, yang jaraknya ditentukan dengan menggunakan persamaan (3.5). Dengan menggambar garis tersebut akan bersinggungan dengan garis kurva yang ada kemudian menentukan nilai beban akhir dengan menggambar garis lurus terhadap sumbu beban.

Cara yang digunakan untuk memperoleh beban ultimit adalah dengan menarik garis yang tegak lurus terhadap sumbu beban dan sumbu penurunan, dari perpanjangan garis yang memotong sumbu beban tersebut, kemudian ditarik garis yang membentuk sudut 45o, yang selanjutnya ditarik pada sudut tersebut. , ditarik kembali sebuah garis lurus hingga memotong sumbu beban. Titik potong yang dibentuk oleh garis-garis dengan sudut 45o tersebut kemudian dihubungkan dengan menggambar garis lurus sampai memotong sumbu beban sehingga dapat ditentukan beban ultimit yaitu 1000 ton. 58 Pada Gambar 4.18 terdapat plot dengan metode Chin yang mengasumsikan hanya terjadi deformasi geser pada plot penurunan/beban vs penurunan, sehingga plot tersebut membentuk garis lurus miring ke atas pada rentang koordinat 0,002 dengan koordinat 20.

Gambar 4.5 Jendela Pile Type  2.  Pile Profile
Gambar 4.5 Jendela Pile Type 2. Pile Profile

Perbandingan Hasil Analisis Tes PDA dan Aplikasi Allpile

Daya dukung ujung terjadi pada titik ujung tiang, dimana pada hasil analisa uji PDA dan program Allpile diketahui nilai daya dukung ujung tiang adalah 119 ton dan 677,6 ton. Daya dukung karpet merupakan daya dukung yang terjadi di sepanjang tumpukan karpet akibat pengaruh daya rekat tanah. Dimana pada hasil analisa uji PDA dan program Allpile diperoleh nilai daya dukung pada ujung tiang masing-masing sebesar 872 ton dan 938,72 ton.

62 Dari data diatas terlihat adanya perbedaan pada masing-masing daya dukung dan penurunan, dimana hasil uji PDA lebih kecil dibandingkan dengan hasil analisa program allpile. Pada data grafik hubungan beban dengan penurunan juga terlihat bahwa bentuk kurva tes PDA kurang sempurna karena bentuknya yang kurang hiperbolik atau dapat dikatakan cenderung menurun terus menerus, begitu pula perlu dianalisis kembali menggunakan program allpile untuk mendapatkan grafik dengan bentuk kurva yang lebih baik. Hal ini mungkin disebabkan karena pada pengujian PDA test, proses perpindahan energi dari palu kurang efektif atau beban palu lebih sedikit, sehingga nilai daya dukung dan pengendapan yang tercatat pada pengujian menjadi lebih kecil dan bentuk kurva yang kurang baik. .

Dengan melakukan analisa kembali menggunakan allpile dan mendapatkan grafik hubungan beban dan penurunan dengan grafik yang baik, selanjutnya dilakukan interpretasi daya dukung menggunakan metode Davisson, Mazurkiewich dan Chin terhadap daya dukung total, sehingga diperoleh nilai akhir beban yang dapat dipikul pondasi dapat diperoleh. Bila daya dukung ini merupakan batas beban maksimum yang dapat ditanggung oleh pondasi untuk mencegah keruntuhan, yaitu beban yang dapat ditanggung oleh pondasi tidak boleh melebihi 1000 ton.

Tabel 4.7 Perbandingan Daya Dukung  Tiang A2-BP11  Tes PDA   Allpile  Daya dukung total
Tabel 4.7 Perbandingan Daya Dukung Tiang A2-BP11 Tes PDA Allpile Daya dukung total

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

DAFTAR PUSTAKA

Perbandingan daya dukung ultimit tiang pancang antara metode teoritis dan aktual dengan konfigurasi tiang dan kedalaman. Studi perbandingan perhitungan daya dukung aksial pondasi tiang bor dengan menggunakan uji beban statis dan metode dinamis.

Referensi

Dokumen terkait