• Tidak ada hasil yang ditemukan

HALAMAN PENGESAHAN USUL PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "HALAMAN PENGESAHAN USUL PENELITIAN"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

Kedua unsur tersebut menunjukkan bahwa penghargaan mempunyai tempat yang strategis dalam karya ilmiah guru, meskipun porsinya masih di bawah tugas pokok guru, misalnya: kualifikasi akademik, pendidikan dan pelatihan, pengalaman mengajar dan penyampaian pembelajaran. Menciptakan suatu karya ilmiah bagi guru memerlukan berbagai syarat, misalnya guru harus inovatif, kreatif, ingin tahu, menyenangi penelitian dan selalu melaksanakan proses pembelajaran yang berkesinambungan. Dalam keadaan seperti ini tentu saja guru menghadapi dua permasalahan, yaitu memusatkan perhatian pada karya ilmiah sebagai kegiatan utama atau memusatkan perhatian pada kegiatan rutin.

Karya ilmiah hampir di semua perguruan tinggi merupakan permasalahan yang serius, berkaitan dengan kemauan guru untuk menghasilkan karya ilmiah atau penelitian. Karya ilmiah dan penelitian dapat menjadi keunggulan suatu lembaga pendidikan, sehingga manajemen lembaga sekolah tidak segan-segan mengeluarkan biaya yang besar untuk memperoleh berbagai peluang di bidang penelitian. Untuk mengetahui faktor-faktor yang memotivasi guru dan yang tidak memotivasi guru dalam membuat karya ilmiah.

Pada kelompok faktor pendukung, yang paling memotivasi guru dalam melakukan penelitian adalah: mendapat angka kredit, mempunyai karya ilmiah, memenuhi tridharma perguruan tinggi, memenuhi rasa ingin tahu, dan senang melakukan penelitian. Bagi guru fakultas ekonomi, faktor pendukung dalam penelitian antara lain pengumpulan angka kredit, pemenuhan tiga dharma perguruan tinggi, peningkatan pendapatan, karya ilmiah, dan pemenuhan rasa ingin tahu. Kinerja yang paling dominan dalam mencapai jabatan fungsional adalah bidang kedua atau penciptaan suatu karya ilmiah.

Kepedulian guru dalam melakukan penelitian dan menciptakan karya ilmiah akan memudahkan guru dalam mengumpulkan SKS.

Jenis Penelitian

Model Penelitian

Populasi dan sampel

Pengambilan sampel didasarkan pada pendapat Suharsini Arikunto (1997), bahwa jika jumlah populasi melebihi 100, maka dapat diambil minimal 5%. Juara untuk SMA Negeri adalah SMU 4 dan SMU 9, sedangkan juara untuk SMA Swasta adalah SMA Islam Hidayatullah.

Sumber Data

Variabel Penelitian dan Pengukuran

Analisis Data Analisis Faktor

Sedangkan faktor yang kurang memotivasi guru dalam membuat karya ilmiah atau menjadi faktor penghambat antara lain; dorongan dari pimpinan, peningkatan pendapatan, sebagai sumber pendapatan lain, dikenal masyarakat luas, dan dikenal dengan gagasannya. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata karya ilmiah yang dihasilkan guru di kota semarang masih sangat rendah yaitu 1,56 judul atau karya. Jumlah karya ilmiah yang sangat minim ini disebabkan oleh rendahnya produktivitas guru dalam menghasilkan karya ilmiah dan artikel ilmiah tingkat nasional.

Sedangkan pengembangan karya ilmiah melalui pelatihan penyusunan karya ilmiah bagi guru sangat minim, sebanyak 88% responden menyatakan belum pernah ada pembinaan penyusunan karya ilmiah baik dari sekolah maupun dinas pendidikan. Dalam hal insentif yang diberikan pihak sekolah dalam kaitannya dengan penciptaan karya ilmiah bagi guru yang berprestasi, sebanyak 67% responden menyatakan menurut pendapat responden bahwa tidak ada insentif yang memotivasi guru dalam menciptakan karya ilmiah, sedangkan 33% menyatakan. bahwa insentif diberikan sebagai imbalan atas penciptaan karya ilmiah. Analisis data selanjutnya bertujuan untuk mengelompokkan variabel-variabel yang memotivasi guru dalam menciptakan karya ilmiah.

1 f) Menjadikan karya ilmiah sebagai program rutin setiap tahun Guru wajib mempersiapkan karya ilmiah minimal 4 tahun sekali. 7 a) Melaksanakan pembinaan atau pendampingan atau pelatihan/seminar untuk menghasilkan karya ilmiah sesering mungkin.. penghargaan/penghargaan bagi guru yang ikut serta dalam karya ilmiah. Secara umum lingkungan SMA N 4 Semarang dalam kaitannya dengan pengelolaan karya ilmiah juga mengharapkan bimbingan, pemberian fasilitas dan insentif yang sesuai.

Di sisi lain, responden berharap adanya kegiatan di tingkat sekolah yang dapat memotivasi guru untuk berkreasi ilmiah (misalnya: membentuk kelompok diskusi, mendiskusikan permasalahan pendidikan terkini, studi banding dengan universitas lain). karya ilmiah kompetitif). Selain itu, persoalan sosialisasi terkait cara melakukan karya ilmiah sangat diperlukan bagi para guru. Responden di SMA N 9 Kota Semarang menyadari pentingnya karya ilmiah dalam menarik perhatian pihak sekolah.

Para guru ingin sekolah dan departemen pendidikan mengadakan kompetisi karya sains. Temuan ini menunjukkan bahwa kebutuhan untuk menciptakan karya ilmiah cenderung disebabkan oleh faktor motivasi dalam diri guru. Banyaknya dan kompleksnya tugas guru mengkondisikan guru pada posisi yang mempunyai waktu lebih sedikit, terutama untuk kegiatan penelitian dan menghasilkan karya ilmiah.

Keadaan tersebut juga didukung oleh hasil penelitian yang menyebutkan bahwa kegiatan karya ilmiah belum menjadi sumber penghasilan tambahan bagi guru. Temuan ini menunjukkan bahwa belum adanya perhatian yang serius dari pimpinan atau Dinas Pendidikan Kota Semarang terhadap pengembangan guru dalam penciptaan karya ilmiah. Kinerja guru dalam menghasilkan karya ilmiah juga direkomendasikan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Guru Dalam Jabatan.

Motivasi membuat karya ilmiah bagi guru di kota semarang dapat dikelompokkan menjadi empat variabel yaitu; dorongan pribadi, motif meningkatkan pendapatan, motif promosi, dan motif mengembangkan gagasan.

Table 4.11  Nilai ANOVA
Table 4.11 Nilai ANOVA

Kesimpulan

Saran

Kegiatan pengelolaan yang sistematis dapat dilakukan melalui dua pintu yaitu sekolah dan dinas pendidikan kota semarang.

Kepada Pihak Sekolah

Kepada Dinas Pendidikan Kota Semarang

Perlu adanya pelatihan dan bimbingan yang intensif dan berkesinambungan bagi guru untuk meningkatkan motivasinya dalam menciptakan karya ilmiah. Usulan agar karya ilmiah mendapat perhatian khusus sebagai angka kredit bagi guru yang akan dipromosikan. Memberikan insentif atau penghargaan kepada guru yang berprestasi di bidang karya ilmiah secara proporsional dan adil.

Usulan kepada sekolah (SLTA) untuk membentuk forum ilmiah dan memfasilitasinya dengan membuat dan memperbanyak jurnal ilmiah sebagai sarana pengungkapan ide bagi guru. Asmadi Alsa dan Fauzan HS (1997); Faktor pendukung dan penghambat dosen UGM pada kelompok ketua Ilmu Sosial dan Humaniora ketika melakukan penelitian melalui lembaga penelitian UGM; Jurnal Psikologi, Tahun XXIV Nomor 1, 1997. Jurkiewicz, Massey dan Brown (1998; Motivasi dalam organisasi publik dan swasta – studi perbandingan; Tinjauan Produktivitas dan Manajemen Publik, Vol. 21, No. 3, Maret.

Joshi and Sharma (1997); Determinants of managerial satisfaction in a private organization; Indian Industrial Relations Journal, Vol 33, No. 1, July. Ostroff (1992); The relationship between satisfaction, attitude and performance: an organizational level analysis; Journal of Applied Psychology, Vol 77, No 6.

Gambar

Gambar 3.1. Model Penelitian
Table 4.11  Nilai ANOVA

Referensi

Dokumen terkait

Upaya pihak sekolah untuk meningkatkan minat baca siswa di SD Negeri 3 Desa Tanjung Kecamatan Belimbing Upaya yang diterapkan oleh pihak sekolah dalam menghadapi hambatan peran