• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL METODE SISTEM SURVEILANS PASCA BENCANA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "HASIL METODE SISTEM SURVEILANS PASCA BENCANA"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

EVALUASI PELAKSANAAN

SISTEM SURVEILANS PASCA BENCANA DI KECAMATAN KINTAMANI

KABUPATEN BANGLI, 2017

Pinatih IGN, Sawitri AAS, Yuliyatni PCD

Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas – Ilmu Kedokteran Pencegahan, Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran , Universitas Udayana

LATAR BELAKANG

Banjir dan tanah longsor merupakan bencana yang paling sering terjadi di Indonesia. Kejadian banjir dan tanah longsor di wilayah Kecamatan Kintamani merupakan salah satu contoh bencana yang terjadi pada awal tahun 2017 karena curah hujan yang cukup tinggi. Sekitar 114 keluarga mengungsi di posko dan 22 keluarga terisolir. Dengan adanya warga yang berada di pengungsian, perlu mendapatkan perhatian lebih karena risiko terkena penyakit khususnya potensi wabah akan lebih besar. Untuk itu diperlukan sistem surveilans pasca bencana yang memadai untuk mendeteksi adanya potensi tersebut.

METODE

Penelitian ini menggunakan metode crossectional dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Partisipan dipilih dari instansi yang terlibat dalam penanganan bencana di kecamatan Kintamani. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner semi terstruktur. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif.

HASIL

Dari hasil analisis data secara kualitatif dan kuantitatif menunjukkan sistem surveilans pasca bencana tidak berjalan baik di Kintamani. Data layanan kesehatan, baik oleh puskesmas atau pihak swasta hanya dilakukan oleh sebagian pihak dan tidak tercatat dan tersimpan rapi. Beberapa layanan swasta yang memberikan pelayanan bakti sosial bahkan tidak melakukan pendataan yang baik dan tidak melaporkan ke puskesmas setempat atau ke dinas kesehatan.

Hal ini terjadi dikarenakan kurangnya keterlibatan dan koordinasi dari berbagai pihak.

REKOMENDASI

Dengan adanya koordinasi, sistem pencatatan dan pelaporan serta keterlibatan dari semua pihak, diharapkan menjadi faktor penting terlaksananya sistem surveilans pasca bencana yang baik. Hal ini nantinya lebih memudahkan respon terhadap masalah kesehatan yang terjadi pada pengungsi dan masyarakat terdampak bencana.

TERIMA KASIH

Dinkes Provinsi Bali, BPBD Provinsi Bali, Dinkes Kab. Bangli, BPBD Kab. Bangli, Puskesmas Kintamani I, III, V,

Kades Sukawana, Songan, Awan dan Batur Selatan

(2)

Dlsonlnasl Hasll Pcnelltlan HlDrh litDang Fll Unud

lClI

P-069

EVALUASI PELAKSANAAN SISTEM SURVEILANS PASCA BENCANA DI KECAMATAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI,2017

Pinatih IGN, Sawitri AAS, Yuliyatni PCD

Bagian llmu Kedokteran Komunitas - Ilmu Kedokteran Pencegahan, Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran , Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman,

Denpasar, Bali, Indonesia

ABSTRAK

Banjir dan tanah longsor merupakan bencana yang paling sering terjadi di Indonesia dan memiliki dampak yang sangat bervariasi. Kejadian banjir dan tanah longsor di wilayah Kecamatan Kintamani merupakan salah satu contoh bencana yang terjadi pada awal tahun 2017 karena curah hujan yang cukup tinggi. Sekitar 1 14 keluarga mengungsi di posko dan 22 keluarga terisolir. Dengan adanya warga yang berada di pengungsian, perlu mendapatkan perhatian lebih karena risiko terkena penyakit khususnya potensi wabah akan lebih besar. Untuk itu diperlukan sistem surveilans pasca bencana yang memadai untuk mendeteksi adanya potensi tersebut. Penelitian

ini menggunakan metode crossectional dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif.

Partisipan dipilih dari instansi yang terlibat dalam penanganan bencana di kecamatan Kintamani. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner semi terstruktur. Data yang terkumpul dianalisis dan disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Dari hasil analisis data secara kualitatif dan kuantitatif mennjukkan sistem surveilans pasca bencana tidak bojalan baik di Kintamani. Data layanan kesehatan, baik oleh puskesmas atau pihak swasta hanya dilakukan oleh sebagian pihak dan tidak tercatat dan tersimpan rapi. Beberapa layanan swasta yang memberikan pelayanan bakti sosial bahkan tidak melakukan pendataan yang baik dan tidak melaporkan ke puskesmas setempat atau ke dinas kesehatan. Hal ini terjadi dikarenakan kurangnya keterlibatan dan koordinasi dari berbagai pihak.

Dengan adanya koordinasi yan baik, sistem pencatatan dan pelaporan serta keterlibatan dari semua pihak, diharapkan menjadi faktor penting terlaksananya sistem surveilans pasca bencana yang baik. Sehingga nantinya lebih memudahkan respon terhadap masalah kesehatan yang terjadi pada pengungsi dan masyarakat terdampak bencana.

Kata Kunci: surveilans, bencana, kintamani

Referensi

Dokumen terkait

Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2013. Arti penting pendidikan mitigasi bencana dapat dilakukan

hubungan antara keterampilan sosial dengan resiliensi pada siswa kelas. XII SMK Negeri 1 Salam pasca bencana lahar

1 Diagram Alur Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kelas sentimen yang dihasilkan dari data informasi pasca bencana alam dan untuk membandingkan metode K-NN