PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Program Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan
SKTB dapat meningkatkan aksesibilitas siswa ke jenjang pendidikan selanjutnya dengan memberikan jaminan dan proses penyelesaian kompetensi yang terukur di setiap jenjang, tanpa memperkenalkan sistem akomodasi kelas. SKTB meningkatkan aksesibilitas peserta didik ke jenjang pendidikan selanjutnya dengan memberikan jaminan dan proses penyelesaian kompetensi yang terukur di setiap jenjang. Standar isi (SI) meliputi standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang harus dikuasai siswa ketika mempelajari mata pelajaran tertentu. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) memuat kompetensi yang harus dikuasai peserta didik pada setiap satuan pendidikan. Berdasarkan SK dan KD guru mengembangkan silabus dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran).
Dalam kurikulum berbasis kompetensi, proses pendidikan merupakan upaya bersama antara guru dan siswa untuk membantu siswa menguasai kompetensi yang tertuang dalam KKM. dilakukan melalui Sistem Pembelajaran Berkelanjutan Lengkap di Kelas. Standar kompetensi, kompetensi inti dan khususnya kompetensi minimal kelas merupakan standar untuk menyatakan bahwa kurikulum telah dilaksanakan pada tingkat keberhasilan implementasi yang tinggi dan peserta didik mempunyai kualitas yang diinginkan oleh kurikulum. Sistem Kredit Semester (SCS) adalah suatu sistem penyelenggaraan program pendidikan dimana mahasiswa menentukan beban mata kuliahnya dan mata kuliah yang diambilnya setiap semester pada suatu satuan pendidikan. Ketuntasan pembelajaran atau ketuntasan belajar dalam suatu semester diukur dari banyaknya SKS yang berhasil dikumpulkan mahasiswa berdasarkan beban mengajarnya, yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006.
Kurikulum yang digunakan SKS mempunyai mata pelajaran wajib dan mata pelajaran pilihan Semua mata pelajaran wajib harus diikuti oleh seluruh siswa Mata pelajaran pilihan diikuti oleh siswa yang memilih mata pelajaran tersebut yaitu mata pelajaran Muatan Lokal dan Pengembangan Kepribadian, masing-masing peserta Siswa memilih satu mata pelajaran dari sejumlah mata pelajaran mata pelajaran yang ada. Kegiatan tatap muka merupakan kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dan pendidik. Dalam Sistem Kredit Semester diketahui terdapat kelompok mata pelajaran wajib dan kelompok mata pelajaran pilihan. Kelompok mata pelajaran wajib harus diikuti oleh setiap siswa. SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK) dihitung dari jumlah SKS mata pelajaran wajib dan mata pelajaran pilihan.
Prinsip yang harus diperhatikan dalam penerapan sistem SKS di SPKTB adalah (1) mahasiswa menentukan sendiri beban belajar di atas beban minimal (2) mahasiswa menentukan mata kuliah pilihan yang akan diambil pada setiap semester sesuai dengan kemampuan, bakat dan minatnya, (3 ) Siswa yang sangat mampu dan berkeinginan dapat mempersingkat waktu.
Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Tuntas Berkelanjutan
Hasil analisis mengenai siswa tersebut di atas menjadi masukan bagi guru dan sekolah dalam pengembangan silabus dan RPP. Selain menganalisis kemampuan siswa, untuk menyusun silabus dan RPP yang sesuai dengan Sistem Pembelajaran Kelas Lengkap Berkelanjutan, guru dan sekolah harus melakukan hal-hal sebagai berikut: Pembagian komponen SK/KD menjadi komponen pengetahuan, keterampilan berpikir (kognitif), nilai dan sikap (afektif), keterampilan psikomotorik. Pengetahuan menjadi muatan utama topik-topik seperti hukum Boyle, kelistrikan, proklamasi, produksi, kalimat, dan lain sebagainya. Mencari dan mengumpulkan informasi (bisa dimulai dari membaca, observasi atau wawancara) berdasarkan keterampilan yang dipelajari.
Peserta didik dapat menggunakan berbagai sumber belajar seperti buku, masyarakat, lingkungan fisik/alam, dokumen, surat kabar dan website. Setiap siswa harus memiliki pengetahuan, keterampilan berpikir, nilai dan sikap, serta keterampilan psikomotorik yang dirumuskan dalam indikator. Mata pelajaran berikut ini dipelajari siswa apabila dinyatakan mempunyai nilai ulangan harian sama atau lebih tinggi dari nilai KKM.
Siswa yang belum mempunyai nilai sama atau lebih tinggi dari KKM pada mata pelajaran yang bersangkutan diberi kesempatan untuk memperbaikinya dalam bentuk pengajaran tambahan. Penilaian hasil belajar sangat penting dalam sistem pembelajaran berkelanjutan satu kelas penuh, yang menentukan apakah seseorang telah menguasai sepenuhnya kompetensi yang dipersyaratkan, yaitu yang dirumuskan dalam indikator dan tingkat pencapaian yang dinyatakan dalam KKM. Membantu guru untuk memberikan informasi mengenai kelebihan dan kelemahan siswa sehingga guru dapat membantu siswa menguasai kompetensi yang dibutuhkan.
Dalam Sistem Pembelajaran Kelas Lengkap Berkelanjutan, mahasiswa yang dapat menyelesaikan SK Bill pada semester/tahun tertentu sebelum waktu tersebut, akan diminta untuk menyelesaikan SK Bill pada semester/tahun berikutnya.
Kerangka Pikir
Berdasarkan hasil asesmen, ditentukan siapa yang harus mendapat rehabilitasi dan bentuk koreksi apa yang harus diberikan. Namun apabila ada mahasiswa yang belum dapat menyelesaikan seluruh SK/KD yang telah ditagih pada semester/tahun berjalan, maka mahasiswa tersebut tidak perlu tinggal di kelas, ia akan melanjutkan ke tahun berikutnya dengan bukti bahwa mahasiswa tersebut masih wajib melengkapi SK/KD yang belum diselesaikannya. Pemerintah harus mempunyai program nyata yang mampu mempengaruhi proses belajar siswa sehingga dapat mempengaruhi minat siswa terhadap program tersebut atau seruan siswa untuk berpartisipasi.
Sebaiknya Pemerintah Kabupaten Gowa menyiapkan suatu konsep atau program yang dapat mempengaruhi peserta didik untuk ikut serta dalam proses pembangunan pendidikan yang ada. Selain itu juga perlu adanya perhatian aktif atau keterlibatan langsung aparat daerah khususnya dinas pendidikan dalam memanggil guru dan siswa atau setidaknya dapat mengingatkan mereka bahwa program pendidikan bermanfaat bagi siswa itu sendiri secara individu, sehingga agar mereka merasa terpanggil atau terinspirasi dan pada akhirnya mereka akan berpartisipasi aktif dalam semua pendidikan yang dilaksanakan. Perlu disampaikan juga bahwa peserta didik tidak akan merasa memiliki atau menikmati hasil pendidikan. apabila dalam proses pelaksanaan program pendidikan tidak melibatkan mereka dalam seluruh proses kegiatan pendidikan. Selain itu, pemerintah juga memberikan bekal pendidikan yang maksimal kepada peserta didik dalam suasana pendidikan yang kondusif sehingga peserta didik mampu. Sistem Kelas Lengkap Berkelanjutan (SKTB) merupakan proses pembelajaran yang mengembangkan potensi siswa untuk mencapai kualitas keterampilan yang dipersyaratkan oleh kurikulum.
SKTB merupakan kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa yang mengedepankan pelayanan pendidikan yang bermutu dan menyeluruh bagi peserta didik yang memposisikan peserta didik sebagai subjek dalam pembelajaran sehingga dapat mengembangkan potensi dirinya secara maksimal. Kabupaten Gowa mempunyai potensi yang sangat besar dalam pengembangan Program Sistem Kelas Berkelanjutan (SKTB) karena didukung oleh banyaknya siswa yang aktif dan antusias dalam program yang sedang berjalan serta bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, khususnya semua siswa dapat menguasai semua kompetensi yang dimiliki. dituangkan dalam standar kompetensi dan kompetensi inti.
Fokus Penelitian
Deskripsi Fokus Penelitian
METODE PENELITIAN
Jenis dan Tipe Penelitian
Penelitian ini berupaya untuk memahami “Pengelolaan Program Kelas Lengkap Berkelanjutan di Kabupaten Gowa”. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan program berkelanjutan full class system di Kabupaten Gowa. Kegiatan utama dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis secara intensif dan rinci gejala dan fenomena sosial yang telah diteliti, yaitu kaitannya dengan permasalahan terkait pengelolaan peningkatan kompetensi profesional pendidik yang diperoleh secara kualitatif.
Yang dimaksud dengan data dalam penelitian ini adalah dokumen resmi, dokumen perseorangan yang berkaitan dengan Tata Kelola Program Kelas Lengkap Berkelanjutan di Kabupaten Gowa, seperti dokumen resmi mengenai Penelitian ini terdiri dari 9 orang informan yang dipilih karena dianggap mampu memberikan informasi terkait latar belakang penelitian dan mengetahui permasalahan yang diteliti. Selain menggunakan metode observasi dan wawancara, data penelitian dalam penelitian ini juga dapat dikumpulkan dengan menggunakan dokumentasi yaitu pemeriksaan dokumen yang relevan dengan tujuan penelitian.
Dalam penelitian ini yang digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh adalah deskriptif (bukan statistik), yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mendeskripsikan data yang diperoleh dengan kata-kata atau kalimat yang dibagi ke dalam kategori-kategori untuk menarik kesimpulan. Dalam penelitian ini pembimbing studi kasus berperan sebagai pengamat (hakim ahli) yang memberikan masukan terhadap hasil pengumpulan data. Dalam penelitian ini peneliti melakukan metode wawancara yang didukung dengan metode observasi pada saat wawancara dilakukan.
Dalam penelitian ini, keteguhan mengacu pada kemungkinan peneliti selanjutnya akan memperoleh hasil yang sama jika penelitian dilakukan kembali dengan subjek yang sama.
Deskripsi Objek Penelitian
Faktor Pendukung dan Penghambat Tata Kelola Program Sistem Kelas Lengkap Berkelanjutan (SKTB) di Kabupaten Gowa. Implementasi Tata Kelola Program SKTB di Kabupaten Gowa dapat berjalan lancar berkat upaya seluruh tim pelaksana terkait SKTB. “Komitmen yang dibangun bersama setiap pemangku kepentingan sejak awal perencanaan akan mendukung pelaksanaan program SKTB di Kabupaten Gowa.” (hasil wawancara dengan DM, 22 Maret 2017).
Salah satu faktor pendukung tata kelola program SKTB di Kabupaten Gowa adalah pelaksanaan program SKTB di lapangan yang terkoordinasi dengan baik. Pemerintah Kabupaten Gowa serta tim pengelola dan pengembangan SKTB telah berhasil mengkoordinasikan pelaksanaan program SKTB di seluruh sekolah di Kabupaten Gowa. Kegiatan pengawasan organisasi ini sangat mampu mendorong tercapainya pelaksanaan SKTB di Kabupaten Gowa, sesuai dengan standar penyelenggaraan pendidikan yang ada.
Respon positif dari sekolah dan masyarakat sangat mempengaruhi pelaksanaan program SKTB di Kabupaten Gowa. “Respon baik ini tentunya dipengaruhi oleh struktur dan standar penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan dalam program SKTB di Kabupaten Gowa” (hasil wawancara dengan HH, 22 Februari 2017). Peraturan pendidikan tersebut merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan program SKTB di kabupaten Gowa.
Langkah pengawasan merupakan wujud peran pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan program SKTB di Kabupaten Gowa. Tindakan ini untuk membantu tim pengelola dan pengembangan SKTB dalam memantau kemajuan program pendidikan di Kabupaten Gowa. Pengelolaan program SKTB di Kabupaten Gowa didasarkan pada berbagai aspek pendukung SKTB yang meliputi serangkaian proses, metode atau.
Tata Kelola Program SKTB Kab. Gowa
Faktor Pendukung dan Penghambat SKTB di Kab. Gowa
Peran Pemerintah dalam Tata Kelola SKTB di Kab.Gowa
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran
Perlunya dukungan negara dan kerjasama yang baik antara pemerintah dan mahasiswa dalam program SKTB.