Berdasarkan Tabel IV.3 terlihat mayoritas responden terkait dengan masa kerja responden yaitu responden yang sudah bekerja 5 sampai 10 tahun berjumlah 17 orang (56,67), sedangkan jumlah responden yang sudah bekerja minimal 0 s/d 1 tahun sebanyak 3 orang (10%) dan di atas 10 tahun sebanyak 3 orang (10%). Jumlah responden penelitian ini yang sudah lama bekerja relatif banyak yaitu 7 orang (23,33%), dengan masa kerja 5 sampai 10 tahun. Item angket dalam uji validitas dikatakan valid jika nilai rhitung > rtabel mempunyai nilai signifikansi 5%.
Dari Tabel IV.4 diatas terlihat bahwa 16 pertanyaan yang diajukan kepada responden berada pada batas Tabel R sebesar 0,361 yang berarti pertanyaan yang diajukan valid. Dari Tabel IV.5 diatas terlihat bahwa 25 pertanyaan yang diajukan kepada responden berada pada batas Tabel R sebesar 0,361 yang berarti pertanyaan yang diajukan valid. Dari Tabel IV.6 diatas terlihat bahwa 25 pertanyaan yang diajukan kepada responden berada pada batas Tabel R sebesar 0,361 yang berarti pertanyaan yang diajukan valid.
Berdasarkan tabel diatas terlihat nilai Cronbach Alpha pada variabel perencanaan proses produksi, pengendalian persediaan bahan baku dan kelancaran proses produksi mempunyai nilai lebih besar dari batas 0,6 yang berarti seluruh variabel dikatakan reliabel. . Untuk memperoleh data kuantitatif dari penelitian ini, peneliti menggunakan daftar pertanyaan sebanyak 16 pertanyaan untuk variabel independen (Perencanaan Proses Produksi), 25 pertanyaan untuk variabel independen (Pengendalian Persediaan Bahan Baku) dan 25 pertanyaan untuk variabel dependen. Proses produksi lancar), sehingga jumlah soal seluruhnya 66 soal. Penjelasan deskriptif variabel perencanaan proses produksi diukur dari jawaban responden atas pertanyaan pada.
13 Terdapat kontrol yang baik terhadap pengiriman produk ke konsumen dengan persediaan bahan baku yang ada.
Analisis Deskripsi Variabel Pengendalian Persediaan Bahan Baku Penjelasan secara deskriptif mengenai variabel pengendalian persediaan
10 Apabila bahan baku habis, pihak gudang segera menyiapkan tanda terima barang yang segera diserahkan ke bagian pengadaan. 13 Bahan baku yang ada di gudang dijaga dengan baik oleh bagian gudang agar tidak rusak atau hilang. 15 Terdapat sistem informasi yang mencakup metode dan pencatatan untuk menampilkan dan mencatat seluruh transaksi penerimaan dan pengeluaran bahan baku.
Pertanyaan-pertanyaan di atas dibagi menjadi empat indikator, antara lain indikator kuantitas pesanan yang ekonomis diwakili oleh pertanyaan 1 sampai 5, indikator biaya pembelian diwakili oleh pertanyaan 6 sampai 10, indikator biaya penyimpanan diwakili oleh pertanyaan 11 sampai 17 dan yang terakhir adalah indikator biaya pesanan. diwakili oleh pertanyaan 18 sampai 25.
Analisis deskripsi Variabel Kelancaran Proses Produksi
Soal-soal diatas dibagi menjadi tiga indikator, antara lain indikator waktu diwakili oleh pertanyaan 1 sampai 10, indikator mesin diwakili oleh pertanyaan 11 sampai 15 dan terakhir indikator manajemen tenaga kerja (SDM) diwakili oleh pertanyaan 16 sampai 25. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis dengan Analisis Sebelumnya, regresi linier berganda harus dilakukan uji asumsi klasik untuk mengetahui apakah data tersebut dapat dilakukan analisis regresi atau tidak. Namun sebelum melakukan pengujian asumsi klasik, terlebih dahulu data harus ditransformasikan dari data ordinal ke interval dengan menggunakan metode suksesi (MSI) agar dapat dilakukan pengujian lebih lanjut.
Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas
Berdasarkan hasil uji normalitas di atas diperoleh nilai signifikansi Kolmogorov-Smirnov sebesar 0,146 > 0,05. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa data survei pada penelitian ini berdistribusi normal. Uji ini digunakan untuk menguji apakah terdapat hubungan antar variabel independen dan untuk menguji apakah terdapat korelasi antar variabel independen dalam persamaan regresi. Berdasarkan hasil uji multikolinearitas diatas diketahui nilai VIF pada variabel Perencanaan proses produksi dan persediaan bahan baku sebesar 1,289 < 10. Jadi dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinearitas yang artinya tidak terjadi penyimpangan. asumsi klasik atau tidak terdapat hubungan linier antara kedua variabel independen dalam penelitian ini.
Untuk mendeteksi ada tidaknya Heteroskedastisitas dilakukan uji dengan menggunakan histogram Scatterplot dimana jika titik-titik pada Scatterplot tidak dapat digambarkan dalam satu garis lurus maka tidak terjadi heteroskedastisitas, begitu pula sebaliknya jika titik-titik pada Scatterplot dapat digambarkan secara garis lurus. garis lurus maka terjadi heteroskedastisitas. Dari histogram uji heteroskedastisitas di atas terlihat bahwa titik-titik pada histogram tidak dapat digambarkan secara garis lurus, sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi linier terdapat korelasi antara confounding error pada periode t-1 (sebelumnya).
Berdasarkan tabel IV.20 di atas terlihat nilai Durbin Watson sebesar 1,5666 < 2,154 < 2,4334 yang berarti angka Durbin Watson berada di antara dua angka batas autokorelasi, sehingga penelitian ini tidak mengalami autokorelasi.
Pengujian Hipotesis
Pembahasan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perencanaan proses produksi dan pengelolaan persediaan bahan baku terhadap kelancaran proses produksi di PT. Lucas Djaja menggunakan 2 jenis teknis proses produksi yaitu proses produksi intermiten. Perencanaan produksi dalam perusahaan dilakukan berdasarkan jumlah pesanan yang diterima. Hal ini dikarenakan kegiatan produksi tidak dilakukan atas dasar pesanan, melainkan untuk memenuhi pasar dan dalam jumlah besar, berulang-ulang dan mempunyai desain dalam jangka waktu tertentu.
Hasil penelitian yang telah disajikan berdasarkan analisis deskriptif menunjukkan bahwa perencanaan proses produksi dikatakan baik dengan rasio sebesar 79,04%, hal ini disebabkan karena tingkat permodalan pada PT. Baik), artinya rata-rata responden telah melakukan pengawasan dan pengendalian yang baik dalam mengirimkan produk ke konsumen dengan persediaan bahan. Sedangkan analisis verifikatif, yaitu pengujian hipotesis yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas dan variabel terikat, menunjukkan hasil sebagai berikut.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Membangun, 2017) yang menyatakan bahwa pengendalian produksi berpengaruh terhadap kelancaran proses produksi. Perencanaan proses produksi dan pengendalian stok bahan baku secara simultan mempengaruhi kelancaran proses produksi. Hasil penelitian yang kedua adalah pengendalian stok bahan baku, dimana dari hasil penelitian deskriptif terlihat jelas bahwa stok bahan baku ada pada PT.
Lucas Djaja 86,95% (Sangat Baik) hal ini dikarenakan persentase masing-masing indikator mempunyai skor diatas 80%. Sedangkan analisis verifikatif, yaitu pengujian hipotesis yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas dan variabel terikat, menunjukkan hasil sebagai berikut.