• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Wawancara

N/A
N/A
AHMAD YUSUF HADI

Academic year: 2024

Membagikan "Hasil Wawancara"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Narasumber 1

Kenapa pernikahan sesama ba’alawi itu penting banget?

karena menurut saya agar keturunannya itu tidak terputus terlebih lagi untuk wanita itu sangat amat dianjurkan atau diwajibkan untuk menikah dengan yang sesama keturunan ba'alawi Kalau laki-laki mungkin kalau pasangannya bukan keturunan mungkin masih oke, tapi kalau perempuan itu sangat amat diharuskan untuk menikah sesama keturunan.

Terus orang tua kamu atau keluarga besar punya peran besar ga dalam memilih pasangan?

Kalau di keluarga saya tidak karena keluarga saya lebih terserah anaknya terlebih lagi kalau anaknya itu sudah mempunyai pasangan paling dari pihak keluarga cuman menelusuri aja. Apakah orang tersebut benar-benar keturunan dari balawi dan juga ditelusuri baik atau enggak keluarganya Berasal dari mana seperti itu.

Selain keluarga tokoh masyarakat atau Ulama di komunitas Ba’alawi punya pengaruh ga untuk mempertahankan tradisi ini?

Menurut saya sangat berpengaruh karena pasti orang kita-kita ini yang orang biasa merujuk nya pada nasehat nasehat ulama, kalau ulama selalu membahas selalu mengingatkan kita agar menikah dengan sesama balawi pasti juga kita mengikuti.

Komunitas Ba’alawi suka ngadain acara atau pertemuan khusus buat menjaga tradisi pernikahan ini nggak?

Iya, ehh apa namanya kita punya komunitas namanya Robitoh Alawiyah di situ suka ada acara khusus orang-orang yang ba'alawi untuk membahas tentang pernikahan pernikahan dan juga pastinya membahas tentang ajaran Islam yang lainnya.

Sekarang kan zaman sudah modern Kamu ngerasa nggak kalau tradisi ini makin susah dipertahankan kalau iya apa aja tantangannya?

Kalau menurut saya walaupun zaman sudah modern tapi tradisi ini enggak bisa dihapuskan atau digantikan karena Emang udah dari dari nenek moyang kita gitu kalaupun ada yang tidak menikah dengan sesama keturunan, itu palingan sih sedikit dan paling sering juga kebanyakan laki-laki.

Anak-anak muda di komunitas Ba’alawi Gimana mereka masih oke ga dengan tradisi ini atau mereka yang ngerasa udah nggak perlu ada perubahan?

Kalau anak-anak muda yang di sekeliling saya itu masih oke-oke aja sih dalam tradisi ini malah mereka yang cowok itu yang saya merasa bahwa “nggak deh gue nggak papa kalau pacaran sama yang bukan keturunan, tapi kalau nikah kalau bisa sih sesama yang keturunan”.

seperti itu pendapat mereka yang berada di sekeliling saya.

(2)

Lanjut, gimana sih pandangan kamu atau keluarga soal pernikahan campuran dengan orang di luar Ba’alawi?

Jujur kalau di keluarga saya pun ada juga sepupu saya yang menikah dengan orang yang bukan keturunan ba’alawi itu juga awalnya ditentang tapi ya kita nggak punya hak karena orang tuanya sendiri pun akhirnya sudah menyetujui atas pernikahan anaknya itu, jadi ya kita hanya hanya bisa ya udah Pasrah aja walaupun sebelumnya kita udah nasehatin dari pihak keluarga dari pihak orang tua sudah menasehati tapi tetap anaknya yang punya tekad kuat itu Akhirnya orang tuanya pengantin menyetujui Ya udah akhirnya mereka pun menikah.

Pernah nggak ada keluarga atau kenalan Kamu yang nikah sama orang selain Ba’alawi kalau pernah Gimana reaksi keluarga dan komunitas?

Ada keluarga saya yaitu sepupu saya sendiri dan dia menikah dengan orang yang bukan Balawi. Reaksinya juga kita awal-awalnya kayak kurang kurang menerima tapi karena mereka membuktikan mereka itu udah dari lama pacaran terus udah merasa cocok satu sama lain akhirnya pun mereka menikah dan sampai saat ini mereka sudah punya anak ya udah kita kalau ketemu lebaran kumpul-kumpul itu biasa aja enggak yang di jauhin atau dibeda-bedakan.

Narasumber 2

Assalamualaikum Kak Waalaikumsalam

Sebelumnya Perkenalkan diri bisa kak?

Nama saya Sausan Bin Yahya

Oke di sini saya mau wawancara kak terkait penelitian dari skripsi saya dimana saya lagi nyari sampel data buat skripsi saya yang judulnya tradisi pernikahan masyarakat Ba’alawi atau pernikahan sesama Ba’alawi atau yang biasa disebut pernikahan endogami. Pertanyaan saya ini kak menurut Kakak kenapa sih pernikahan sesama Ba’alawi itu penting banget alasan utamanya itu apa kak?

Penting banget karena kita mempertahankan keturunan kita supaya nasab kita ga putus.

Oke Pertanyaan selanjutnya, orangtua kakak atau kakak punya keluarga keluarga besar punya peran besar ga kak dalam memilih pasangan buat anak-anaknya atau buat kakak gitu? Dan gimana cara mereka tuh untuk mengarahkannya?

(3)

Ngga sih, Selama kita di ruang lingkup yang sama gitu yang maksudnya sesama ba'alawi gitu nggak masalah juga sih nggak perlu nggak perlu dituntun yang ini harus yang ini, yang penting kita menjaga aja menjaga untuk keturunan Kita itu tetap di jalur nasab nya gitu.

Terus gue penasaran nih Kak dalam komunitas Ba’alawi itu suka mengadakan acara resmi atau pertemuan khusus gitu yang di mana itu dibuat untuk menjaga tradisi pernikahan ini jadi semacam para sesepuh Ba’alawi ini bikin acara terus isinya tuh kayak menyadarkan anak mudanya Biar mereka nih sadar untuk menjaga tradisinya tradisi nikah sama Ba’alawi juga?

Kayanya sih yang saya tau itu nggak ada ya, cuma Mungkin ada perkumpulan- perkumpulan yang kaya setiap tahun di ada itu seperti kayak maulid gitu-gitu Itu untuk menyambung silaturahmi antara para Ba’alawi gitu kan Dan juga mungkin di situ jadi ajang Perjodohan ibu bapaknya ya gitu.

Berarti ga dibuat spesifik gitu ya jadi hanya untuk maulid ngaji dan sebagainya?

Iya betul, ga dibuat spesifik pertemuan untuk ajang perjodohan

Terus Kak sekarang zaman modern kan sudah modern yah kak, kakak ngerasa ga sih tradisi ini semakin sulit dipertahankan, kalau iya apa aja tentangnya kak?

Nggak, bagi saya itu ngga, karena Ba’alawi di Indonesia tuh di negara kita tuh banyak, jadi kita nggak perlu berasumsi ini sulit dipertahankan, kita kehabisan populasi baru itu, Sangat Tidak. Aman pokonya stok kita banyak jadi nggak ada yang perlu dikhawatirkan.

Tapi pertanyaannya Gimana kalau misalkan nggak ada yang cocok, Jadi si Ba’alawi ini sudah terlanjur cinta dengan yang non Ba’alawi itu gimana kak?

Ya mungkin ada diantara kita, diantara keluarga kita, kerabat. Yaa untuk itu rules nya tergantung ini yah, tergantung orang tuanya masing-masing gimana menghadapi situasi anaknya yang pengen atau bahkan sudah menikah dengan yang bukan Ba’alawi yaa itu udah termasuk privacy lah ya.

Kalau tadi kakak bilang orang tuanya, kalau sekarang saya bakal nanya kalau anak- anak muda dari komunitas Ba’alawi itu gimana? mereka masih oke nggak terhadap tradisi ini atau mereka merasa kayak “ah jadul ah, sama siapa aja selagi cocok ya gapapa”. Itu gimana?

kalau di lingkungan saya yaa mungkin lebih ke pemikiran yang modern kali ya, jadi mereka itu sudah tidak condong ke yang harus begini harus begitu, Cuma banyak juga kok yang cari pasangan tetap Ba’alawi tapi mereka hidup nya udah update banget gitu loh udah modern banget jadi mereka tetap enjoy.

Jadi tradisi ini tetap dipertahankan lagi nggak dipaksakan ya?

(4)

Iya Betul.

Terus gini Kak, pernah gak ada keluarga atau kenalan Kakak yang nikah sama yang non Ba’alawi, kalau pernah reaksi Keluarga kakak atau komunitas kakak itu gimana?

Oh banyak dong, banyak kejadiannya jadi itu tergantung reaksi keluarga masing- masing ya, kalau keluarga saya nanggepin nya selama ya dia muslim bertanggung jawab ya why not.

Jadi terpenting sebenarnya itu muslimnya ya kak bukan nasabnya?

Oh saya ga bilang gitu yah, Cuma kalau memang tidak bisa lagi atau sulit untuk dipaksakan its oke pilihannya dia seperti itu yang penting sejalur kan sama kita kan, agama islam, bertanggung jawab.

Pertanyaan terakhir nih kak, ada gak kompromi atau pengecualian pernikahaan pencampuran gini, atau dalam situasi itu bisa terjadi?

Kayanya usia deh, karena udah banyak banget yang perempuan yang perempuan kayak udah 30 lebih (umurnya) dia ini sebenarnya menjalin hubungan sama Non Ba’alawi cuman dia kan takut untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan jadi orang tuanya itu kaya mencoba ikhlas gitu loh kaya oke bismillah gitu itu biasanya terkait umur untuk perempuan tapi kalau laki kan its oke karena kan nasabnya tetap nyambung

Referensi

Dokumen terkait

Jadi bisa ngobrol sama orang juga, apa ya lebih kebuka dan bisa counter orang ngomong apa karena suka denger penyiar kalo ngomong gimana si ” Apakah kamu merasakan hal yang sama

Terus ketika misalnya program yang Festival itu mbak kan kita di Tlatah Bocah punya banyak program yang tergabung komunitas dusun itu, sekitar 10-an dusun, ya itu

kalau adat pakpak anak laki-lakilah yang mengurus orang tuanya, khususnya anak laki-laki paling bungsu, karena harta paling banyak untuknya dan rumah orang tua juga sudah

Dari salah satu keluarganya, yaitu bibinya (saiudara ibunya) akhirnya diperoleh informasi bahwa Aid merupakan anak zina, sebab saat kedua orang tuanya

Jawaban: kalau saya sih biasa saja mbak karena yang namanya orang kan kadang punya uang kadang tidak jadi kalau mereka tidak melakukan tradisi kenduren itu adalah hal

Jawab : Untuk program ini kita mempunyai gagasan bahwa bagaimana kalau kita punya program CSR kan biasanya dipublikasikan di koran, kalau dikoran kan cuma dibaca orang dan orang

Peneliti : Permisi Ma..Maaf ya Ma, saya mau wawancara sama Mama tentang bimbingan keagamaan orang tua dalam membentuk akhlak anak usia dini.. Peneliti : Bagaimana

___ Orang itu suka karena aku tu jujur, maksudnya kalo aku gak suka, atau aku bilang itu makanan tidak sesuai, ya aku akan bilang tidak sesuai, maksudnya entah itu mungkin karena tidak