101 BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
5.1.1 Kualitas tidur pada pasien hipertensi sebelum dilakukan relaksasi otot progresif di ruang Al-Biruni Rumah Sakit Islam Banjarmasin terbanyak adalah kualitas tidur buruk yaitu sebesar 23 responden atau 71,9%..
5.1.2 Kualitas tidur pada pasien hipertensi sesudah dilakukan relaksasi otot progresif di ruang Al-Biruni Rumah Sakit Islam Banjarmasin terbanyak adalah kualitas tidur baik yaitu sebesar 30 Responden atau 93,8%
5.1.3 Ada pengaruh relaksasi otot progresif terhadap kualitas tidur pada pasien hipertensi di ruang Al-Biruni Rumah Sakit Islam Banjarmasin menggunakan uji wilcoxon dengan taraf kemaknaan ρ = 0,000.
5.2 Saran
5.2.1 Bagi Perawat
Perawat sebaiknya melakukan intervensi keperawatan mandiri dalam membantu meningkatkan kualitas tidur dengan cara menerapkan relaksasi otot progresif tiap malam satu jam sebelum waktu kebiasaan tidur klien
5.2.2 Bagi Pasien
Pasien diharapkan mampu mematuhi segala anjuran perawat yaitu menghindari mengkonsumsi makanan atau minuman yang dapat memperlambat atau menghambat tidur pada malam hari seperti kopi dan minuman berenergi.
5.2.3 Bagi Rumah sakit
Rumah sakit sebaiknya menfasilitasi para perawat untuk melakukan relaksasi otot progresif dengan cara mensosialisasikan SPO tersebut kepada semua perawat.
102
5.2.4 Bagi Institusi pendidikan
Institusi pendidikan sebaiknya memberikan para mahasiswa materi pelajaran tentang intervensi keperawatan mandiri dengan cara melengkapi referensi di perpustakaan dan memberikan keterampilan dasar keperawatan mandiri di institusi pendidikan.
5.2.5 Bagi Peneliti Lain
Peneliti lain dapat melanjutkan penelitian ini dengan mencoba memakai metode lain untuk meningkatkan kualitas tidur seperti meditasi, senam yoga atau mendengarkan murotal.