Sejarah Hotel Bandung Hotel & Towers dibangun pada tahun 1989, pada tanggal 2 Oktober 1990, hotel ini diresmikan dengan nama Sheraton Inn Bandung dan memiliki 111 kamar. Dengan demikian, pada tanggal 1 September 1998, Sheraton Bandung Hotel mendapat pengakuan sebagai hotel bintang 5 dan berganti nama dari Sheraton Bandung Hotel menjadi Sheraton Bandung Hotel &. Nuansa mediterania, gaya klasik Eropa dan Timur Tengah menjadi aksen interior yang dipadukan dengan unsur modern dan tradisional dalam gaya minimalis yang dapat dinikmati di 156 kamar hotel ini.
Hotel ini memiliki karakter responsif karena hotel peduli dan cara hotel memahami kebutuhan individu setiap tamu hotel. Hotel ini berfokus pada sikap yang tepat dalam menarik dan mempertahankan orang-orang terbaik dan tercerdas untuk tim hotelnya yang sedang berkembang. Saat berkunjung ke hotel Sheraton pasti para tamu akan menjumpai logo ini, yang membedakan hanyalah logo tersebut memuat detail area atau nama negara dimana hotel tersebut berada.
Kolam renang dewasa berada di sebelah kolam renang anak-anak, tempat anak-anak dapat bersenang-senang selama berjam-jam. Kini ada cara yang lebih mudah bagi teman, keluarga, dan kolega untuk terhubung di Sheraton Bandung Hotel & Towers. Anak-anak juga dapat menikmati aktivitas di area outdoor, seperti ayunan, perosotan, dan sepak bola mini.
Baik saat cuaca cerah maupun hujan, anak-anak dapat bermain bola di Sheraton Bandung Hotel & Towers Bandung.
Fasilitas Feast Restaurant
Apakah tamu sedang mencari sinar matahari atau hanya ingin duduk dan bersantai di hari yang indah, atau sedang mencari tempat yang tepat untuk makan malam romantis, gazebo ini adalah tempat yang ideal untuk menghabiskan waktu di luar ruangan. Towers Garden dapat menampung acara pernikahan besar hingga 1.000 orang dan juga dapat digunakan untuk kegiatan team building dengan aktivitas ringan.
Fasilitas Samsara Lounge
Fasilitas Toastina Kedai Pastry Dan Kopi
Struktur Organisasi
Misalnya saja mengatur uraian tugas serta memberikan wewenang dan tanggung jawab kepada bawahan terhadap bidang kerjanya. Departemen ini bertanggung jawab atas pengendalian, pengaturan, pengawasan dan akuntansi yang berkaitan dengan keuangan, barang dan aset hotel. Departemen ini bertanggung jawab terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan ketenagakerjaan, seperti administrasi kepegawaian, kerjasama dengan manajer departemen mengenai penyelenggaraan distribusi pegawai dengan sistem shift/rotasi serta waktu cuti, melakukan pembayaran, gaji pegawai dan tunjangan pada bagian akuntansi.
Mengevaluasi kinerja karyawan GM untuk melakukan promosi, dan bertanggung jawab menyampaikan laporan personalia kepada GM serta mengatur mutasi dan PHK karyawan. DOFB merupakan pimpinan tertinggi Food and Beverage Department yang bertugas mengarahkan kegiatan di bidang pengolahan makanan dan minuman, mengatur jadwal pegawai dan bertanggung jawab atas kelancaran atau keberhasilan keseluruhan kegiatan. Menyiapkan penjualan dan promosi, maket serta perencanaan dan penargetan promosi terperinci untuk semua program yang dirancang.
Menjamin image yang baik dan eksklusif serta menjaga image yang baik, yang dibentuk khususnya pada bagian Food and Beverage. Menghasilkan REO/LEO/BEO (Event Orders) untuk acara makanan dan minuman pribadi seperti ulang tahun, makan malam/makan siang keluarga, makan malam romantis dan melakukan kontrol kualitas terhadap program-program tersebut. DOSM ini bertugas mengelola bagian penjualan dan pemasaran serta bertanggung jawab merencanakan, mengarahkan dan mengkoordinasikan kegiatan karyawan di bagian penjualan dan pemasaran serta mencapai keuntungan sebesar-besarnya perusahaan melalui pengembangan teknik, taktik dan strategi pemasaran. .
Departemen ini juga bertanggung jawab untuk mempromosikan kamar, outlet, makanan dan minuman serta menginformasikan konsumen tentang layanan hotel. Setiap departemen sebenarnya mempunyai kewajiban untuk mengkomunikasikan kebutuhan dan keinginan tamu kepada bagian penjualan dan pemasaran. Dalam hal ini Koordinator Humas bekerjasama dengan Departemen Sales dan Marketing yang mempunyai fungsi dasar memberikan pelayanan, dukungan profesional dan juga sebagai penasehat GM dan DOSM untuk membantu mencapai tujuan strategi perusahaan.
Bersama DOSM, merencanakan dan mengembangkan promosi hotel serta melaksanakan strategi komunikasi melalui internet, GDS, media cetak dan alat penjualan dan promosi tertarget lainnya. Bekerja sama dengan departemen Makanan dan Minuman untuk mengkoordinasikan promosi makanan dengan chef mengenai menu makanan, harga dan promosi yang ingin Anda jalankan. e. Divisi ini juga bertugas berkomunikasi dan berkoordinasi dengan tim Sales dan Marketing serta PR atau Food & Beverage Coordinator mengenai segala konsep mulai dari headline, tanggal, konten, ilustrasi dan tulisan.
Menyiapkan gambar visual untuk kebutuhan bagian sales dan marching serta koordinator humas dalam bentuk brosur, booklet, baliho, spanduk, merchandise atau dalam bentuk file software yang nantinya akan dipublikasikan secara online. Kepala Teknik bertanggung jawab memimpin dan mengawasi pegawai bagian teknik dalam pemeliharaan peralatan hotel dan bertanggung jawab atas pencatatan perbaikan yang diterima, bertanggung jawab atas pengadaan air, listrik, AC, serta menghubungi. pelanggan eksternal untuk memperbaiki hal-hal yang melebihi kemampuan mereka.
Media Relations di Sheraton Hotels & Towers
Media di Sheraton Hotels & Towers dinilai sangat penting dalam mempromosikan publisitas dan menjaga citra baik di mata masyarakat. Pentingnya pengaruh media bagi hotel ini mendorong Koordinator Humas untuk membangun hubungan baik dengan media baik lokal, nasional maupun internasional. Ada berbagai cara untuk menjalin hubungan dengan media, yaitu dengan menulis dan menyelenggarakan acara yang ditujukan untuk media.
Kegiatan hubungan media di Sheraton Hotels & Towers meliputi panggilan telepon, kunjungan media, pertemuan media, ulang tahun media, pernikahan media, acara khusus, siaran pers, konferensi pers, hiburan media, undangan media.
Metodologi Penelitian .1 Metode Penelitian
- Populasi dan Sampel Penelitian .1 Populasi Penelitian
- Sampel
- Operasionalisasi Variabel
- Teknik Pengumpulan Data 1. Observasi
Menurut Sekaran dan Malbotra (2002:81) menyatakan bahwa jika penelitian ini dilakukan dalam jangka waktu tertentu yaitu pada tahun 2014, maka penelitian ini termasuk dalam kategori Cross-Sectional yaitu informasi dari suatu bagian populasi (sampel responden ) secara empiris dikumpulkan langsung di lapangan, tujuannya untuk mengetahui pendapat sebagian masyarakat tentang objek yang diteliti. Populasi adalah keseluruhan (alam semesta) objek penelitian, seperti manusia, hewan, tumbuhan, udara, gejala, nilai, sikap hidup, peristiwa, dan sebagainya, sehingga objek tersebut dapat menjadi data penelitian (Bungin, 2009:99) . Kumpulan objek penelitian dapat ditemukan dengan mempelajari dan mengamati sebagian dari kumpulan objek penelitian, seperti orang, kelompok, dan organisasi.
Dalam penelitian ini populasi yang ditentukan adalah konsumen atau tamu Hotel Sheraton Bandung di Jalan Ir. Sampel dimaksudkan untuk menggambarkan ciri-ciri suatu populasi, sehingga teknik pengambilan sampel memerlukan perhatian yang cermat untuk memperoleh hasil yang baik. Menurut Rachmat Kriyantono, Ph.D dalam bukunya Teknik Penelitian Praktis, non-probability sampling adalah “pengambilan sampel yang tidak menggunakan teknik acak”.
Teknik random sampling memilih siapa saja yang kebetulan ditemui di Hotel Sheraton untuk dijadikan sampel (Kriyantono), teknik ini digunakan karena peneliti kesulitan untuk bertemu dengan responden dan karena topik yang diteliti merupakan permasalahan umum yang dialami semua orang. Sampel yang digunakan berjumlah 100 orang, karena menurut Gay dan Diehl (1992) berasumsi bahwa semakin banyak sampel yang diambil maka akan semakin representatif dan hasilnya dapat digeneralisasikan. rumus Yamane oleh Kriyantono.
Tindakan Pemasaran (Desain untuk menciptakan - pengalaman konsumen yang berkaitan dengan . gerak tubuh). tingkat kesesuaian hotel untuk liburan. Kesesuaian. tingkat kesesuaian harga dan pelayanan. baik itu hubungan dengan restoran atau. hubungan komunikasi timbal balik). Menurut Karl Weick dalam Rakhmat (2012:83) observasi diartikan sebagai “memilih, mengubah, mencatat dan mengkodekan serangkaian perilaku dan situasi yang berkaitan dengan organisme di situ, sesuai dengan tujuan empiris”.
Wawancara
Kuesioner
Teknik Analisis Data .1 Teknik Analisis Deskriptif
- Teknik Analisis Inferensial
Analisis ini dilakukan untuk memberikan gambaran tentang latar belakang responden dan menjelaskan data perhitungan statistik responden berdasarkan perhitungan statistik yang telah dikelompokkan dan ditabulasikan. Teknik analisis deskriptif dalam penelitian ini akan menjelaskan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan melalui kuesioner dengan cara ditabulasikan kemudian diinterpretasikan untuk mengetahui signifikansi temuan penelitian. Penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu Experiential Marketing sebagai variabel independen dan pelanggan.
Teknik analisis Koefisien Korelasi Rank Spearman merupakan koefisien yang menunjukkan keeratan hubungan antara 2 (dua) variabel X dan Y.
Uji Validitas dan Reliabilitas .1 Uji Validitas
- Uji Reliabilitas
Suatu instrumen penelitian dikatakan reliabel apabila instrumen tersebut konsisten dalam memberikan perkiraan terhadap apa yang diukurnya. Apabila hasil penilaian yang diberikan instrumen tersebut konsisten maka memberikan jaminan bahwa instrumen tersebut dapat dipercaya (Reliability), untuk menentukan sejauh mana alat ukur yang digunakan mempunyai tingkat keakuratan, keyakinan, kestabilan atau konsistensi.
Dalam penelitian ini, setelah dilakukan uji validitas alat ukur dan diperoleh item yang valid, selanjutnya dilakukan uji reliabilitas alat ukur. Metode analisis reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode konsistensi internal dengan teknik Split Half. Bagilah item yang valid menjadi dua bagian (kelompok), yaitu item bernomor ganjil dan item bernomor genap.
Langkah ini menghasilkan dua skor total untuk masing-masing responden, yaitu skor total babak pertama dan skor babak kedua. Korelasikan total skor belahan pertama dan total skor belahan kedua menggunakan teknik korelasi Spearman Rank, dengan rumus. Karena angka korelasi yang diperoleh merupakan angka korelasi suatu alat ukur yang dipecah, maka angka korelasi yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan dengan angka korelasi yang diperoleh jika alat ukur tersebut tidak dipecah.
Cara mencari reliabilitas semua item adalah dengan mengkorelasikan angka korelasi yang diperoleh dengan memasukkannya ke dalam rumus.