Lembar Pengamatan HUBUNGAN AIR & TANAH
Praktikum Fisiologi Tumbuhan ATA 2023/2024 | 1
Nama : Nisrina Nur Azizah Tanggal : Kamis, 7 Maret 2024
Kelompok : B9
SKEMA KERJA HUBUNGAN AIR
DAN TANAH
Lembar Pengamatan HUBUNGAN AIR & TANAH
Praktikum Fisiologi Tumbuhan ATA 2023/2024 | 2
Lembar Pengamatan HUBUNGAN AIR & TANAH
Praktikum Fisiologi Tumbuhan ATA 2023/2024 | 3
Lembar Pengamatan HUBUNGAN AIR & TANAH
Praktikum Fisiologi Tumbuhan ATA 2023/2024 | 4
Lembar Pengamatan HUBUNGAN AIR & TANAH
Praktikum Fisiologi Tumbuhan ATA 2023/2024 | 5 A. Kemampuan tanah menahan air
Jenis tanah percobaan: Sekam
Volume air yang dituangkan = 220ml Volume air yang tertampung = 185ml
Persentase air yang diserap tanah = (𝑣𝑜𝑙 𝑎𝑖𝑟 𝑎𝑤𝑎𝑙−𝑣𝑜𝑙 𝑎𝑖𝑟 𝑡𝑒𝑟𝑡𝑎𝑚𝑝𝑢𝑛𝑔)
𝑣𝑜𝑙 𝑎𝑖𝑟 𝑎𝑤𝑎𝑙 × 100% = 15,91%
Data Kelas (Pagi):
Kelompok Jenis Tanah Jumlah air yang tertampung (ml)
Persentase air yang diserap tanah (%)
1. Kebun 0 ml 100%
2. Kebun 0ml 100%
3. Kebun 0ml 100%
4. Pasir 47ml 78,64%
5. Pasir 49 ml 77,73 %
6. Pasir 58 ml 73,64%
7. Sekam 180 ml 18.19%
8. Sekam 155 ml 29,54%
9. Sekam 185 ml 15.91%
10. Kebun 0 ml 100%
Pertanyaan:
1. Berdasarkan data kelas, jenis tanah yang manakah yang mampu menampung air dalam jumlah terbesar? Mengapa?
Diantara tanah kebun, pasir, dan sekam, tanah yang mampu menampung air dalam jumlah terbesar adalah tanah kebun. Tanah kebun umumnya memiliki kandungan liat dan humus yang tinggi, sehingga memiliki kemampuan menahan air yang baik. Liat dan humus dapat menyerap dan menyimpan air dalam struktur tanah secara lebih efisien dibandingkan dengan pasir atau sekam yang cenderung kurang menyerap air karena porositasnya yang besar. Sehingga, tanah kebun memiliki kapasitas penampungan air yang lebih besar (Brady
& Weil. 2016).
Lembar Pengamatan HUBUNGAN AIR & TANAH
Praktikum Fisiologi Tumbuhan ATA 2023/2024 | 6 2. Berdasarkan data kelas, jenis tanah yang manakah yang mampu menampung air dalam
jumlah terkecil? Mengapa?
Tanah sekam memiliki kemampuan menampung air dalam jumlah terkecil dibandingkan dengan tanah kebun dan pasir karena strukturnya yang longgar dan memiliki pori-pori yang besar. Pori-pori besar tersebut memungkinkan air untuk mengalir lebih bebas dan cepat ke dalam tanah, sehingga tanah sekam cenderung memiliki kapasitas menampung air yang lebih rendah dibandingkan dengan tanah kebun atau pasir yang mungkin memiliki struktur lebih padat atau lebih banyak kandungan organik yang dapat menahan air lebih lama (Zhou & Yang. 2019)
3. Mengapa tanah harus dikeringkan terlebih dahulu sebelum digunakan untuk percobaan?
Sebelum digunakan dalam percobaan kemampuan menahan air, tanah perlu dikeringkan terlebih dahulu. Proses pengeringan tanah diperlukan untuk memastikan konsistensi yang konsisten selama percobaan. Tanah yang basah atau lembab cenderung memiliki konsistensi yang berubah-ubah, yang dapat mempengaruhi hasil percobaan. Selain itu, tanah yang sudah basah atau lembab dapat menyerap air tambahan dengan cepat, sehingga sulit untuk mengontrol jumlah air yang sebenarnya ditambahkan dalam percobaan.
Dengan mengeringkan tanah terlebih dahulu, kita dapat memastikan bahwa tanah berada dalam kondisi yang konsisten dan dapat memberikan hasil percobaan yang lebih akurat dan terukur (Shukla, 2013).
4. Apa sajakah faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan kemampuan tanah dalam menampung air? Jelaskan!
Kemampuan tanah dalam menampung air dipengaruhi oleh beberapa faktor yang kompleks. Tekstur tanah memainkan peran penting, dengan tanah berbutir kasar seperti pasir cenderung memiliki kapasitas menampung air yang lebih rendah dibandingkan dengan tanah berbutir halus seperti lempung. Selain itu, struktur tanah juga memengaruhi kemampuan menahan air, di mana tanah yang longgar dengan pori-pori besar akan lebih baik dalam menampung air daripada tanah yang padat dengan pori-pori kecil. Kandungan bahan organik dalam tanah juga memberikan kontribusi, dengan tanah yang kaya akan bahan organik memiliki kemampuan menahan air yang lebih baik. Kedalaman tanah, kondisi drainase, dan iklim juga merupakan faktor-faktor yang berperan dalam menentukan kemampuan tanah dalam menampung air. Semua faktor ini bekerja bersama-sama dalam menentukan kemampuan tanah untuk menyediakan air bagi tanaman dan ekosistem di dalamnya (Brady
& Weil. 2016).
5. Apabila ditinjau dari segi kemampuan tanah dalam menampung air, tanah jenis apakah yang paling baik untuk media tanam tumbuhan xerofit? Mengapa?
Lembar Pengamatan HUBUNGAN AIR & TANAH
Praktikum Fisiologi Tumbuhan ATA 2023/2024 | 7 Untuk media tanam tumbuhan xerofit, yang merupakan tumbuhan yang telah beradaptasi untuk tumbuh di lingkungan kering, tanah yang paling baik adalah sekam ataupun pasir. Ini karena sekam dan pasir memiliki tekstur yang kasar dengan pori-pori yang besar, yang memungkinkan air untuk mengalir dengan cepat melalui tanah dan mengering dengan cepat, menciptakan kondisi yang lebih kering yang sesuai dengan kebutuhan tumbuhan xerofit. Tumbuhan xerofit seringkali lebih cocok dengan tanah yang tidak menahan air terlalu lama untuk menghindari kondisi yang terlalu basah yang dapat merusak akar mereka. Tanah kebun dan pasir mungkin lebih cenderung menahan air lebih lama daripada sekam karena memiliki tekstur yang lebih halus atau lebih banyak kandungan organik, yang dapat mengakibatkan kondisi yang terlalu lembab bagi tumbuhan xerofit. Oleh karena itu, pasir merupakan pilihan yang lebih baik untuk media tanam tumbuhan xerofit karena lebih memenuhi kebutuhan tumbuhan tersebut dalam hal drainase dan ketersediaan air yang terbatas (Smith, dkk. 1997).
Daftar Acuan
Brady, N.C., Weil, R.R. 2016. The Nature and Properties of Soils 15th ed. Pearson Prentice Hall, England: xv + 1089 hlm.
Shukla, Manoj K. 2013. Soil Physics : An Introduction. CRC Press, USA: xix + 446 hlm.
Zou, Yamping., Yang, Tiankui. 2019. Rice Husk, Rice Husk Ash and Their Applications, AOCS Press, Tiongkok: 207—246.
Smith, S. D., Monson, R. K., Anderson, J. E. 1997. Physiological Ecology of North American Desert Plants. Springer, Berlin: viii + 281 hlm.
Lembar Pengamatan HUBUNGAN AIR & TANAH
Praktikum Fisiologi Tumbuhan ATA 2023/2024 | 8 B. GERAK KAPILER AIR DALAM TANAH
Jenis tanah percobaan : Sekam
Kenaikan air dalam tabung pada akhir percobaan =5,5cm
Data Kelas (Pagi):
Kelompok Jenis Tanah Kenaikan air dalam tabung pada akhir pengamatan (cm)
1 Kebun 21 cm
2 Kebun 17 cm
3 Kebun 18,4cm
4 Pasir 20 cm
5 Pasir 19 cm
6 Pasir 19cm
7 Sekam 4,5 cm
8 Sekam 5cm
9 Sekam 5,5 cm
10 Kebun 19 cm
Pertanyaan:
1. Apakah yang dimaksud dengan gerak kapiler air? Bagaimanakah prinsip kerja gerak kapiler air dalam tanah?
Gerak kapiler air adalah fenomena di mana air naik melalui pori-pori kecil atau rongga dalam medium yang berpori, seperti tanah. Prinsip kerja gerak kapiler dalam tanah melibatkan interaksi antara air dan permukaan tanah serta antara molekul air satu sama lain (De Gennes, dkk. 2003). Pertama, molekul air menempel pada permukaan tanah karena adhesi, yang merupakan gaya tarik antara air dan permukaan padatan. Selanjutnya, molekul air saling menarik satu sama lain karena kohesi, membentuk kolom air yang kokoh.
Meskipun gaya gravitasi menarik air ke bawah, gerak kapiler mampu melawan gaya gravitasi sehingga air dapat naik melalui pori-pori kecil tanah. Ketinggian maksimum air yang dapat naik melalui gerak kapiler tergantung pada ukuran pori-pori tanah dan sifat-sifat air serta permukaan tanah. Dengan demikian, gerak kapiler memungkinkan air untuk naik melalui tanah tanpa memerlukan energi eksternal tambahan (Taiz & Zeiger. 2010).
Lembar Pengamatan HUBUNGAN AIR & TANAH
Praktikum Fisiologi Tumbuhan ATA 2023/2024 | 9 2. Apakah peran gerak kapiler air dalam tanah bagi tumbuhan?
Gerak kapiler air dalam tanah memainkan peran yang penting bagi tumbuhan dalam menjaga ketersediaan air dan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidupnya. Melalui gerak kapiler, air dapat naik melalui pori-pori tanah menuju zona akar tumbuhan, menyediakan sumber air yang penting untuk proses fotosintesis, transportasi nutrisi, dan pertumbuhan. Selain itu, gerak kapiler juga membantu dalam pengangkutan nutrisi yang larut dalam air, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, ke akar tumbuhan. Ini berperan dalam memastikan tumbuhan mendapatkan nutrisi yang cukup untuk metabolisme dan pertumbuhannya. Selain itu, gerak kapiler juga membantu menjaga stabilitas dan kelembaban tanah di sekitar akar tumbuhan, mengurangi risiko kekeringan atau kekurangan air yang dapat merusak pertumbuhan tumbuhan. Dengan demikian, gerak kapiler air dalam tanah menjadi elemen penting dalam siklus air dan nutrisi tanah yang mendukung pertumbuhan dan kesejahteraan tumbuhan.
3. Berdasarkan data pengamatan kelas, tanah jenis manakah yang memiliki gerak kapiler air paling tinggi? Mengapa?
Berdasarkan data pengamatan kelas, tanah jenis yang memiliki gerak kapiler air paling tinggi kemungkinan adalah tanah kebun. Hal ini disebabkan oleh struktur tanah kebun yang umumnya lebih berpori dan memiliki tekstur yang lebih halus daripada pasir atau sekam. Tanah kebun biasanya mengandung lebih banyak bahan organik dan memiliki pori- pori yang lebih kecil, yang memungkinkan air untuk menyerap dan bergerak lebih jauh melalui gerak kapiler (Huang, dkk. 2011). Di sisi lain, pasir cenderung memiliki pori-pori yang lebih besar dan tekstur yang lebih kasar, sehingga gerak kapiler air mungkin tidak sekuat pada tanah kebun. Sekam juga mungkin memiliki gerak kapiler yang lebih rendah karena strukturnya yang longgar dan sering kali memiliki pori-pori yang lebih besar. Oleh karena itu, tanah kebun kemungkinan memiliki gerak kapiler air yang paling tinggi di antara tiga jenis tanah tersebut berdasarkan data pengamatan kelas (Brandy & Weil. 2016).
4. Berdasarkan data pengamatan kelas, tanah jenis manakah yang memiliki gerak kapiler air paling rendah? Mengapa?
Berdasarkan data pengamatan kelas, tanah jenis sekam memiliki gerak kapiler air paling rendah dibandingkan dengan tanah kebun dan pasir. Ini mungkin disebabkan oleh struktur tanah sekam yang longgar dan pori-pori yang lebih besar dibandingkan dengan tanah kebun dan pasir. Tanah sekam umumnya memiliki tekstur yang serat-serat dan berserabut, dengan pori-pori yang lebih besar, sehingga air cenderung tidak dapat bergerak dengan efisien melalui gerak kapiler. Selain itu, komposisi organik yang tinggi dalam sekam juga dapat membuatnya cenderung lebih menyerap air dan mempertahankan kelembaban, daripada mengalirkan air melalui gerak kapiler. Oleh karena itu, berdasarkan data
Lembar Pengamatan HUBUNGAN AIR & TANAH
Praktikum Fisiologi Tumbuhan ATA 2023/2024 | 10 pengamatan kelas, tanah jenis sekam mungkin memiliki gerak kapiler air yang paling rendah dibandingkan dengan tanah kebun dan pasir (Huang, dkk. 2011).
5. Faktor apa saja yang memengaruhi gerak kapiler air dalam tanah? Jelaskan!
Gerak kapiler air dalam tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling berinteraksi. Pertama, tekstur tanah memainkan peran penting; partikel tanah yang lebih halus, seperti liat, memiliki kapabilitas kapiler yang lebih tinggi dibandingkan dengan partikel yang lebih kasar, seperti pasir (Lal, dkk. 2004). Kedua, kadar air tanah juga mempengaruhi gerakan kapiler; semakin tinggi kadar air tanah, semakin besar kemampuan kapileritasnya. Selain itu, gradien tekanan air, yang merupakan perbedaan tekanan air antara lapisan tanah, juga memengaruhi laju kapileritas. Sifat kimia tanah, seperti pH dan konsentrasi garam, juga berperan dalam menentukan kapileritas. Kedalaman tanah juga menjadi faktor; semakin dalam tanah, semakin lambat laju kapileritasnya karena gaya gravitasi yang lebih besar. Terakhir, struktur tanah juga berpengaruh; struktur tanah yang kompak atau terkelompok dapat menghambat pergerakan air kapiler (Brady & Weil. 2016).
Daftar Acuan
Huang P M., Li Y., Summer M. E. 2011. Handbook of Soil Science. CRC Press, USA: 1442 hlm.
Brady, N.C., Weil, R.R. 2016. The Nature and Properties of Soils 15th ed. Pearson Prentice Hall, England: xv + 1089 hlm.
Lal, R., Shukla M. K. 2004. Principles of Soil Physics 1st ed. CRC Press, USA: xi + 638 hlm.
De Gennes, P. G., Brochard-Wyart, F., & Quéré, D. 2003. Capillarity and Wetting Phenomena:
Drops, Bubbles, Pearls, Waves. Springer, USA: xiv + 303 hlm.
Taiz, L., Zeiger, E. 2010. Plant Physiology. 5th ed. Sinauer Associate, USA: xxxiv + 778 hlm.
Nilai Lembar Pengamatan
Tanda Tangan Penilai/
Asisten
Tanggal
Lembar Pengamatan TRANSPIRASI
Praktikum Fisiologi Tumbuhan ATA 2023/2024 | 1 Nama : Nisrina Nur Azizah Tanggal : Kamis, 7 Maret 2023 Kelompok : B9 (Pagi)
SKEMA KERJA TRANSPIRASI
Lembar Pengamatan TRANSPIRASI
Praktikum Fisiologi Tumbuhan ATA 2023/2024 | 2
Lembar Pengamatan TRANSPIRASI
Praktikum Fisiologi Tumbuhan ATA 2023/2024 | 3
Lembar Pengamatan TRANSPIRASI
Praktikum Fisiologi Tumbuhan ATA 2023/2024 | 4
Lembar Pengamatan TRANSPIRASI
Praktikum Fisiologi Tumbuhan ATA 2023/2024 | 5 A. METODA KOBALT KLORIDA
Spesies tanaman yang diamati : Allamanda cathartica Luas kertas kobalt kering : 1x1 cm2 Berat kertas kobalt kering : 0,005 g Berat kertas kobalt basah adaksial : 0,0084 g Berat kertas kobalt basah abaksial : 0,0074 g
Waktu yang dibutuhkan kertas kobalt untuk berubah warna:
➔ pada permukaan atas daun : 27,58 menit
➔ pada permukaan bawah daun : 16,535 menit
Laju transpirasi adaksial = (𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟−𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑎𝑤𝑎𝑙 )
𝑙𝑢𝑎𝑠 𝑘𝑒𝑟𝑡𝑎𝑠 × 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 =(0,0084−0,005)
1 × 27,58 = 0,093772 𝑚𝑔/𝑐𝑚2 Laju transpirasi abaksial = (𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟−𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑎𝑤𝑎𝑙 )
𝑙𝑢𝑎𝑠 𝑘𝑒𝑟𝑡𝑎𝑠 × 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 =(0,0074−0,005)
1 × 16,535 = 0,039684 𝑚𝑔/𝑐𝑚2
B. METODA PENIMBANGAN
Spesies tanaman yang diamati : Allamanda cathartica Berat total awal sistem : 205,6 g
Berat pada akhir percobaan ( setelah 1,5 jam) = 205,0 g
C. MENGUKUR LUAS DAUN
Berat 100 cm2 kertas milimeter = 0,4 g Jumlah daun percobaan = 14 helai
Berat kertas pola daun seluruhnya = 1 g
Luas daun percobaan seluruhnya = 0,41 × 100 𝑐𝑚2= 250 𝑐𝑚2
Laju transpirasi = |1−0,4250 × 90|= 0,216 𝑚𝑔/𝑐𝑚2
Lembar Pengamatan TRANSPIRASI
Praktikum Fisiologi Tumbuhan ATA 2023/2024 | 6 D. HASIL PERBANDINGAN DENGAN KELOMPOK LAIN
(METODA PENIMBANGAN DAN PENGUKURAN LUAS DAUN)
Kelompok 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Jenis Tumbuha
n
Hibiscus Rosa- sinensis
Hibiscus Rosa- sinensis
Hibiscus Rosa- sinensis
Bougainvil lea spectabilis
Bougainvil lea spectabilis
Bougainvil lea spectabilis
Allaman da catharti
ca
Allaman da catharti
ca
Allaman da catharti
ca
Bougainvil lea spectabilis
Perlakuan Hair dryer Cahaya
lampu Kontrol Hair dryer Cahaya
lampu Kontrol Hair dryer
Cahaya
lampu Kontrol Kipas Angin Luas
permukaa n daun seluruhny
a
181,94 cm2 166,7 cm2 191,49 cm2 55cm2 214,28cm 2
223,61 cm2
186,3 cm2
339,4
cm2 250 cm² 252.11 cm²
Laju Transpiras
i (g/menit/c
mz)
Adaks=0,121 275 Abaks=0,558
Adaks
=0,03513 Abaks=0,03
617
adaks=0,02 954 abaks=0,01
73
Adaks=0,4 702 Abaks=0,2
879 g
Adaksial = 1,6245 Abaksial =
0,5965
Adaksial=
0,0144 Abaksial =
0,0128
Adaksia l = 0,021 Abaksia
l = 0,0184
adak=
0,0954 abaks=
0,0827
adaksial : 0,09377
2 abaksial
= 0,03968
4
Adaksial = 0.152 Abaksial =
0.1012
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas!
1. Mengapa pemotongan tanaman dilakukan di bawah permukaan air ?
Dengan melakukan pemotongan di bawah permukaan air, kita dapat mengontrol kehilangan air dari bagian tanaman yang dipotong secara lebih akurat. Hal ini penting untuk mengisolasi dan mengukur hanya kehilangan air yang disebabkan oleh transpirasi, tanpa adanya gangguan dari kehilangan air lainnya seperti yang mungkin terjadi akibat penguapa. Kedua, memotong tanaman di bawah air membantu mencegah udara masuk ke dalam pembuluh tanaman yang dipotong. Dengan demikian, kita dapat menjaga aliran air yang tidak terganggu dan menghasilkan hasil percobaan yang lebih konsisten dan akurat. Terakhir, pemotongan di bawah air juga memastikan bahwa tanaman tetap terhidrasi selama percobaan, memastikan kondisi hidrasi yang baik yang diperlukan untuk kesehatan dan kelangsungan hidup tanaman selama percobaan (Taiz & Zeiger. 2010).
2. Apakah perbedaan jenis tumbuhan juga memengaruhi laju transpirasi? Jika ya, bagaimana jenis tumbuhan dapat memengaruhi laju transpirasi?
Ya, perbedaan jenis tumbuhan dapat memengaruhi laju transpirasi. Faktor-faktor seperti morfologi daun, ukuran stomata, kepadatan stomata, dan adaptasi tumbuhan terhadap lingkungan tertentu dapat memengaruhi tingkat transpirasi (Taiz & Zeiger. 2010)..
Tumbuhan dengan daun yang lebih besar cenderung memiliki tingkat transpirasi yang lebih tinggi karena memiliki lebih banyak permukaan untuk penguapan. Selain itu, kepadatan stomata dan ukuran stomata juga mempengaruhi laju transpirasi; tumbuhan dengan stomata yang lebih banyak atau lebih besar biasanya memiliki tingkat transpirasi yang lebih tinggi (Taiz & Zeiger. 2010).
Lembar Pengamatan TRANSPIRASI
Praktikum Fisiologi Tumbuhan ATA 2023/2024 | 7 Selain itu, tumbuhan yang memiliki adaptasi khusus untuk lingkungan yang kering, seperti tumbuhan kaktus yang memiliki stomata yang terbuka pada malam hari untuk mengurangi penguapan air, mungkin memiliki tingkat transpirasi yang lebih rendah dibandingkan dengan tumbuhan lain di lingkungan yang lebih lembap (Campbel, dkk. 2008)
3. Laju transpirasi sangat dipengaruhi keadaan lingkungan. Perlakuan manakah dari metode penimbangan yang memiliki laju transpirasi tertinggi? Mengapa?
Dalam hal ini, metode penimbangan yang memiliki laju transpirasi tertinggi adalah metode dengan tanaman yang ditempatkan di bawah sorot lampu yang kuat (20 cm dari tanaman). Hal ini disebabkan oleh peningkatan suhu dan intensitas cahaya yang disediakan oleh lampu tersebut, yang dapat meningkatkan laju transpirasi tanaman. Intensitas cahaya yang tinggi akan meningkatkan laju fotosintesis, yang pada gilirannya akan meningkatkan laju transpirasi untuk menjaga keseimbangan air dalam tanaman (Taiz & Zeiger.. 2010).
4. Bagaimanakah luas daun dapat memengaruhi laju transpirasi?
Luas daun memiliki pengaruh langsung terhadap laju transpirasi tanaman. Semakin besar luas daun, semakin banyak permukaan yang tersedia untuk penguapan air melalui stomata dan permukaan epidermis. Dengan demikian, tanaman dengan luas daun yang lebih besar cenderung memiliki laju transpirasi yang lebih tinggi karena memiliki lebih banyak stomata yang dapat mengeluarkan uap air.
Namun, perlu diperhatikan bahwa hal ini juga tergantung pada faktor-faktor lingkungan seperti kelembaban udara, suhu, dan ketersediaan air tanah (Taiz & Zeiger.. 2010).
5. Apa peran transpirasi bagi ekosistem dan tumbuhan itu sendiri ?
Transpirasi memegang peran penting bagi ekosistem dan tumbuhan. Pertama, melalui proses penguapan air dari permukaan daun, transpirasi membantu dalam menjaga suhu tanaman dan lingkungan sekitarnya, yang krusial untuk mengurangi stres panas. Selain itu, transpirasi juga berperan dalam transportasi nutrien dari akar ke seluruh bagian tanaman. Proses ini menciptakan gradien tekanan negatif dalam pembuluh tanaman, memungkinkan air dan nutrien untuk naik ke daun dan bagian tanaman lainnya. Transpirasi juga berkontribusi pada pembentukan aliran air di dalam tanah, dengan menarik air dari dalam tanah ke permukaan melalui penguapan air dari tanah. Terakhir, transpirasi dapat mempengaruhi mikroklimat di sekitar tanaman, seperti meningkatkan kelembaban udara di daerah dengan tingkat transpirasi yang tinggi. Sebagai bagian dari siklus hidrologi dan proses fisiologi tanaman, transpirasi memiliki dampak yang signifikan terhadap keseimbangan ekosistem dan kesejahteraan tanaman (Taiz & Zeiger.. 2010).
6. Apa saja bentuk adaptasi tumbuhan terhadap transpirasi?
Tumbuhan memiliki berbagai bentuk adaptasi untuk mengurangi atau mengatasi transpirasi yang berlebihan. Salah satunya adalah melalui struktur daun yang dapat beradaptasi untuk mengurangi luas permukaan transpirasi, seperti daun berbentuk jarum pada tanaman kaktus. Selain itu, tumbuhan juga dapat mengatur pembukaan dan penutupan stomata untuk mengontrol laju transpirasi sesuai dengan
Lembar Pengamatan TRANSPIRASI
Praktikum Fisiologi Tumbuhan ATA 2023/2024 | 8 kondisi lingkungan, dengan beberapa spesies memiliki stomata yang tertutup selama periode panas.
Adaptasi lainnya termasuk kemampuan tumbuhan untuk menyimpan air dalam jaringan mereka, seperti tanaman sukulen yang memiliki jaringan berdinding tebal untuk menyimpan air, dan pengaturan kadar lilin pada kutikula daun untuk mengurangi penguapan air. Selain itu, tumbuhan juga dapat mengembangkan akar lebih dalam untuk mencari sumber air yang lebih dalam di tanah. Semua adaptasi ini memungkinkan tumbuhan untuk bertahan dalam lingkungan dengan tekanan transpirasi yang tinggi (Lambers & Oliveira. 2019).
7. Dari percobaan yang telah Anda lakukan, apa yang dapat Anda simpulkan?
Dari percobaan transpirasi menggunakan metode kobalt klorida dan metode penimbangan, serta mengukur luas daun, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor lingkungan dan karakteristik tanaman memengaruhi laju transpirasi. Metode kobalt klorida mengukur laju transpirasi dengan mengamati perubahan warna kertas kobalt klorida yang disebabkan oleh perubahan kelembaban udara di sekitar daun. Sementara itu, metode penimbangan mengukur laju transpirasi dengan menimbang perubahan massa tanaman yang disebabkan oleh penguapan air. Pengukuran luas daun juga penting karena luas daun memengaruhi permukaan transpirasi tanaman. Oleh karena itu, hasil percobaan dari kedua metode tersebut perlu dikomparasi dengan ukuran luas daun untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang laju transpirasi tanaman dalam kondisi tertentu.
Daftar Acuan
Campbell, N.A., Reece, J.B., Urry, L.A., Cain, M.L., Wasserman, S.A., Minorsky, P.V., & Jackson, R.B. 2008. Biology. 8th ed. Pearson Education, Inc, USA: xlvi + 1265 hlm.
Lambers, Hans. Oliveira R. S. 2019. Plant Physiological Ecology. 3rd edition. Springer Nature, Switzerland: xxvii + 721 hlm.
Taiz, L., Zeiger, E. 2010. Plant Physiology. 5th ed. Sinauer Associate, USA: xxxiv + 778 hlm.
Nilai Lembar Kerja
Tanda Tangan Penilai/
Asisten
Tanggal
Lembar Pengamatan TRANSPIRASI
Praktikum Fisiologi Tumbuhan ATA 2023/2024 | 9