• Tidak ada hasil yang ditemukan

hubungan antara berbusana muslimah dengan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "hubungan antara berbusana muslimah dengan"

Copied!
105
0
0

Teks penuh

Hubungan Busana Muslim Dengan Perilaku Remaja Putri di Desa Lanne Kecamatan Tondong Tallasa Kabupaten Pangkajene Kepulauan. Begitu pula dengan perilaku remaja putri di Desa Lanne Kecamatan Tondong Tallasa Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan berada pada kategori cukup baik dimana dari 94 responden terdapat 45 orang atau 47,5%.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Pengertian Busana Muslimah

Sedangkan Muslimah berarti wanita muslimah.4 Dengan kata lain baju muslimah adalah pakaian yang dikenakan oleh wanita muslimah. Kata garmen diambil dari bahasa Sansekerta “bhusana”, namun dalam bahasa Indonesia terjadi pergeseran arti “garmen” menjadi “pakaian serasi”.

Busana Dalam Konteks Psikologi

Busana Dalam Kajian Sosiologi

Memakai busana muslim diawali dengan proses pengetahuan tentang busana muslim yang diperoleh dari interaksi dengan lingkungan, misalnya dari hubungan keluarga, komunitas, sekolah atau dari media atau televisi. Dalam proses tersebut masyarakat memberi makna dan nilai pada pakaian muslimah, ini merupakan semacam simbol keagamaan yang berdasarkan pada ajaran agama dan mempunyai nilai moral.

Kewajiban Menutup Aurat

Dikatakannya, jika berada di tempat sepi sebaiknya menutup aurat karena akan semakin malu kepada Allah SWT. Sebagaimana kita malu menghadap Allah dalam keadaan yang tidak pantas (tidak menutup aurat), jika kita malu berada di dekat orang lain ketika kita tidak menutup aurat, maka kita pun seharusnya semakin malu di hadapan Allah.

Karakteristik Busana Muslimah

Bukan untuk membangkitkan nafsu.” 10 Maksud dari kutipan di atas adalah memakai pakaian yang sesuai dengan ciri-ciri pakaian muslimah yang sebenarnya, sehingga ketika kita memakai pakaian yang tidak menutupi aurat kita menjadi malu. untuk menghadap Allah, dan juga tidak mengundang nafsu terhadap lawan jenis. Memakai busana sebagaimana tergambar pada ciri-ciri wanita muslimah sejati, yaitu mengenakan busana yang tidak hanya membungkus saja, melainkan menutupi seluruh bagian tubuh kecuali telapak tangan dan wajah.

Syarat-Syarat Busana Muslimah

Untuk menjaga perbedaan antara laki-laki dan perempuan, yang merupakan hikmah Allah SWT, agama Islam melarang keras sikap laki-laki yang mirip perempuan, atau sebaliknya. Tujuan hadis ini adalah untuk menjaga perbedaan antara laki-laki dan perempuan, yang merupakan hikmah Allah SWT. Oleh karena itu, Islam melarang keras perilaku laki-laki yang menyerupai perempuan.

Manfaat Busana Muslimah

Dia menjadikan bagimu pakaian yang melindungimu dari panas dan pakaian (baju besi) yang melindungimu dalam peperangan. Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa pakaian melindungi manusia dari panas dan dingin.

Busana Muslimah Dalam Mengubah Perilaku

Perubahan yang terlihat adalah perubahan yang mencerminkan bentuk pakaian yang dikenakan seseorang, karena cara berpakaian seseorang secara tidak langsung mencerminkan tindakannya. Pada dasarnya perilaku adalah segala sesuatu yang dikatakan atau dilakukan seseorang.36 Menurut Garry Martin dan Joseph Pear, karakteristik perilaku yang dapat diukur disebut dimensi perilaku.

Jenis-Jenis dan Pembentuk Perilaku

Perilaku alamiah merupakan perilaku yang diturunkan sejak suatu organisme dilahirkan, yaitu berupa refleks dan naluri. Perilaku refleksif adalah perilaku yang terjadi sebagai respons spontan terhadap rangsangan yang mempengaruhi organisme yang bersangkutan. Perilaku kurang yang dimaksud dengan perilaku terlalu sedikit, misalnya anak tidak berbicara jelas dan tidak berinteraksi dengan anak lain, remaja tidak menyelesaikan pekerjaan rumah, membersihkan rumah, atau membicarakan masalah dan kesulitannya dengan orang tuanya.

Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa ada beberapa macam tingkah laku, yaitu tingkah laku yang sudah ada atau lahir sejak lahir, dan ada juga.

Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Remaja

Dari penjelasan tersebut ada beberapa cara untuk membentuk perilaku yaitu melalui pembiasaan, pemahaman dan dengan menggunakan contoh atau model orang lain. Sekolah merupakan salah satu faktor penentu berkembangnya kepribadian seorang anak, baik dalam cara berfikir, bertindak dan berpikir. Selain itu, setiap masyarakat (ras, suku) mempunyai keunikan tradisi, adat istiadat atau budayanya masing-masing.

Lingkungan masyarakat harus dapat mengetahui dan menjaga fungsi dan perannya, sebagai masyarakat modern, tradisi atau budaya suatu masyarakat memberikan cara berpikir dan bersosialisasi kepada remaja di daerah tersebut.

Bentuk-Bentuk Perilaku Remaja

Orang yang mudah bergaul biasanya memiliki hubungan sosial yang baik, senang berkumpul dengan orang lain, dan senang bepergian. Orang yang mempunyai sifat simpatik biasanya peduli terhadap perasaan dan keinginan orang lain, murah hati dan suka melindungi orang yang tertindas. Orang yang suka berkompetisi biasanya memandang hubungan sosial sebagai sebuah kompetisi, lawannya adalah rival yang harus dikalahkan, memperkaya diri sendiri.

Orang yang suka pamer biasanya berperilaku berlebihan, suka mencari pengakuan, bertingkah aneh untuk mencari perhatian orang lain. 45.

Pengertian Remaja

Bentuk-bentuk perilaku remaja merupakan segala bentuk respon terhadap interaksi yang terjadi antara remaja dengan orang lain. Sri Rumini & Siti Sundari, masa remaja merupakan peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, yang pada masa itu seluruh aspek/fungsinya berkembang hingga menjadi dewasa. Zakia Darajat mengartikan masa remaja sebagai masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa yang meliputi perubahan biologis, kognitif, dan sosial emosional.

Santrock, masa remaja diartikan sebagai masa perkembangan peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa yang meliputi perubahan biologis, kognitif, dan sosial emosional.

Perkembangan Remaja

Pada masa remaja terjadi reorganisasi sirkuit saraf lobus frontal yang berfungsi sebagai aktivitas kognitif tingkat tinggi, yaitu kemampuan merumuskan rencana strategis atau mengambil keputusan.49 Lobus frontal ini berkembang hingga usia 20 tahun atau lebih. Remaja sudah mampu menggunakan abstraksi dan dapat membedakan antara yang nyata dan yang konkrit, yang abstrak dan yang mungkin. Masa remaja merupakan masa yang paling penting bagi perkembangan kepribadian dan integritas. Faktor dan pengalaman baru yang muncul mengubah kepribadian pada masa remaja. 51 Kepribadian merupakan sesuatu yang seharusnya membuat remaja meniru hal-hal baru yang membuat mereka penasaran, dari situlah terbentuk apa yang diambilnya. D.

Berbanding perkembangan kanak-kanak, pegangan agama remaja telah mengalami perkembangan yang ketara. Jika pada zaman kanak-kanak hanya mampu berfikir secara simbolik disangkakan Tuhan berada di awan, maka pada masa remaja mereka boleh cuba mencari konsep yang lebih mendalam tentang Tuhan dan kewujudan, perkembangan pemahaman remaja tentang agama sangat dipengaruhi oleh perkembangan kognitif mereka.

Kerangka Berpikir

Hipotesis Penelitian

Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menekankan pada data numerik (angka) dengan menggunakan metode statistik 53 kemudian penelitian ini dianalisis dengan menggunakan rumus regresi linier sederhana.

Lokasi dan Objek Penelitian

Variabel Penelitian

Menurut Suharsimi Arikunto, populasi adalah keseluruhan objek yang diteliti.61 Berdasarkan pendapat tersebut, maka populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri yang tinggal di Desa Lanne, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Dalam penelitian ini dipilih populasi sebanyak 94 orang yang terdiri dari 73 orang yang mengenakan busana muslim dalam kesehariannya dan 21 orang yang belum mengenakan busana muslim dalam kesehariannya. Sedangkan menurut Burhan Bugin, sampel adalah perwakilan seluruh satuan strata dan bagian-bagiannya dalam populasi.63 Oleh karena itu, sampel adalah bagian dari populasi yang ada dan pengambilan sampelnya harus menggunakan metode tertentu berdasarkan pertimbangan yang ada.

Oleh karena populasi yang akan diteliti kurang dari 100 orang, maka sampel untuk penelitian ini adalah sampel populasi.

Tabel I  Keadaan Populasi
Tabel I Keadaan Populasi

Teknik Pengumpilan Data

Dokumen merupakan upaya untuk menyelidiki benda-benda tertulis, seperti buku, majalah, dokumen, undang-undang, risalah rapat, buku harian, dan lain-lain.67 Dalam penelitian ini, catatan dokumentasi digunakan untuk memperoleh data mengenai sejarah tempat penelitian, gaya-gaya pakaian remaja dan keadaan perilaku remaja di Desa Lanne Kecamatan Tondong Tallasa Kabupaten Pangkajene dan PulauJ guna untuk melengkapi data dalam penelitian ini sehingga terdapat data yang signifikan. Dokumentasi adalah suatu teknik pengumpulan data melalui metode dokumentasi, peneliti meneliti benda-benda tertulis seperti buku, majalah, dokumen, peraturan dan lain sebagainya. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumber data yang diperoleh dari hasil soal tes yang diberikan kepada beberapa remaja putri di Desa Lanne, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.

Data sekunder adalah data yang diperoleh dan digunakan untuk menunjang data atau informasi dari data primer.

Teknik Analisi Data

Seperti daerah atau kota lainnya, Desa Lanne memiliki sejarah dan latar belakang tersendiri. Nama Desa Biranne bertahan pada tahun 1962 hingga tahun 2000 karena pada tahun 2000 sejumlah tokoh masyarakat menginginkan pemekaran Desa Biranne kembali menjadi dua desa yaitu Desa Lanne dan Desa Bonto Birao. Mewujudkan pemerintahan yang efektif menuju masyarakat Desa Lanne yang adil, sejahtera, sehat, terpelajar dan mandiri.”

Busana muslim remaja putri di Desa Lanne Kecamatan Tondong Kabupaten Tallasa, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Variabel x) Kabupaten Tallasa, Pangkajene dan Kepulauan (Variabel x).

Busana Muslimah Remaja Puteri di Desa Lanne Kecamatan Tondong Tallasa Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Variabel x) Tallasa Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Variabel x)

Pembahasan hasil jawaban responden

Berdasarkan tabel diatas terlihat 63 responden atau 67% selalu menjawab, 18 responden atau 19,5% menjawab kadang-kadang, 13 responden atau 13,5%. Berdasarkan tabel diatas, 71 responden atau 75% menjawab selalu, 19 responden atau 20,5% menjawab kadang-kadang, 4 responden atau 4,5. Berdasarkan tabel diatas terlihat 70 responden atau 74% menjawab selalu, 7 responden atau 7,5% menjawab kadang-kadang, 17 responden atau 18,5%.

Dari tabel diatas terlihat 78 responden atau 82,5% menjawab selalu, 16 responden atau 17,5% menjawab kadang-kadang, 0 responden atau 0% menjawab kurang dan 0 responden atau 0% tidak pernah menjawab.

Distribusi Frekuensi

Dari tabel diatas frekuensi tertinggi terdapat pada kelas interval 36 – 38 dengan jumlah remaja putri sebanyak 38 orang atau sebesar 39,5%.

Kecenderungan Skor

Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa trend busana remaja muslimah terbesar berada pada kategori “Cukup Bagus” yaitu sebanyak 53 orang atau 56% dari 94 responden yang diteliti. Perilaku Remaja Putri di Desa Lanne Kecamatan Tondong Tallasa Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Variabel y) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Variabel y).

Berdasarkan tabel diatas terlihat 68 responden atau 72% menjawab selalu, 24 responden atau 25,5% kadang-kadang, 0 responden atau 0%. Berdasarkan tabel diatas terlihat 70 responden atau 74% selalu menjawab, 18 responden atau 19,5% kadang-kadang, dan 5 responden atau 5,5%. Berdasarkan tabel diatas terlihat 58 responden atau 61% selalu menjawab, 16 responden atau 17,5% kadang-kadang, dan 20 responden atau 21,5%.

Berdasarkan tabel diatas terlihat 91 responden atau 96,5% selalu menjawab, 3 responden atau 3,5% menjawab kadang-kadang, 0 responden atau 0%.

Hubungan Antara Busana Muslimah dengan Perilakau Remaja Puteri di Desa Lanne Kecamatan Tondong Tallsa Kabupaten Pangkajene dan

Hubungan Busana Muslimah Dengan Perilaku Remaja Putri di Desa Lanne Kecamatan Tondong Tallsa Kabupaten Pangkajene dan. Metode regresi linier sederhana ini dimaksudkan untuk mengetahui hubungan antara pakaian muslimah dengan perilaku remaja putri. Berdasarkan data perilaku remaja putri di Desa Lanne Kecamatan Tondong Tallasa Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan berada pada kategori cukup baik dengan bukti kecenderungan perilaku sebanyak 45 remaja atau 47,5% berada pada kategori cukup baik.

Terdapat hubungan antara pakaian muslimah dengan perilaku remaja putri dengan tingkat korelasi sebesar 0,225 atau 22,5%, kemudian sisanya sebesar 77,5%.

Tabel 4.25  Hasil Uji Validasi  Variabel X
Tabel 4.25 Hasil Uji Validasi Variabel X

Saran

Pengantar

Kuesioner/kuesioner ini ditujukan kepada remaja putri di Desa Lanne untuk memperoleh informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut. “Hubungan Busana Muslim Dengan Perilaku Remaja Putri Di Desa Lanne Kecamatan Tondong Tallasa Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan”. Kami berharap Anda dapat mengisi atau menjawab pernyataan kuesioner ini dengan jujur ​​berdasarkan kenyataan yang ada, dan kami akan menjaga kerahasiaan jawaban Anda.

Petunjuk Pengisian

Gambar

Tabel I  Keadaan Populasi
Tabel 4.25  Hasil Uji Validasi  Variabel X
Tabel 4.26  Hasil Uji Reliabilitas
Tabel 4.27  Hasil Uji Normalitas
+3

Referensi

Dokumen terkait

langkah-langkah resection: - lakukan orientasi medan - cari tanda medan yang mudah dikenal di lapangan dan temukan di peta, minimal dua tanda medan - ingat-ingat tanda tersebut pada