Hubungan Implementasi Pengelolaan Kelas Dengan Keterampilan Mengajar Guru Dan Hasil Belajar Siswa Di SD Inpres Loka Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng. Apakah pengelolaan kelas dan keterampilan mengajar guru berhubungan secara simultan dengan hasil belajar siswa di SD Inpres Loka Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng?
Tujuan Penelitian
Adakah hubungan pengelolaan kelas dengan hasil belajar siswa di SD Inpres Loka Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng? Apakah keterampilan mengajar guru berhubungan dengan hasil belajar siswa di SD Inpres Loka Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng?
Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoretis
Manfaat Praktis
Kajian Pustaka
Hasil Penelitian yang Relevan
Saprin (2012) yang berjudul “Optimalisasi fungsi manajemen dalam pembelajaran” menyimpulkan “usaha dan tindakan guru sebagai pengelola pembelajaran di kelas dilakukan sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil untuk mencapai tujuan.” kurikulum, sehingga guru sebagai pengelola kelas memegang peranan penting dalam keberhasilan pelaksanaan pembelajaran dan keberhasilan belajar siswa. Duampanua Kabupaten Pinrang,” menyimpulkan “bahwa tingkat profesionalisme guru mempunyai pengaruh yang kuat terhadap peningkatan prestasi belajar siswa.”
Manajemen Kelas
Perencanaan, penggunaan dan pemeliharaan serta pengendalian ruang dan prasarana pembelajaran merupakan tugas guru yang berkaitan dengan pengelolaan kelas. Tujuan utama pengelolaan kelas adalah memaksimalkan keterlibatan siswa dalam berbagai kegiatan pembelajaran di kelas demi tercapainya tujuan pembelajaran yang efektif dan sukses, sehingga pengelolaan kelas yang baik berkaitan dengan pencapaian hasil belajar siswa.
Keterampilan Mengajar
Akibat dari hal tersebut adalah proses pembelajaran tidak berlangsung secara efektif dan efisien, sehingga hasil belajar yang diperoleh tidak efektif dan optimal. Soal yang baik adalah soal yang dapat mengkondisikan proses pembelajaran aktif, kreatif, dan dinamis sesuai dengan kriteria (1) penggunaan bahasa yang jelas, (2) waktu berpikir, (3) pemerataan/pengarahan, (4) acak, (5 ) ) memberikan referensi (penataan), (6) kehangatan dan semangat, dan (7) mendorong pemikiran Sukirman. Menggunakan keterampilan dasar mengajar kelompok kecil dan individu merupakan salah satu cara guru dapat memfasilitasi sistem pembelajaran yang dibutuhkan siswa dalam kelompok dan individu.
Guru hendaknya mempunyai keterampilan untuk melakukan interaksi pembelajaran yang baik, dan salah satu keterampilan yang sangat penting untuk tujuan tersebut adalah kemampuan melakukan kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup pembelajaran. a) Kegiatan pembelajaran awal. Kegiatan pendahuluan atau pembukaan pembelajaran pada dasarnya bertujuan untuk menciptakan prasyarat agar peserta didik siap secara fisik, mental, dan emosional untuk mengikuti pembelajaran. Kegiatan inti pembelajaran pada dasarnya adalah proses interaksi antara siswa dengan lingkungan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran yang direncanakan.
Berdasarkan hal tersebut diperlukan suatu proses pembelajaran yang dapat memberikan gambaran nyata melalui pemodelan. Kegiatan pembelajaran penutup merupakan rangkaian proses pembelajaran secara keseluruhan yang dilaksanakan dalam waktu yang relatif singkat pada akhir pembelajaran. Berkaitan dengan hal tersebut, hasil belajar dapat diukur dari kemampuan akademik yang merupakan tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Kerangka Pikir
Oleh karena itu, hasil belajar dapat diukur dari perubahan perilaku siswa pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Selain itu, hasil belajar juga dapat dilihat dari Indeks Kinerja (IPK) yang diperoleh mahasiswa (Sudjana & Ibrahim, 1989). Indeks Kinerja (IP) merupakan rata-rata angka kredit yang merupakan satuan nilai akhir yang menggambarkan kualitas penyelesaian suatu program yang disebut IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) pada akhir program pendidikan.
Sehubungan dengan itu, akumulasi nilai rata-rata siswa pada seluruh mata pelajaran yang diambilnya pada semester berjalan dijadikan sebagai tolak ukur untuk mengungkap data hasil belajar siswa di SD Inpres Loka Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng. Penerapan manajemen kelas erat kaitannya dengan keterampilan mengajar guru, karena guru yang terampil dalam mengajar akan dengan mudah mengelola kelas dengan baik yang pada akhirnya akan mencapai tujuan pembelajaran sesuai rencana. Keterampilan mengajar sangat diperlukan oleh guru dalam pelaksanaan pengelolaan kelas untuk mencapai tujuan pembelajaran yaitu kompetensi siswa sebagai hasil belajarnya, sehingga pengelolaan kelas dan keterampilan mengajar merupakan faktor penting yang harus dikuasai guru dalam rangka mengajar siswa.
Hipotesis
Jenis dan Desain Penelitian
Prosedur penelitian Y
Lokasi Penelitian
Pendekatan Penelitian 1. Pendekatan Metodologi
- Pendekatan Studi atau Keilmuan
Populasi dan Sampel 1. Populasi
- Sampel
Karena populasinya relatif besar, dan rata-rata yang terbaik yaitu kelas IV, kelas V, kelas VI, maka teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampling dimana seluruh populasi kelas IV, kelas V, kelas VI dijadikan sampel sebanyak 37 siswa.
Definisi Operasional
Hasil belajar merupakan nilai prestasi siswa pada mata pelajaran IPS dari nilai ujian semester yang mencakup tiga domain penilaian.
Teknik Pengumpulan Data
- Angket
- Dokumentasi
“Dokumentasi sebagai suatu metode pengumpulan data, yaitu pengumpulan dan analisis dokumen, baik dokumen tertulis maupun elektronik” (Sukmadinata, 2010). Berkaitan dengan hal tersebut, peneliti mengumpulkan dan menganalisis dokumen-dokumen yang berkaitan dengan pencapaian hasil belajar siswa di SD Inpres Loka Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng, baik yang tertulis di buku nilai semester maupun yang disimpan dalam bentuk file atau folder di komputer.
Instrumen Penelitian
Format dokumen sebagai instrumen digunakan untuk mengumpulkan data hasil belajar siswa dari dokumen yang ada di SD Inpres Loka Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng.
Validasi dan Reliabilitas Instrumen 1. Uji Validitas
Apabila nilainya sama dengan atau lebih besar dari , maka item instrumen yang bersangkutan valid. Reliabilitas instrumen berkaitan dengan pertanyaan apakah suatu instrumen menunjukkan kebenaran, keakuratan, dan keandalan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Suatu instrumen dikatakan reliabel apabila selalu memberikan hasil yang sama ketika diujikan pada kelompok yang sama pada waktu yang berbeda atau pada kesempatan yang berbeda.
Program komputer SPSS versi 21 dengan uji reliabilitas teknik Cronbach Alpha digunakan untuk menguji reliabilitas dalam penelitian ini. Kriteria untuk menentukan reliabel atau tidak adalah jika lebih besar atau sama dengan 0,600 maka item tersebut dapat diandalkan.
Teknik Analisis Data
- Teknik Statistik Deskriptif
- Teknik Statistik Inferensial
- Deskripsi Hasil Penelitian Tentang Penerapan Manajemen Kelas di SD Inpres Loka Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng
- Deskripsi Hasil Penelitian Tentang Keterampilan Mengajar Guru SD Inpres Loka Kecamatan Ulu Ere Kabupaten
- Deskripsi Hasil Penelitian Tentang Hasil Belajar Murid di SD Inpres Loka Kecamatan Ulu Ere Kabupatan Banataeng
- Penerapan Manajemen Kelas (X 1 ) dengan Hasil Belajar Murid (Y) di Sd Inpres Loka Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng
- Keterampilan Mengajar Guru (X 2 ) dengan Hasil Belajar Murid (Y) di SD Inpres Loka Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng
- Hubungan antara Manajemen Kelas (X 1 ) dengan Keterampilan Mengajar Guru (X 2 ) Terhadap Hasil Belajar Murid (Y) di SD Inpres
Deskripsi hasil penelitian mengenai implementasi manajemen kelas di SD Inpres Loka Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng di SD Inpres Loka Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng. Implementasi Pengelolaan Kelas (X1) dengan Hasil Belajar Siswa (Y) di SD Inpres Loka Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng Inpres Loka Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng. Artinya terdapat hubungan yang sedang antara penerapan pengelolaan kelas dengan hasil belajar siswa di SD Inpres Loka Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng.
Keterampilan mengajar guru (X2) dengan hasil belajar siswa (Y) di SD Inpres Loka Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng Inpres Loka Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng. Artinya terdapat hubungan yang rendah antara keterampilan mengajar guru dengan hasil belajar siswa di SD Inpres Loka Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng. Hubungan antara pengelolaan kelas (X1) dan keterampilan mengajar guru (X2) terhadap hasil belajar siswa (Y) pada pembelajaran guru SD Inpres (X2) terhadap hasil belajar siswa (Y) di SD Inpres Loka Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng.
Pengujian hubungan pengelolaan kelas (X1) bersama dengan keterampilan mengajar guru (X2) terhadap hasil belajar (Y) di SD Inpres Loka Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng diperoleh f = 6,710.
Hasil Penelitian
- Hasil Pengujian Deskriptif
- Hasil Pengujian Asosiatif
Sehubungan dengan adanya korelasi yang positif dan signifikan antara variabel yang satu dengan variabel yang lain, maka dapat dikatakan bahwa pengelolaan kelas, keterampilan mengajar guru dan hasil belajar siswa telah terwujud dengan baik di SD Inpres Loka Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng. Demikian pula pengelolaan kelas dan keterampilan mengajar guru secara bersama-sama mempunyai hubungan yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa di SD Inpres Loka Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng. Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru dapat dikembangkan dengan baik atau setidaknya terpelihara dengan baik.
Jelas bahwa guru memerlukan keterampilan instruksional dalam melaksanakan manajemen kelas agar siswa dapat mencapai hasil belajar yang diharapkan. Atas dasar itu, para guru di SD Inpres Loka Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng diharapkan dapat meningkatkan keterampilan mengajarnya melalui berbagai kegiatan pengembangan, baik dalam bentuk in-service training maupun melalui partisipasi dalam diskusi. Guru Mata Pelajaran (MGMP), serta bentuk kegiatan ilmiah, seperti seminar, workshop, seminar nasional, dan lain-lain.
Peningkatan kemampuan manajemen dan keterampilan guru tidak lepas dari peran para manajer di SD Inpres Loka Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng, sehingga diharapkan jajaran manajer mulai dari direktur dan wakil direktur, serta kepala sekolah dan wakil kepala madrasah. untuk selalu memberikan semangat kepada guru dan memberikan kesempatan mengikuti berbagai kegiatan pengembangan keprofesian agar dapat diterapkan secara maksimal dalam kegiatan pembelajaran di kelas.
Pembahasan
- Hubungan Manajemen Kelas dengan hasil belajar murid di SD Inpres Loka Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng
- Keterampilan Mengajar Guru Berhubungan denagan Hasil Belajar Murid di SD Inpres Loka Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng
- Manajemen Kelas dan Keterampilan Mengajar Guru Berhubungan Secara Simultan dengan Hasil Belajar Murid di SD Inpres Loka
Pengelolaan kelas diartikan sebagai serangkaian tindakan yang dilakukan guru dalam upaya menciptakan kondisi kelas agar proses belajar mengajar dapat berjalan sesuai tujuannya. Menyusun strategi untuk mengantisipasi apabila timbul hambatan dan tantangan agar proses belajar mengajar dapat tetap berjalan dan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan dapat tercapai. Kehadiran guru sebagai pengelola dalam pengelolaan kelas diharapkan dapat membantu kegiatan belajar siswa menjadi efektif dan efisien, sehingga siswa dapat menikmati proses pembelajaran dengan baik dan mengurangi kegiatan-kegiatan yang tidak ada kaitannya dengan pembelajaran.
Keterampilan mengajar guru berhubungan dengan hasil belajar siswa di SD Inpres Loka Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng Inpres Loka Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng. Mengajar adalah segala upaya yang disengaja untuk memberikan kesempatan kepada siswa agar dapat melakukan proses pembelajaran sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Pengelolaan kelas dan keterampilan mengajar guru berpengaruh secara simultan terhadap hasil belajar siswa di SD Inpres Loka dan secara simultan terhadap hasil belajar siswa di SD Inpres Loka Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng.
Melihat hasil analisis data mengenai hasil belajar siswa di SD Inpres Loka Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng diperoleh gambaran tentang tingkat hasil belajar siswa bahwa banyak faktor yang dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa pada SD Inpres Loka Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng. SD Inpres Loka Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng pada tahun Diantaranya faktor lingkungan madrasah, pelatihan guru, kurikulum, tambahan waktu belajar dan faktor psikologis siswa itu sendiri, seperti motivasi belajar, kecerdasan, minat dan bakat.
Keterbatasan penelitian
PENUTUP
Skala penilaian (5) dibuatkan keterangan 2. Perbaiki dan teliti EYD
Teknik penulisan
Penjabaran angket sesuaikan kebutuhan data penelitian
Guru menyelenggarakan kelas standar dengan merancang lingkungan fisik kelas dengan gaya menyimpang (tiga atau empat siswa dalam satu meja tidak saling berhadapan secara langsung). Guru menyusun tata ruang kelas untuk mengajar merancang lingkungan fisik kelas dengan mengatur posisi/model tempat duduk siswa. Guru mengelola kegiatan kelas secara efektif. menciptakan lingkungan yang positif untuk belajar dengan mendemonstrasikan. seberapa jauh mengikuti kemajuan siswa 14.
Guru mengajak siswa untuk bekerja sama menciptakan lingkungan yang positif untuk belajar dengan membangun hubungan. Guru mengajak siswa untuk bekerja sama menciptakan lingkungan yang positif untuk belajar dengan melibatkan peserta. siswa berbagi dan bertanggung jawab 23. Guru mengajak siswa untuk bekerja sama. menciptakan lingkungan belajar yang positif dengan memberikan penghargaan. imbalan) untuk perilaku yang sesuai.
Guru mengajak siswa bekerja sama menciptakan lingkungan belajar yang positif dengan memilih penguat yang efektif. menciptakan lingkungan yang positif untuk belajar dengan menggunakan petunjuk. dorongan untuk bertindak) dan membentuk (forming) secara efektif. Guru membuka pembelajaran dengan membangun suasana bersahabat, dan menghubungkan materi dengan kebutuhan siswa sehingga tercipta keterhubungan 6. Guru membimbing dalam kaitannya dengan potensi siswa dalam mengajar kelompok kecil dan individu.