PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Bagi orang tua, anak usia dini merupakan usia yang sulit karena anak sedang dalam proses perkembangan kepribadian.77 Kepribadian. Dalam hal ini faktor eksternal seperti perilaku orang tua yang terlalu protektif dapat mengubah perilaku sikap anak. Orang tua terlalu memberikan tekanan dengan terlalu banyak peraturan yang berlebihan, sehingga terkadang membuat anak banyak menangis, sering diam dan tidak mau bicara selama di sekolah, semua itu terjadi karena perlakuan orang tua yang overprotektif.
Dari latar belakang di atas, peneliti berharap para orang tua dapat mengetahui bahwa terdapat hubungan antara perilaku overprotektif orang tua dengan psikologi anak.
Identifikasi Masalah
Rumusan masalah penelitian adalah apakah terdapat hubungan antara perilaku overprotektif orang tua terhadap perkembangan psikologis anak usia dini di Perumahan Arkarami Kelurahan Sukarami Kecamatan Selebar Kota Bengkulu. Penelitian ini menempatkan partisipasi orang tua sebagai prediktor pengaruh yang dominan terhadap perkembangan anak usia dini. Ha : Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku overprotektif orang tua terhadap perkembangan psikologis anak usia dini di Perumahan Arkarami Kelurahan Sukarami Kecamatan Selebar Kota Bengkulu.
Ho : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku overprotektif orang tua terhadap perkembangan psikologis anak usia dini di Perumahan Arkarami Kelurahan Sukarami Kecamatan Selebar Kota Bengkulu.
Batasah Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
LANDASAN TEORI
- Deskripsi Konseptual
- Teori Perkembangan Psikologi Anak Usia Dini
- Pengertian Overprotective
- Teori Perilaku Overprotective Yang Dapat Mempengaruhi Psikologi
- Penelitian Yang Paling Relevan
- Kerangka Berfikir
- Hipotesis
Artinya orang tua harus mampu menciptakan suasana yang kondusif dalam tumbuh kembang anak, sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan zamannya. Ketika anak hadir di tengah-tengah sebuah keluarga, orang tua pasti ingin anaknya tumbuh normal. 92 Novan Ardy Wiyani, Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini Panduan Bagi Orang Tua dan Pendidik Anak Usia Dini dalam Memahami dan Mendidik Anak Usia Dini, Yogyakarta (Penerbit Gava Media 2014) hal.15.
107 Novan Ardy Wijayani, Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini Panduan Orang Tua dan Pendidik Anak Usia Dini dalam Memahami dan Mendidik Anak Usia Dini, hal 7. Yang dimaksud dengan fokus pada anak adalah kita sebagai orang tua harus fokus pada permasalahan yang dialami anak. 121Desi Herlina, dkk., Sikap orang tua yang terlalu protektif terhadap tumbuh kembang anak, 2(2):3. gangguan jiwa dapat terjadi, berkurangnya interaksi sosial dengan lingkungan sekitar.
Aspek perilaku orang tua yang terlalu protektif adalah kontak berlebihan dengan anak, mengasuh atau membantu anak secara terus menerus, mengawasi aktivitas anak dan menyelesaikan permasalahan anak. Ketika anak hadir di tengah-tengah keluarga, orang tua pasti ingin anaknya tumbuh normal, sehingga orang tua mempunyai cara tersendiri dalam memperlakukan anak. Perilaku orang tua yang overprotektif dimana orang tua terlalu melindungi dan menghindarkan anaknya dari berbagai macam permasalahan sehari-hari serta selalu membantu anaknya, pada umumnya anak menjadi tidak bisa mandiri, tidak percaya dengan kemampuannya, merasakan kehebatannya.
Disertasi Universitas Negeri Karina Astarini Semarang Tahun 2013 dengan Judul Hubungan Antara Perilaku Over Protektif Orang Tua dan Bullying Pada Siswa SDN Ngisor Semarang. Dalam penelitian ini peneliti fokus pada bagian abstrak yang menjelaskan hasil penelitian yang menunjukkan adanya hubungan positif antara perilaku overprotektif orang tua dengan perilaku bullying. Penelitian tesis Nurlela (2012) IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang berjudul Hubungan Antara Perilaku Overprotektif Orang Tua dengan Penyesuaian Remaja di MTs Wathoniyah Gintung Lor Kecamatan Gintung Lor Kabupaten Indramayu.
137 Nurlela, Hubungan Orang Tua Terhadap Perilaku Protektif dan Penyesuaian Diri Remaja di Mts Wathoniyah Gntung Lor Kecamatan Gintung Lor Kabupaten Indramayu (IAIN Syekh Nurjati Cirebon, 2012).
METODOLOGI PENELITIAN
Jenis Penelitian
Selain itu dilakukan observasi untuk mengetahui adakah hubungan perilaku overprotektif orang tua terhadap perkembangan psikologis anak usia dini di Perumahan Arkarami Kelurahan Sukarami Kecamatan Selebar Kota Bengkulu. Keseluruhan instrumen yang digunakan peneliti bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku overprotektif orang tua terhadap psikologi anak. Dalam penelitian ini peneliti membuat kuesioner yang nantinya akan dijawab oleh orang tua dan anak.
Model analisis yang digunakan untuk menganalisis hubungan perilaku overprotektif orang tua terhadap perkembangan psikologis anak tercermin dari skor pada kuesioner. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner tentang perilaku overprotektif orang tua dan perkembangan psikologis anak. Hasil uji homogenitas varians perilaku overprotektif orang tua dan perkembangan psikologi anak dapat dilihat pada tabel hasil analisis SPSS berikut.
Artinya korelasi atau hubungan antara variabel perilaku orang tua dengan perkembangan psikologis anak adalah sebesar 0,690 atau sangat kuat karena mendekati 1. Dengan demikian hipotesis (Ho) menyatakan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku overprotektif. orang tua terhadap perkembangan psikologis anak usia dini Pendidikan dalam perkembangan anak usia dini di Perumahan Arkarama Kelurahan Sukarami Kecamatan Selebar Kota Bengkulu tidak terbukti dan ditolak dan Ha yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku overprotektif orang tua terhadap psikologis anak usia dini. Pembangunan di Perumahan Arkarama, Kelurahan Sukarami, Kabupaten Kota Bengkulu, terbukti dan dapat diterima. Berdasarkan penelitian yang dilakukan mengenai hubungan perilaku overprotektif orang tua dengan perkembangan psikologis anak usia dini di Permahan Arkami Desa Sukarami menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan.
Perilaku orang tua terhadap anak sangat berperan besar dalam tumbuh kembang anak di masa depan. Bahwa orang tua dapat memperhatikan perkembangan psikologis anak, dengan memberikan rasa percaya diri pada anak untuk melakukan aktivitas yang sesuai dengan usianya. Bagi peneliti selanjutnya, hasil ini dapat menjadi referensi dalam menentukan konstruk terkait perilaku overprotektif orang tua dan psikologi anak.
Herlina, Desi, dkk., Overprotektif orang tua terhadap tumbuh kembang anak, Jurnal Pendidikan Vol 2, 2nd ed.
Tempat dan Waktu Penelitian
Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi adalah suatu wilayah umum yang terdiri dari obyek-obyek atau subyek-subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditentukan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya.141. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak usia 5-8 tahun di Perumahan Arkarami yang berjumlah 15 orang dan orang tua yang memiliki anak usia 5-8 tahun. Apabila populasinya besar dan penelitian tidak memungkinkan untuk mempelajari semua yang ada pada populasi tersebut, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sensus atau total sampling dimana seluruh anggota populasi digunakan sebagai sampel. Penelitian ini dilakukan pada populasi dibawah 100 orang, sebaiknya dengan cara sensus, sehingga seluruh anggota populasi dijadikan sampel sebagai subjek yang akan diteliti atau sebagai responden yang memberikan informasi.
Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini sumber dokumentasinya adalah data kartu keluarga dan juga dokumentasi portofolio seperti foto-foto saat berkunjung ke rumah warga yang diteliti di Perumahan Arkarami Kelurahan Sukarami Kecamatan Selebar Kota Bengkulu. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab.145 Dalam penelitian ini kuesioner diberikan kepada seluruh anggota keluarga yang memiliki anak usia dini di Perumahan Arkarami Desa Sukarami Selebar. Kabupaten, Kota Bengkulu. Pada tabel di atas, kisi-kisi instrumen penelitian bertujuan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan terhadap psikologi anak.
Instrumen Penelitian
Teknik Validitas dan Realiabilitas Data
Berdasarkan tabel hasil uji reliabilitas di atas terlihat bahwa Cronbach’s Alpha pada masing-masing variabel yaitu perilaku overprotektif orang tua (X) memperoleh nilai Alpha sebesar 0,721, sedangkan variabel perkembangan psikologis anak (Y) sebesar 0,557. Pada variabel perkembangan psikologis anak terdapat 15 individu dengan mean sebesar 38,133 dan standar error sebesar 0,729 dengan standar deviasi statistik sebesar 2,825. Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa tingkat homogenitas varians data perkembangan psikologis anak sebesar 0,63636.
Setelah kategori penilaian diklasifikasi, data tersebut kemudian diolah dengan bantuan program komputer untuk mengetahui koefisien korelasinya sehingga dapat dijelaskan bagaimana hubungan perilaku overprotektif orang tua dengan perkembangan psikologis anak. Oleh karena itu dapat diartikan bahwa semakin rendah perilaku overprotektif orang tua maka perkembangan psikologis anak akan semakin baik, dan sebaliknya semakin tinggi perilaku overprotektif orang tua maka akan semakin rendah pula perkembangan psikologis anak usia dini. Perilaku overprotektif sekilas akan membuat anak merasa aman, namun secara psikologis dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman dan mempengaruhi perkembangan psikologisnya, serta ciri-ciri lain seperti mudah cemburu, mudah gugup, minder, dan juga hal-hal lain yang ada hubungannya dengan anak. proses perkembangan psikologis.
Anak yang mempunyai kasih sayang yang berlebihan, terlalu dilindungi dan terhindar dari berbagai kesulitan dalam kehidupan sehari-hari, anak akan terlihat lemah hati jika meninggalkan orang tuanya, menjadi penakut, sangat egois, tidak tahan terhadap pertentangan, kritikan dan tidak tahan menghadapi. 84 Serta perilaku protektif berlebihan yang diberikan pada anak akan menjadikan mereka ketergantungan dan bergantung pada bantuan orang tua dalam menyelesaikan pekerjaan dan permasalahan yang dialami. Saat ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya pendidikan yang lebih baik bagi anak-anaknya sejak usia dini.85 Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting dalam membimbing dan mendampingi anak dalam kehidupan sehari-hari. Tugas orang tua adalah menciptakan lingkungan yang kondusif agar dapat memunculkan potensi, kecerdasan, dan rasa percaya diri pada anak.
Orang tua juga wajib memastikan anak melakukan aktivitas belajar di rumah masing-masing, membatasi izin aktivitas di luar rumah, berkoordinasi dengan tutor ke rumah, guru atau sekolah, membantu anak menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di rumah dll. . Terdapat hubungan antara perilaku overprotektif orang tua terhadap perkembangan psikologis anak pada anak usia dini di Perumahan Arkarami Kelurahan Sukarami Kecamatan Selebar Kota Bengkulu. Dengan demikian dapat diartikan bahwa semakin rendah perilaku overprotektif orang tua maka semakin baik pula perkembangan psikologisnya.
Bagi guru dan sekolah agar menyediakan kegiatan dan media yang dapat mendorong perkembangan psikologis anak usia dini dengan mengadakan kegiatan yang bersifat edukatif dan menarik.
Teknik Keabsahan Data
Teknik Analisis Data
Dari data di atas diketahui bahwa penduduk RT 39 Perumahan Arkarami terdiri dari 90 kepala keluarga yang bekerja di berbagai bidang. Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa data perkembangan psikologi anak berdistribusi normal karena adanya nilai Asymp.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Kondisi Objektif Wilayah Penelitian
Hasil Penelitian
Pembahasan
Dan ingatlah untuk memahami tahapan tumbuh kembang anak dan perlunya mengembangkan potensi kecerdasan pada setiap tahapannya. An-An Andari, dkk, Hubungan Pola Asuh Overprotektif terhadap Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini di Era Digital, Jurnal Pendidikan Vol. 9, edisi pertama.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran-saran