PENDAHULUAN
Latar Belakang Penelitian
Rumusan Masalah
Batasan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penenlitian
TINJAUAN PUSTAKA
Review Penelitian
Penggunaan sirip peredam dengan luas permukaan bebas 10% masih cukup efektif dalam mengurangi sudut roll sebesar 34,2%. Pemuatan muatan secara paksa dapat berdampak pada kestabilan kapal dari positif menjadi netral, apabila terjadi Efek Permukaan Bebas akibat penggunaan bahan bakar dan air tawar selama pelayaran dapat menimbulkan kestabilan negatif.
Landasan Teori
- Definisi
Jadi, luas daerah bebas pada setiap bagian adalah b/n, dan momen setiap daerah bebas diperoleh. Ini adalah rumus untuk mencari kerugian virtual GM akibat efek permukaan bebas pada tangki terpisah. CATATAN: Pembagian melintang pada tangki yang terisi sebagian tidak mempengaruhi pengurangan efek permukaan bebas.
Untuk tangki yang tidak terisi penuh, pusat gravitasi cairan di dalam tangki akan berubah naik seiring dengan kemiringan kapal. Pada Gambar 1.4 walaupun kapal terbalik maka cairan yang ada di dalam tangki tetap pada posisinya, namun untuk Gambar 1.5 tangki terisi sebagian, sehingga jika kapal terbalik maka cairan akan bebas bergerak sehingga titik beratnya cairan juga akan bergeser. Sehingga suatu tangki terbagi menjadi n bagian tangki adalah besarnya pertambahan pusat gravitasi kapal yang tampak: n adalah jumlah bagian tangki pada suatu kapal dan bila kapal mempunyai GM yang terlalu kecil dan apabila terdapat permukaan bebas dapat mengubah kestabilan kapal dari kestabilan positif menjadi negatif dan dapat membahayakan keseimbangan kapal pada saat berlayar, terutama kapal yang berlayar pada daerah yang cuacanya tidak mendukung sehingga kapal sering terguling di tengah gelombang.
Kesan nisbah berat antara jenis cecair dalam tangki dan cecair di mana kapal terapung. Jika graviti tentu cecair di dalam tangki berbeza daripada graviti tentu cecair di mana kapal terapung, kesan permukaan bebas boleh ditingkatkan atau dikurangkan. Anjakan pusat graviti kapal GG' bergantung kepada momen melintang yang dihasilkan oleh beberapa pemberat air yang bergerak pada jarak yang kecil, yang memberikan momen yang sama apabila berat kecil itu digerakkan pada jarak yang besar.
Ketika G berubah menjadi G, terjadi pengurangan gaya penahan dibandingkan ketika tidak ada permukaan bebas (B' tetap sama selama tidak ada perubahan gaya dan perpindahan). Jika kita berbicara tentang lengan kanan dari titik dimana aksi pusat gravitasi memotong sumbu simetri, dalam hal ini adalah titik G". G" adalah posisi sebenarnya dari pusat gravitasi kapal (posisi sebenarnya adalah G') dan GG" adalah hilangnya GM yang disebabkan oleh pengaruh permukaan bebas, sehingga.
V = perpindahan volume air. t = berat jenis cairan dalam tangki. s = berat jenis tempat kapal mengapung. n = jumlah ruang tangki dengan lebar dan jarak yang sama. untuk tangki persegi panjang. Pusat gravitasi, yang dikenal sebagai titik G kapal, adalah titik penangkapan semua gaya yang menekan kapal. Nilai KG dengan postulat momen ini digunakan pada saat terjadi bongkar muat pada kapal dengan mengetahui letak pusat gravitasi suatu beban pada lunas yang disebut dengan pusat gravitasi vertikal (VCG) kemudian dikalikan dengan beban tersebut. . dari beban sehingga diperoleh momen berat, maka banyaknya momen – momen seluruh beban yang ada di kapal dibagi dengan total berat menghasilkan nilai KG pada saat itu. 5) GM (Tinggi Metasentrik).
Permukaan bebas tercipta di dalam kapal ketika ada permukaan cairan yang bergerak bebas. Ketika kapal terguling di laut dan cairan di dalam tangki bergerak, akibatnya pusat gravitasi cairan tersebut tidak lagi berada di tempatnya semula. Titik G zat cair sekarang berada di atas zat cair. Fenomena ini disebut peningkatan nyata pusat gravitasi. Oleh karena itu perlu dilakukan koreksi terhadap nilai GM yang kita hitung dari pertambahan nyata pusat gravitasi fluida pada saat kapal dimiringkan sehingga diperoleh nilai GM yang efektif.
Kerangka Penelitian
Satu masa miring penuh adalah waktu yang diperlukan sejak kapal tegak, miring ke kiri, berdiri tegak, miring ke kanan hingga tegak kembali. Permukaan bebas pada geladak juga dapat terjadi akibat adanya penumpukan air pada geladak. Ketentuan dibuat untuk mengalirkan air ini melalui lubang drainase. Prinsip FREE SURFACE EFFECT adalah menghitung banyaknya ruang bebas pada ruang muatan, sehingga muatan dalam ruang muatan tidak dapat bergerak leluasa dan tidak menyebabkan kemiringan kapal yang berlebihan.
Oleh karena itu, hal penting yang perlu diperhatikan adalah pengetahuan dan keterampilan awak kapal untuk menghitung efek permukaan bebas. Hal inilah yang mendasari penulisan ini untuk mengungkap pengaruh efek permukaan bebas dalam menstabilkan kapal ketika menggelinding.
45
- Jenis Penelitian
- Waktu Dan Lokasi Penelitian
- Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data
- Teknik analisis data
Data primer adalah data yang diperoleh dengan melakukan observasi faktual dan mencatat beberapa fenomena substansi penelitian yang terjadi pada objek penelitian. Data sekunder merupakan data yang dimaksudkan untuk mendukung data primer dalam menjelaskan substansi penelitian. Jenis data ini diperoleh dari berbagai sumber literatur seperti buku referensi, bahan perkuliahan/jurnal/brosur dan buku petunjuk perlengkapan kapal untuk memperoleh data kelengkapan data dan informasi sesuai dengan fokus penelitian.
Teknik pengumpulan data ini didasarkan pada peristiwa naturalistik (asli), penulis adalah partisipan alami dalam interaksi tersebut. Yaitu penulis menambah bahan skripsi dengan membaca dan mempelajari buku-buku atau referensi yang berkaitan dengan bahan penelitian, yang dengan demikian akan menambah pengetahuan, wawasan dan pemikiran logis penulis. Data yang dikumpulkan dan digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah data berupa informasi dan informasi yang diperoleh melalui observasi, studi literatur dan hasil wawancara langsung dengan petugas di kapal dan juga para awak kapal yang lebih berpengalaman dan orang-orang terkait. . dalam masalah efek permukaan bebas.
Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Hasil Penelitian
Kesimpulan
Saran