PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
- Tujuan Umum
- Tujuan Khusus
Manfaat Penelitian
- Bagi Teoritis
- Bagi Praktis
TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan Teori
- Demam Berdarah Dengue
- Vektor Demam Berdarah Dengue
- Virus Dengue
- Epidemiologi Demam Berdarah Dengue
- Gejala Klinis Demam Berdarah Dengue
- Patogenesis Demam Berdarah Dengue
Asia menempati urutan pertama jumlah penderita demam berdarah dengue per tahun.9 Demam berdarah dengue disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk. Temuan laboratorium khas untuk demam berdarah dengue adalah peningkatan hematokrit (peningkatan 20%, atau nilai hematokrit lebih besar dari 3,5 kali nilai Hb) disertai dengan penurunan jumlah trombosit kurang dari 100.000/µL. Setiap serotipe virus dengue memiliki varian genetik yang dapat menimbulkan gejala demam berdarah, demam berdarah dengue dan DSS (Dengue Shock Syndrome).
Demam berdarah dengue adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang menimbulkan manifestasi klinis yang bervariasi antara demam dengue (DD) yang lebih ringan, demam berdarah dengue, dan syok dengue atau DSS. Kedaruratan demam berdarah dengue adalah kedaruratan medis akut yang melibatkan sistem hematologi dan kardiovaskular. Terjadinya perdarahan pada demam berdarah dengue berhubungan dengan perubahan vaskular, koagulopati, dan penurunan jumlah trombosit <100.000/ul.
Salah satu tes utama yang dilakukan untuk memastikan diagnosis demam berdarah dengue adalah hitung darah lengkap (CBC). Menurut kriteria laboratorium WHO, jumlah trombosit yang rendah (trombositopenia) dan kebocoran plasma yang ditandai dengan hemokonsentrasi merupakan indikator penting untuk diagnosis demam berdarah dengue. Nilai hematokrit akan meningkat (hemokonsentrasi) akibat peningkatan konsentrasi sel darah atau penurunan konsentrasi plasma, misalnya pada kasus demam berdarah dengue.
Pada demam berdarah dengue terjadi hemokonsentrasi akibat kebocoran plasma, sehingga pemberian infus akan menurunkan konsentrasi serum sehingga menyebabkan turunnya nilai hematokrit. Pengelolaan lingkungan, pengendalian kimia dan biologi merupakan cara yang efektif untuk memberantas perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti 21. Keberhasilan pencegahan demam berdarah dengue membutuhkan peran serta masyarakat setempat. Orang tua yang berperan dalam menjalankan rumah tangga di rumah perlu mengetahui demam berdarah dengue dan cara pencegahannya.
Menurut Ernyasih, 23 faktor risiko penularan DBD adalah pertumbuhan penduduk dan kepadatan penduduk di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, daya tahan tubuh seseorang berpengaruh besar dalam melawan demam berdarah dengue.4 Usia dan jenis kelamin seseorang juga berpengaruh terhadap penularan penyakit demam berdarah dengue. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku seseorang dalam pencegahan demam berdarah dengue adalah harga diri, tingkat pendidikan, pengetahuan dan pendapatan.
Hipotesis
METODE PENELITIAN
- Jenis dan Desain Penelitian
- Tempat dan Waktu Penelitian
- Populasi Penelitian
- Populasi Penelitian
- Sampel Penelitian
- Variabel Penelitian dan Kerangka Konsep
- Definisi Operasional
- Alat dan Bahan
- Metode Analisa Data
- Pengumpulan Data
- Teknik Pengumpulan Data
Mengumpulkan data sekunder dari pasien demam berdarah dengue dengan pemeriksaan hematokrit, trombosit dan hs-CRP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar hematokrit dan trombosit dengan derajat keparahan inflamasi pada kasus demam berdarah dengue. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran hubungan kadar hs-CRP dengan jumlah trombosit dan kadar hematokrit pada pasien demam berdarah dengue dengan menggunakan uji statistik Pearson Correlation.
Berdasarkan hasil uji korelasi Pearson didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kadar hematokrit dengan kadar hs-CRP (p>0,05) dengan koefisien korelasi (r) (0,875). Nilai koefisien korelasi (0,875) menunjukkan bahwa korelasi antara hematokrit dan hs-CRP merupakan korelasi dengan derajat hubungan yang lemah. Berdasarkan hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara kadar trombosit dengan kadar hs-CRP (p < 0,05) dengan koefisien korelasi (r) sebesar -0,558.
Nilai koefisien korelasi (-0,558) menunjukkan bahwa korelasi antara hs-CRP dan trombosit merupakan korelasi dengan derajat hubungan sedang. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antara hematokrit dan trombosit dengan hs-CRP pada pasien demam berdarah dengue. Tidak terdapat hubungan bermakna antara kadar hematokrit dan kadar hs-CRP (p>0,05) dengan koefisien korelasi (r) (0,030).
Nilai koefisien korelasi (0,030) menunjukkan bahwa korelasi antara hematokrit dan hs-CRP merupakan korelasi dengan tingkat hubungan yang kurang signifikan. Terdapat hubungan yang bermakna (p<0,05) antara kadar trombosit dan hs-CRP dengan koefisien korelasi (r) sebesar -0,558. Nilai koefisien korelasi (-0,558) menunjukkan bahwa korelasi antara hs-CRP dan trombosit merupakan korelasi dengan derajat hubungan yang kuat.
Untuk menegakkan diagnosis demam berdarah dengue, disarankan dilakukan pemeriksaan trombosit yang disertai hs-CRP daripada hematokrit dan hs-CRP. Gambaran jumlah trombosit dan kadar hematokrit pasien demam berdarah dengue di RSI Siti Rahmah Padang. Hubungan nilai hematokrit dengan jumlah trombosit pada pasien anak demam berdarah dengue di Rumah Sakit Umum Universitas Kristen Indonesia.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
- Gambaran Umum Sampel Penelitian
- Analisa Univariat
- Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
- Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
- Karakteristik hs-CRP, Hematokrit dan Trombosit Berdasarkan
- Rerata, Standar Deviasi, Minimum dan Maksimum Hasil
- Analisa Bivariat
Analisis univariat ini digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan karakteristik hasil penelitian. Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 pasien DBD yang diperiksa di laboratorium Kebayoran Prodia. Berdasarkan karakteristik jenis kelamin responden pada Tabel 4.1 penelitian ini didominasi oleh laki-laki dengan jumlah 20 subyek (66,7%) dan perempuan dengan jumlah 10 subyek (33,3. Nilai acuan hs-CRP mengacu pada normal nilai alat Cobas C311.27 Hematokrit mengacu pada penelitian Rafkawi.28 Nilai normal untuk hematokrit dan trombosit mengacu pada instrumen Sysmex XT 1800.29.
Dari Tabel 4.3 karakteristik hs-CRP, hematokrit dan trombosit berdasarkan kriteria sampel penelitian menunjukkan kadar hs-CRP pada sampel penelitian 100% tinggi. Data untuk menghitung mean, standar deviasi, skor pasien minimum dan maksimum diperoleh dari rekam medis pasien. Tabel 4.4 menunjukkan hasil hs-CRP, hematokrit dan trombosit, rerata hs-CRP 53,4 dengan standar deviasi 14,8, nilai minimal 28,2, nilai maksimal 78,0.
Uji ini digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antar variabel yang dinyatakan dalam koefisien korelasi (r) dimana dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi pearson karena hubungan antar variabel bersifat linier dimana variabel independen tidak mempengaruhi variabel dependen tetapi jika data tidak berdistribusi normal, maka uji korelasi digunakan Variabel N Unit Min-Max Mean. Berdasarkan hasil uji normalitas diketahui bahwa nilai signifikansi Asiymp.Sig (2-tailed) adalah 0,2 lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Nilai koefisien korelasi (0,030) menunjukkan bahwa korelasi antara hematokrit dan hs-CRP merupakan korelasi dengan tingkat hubungan yang kurang signifikan.
Nilai koefisien korelasi (-0,558) menunjukkan bahwa korelasi antara hs-CRP dengan trombosit merupakan korelasi dengan derajat hubungan yang kuat dimana semakin tinggi nilai hs-CRP maka jumlah trombosit semakin rendah. 2-tailed) menunjukkan hubungan yang signifikan Sig.
Pembahasan
Penelitian ini sejalan dengan penelitian Taufik Ermansyah tahun 2019 yang meneliti hubungan CRP dengan kadar hemoglobin dan hematokrit, serta jumlah trombosit dan leukosit pada pasien demam dengan jumlah 91 responden. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara CRP dengan kadar hemoglobin, hematokrit, jumlah trombosit, dan jumlah leukosit pada pasien demam. 2 Sementara studi ini melihat hubungan antara hematokrit dan hs-CRP tidak ada korelasi yang signifikan.
Penelitian ini sejalan dengan penelitian Renowati tahun 2020 yang menunjukkan adanya hubungan bermakna antara kadar CRP dengan jumlah trombosit pada penderita demam berdarah dengue dengan p-value 0,04. Sedangkan kadar hs-CRP dalam penelitian semuanya meningkat (100%), hal ini disebabkan oleh infeksi virus dengue yang mengakibatkan proses inflamasi yang mendorong sel hati memproduksi protein C-reaktif. Penelitian ini tidak mempertimbangkan variabel lain pada pasien demam berdarah dengue seperti usia, jenis kelamin, waktu timbulnya gejala infeksi dan demografi pasien, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut dengan kriteria inklusi lebih lanjut seperti faktor-faktor tersebut.
Tinjauan pola pengobatan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada anak di ruang rawat inap RSU Kabupaten Buleleng Tahun 2013. Tingkat Keparahan Pasien Demam Berdarah Dengue di RS Sanglah Tahun 2013-2014 Ni Nyoman Ayu Widyanti Fakultas Kedokteran Universitas Udayana , Denpasar. Gambaran titer CRP pada pasien demam akut demam berdarah dengue dan demam tifoid usia 13 tahun periode Januari 2017 – Juni 2018 di RS Hermina Kemayoran.
Gambaran klinis dan respon imun pasien demam berdarah dengue di Rumah Sakit Kristen Lindi Mara Sumba Timur Januari s/d Desember 2018. Demam berdarah dengue : perilaku housekeeping dalam program pemberantasan sarang nyamuk dan penanganan demam berdarah dengue. Hubungan pengetahuan orang tua tentang demam berdarah dengue dengan demam berdarah dengue pada anak di Puskesmas Iring Mulyo Kota Metro Tahun 2014.
Hubungan pengetahuan dan status sosial ekonomi dengan pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Desa Pajaresuk Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu. Karakteristik pasien DBD dengan demam berdarah di instalasi rawat inap RSUD Kota Prabumulih periode Januari-Mei 2016. Hubungan CRP dengan nilai hemoglobin dan hematokrit, serta jumlah trombosit dan leukosit pada pasien demam.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian tentang hubungan kadar hematokrit dan trombosit dengan derajat keparahan inflamasi pada kasus demam berdarah di Prodia Kebayoran.
Saran
Rangkuman nilai hematokrit dan laju endap darah pada anak infeksi virus dengue di Manado. Perbandingan nilai hematokrit dan jumlah trombosit antara infeksi dengue primer dan sekunder pada anak di rumah sakit umum.