PENDAHULUAN
Latar Belakang
Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan gizi dengan prestasi akademik dengan nilai p-value. Dalam penelitian Nadharatunnaim dkk (2014) disebutkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan prestasi akademik.
Rumusan Masalah
Sejak tahun 2016 hingga saat ini SMAN 1 Bukit Batu menggunakan kurikulum baru dengan jadwal masuk sekolah dari pagi hingga sore hari (sepanjang hari) dan belum dilakukan penelitian mengenai gizi di sekolah tersebut. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai hubungan penggunaan media sosial, pola konsumsi dan status gizi dengan prestasi akademik siswa SMAN 1 Bukit Batu Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau.
Tujuan Penelitian
Untuk menganalisis hubungan penggunaan media sosial dengan prestasi belajar siswa di SMAN 1 Bukit Batu Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Untuk menganalisis hubungan status gizi dengan prestasi belajar siswa di SMAN 1 Bukit Batu Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau.
Manfaat Penelitian
Untuk mengetahui distribusi frekuensi penggunaan media sosial oleh siswa di SMAN 1 Bukit Batu Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Untuk menganalisis hubungan pola konsumsi dengan prestasi belajar siswa di SMAN 1 Bukit Batu Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau.
Ruang Lingkup Penelitian
Menambah wawasan gizi serta memberikan pengalaman penulis dalam menulis skripsi khususnya mengenai hubungan penggunaan media sosial, pola konsumsi dan status gizi dengan hasil belajar siswa di SMAN 1 Bukit Batu Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau.
TINJAUAN PUSTAKA
Prestasi Belajar
Kinerja belajar adalah hasil yang dicapai siswa dalam waktu tertentu selama proses belajar mengajar. Kinerja belajar yang dimaksud adalah hasil (penguasaan) yang dicapai siswa dalam suatu bidang tertentu setelah mengikuti proses belajar mengajar di suatu sekolah.
Pemanfaatan Media Sosial
Ada banyak aspek fungsional konten media sosial, seperti identitas, percakapan (interaction), berbagi (sharing), kehadiran (existence), hubungan (relationship), reputasi (status), dan kelompok (groups). Dampak penggunaan media sosial terdiri dari dampak positif dan dampak negatif (Alfiyana Khoiratun Dampak Positif.
Pola Konsumsi
Status gizi yang baik atau status gizi optimal terjadi bila zat gizi yang cukup digunakan secara efisien, sehingga memungkinkan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kapasitas kerja dan kesehatan umum berada pada tingkat yang setinggi-tingginya (Almatsier, 2013). Begitu pula dengan penelitian Sumardilah, dkk (2013) yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara asupan energi dan protein dengan status gizi.
Status Gizi
Seseorang yang mempunyai status gizi optimal adalah keadaan dimana asupan zat gizi ke dalam tubuh seseorang dan kebutuhan gizi tubuh seimbang (Waspadji dkk, 2013). Status gizi merupakan ukuran kondisi fisik seseorang yang dilihat dari makanan yang dikonsumsi dan konsumsi zat gizi dalam tubuh. Status gizi normal merupakan suatu ukuran status gizi dimana terdapat keseimbangan antara jumlah energi yang masuk ke dalam tubuh dan energi yang dikeluarkan dari tubuh sesuai dengan kebutuhan individu.
Status gizi buruk atau yang lebih sering disebut gizi kurang merupakan keadaan gizi seseorang dimana jumlah energi yang masuk lebih sedikit dibandingkan energi yang dikeluarkannya.
Remaja
Ketiga, kehamilan, partisipasi dalam olahraga, penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan meningkatkan kebutuhan energi dan nutrisi. Masa remaja merupakan masa perubahan yang cepat dalam proses pertumbuhan fisik, kognitif dan psikososial. Pertumbuhan yang lambat pada masa kanak-kanak mulai meningkat menjelang masa remaja dan akhirnya pada masa remaja terjadi laju pertumbuhan yang pesat seperti bayi.
Inilah awal masa puncak pertumbuhan tinggi badan, masa puncak kebutuhan energi dan nutrisi.
Hubungan Antar Variabel
Hasil penelitian yang dilakukan Kiki Resky Amelia di Bogor (2017) menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan (p>0,05) antara tingkat kecukupan Fe dengan prestasi belajar (p=0,401). Hasil penelitian yang dilakukan oleh Luh Putu Prema Wadhani (2018) menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan (p>0,05) antara asupan zinc dengan prestasi belajar (p=0,511). Hasil penelitian yang dilakukan oleh Sulaeha (2018) menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan (p<0,05) antara asupan kalsium dengan hasil belajar.
Hasil penelitian yang dilakukan Dian Ayu Pratiwi (2013) menyatakan terdapat hubungan antara status gizi dengan prestasi akademik siswa yang diberi nilai p = 0,002 dalam uji statistik yaitu 56 siswa dengan status gizi baik dan prestasi baik. (73,7%), siswa dengan status gizi baik dan prestasi buruk sebanyak 20 orang (26,3%), siswa dengan status gizi buruk dan prestasi buruk.
Kerangka Teori
Kerangka Konsep
Hipotesis
Definisi Operasional
METODOLOGI PENELITIAN
- Desain Penelitian
- Tempat danWaktu
- Populasi dan Sampel
- Populasi
- Sampel
- Teknik Pengolahan Data
- Analisa Data
- Analisa Univariat
- Analisa Bivariat
Hubungan Pola Konsumsi (KH, P, Fe, Seng dan Kalsium) dengan Prestasi Belajar Siswa di SMAN 1 Bukit Batu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa yang buruk lebih banyak terjadi pada pola asupan kalsium yang baik (41,7%) dibandingkan pada pola asupan kalsium yang buruk (15,4%). Terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial dengan prestasi belajar siswa SMAN 1 Bukit Batu (p value = 0,01).
Hubungan penggunaan media sosial, pola konsumsi dan status gizi dengan prestasi belajar siswa di SMAN 1 Bukit Batu.
HASIL PENELITIAN
Gambaran Umum Sekolah
Dalam kondisi demikian, siswa kelas satu beserta gurunya melaksanakan pembelajaran dan proses pembelajaran pada sore hari, karena pada pagi hari gedung tersebut digunakan oleh siswa kelas bawah. Guru-guru yang pertama kali mengajar pada saat SMAN 1 Bukit Batu berdiri adalah: Bpk. Wajid, Pak. H. Di SMAN 1 Bukit Batu menurut Kurikulum 2013, kegiatan belajar mengajar dimulai pukul WIB dan dilaksanakan pada hari Senin sampai dengan Jumat.
Visi SMAN 1 Bukit Batu adalah “Menjadikan SMAN 1 Bukit Batu unggul bermutu, berbudaya dan berperilaku santun, sehat dan berakhlak mulia terhadap lingkungan”.
Gambaran Sampel
Analisa Univariat
- Prestasi Belajar
- Pemanfaatan Media Sosial
- Pola Konsumsi
- Status Gizi
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa sebanyak 17 siswa dengan persentase 34,7% mempunyai pola konsumsi karbohidrat yang buruk. Pola konsumsi zinc buruk sebanyak 18 orang dengan persentase 36,7% dan pola konsumsi kalsium buruk sebanyak 13 orang dengan persentase 26,5%.
Analisa Bivariat
- Hubungan Pemanfaatan Medsos Dengan Prestasi Belajar
- Hubungan Pola Konsumsi Dengan Prestasi Belajar
- Hubungan Status Gizi Dengan Prestasi Belajar
Berdasarkan hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa rendahnya prestasi belajar siswa lebih banyak terjadi pada pola konsumsi karbohidrat yang baik (43,8%) dibandingkan pada pola konsumsi karbohidrat yang buruk (17,6%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi siswa yang buruk lebih banyak terjadi pada pola konsumsi Fe yang baik (47,8%) dibandingkan pada pola konsumsi Fe yang buruk (23,1%). Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa kinerja siswa yang buruk lebih banyak terjadi pada pola konsumsi karbohidrat yang baik (43,8%) dibandingkan pada pola konsumsi karbohidrat yang buruk (17,6%).
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa hasil belajar siswa yang buruk lebih banyak terjadi pada pola konsumsi kalsium yang baik (41,7%) dibandingkan pada pola konsumsi kalsium yang buruk (15,4%).
PEMBAHASAN
Keterbatasan Penelitian
Peneliti mempunyai keterbatasan dalam pengumpulan data penelitian primer yaitu dalam penggunaan format SQ-FFQ untuk mengetahui pola konsumsi yang diisi oleh peneliti dan kuesioner untuk mengetahui penggunaan media sosial, status gizi dan kinerja pendidikan yang diisi oleh responden dengan menggunakan metode wawancara, sehingga dapat terjadi bias. dalam data penelitian yang dikumpulkan. Metode ini mempunyai kelemahan yaitu mengenai daya ingat responden mengenai pola konsumsinya, dan angket mempunyai keterbatasan karena responden mengisi angket secara asal-asalan karena kurang paham, mengikuti jawaban siswa lain atau tidak mengetahui jawaban siswa. kuesioner yang diberikan. .
Prestasi Belajar
Prestasi akademik dapat dinilai dari hasil ujian atau ulangan di sekolah yang bersangkutan, yang dapat disajikan dengan sertifikat. Faktor-faktor tersebut memegang peranan penting dalam mencapai keberhasilan belajar, sehingga perlu dilakukan upaya untuk mengaktifkan faktor-faktor tersebut agar siswa merasa puas dalam belajar dan mencapai keberhasilan belajar yang optimal. Keluarga harus dapat menunjukkan keterlibatannya dalam cara anak belajar di rumah, sekolah harus dapat memberikan metode pengajaran yang baik dan tepat sehingga dapat menarik minat siswa, dan perhatian siswa akan terfokus pada materi pembelajaran sehingga diharapkan siswa dapat belajar dengan baik. dapat mencapai prestasi akademik yang baik dan siswa harus mampu berkomunikasi dengan masyarakat, lingkungan, karena dari pengalaman yang diperoleh siswa di masyarakat banyak diperoleh ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi dirinya.
Pemanfaatan Media Sosial
Media sosial adalah media di Internet yang memungkinkan penggunanya memperkenalkan diri dan berkomunikasi, berkolaborasi, berbagi, berkomunikasi dengan pengguna lain dan secara virtual membentuk ikatan sosial (Rulli Nasrullah, 2017). Dengan adanya media sosial, masyarakat biasanya berkomunikasi melalui chat room atau berkirim pesan melalui layanan yang tersedia di media sosial. Pesatnya perkembangan jejaring sosial tentunya mempunyai dampak positif dan negatif, sehingga penting untuk membangun sistem pengawasan dan pembinaan terhadapnya, sehingga dampak negatif dapat dihindari dan dampak positif dapat dirasakan semaksimal mungkin.
Penggunaan media sosial dapat dikatakan baik apabila siswa menggunakan media sosial secara tepat dalam pembelajaran, sehingga memberikan pengaruh yang positif bagi siswa.
Pola Konsumsi
Remaja lebih menyukai makanan cepat saji, makanan yang mempunyai rasa manis dan pengaruh teman sebaya juga mempengaruhi pilihan jenis makanan yang dikonsumsi (Soetardjo, 2015). Pola konsumsi yang baik selalu menyangkut pola makan seimbang, yaitu terpenuhinya seluruh zat gizi sesuai kebutuhan dan seimbang. Pentingnya gizi yang baik yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi remaja belum sepenuhnya disadari oleh remaja masa kini.
Status Gizi
Hasil uji statistik menggunakan chi-square diperoleh nilai p=0,01 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial dengan kinerja pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa prestasi akademik siswa yang buruk lebih banyak terjadi pada pola konsumsi protein yang buruk (50,0%) dibandingkan dengan pola konsumsi protein yang baik (24,1%). Hasil uji statistik menggunakan chi-square diperoleh nilai p=0,086 yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola konsumsi zinc dengan prestasi akademik.
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa prestasi belajar siswa yang buruk lebih banyak terjadi pada pola konsumsi seng yang buruk (50,0%) dibandingkan pada pola konsumsi seng yang baik (25,8%). Hasil uji statistik menggunakan chi square diperoleh nilai p=0,046 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan prestasi belajar. Judul Skripsi: Hubungan Penggunaan Media Sosial, Pola Konsumsi dan Status Gizi dengan Prestasi Belajar Siswa di SMAN 1 Bukit Batu Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Tahun 2019.
Hubungan Pemanfaatan Medsos Dengan Prestasi Belajar
Hubungan Pola Konsumsi Dengan Prestasi Belajar
Hubungan Status Gizi Dengan Prestasi Belajar
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa hasil belajar siswa yang buruk lebih banyak terjadi pada status gizi buruk (48,0%) dibandingkan pada status gizi baik (20,8%). Hal ini disebabkan karena lebih banyak siswa yang mempunyai status gizi baik dan hasil belajar yang baik dibandingkan dengan anak yang mempunyai status gizi buruk. Namun status gizi bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi hasil belajar sebagai indikator tingkat kecerdasan anak.
Hubungan konsumsi makanan dan status zat besi dengan hasil belajar siswi di SMK Pelita Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor. Pola Pembelajaran, Status Gizi dan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar di Daerah Miskin Perkotaan Kota Bogor. Dengan ini saya menyatakan bersedia menjadi responden penelitian yang dilakukan oleh Fadhila Sari Ramadhani, mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Program Studi Sarjana Gizi Padang yang berjudul “Hubungan Pemanfaatan Media Sosial, Pola Konsumsi dan Status Gizi dengan Prestasi Mahasiswa di SMAN 1 Bukit Batu Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Tahun 2019”.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran