• Tidak ada hasil yang ditemukan

hubungan pengetahuan tenaga penolong

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "hubungan pengetahuan tenaga penolong"

Copied!
59
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Perumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang penelitian ini, penulis ingin mengetahui bagaimana hubungan pengetahuan petugas persalinan dengan pencegahan infeksi nifas di wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2015. Untuk mengetahui tingkat pencegahan infeksi nifas pada penolong persalinan di wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2015. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan penolong persalinan dengan pencegahan infeksi nifas di wilayah kerja ​Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara pada tahun 2015.

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Puerperium (Nifas)

Masa nifas (puerperium) dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika organ rahim kembali ke keadaan sebelum hamil. Masa nifas atau nifas dimulai setelah persalinan selesai dan berakhir setelah kurang lebih enam minggu (Hanifa, 2007). Masa nifas (puerperium) merupakan masa pemulihan yang dimulai sejak selesainya persalinan hingga kondisi rahim kembali seperti sebelum hamil. Masa nifas berlangsung selama enam minggu (Rustam, 2008).

Infeksi nifas adalah : segala peradangan yang disebabkan oleh masuknya kuman ke dalam alat kelamin pada saat melahirkan dan nifas (Hanifa, 2007). Masuk secara eksogen dan menimbulkan infeksi serius yang ditularkan oleh penderita lain, alat yang tidak bersih, hama, uluran tangan, dan sebagainya. Kemungkinan lainnya adalah sarung tangan atau alat yang dipasang di jalan lahir tidak sepenuhnya bebas kuman.

Sarung tangan atau peralatan terkena kontaminasi bakteri dari hidung atau tenggorokan dokter atau petugas. Peritonitis pascapersalinan dapat terjadi karena endometritis yang meluas, tetapi juga dapat ditemukan pada salpingo-ooforitis dan selulitis panggul. Selain itu, ada kemungkinan abses pada selulitis panggul mengeluarkan nanah ke dalam rongga dan menyebabkan peritonitis.

Apabila suhu tinggi berlangsung selama seminggu disertai rasa nyeri pada sisi kiri atau kanan serta nyeri pada pemeriksaan dalam, maka perlu dicurigai adanya kemungkinan selulitis panggul.

Kerangka Konsep

Ada hubungan antara pengetahuan dengan pelaksanaan pencegahan infeksi masa nifas di wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2015. Ada hubungan antara pendidikan penolong persalinan dengan pelaksanaan pencegahan infeksi nifas di wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2015. Terdapat hubungan antara lama kerja penolong persalinan dengan pelaksanaan pencegahan infeksi nifas di wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara pada tahun 2015. 2015 .

Terdapat hubungan antara status perkawinan bidan dengan pelaksanaan pencegahan infeksi nifas di wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2015. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan transfer pengetahuan petugas dengan pelaksanaan pencegahan infeksi masa nifas di wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara. Distribusi frekuensi responden berdasarkan tingkat pengetahuan bidan di wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2015.

Berdasarkan hasil survei tingkat pelaksanaan pencegahan infeksi obstetrik di wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2015 diperoleh hasil sebagai berikut. Berdasarkan hasil penelitian terhadap angka pelaksanaan pencegahan infeksi masa nifas di wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2015 diperoleh hasil sebagai berikut. Hubungan Tingkat Pengetahuan Penolong Persalinan dengan Implementasi Pencegahan Infeksi di Ruang Bersalin Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2015.

Hubungan tingkat pengetahuan bidan dengan pelaksanaan pencegahan infeksi masa nifas di wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2015 menurut hasil uji Chi-Squared menghasilkan p -nilai 0,157.

Hipotesis Penelitian

METODOLOGI PENELITIAN

Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara, mengingat pada tahun 2014 terdapat 14 orang yang menderita infeksi nifas setelah 68 kelahiran dan belum pernah ada penelitian yang berhubungan dengan penelitian ini pada tahun 2014. dieksekusi. wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara.

Populasi dan Sampel

  • Metode Pengumpulan Data
  • Defenisi Operasional
  • Aspek Pengukuran
  • Analisis Data

Penyelenggaraan pencegahan infeksi masa nifas merupakan upaya untuk mengurangi risiko tertular atau terinfeksi mikroorganisme penyebab penyakit berbahaya. Semakin rendah nilai yang diperoleh maka semakin besar pula risiko terjadinya infeksi nifas oleh bidan. Semakin rendah skor yang dicapai maka semakin rendah pula tingkat pengetahuan responden mengenai pencegahan infeksi nifas.

Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Umur, Pendidikan, Lama Kerja dan Status Perkawinan Penolong Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2015. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa p -value > 0,05 maka nilai signifikansi p-value 0,157 > 0,05 yang berarti Ho diterima dan Ha ditolak yang berarti tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan penolong persalinan dengan pelaksanaan pencegahan infeksi nifas. di wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara pada tahun 2015. Hal ini dikarenakan banyak tenaga kesehatan yang baru menyelesaikan pelatihan D. -3 Kebidanan dan bekerja di wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara dan banyak memperoleh pengetahuan tentang pencegahan infeksi nifas ketika mendapat pelatihan kebidanan, sehingga sebagian besar mempunyai pengetahuan yang baik.

Pada hasil bivariat penelitian ini terlihat bahwa hasil penelitian tersebut bertentangan dengan pendapat para ahli diatas, dimana pengetahuan mempengaruhi amal shaleh yang akan dilakukan, dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan tidak mempunyai pengaruh terhadap amal shaleh yang akan dilakukan. berpengaruh terhadap pelaksanaan pencegahan infeksi nifas di wilayah kerja Puskesmas Tua Gunung Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2015 yang ditunjukkan dari hasil uji chi-square diperoleh p-value sebesar 0,157. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa p-value > 0,05 maka nilai signifikansinya 0,157 > 0,05 yang berarti Ho diterima dan Ha ditolak yang berarti tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan lahir petugas dan pelaksanaan pencegahan infeksi masa nifas di wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara pada tahun 2015. Angka pencegahan infeksi masa nifas petugas di wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara pada tahun 2015. Tahun 2015, dari 38 responden mayoritas melaksanakan pencegahan infeksi nifas sebanyak 29 responden atau 76,31%, sedangkan sebagian kecil tidak melakukan pencegahan infeksi obstetri sebanyak 9 responden atau 23,69.

Diharapkan dapat mendorong bahaya infeksi nifas di wilayah kerja peneliti dan tempat tinggal peneliti, sehingga angka kejadian infeksi nifas dapat berkurang.

Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden berdasarkan Umur, Pendidikan, Lama Bekerja dan Status Perkawinan Tenaga Penolong Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2015
Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden berdasarkan Umur, Pendidikan, Lama Bekerja dan Status Perkawinan Tenaga Penolong Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2015

HASIL PENELITIAN

Tingkat Pengetahuan Tenaga Penolong Persalinan di wilayah

Berdasarkan hasil penelitian mengenai tingkat pengetahuan dokter spesialis kandungan di wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2015 diperoleh hasil sebagai berikut. Berdasarkan tabel 2 diatas diperoleh hasil bahwa dari 38 responden yang diteliti diperoleh hasil bahwa sebagian besar tingkat pengetahuan responden berada pada kategori baik sebanyak 19 orang atau 50%, dan sebagian kecil tingkat pengetahuan responden berada pada kategori baik. kategori lemah. , 1 orang atau 2,64%. Berdasarkan tabel 3 di atas terlihat bahwa dari 38 responden yang diteliti, ternyata sebagian besar infeksi masa nifas masuk dalam kategori berkomitmen, sebanyak 29 orang atau 76,31%, dan sebagian kecil dari infeksi masa nifas masuk dalam kategori tidak berkomitmen. , 9 orang atau 23,69.

Analisis Bivariat

Hasil pengumpulan data melalui kuesioner umur, pendidikan dan masa kerja bidan di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2015 dapat dilihat sebagai berikut. Hasil tersebut menunjukkan bahwa usia mempunyai pengaruh yang besar terhadap pengetahuan bidan, dimana semakin tua seseorang maka pengetahuannya dalam mencegah infeksi nifas akan semakin baik, hal ini berdampak pada kemampuan bidan dalam melaksanakan pencegahan infeksi nifas. Tingkat pendidikan responden sebagian besar adalah D-3 Kebidanan, sehingga kualifikasi yang diperbolehkan sebagai bidan minimal D-3 Kebidanan, padahal terdapat 2 orang yang telah memiliki gelar Sarjana Kebidanan.

Pengetahuan responden berada pada kategori baik, karena sebagian besar responden mempunyai pendidikan formal D-3 kebidanan yang juga menjadi syarat untuk menjadi penolong persalinan pada periode berapa. Menurut asumsi peneliti, hal ini mungkin terjadi karena meskipun pengetahuan sebagian besar penolong persalinan baik, namun sikap penolong persalinan belum tentu positif bahkan bisa saja bersikap negatif. Tingkat pengetahuan penolong persalinan di wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2015 dari 38 responden mayoritas berada pada kategori baik sebanyak 19 orang atau 50% dan sebagian kecil berada pada kategori buruk 1 orang atau 2,64.

Sebagai masukan kepada dokter spesialis kandungan di wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara untuk lebih meningkatkan pengetahuannya agar lebih mengurangi permasalahan terkait infeksi sehingga pasien dapat lebih aman dari berbagai penyakit menular. Diharapkan masyarakat juga semakin menambah pengetahuannya mengenai infeksi nifas sehingga terhindar dari infeksi tersebut dan proses persalinan menjadi lebih baik dan aman. Diharapkan kepada lembaga pendidikan sebagai wadah pengembangan ilmu pengetahuan, dapat terus mengembangkan penelitian mengenai implementasi pencegahan infeksi nifas pada ibu bersalin, dan perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai pengetahuan bidan dengan penerapannya. pencegahan infeksi nifas. .

Salah satu cara untuk mencegah infeksi adalah dengan menghindari persalinan lama dan pecahnya janin yang berkepanjangan/pastikan persalinan tidak tertunda.

PEMBAHASAN

Hubungan Pengetahuan dengan Pencegahan Infeksi Puerperium

Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa p-value > 0,05 sehingga nilai signifikansi p-value sebesar 0,157 > 0,05 yang berarti Ho diterima dan Ha ditolak. 2 Bidan mencuci tangan sebelum melakukan kontak fisik langsung dengan ibu dan bayi baru lahir 3 Bidan mencuci tangan setelah melakukan kontak fisik langsung. 6 Bidan mencuci tangan setelah menyentuh benda yang mungkin terkontaminasi darah atau cairan tubuh lainnya, atau setelah menyentuh selaput lendir (misalnya hidung, mulut, mata, vagina), meskipun menggunakan sarung tangan.

2 Bidan memakai masker yang cukup besar untuk menutupi hidung, wajah bagian bawah, rahang dan seluruh rambut wajah. 3 Bidan memakai pelindung mata yang berfungsi melindungi dari percikan darah atau cairan tubuh lain yang terkontaminasi. 4 Bidan memakai tudung yang digunakan untuk menutupi rambut dan kepala agar kulit dan rambut yang lepas tidak masuk ke dalam luka pada saat melakukan tindakan medis. 5 Bidan memakai celemek yang terbuat dari karet atau.

6 Bidan memakai sepatu yang digunakan untuk melindungi kaki dari cedera akibat benda tajam atau berat atau dari cairan yang jatuh atau menetes ke kaki secara tidak sengaja. 2 Bidan berhati-hati dalam membuka bungkusan atau memindahkan benda ke tempat yang steril/disinfeksi tingkat tinggi. 3 Bidan hanya menggunakan benda steril/disinfeksi tingkat tinggi atau petugas dengan pakaian yang sesuai diperbolehkan memasuki area steril/disinfeksi tingkat tinggi.

6 Bidan mencegah orang yang tidak memakai Disinfeksi Tingkat Tinggi atau sarung tangan steril untuk menyentuh peralatan di ruangan steril.

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Konsep Penelitian
Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden berdasarkan Umur, Pendidikan, Lama Bekerja dan Status Perkawinan Tenaga Penolong Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2015
Tabel 2. Distribusi Frekuensi Responden berdasarkan Tingkat Pengetahuan Tenaga Penolong Persalinan di wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2015
Tabel 4. Hubungan Tingkat Pengetahuan Tenaga Penolong Persalinan Dengan Pelaksanaan Pencegahan Infeksi Puerperium di wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2015

Referensi

Dokumen terkait

Davis PT Collection gives educators the tools needed to train the next generation of PTs, and enables physical therapy students to confidently prepare for their PT professions...