PENDAHULUAN
Latar Belakang
Menurunnya tingkat kemandirian dan mobilitas korban stroke dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis, sehingga kualitas hidup korban stroke akan menurun (Ngatini, dkk, 2016). Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti tertarik untuk meneliti hubungan antara kesejahteraan psikologis dengan kualitas hidup pada penderita stroke.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
- Tujuan umum
- Tujuan khusus
Manfaat Penelitian
- Manfaat Teoritis
- Manfaat Praktis
Penelitian ini dapat bermanfaat dalam memberikan masukan kepada tenaga kesehatan di RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun untuk memberikan pelayanan kesehatan secara holistik, khususnya untuk kesejahteraan psikologis korban stroke.
Keaslian Penelitian
Kesimpulannya, tidak ada hubungan antara jenis kelamin, usia dan status pernikahan dengan kualitas hidup pada pasien pasca stroke. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas hidup dan kesejahteraan psikologis memiliki hubungan yang positif.
TINJAUAN PUSTAKA
Stroke
- Definisi Stroke
- Klasifikasi Stroke
- Etiologi Stroke
- Patofisiologi Stroke
- Manifestasi Klinik stroke
- Komplikasi Stroke
- Faktor Risiko Stroke
Lampiran 1 Izin Studi Penelitian STIKes Borneo Cendekia Medika Lampiran 2 Surat Pernyataan Persetujuan Studi Penelitian STIKes Borneo Cendekia. Lampiran 3 Izin penelitian dari STIKes Borneo Cendekia Medika Lampiran 4 Izin penelitian dari Rumah Sakit Umum.
Psychologycal Wellbeing
Hal ini sejalan dengan hasil survei yang dilakukan oleh Lestari & Nurhayati (2020). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas hidup dan kesejahteraan psikologis berhubungan positif. Peneliti sebelumnya telah membahas karakteristik dan hubungannya dengan kualitas hidup pasien stroke, dan peneliti saat ini telah membahas hubungan antara kesejahteraan psikologis dan kualitas hidup penderita stroke.
Kualitas Hidup
Seseorang yang bekerja akan memiliki kualitas hidup yang lebih baik daripada orang yang tidak bekerja. Perilaku berisiko seperti merokok, minum alkohol, kurang aktivitas dapat menurunkan kualitas hidup seseorang.
Hubungan Psychologycal wellbeing dengan kualitas hidup
Artinya semakin tinggi kualitas hidup caregiver maka semakin tinggi tingkat kesejahteraan psikologisnya.
Kerangka Teori
KERANGKA KONSEPTUAL
Kerangka Konseptual
Berdasarkan kerangka konseptual di atas dapat dijelaskan bahwa variabel bebas memiliki 4 kategori kesejahteraan psikologis yaitu sangat tinggi, tinggi, sangat rendah dan rendah untuk menentukan kesejahteraan psikologis pasien stroke. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan psikologis meliputi demografi (usia, jenis kelamin, status sosial, ekonomi dan budaya), dukungan sosial, kesehatan fisik, makna hidup dan religiusitas. Kemudian faktor yang mempengaruhi kualitas hidup adalah usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, perilaku berisiko, penyakit kronis, gangguan jiwa dan status ekonomi.
Hipotesis
Jika nilai p > α maka H0 diterima dan H1 ditolak, artinya tidak ada hubungan antara kesejahteraan psikologis dengan kualitas hidup pada pasien stroke di RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Kemudian disajikan data khusus berupa penilaian kesejahteraan psikologis dan kualitas hidup pasien stroke di RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Data khusus akan disajikan hasil tabulasi hubungan kesejahteraan psikologis dengan kualitas hidup pada pasien stroke di RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.
Hubungan kesejahteraan psikologis dengan kualitas hidup pada pasien stroke di RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Kualitas hidup penderita stroke di RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun sebagian besar responden berada pada kategori baik. Ada hubungan antara kesejahteraan psikologis dengan kualitas hidup pada pasien stroke di RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi mahasiswa keperawatan tentang hubungan antara kesejahteraan psikologis dengan kualitas hidup pada penderita stroke.
METODE PENELITIAN
Waktu dan Tempat Penelitian
Desain Penelitian
Kerangka Kerja
Populasi, Sampel dan Sampling
Identifikasi Variabel
Definisi Operasional
Menggunakan Kuesioner Kualitas Hidup Organisasi Kesehatan Dunia (WHOQOL-BREF) dengan 26 pertanyaan.
Instrumen Penelitian
Setiap pernyataan atau pertanyaan dalam kuesioner merupakan instrumen yang digunakan sebagai alat ukur untuk mengukur validitas setiap pernyataan atau pertanyaan. Instrumen yang valid memiliki validitas yang tinggi, sedangkan instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas yang rendah (Bahri, 2018). Uji validitas dilakukan untuk setiap pertanyaan jika tabel r hitung r pada taraf signifikan 5 atau 0,05 maka instrumen penelitian dianggap valid dan jika tabel r hitung r maka instrumen penelitian dianggap tidak valid.
Pada uji validitas dilakukan terhadap 30 item skala PWB pada 30 responden penderita stroke dengan nilai r tabel 0,361, didapatkan hasil untuk 30 item diperoleh r hitung r tabel (Lampiran 9). Dalam mengestimasi koefisien kepercayaan skala PWB yang digunakan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan rumus Cronbach's Alpha dengan bantuan SPSS 26 for windows. Setelah dilakukan uji reliabilitas terhadap 30 item skala PWB pada 30 responden dengan nilai Cronbach's Alpha 0,60, diperoleh hasil reliabilitas skala sebesar 0,939.
Dapat dikatakan nilai cronbach’s alpha sebagai alat ukur telah teruji sehingga layak digunakan sebagai instrumen dalam penelitian.
Pengumpulan dan Pengolahan Data
- Analisis Data
Uji reliabilitas adalah kesesuaian hasil pengukuran atau pengamatan ketika fakta atau kenyataan hidup yang telah diukur diamati berkali-kali pada waktu yang berbeda. Alat dan cara mengukur atau mengamati keduanya memegang peranan penting sekaligus. Peneliti memberikan izin dan persetujuan kepada responden yang akan dijadikan sampel penelitian dengan memberikan penjelasan dan menandatangani informed consent.
Pengolahan data merupakan langkah yang penting, hal ini dikarenakan data yang diperoleh langsung dari penelitian masih mentah, belum memberikan informasi apapun dan belum siap disajikan (Notoatmojo, 2018). Karakteristik usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan dan kesejahteraan psikologis variabel bebas serta variabel terikat kualitas hidup. Variabel yang diteliti adalah variabel bebas dan variabel terikat yaitu hubungan kesejahteraan psikologis dengan kualitas hidup.
Analisis bivariat berbantuan komputer dengan menggunakan SPSS 26 for windows diperoleh p-value kemudian dibandingkan dengan derajat kesalahannya, jika p-value < α, dimana α=0,05, maka H0 ditolak H1 diterima, artinya ada hubungan antara kesejahteraan psikologis dengan kualitas hidup pada pasien stroke di Rumah Sakit Umum Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.
Etika Penelitian
Menurut Notoatmojo (2018), analisis univariat menganalisis setiap variabel dari hasil penelitian untuk menghasilkan distribusi frekuensi dan presentasi hasil variabel. Jenis data untuk korelasi rank Spearman adalah data biasa yang berasal dari sumber yang berbeda, dan data dari kedua variabel tersebut tidak perlu berdistribusi normal (Sugiyono, 2019). Jika subjek bersedia maka harus bersedia menandatangani formulir persetujuan, jika responden tidak bersedia maka peneliti harus menghormati hak-hak responden.
Anonimitas menjelaskan bentuk penelitian pada lembar instrumen pengukuran dengan tidak mencantumkan atau mencantumkan nama responden, melainkan hanya menuliskan inisial, pekerjaan dan pendidikan pada lembar pendataan. Kerahasiaan informasi yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya oleh peneliti, sehingga hanya beberapa kumpulan data yang akan dilaporkan dari hasil penelitian.
Keterbatasan Penelitian
Berdasarkan Tabel 5.7 hasil analisis uji Rank Spearman hubungan antara kesejahteraan psikologis dengan kualitas hidup pada pasien stroke di RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun menunjukkan bahwa p-value = 0,000 dimana p < lt maka H1 diterima dan H0 . Nilai koefisien korelasi sebesar 0,737 menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara kesejahteraan psikologis dengan kualitas hidup pasien stroke. Hasil identifikasi kualitas hidup pasien stroke di RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun menunjukkan bahwa dari 30 responden, 19 pasien stroke (63,3%) memiliki kualitas hidup baik dan 11 pasien stroke (36,7%) memiliki kualitas hidup buruk. .
Hubungan antara kesejahteraan psikologis dan kualitas hidup penderita stroke. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kesejahteraan psikologis dengan kualitas hidup pada penderita stroke dengan menggunakan statistik Sperman Rank. Sampel. Hal ini terbukti dari hasil analisis data yang diperoleh p-value sebesar 0,000, dimana p-value < 0,05 yang berarti H1 diterima. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,737 menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara kesejahteraan psikologis dengan kualitas hidup penderita stroke.
Studi deskriptif kualitas hidup pasien pasca stroke yang menjalani rawat jalan di RS Ungaran (Disertasi Doktor, Universitas Ngudi Waluyo).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambaran Lokasi Penelitian
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Imanuddin merupakan salah satu rumah sakit yang berada di kawasan Pangkalan Bun yang terletak di Jalan Sultan Syahrir Kotawaringin Barat. RSUD Sultan Imanuddin telah terakreditasi penuh pada tahun 2017 dan ditetapkan sebagai rumah sakit tipe B pada tahun 2018. RSUD Sultan Imanuddin memiliki 3 ruang rawat jalan yaitu IGD, hemodialisis dan poliklinik rawat jalan serta memiliki 10 ruang rawat inap yang terdiri dari ruang medis Sindur khusus untuk penyakit dalam. obat-obatan. kamar, ruang penitipan anak, ruang Meranti untuk perawatan bedah, ruang isolasi, ruang akasia untuk penyakit dalam wanita, ruang kebidanan Bangkirai, ruang perinatologi, ruang ICU, ruang operasi sental dan ruang VIP.
Hasil Penelitian
Pembahasan
Berdasarkan hasil identifikasi kuisioner kualitas hidup diperoleh skor tertinggi pada domain hubungan lingkungan dan sosial. Jenis kelamin laki-laki lebih cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih rendah dibandingkan dengan perempuan. Menurut peneliti kesejahteraan psikologis yang dialami pasien stroke yang menjalani rawat jalan di RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun menunjukkan bahwa kualitas hidup yang dimiliki pasien stroke berada pada kategori baik dan dimensi tertinggi terdapat pada dimensi lingkungan, hubungan sosial, psikologi dan dimensi dengan nilai terendah yaitu kesehatan fisik.
Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sasmiyanto (2019) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kesejahteraan psikologis dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus. Penelitian pendukung lainnya dilakukan oleh Lestari & Nurhayati (2020) yang menunjukkan kualitas hidup dan kesejahteraan psikologis. Hubungan kualitas hidup dengan kesejahteraan psikologis pada anggota keluarga yang menjadi caregiver bagi penderita kanker di Kota Bandung.
Hubungan sindrom depresi dengan kualitas hidup pasien stroke iskemik di RSUP Haji Adam Malik Medan.
PENUTUP
Kesimpulan
Kesejahteraan psikologis pasien stroke di RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun sebagian besar responden berada pada kategori tinggi.
Saran
Hubungan antara kesepian dengan kesejahteraan psikologis pada lansia di Desa Sananwetan Kota Blitar (Disertasi Doktor, Universitas Airlangga). Hubungan dukungan keluarga dengan pemenuhan kebutuhan spiritual pada pasien stroke di RSUD Lamaddukelleng Kabupaten Wajo. Gender dan kesejahteraan subjektif di Amerika Serikat: Dari kesejahteraan subjektif hingga kesehatan mental total.
Kualitas hidup pasien stroke di RSUD Ulin Banjarmasin. https://ojs.dindingakesehatan.unism.ac.id/index.php/dksm/article/view/234/178 diakses pada tanggal 21 April 2022. Peran dukungan sosial dan strategi coping dalam memprediksi kesejahteraan psikologis di Zahedan pasien diabetes tipe 2. Pengaruh handover exercise dan range of motion exercise dengan discharge planning terhadap perubahan aktivitas hidup sehari-hari pada pasien stroke iskemik.
Hubungan self-efficacy dengan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari pada pasien stroke di RS Tugurejo Semarang dan RS K.R.M.T Wongsonegoro. Hubungan antara dukungan keluarga dengan kemampuan perawatan diri pada pasien pasca stroke di RS Pirngadi Kota Medan. Persepsi kesejahteraan psikologis pensiunan lanjut usia di lingkungan kerja Puskesmas Kota Makassar (Disertasi Doktor, Universitas Hasanuddin).