NAMA : IKBAL ADITYA NPM : 193110283 KELAS : IV B
HUJAN RENCANA DAN METODE BANJIR
RENCANA
1.Mencari
DATA CURAH HUJAN
2.Mengetahui DAS Suatu Data curah hujan yang akan dia ambil
3.Melakukan Pengolahan data/Perhitungan baik di
excel maupun manual dengan beberapa Metode
Perhitungan banjir seperti Metode Rasional,Metode
Time Area dan Metode Hidrograf satuan 4.Kesimpulan
Ada beberapa tahapan dalam tugas menghitung hujan
rencana :
1.Mencari
Data Curah hujan
Data disini data yang saya ambil dari Situs Web resmi seperti BMKG,
Dan ini adalah data curah Hujan di Siak/DAS SIAK
Sungai Siak adalah sungai yang paling dalam di Indonesia, yaitu dengan kedalaman sekitar 20-30 meter. Dengan Panjang 300 kilometer, sungai Siak melewati empat wilayah administrasi kabupaten dan satu wilayah administrasi kota yaitu kabupaten Rokan Hulu, kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak, Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru dimana seluruh Daerah Aliran Sungai (DAS) Siak berada di Provinsi Riau.
DAS Siak termasuk DAS kritis, kawasan rawan bencana banjir dan longsor, erosi dan pendangkalan, serta terjadi berbagai macam pencemaran. Perubahan ekosistem pada DAS siak diindikasikan dengan kejadian banjir di Provinsi Riau akibat meluapnya Sungai Siak dan anak-anak sungainya. Perubahan ekosistem tersebut disebabkan oleh wilayah dalam DAS Siak merupakan daerah yang potensial berkembang bagi kegiatan sosial ekonomi masyarakat. Di sepanjang Sungai Siak terutama di Pekanbaru kea rah hilirnya mempunyai potensi yang sangat tinggi untuk berkembangnya kegiatan sosial dan ekonomi.
Perubahan ekosistem Sungai Siak secara signifikan dipengaruhi ooleh perkembangan penduduk dan ekonomi yang kemudian mendorong berkembangnya kawasan budidaya dan permukiman
2. Mengetahui
Karakteristik DAS Siak STA. MET. KELAS I SULTAN SYARIF KASIM II - PEKANBARU
Cakupan DAS Siak meliputi Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kampar, Kabupaten
Bengkalis, Kabupaten Siak, dan Kota
Pekanbaru. Dari keseluruhan wilayah DAS Siak dibagi kedalam dua wilayah, yaitu
wilayah bagian hulu dan hilir. Wilayah-wilayah yang tercakup dalam masing-masing bagian DAS Siak, yaitu :
Bagian Hulu
Bagian hulu dari DAS Siak adalah dari dua sungai yaitu Sungai Tapung Kanan yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Rokan Hulu dan Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar, dan Sungai Tapung Kiri yang
termasuk dalam wilayah Tandun Kabupaten Rokan Hulu dan Kecamatan Tapung Kiri
Kabupaten Kampar. Kedua sungai menyatu di daerah Palas (Kabupaten Kampar) dan dekat Kota Pekanbaru pada Sungai Siak Besar.
Bagian Hilir
Bagian hilir dari DAS Siak adalah pada Sungai Siak Besar yang terletak di desa Palas
(Kabupaten Kampar) - Kota Pekanbaru – Kota Perawang (Kabupaten Siak) – Kota Siak Sri Indrapura dan bermuara di Tanjung Belit (Sungai Apit, Kabupaten Siak).
Metode Log
Pearson Type III
Pearson telah mengembangkan serangkaian fungsi probabilitas yang dapat dipakai untuk hampir semua distribusi probabilitas
empiris.
Tiga parameter penting dalam Metode Log Pearson Tipe III, yaitu:
1. Harga rata-rata ( R ) 2. Simpangan baku (S)
3. Koefisien kemencengan (G)
Hal yang menarik adalah jika G = 0 maka
distribusi kembali ke distribusi Log Normal.
Dengan menghitung deret waktu harian Maksimum Tahunan dan menghitung hujan wilayah
Lalu Mengitung Hujan rencana dengan metode Rasional
Dari sebuah data yang kita dapat Langkah pertama yang kita lakukan yaitu menghitung max curah hujan tiap tahun nya dengan menggunakan rumus excel
3.Melakukan Pengolahan data
=MAX(D11:N11 )
Rumus Rasional Q =
C.I.A
Q = Debit rencana (m3/s) C = Koefisien aliranI = Intensitas hujan rencana (mm/jam) A = Luas DTA (m2)
Dengan Menggunakan Persamaan Berikut
Menghitung Hujan Rencana
X
Tr X K
TrS
X
nX
i i11 n
X X
2
n i1n 1
i
Sehingga Didapat Nilai
Dimana : xi = CURAH HUJAN MAKSIMUM
X =
Lalu Menghitung Hujan Rencana Periode tahun Dengan Metode Gumbel dan Normal
Untuk mendapatkan nilai :
• Yn = terbapat pada tabel sebelumnya
• Sn = terdapat pada tabel sebelumnya
• S =
n
Tr
S
Y
Y
Tr nK
X
i ,TdY
TrY
nS
nn
:
maksimum tahunan curah hujan dengan durasi Td [mm/Td ]:
reduced variate, tergantung pada besarnya Tr [-]:
reduced mean, tergantung banyaknya varian n [-]:
reduced standard deviation, tergantung banyaknya varian n[-]
:
masa pengamatan / banyaknya varian [-]Tabel YN
TABEL Tr (year)
TABEL Yn
TABEL Sn
Ytr = di dapat dari 0tabel KTr =
XTr = + ( KTr . Sx )
Lalu Menggunakan
Rumus Mononobe
5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100 0
200 400 600 800 1000 1200
Sehingga di dapatkan grafik Lengkung idf
20 Tahun 50 Tahun 100 Tahun Durasi, t menit
Intensitas Hujan, I (mm/jam)
Kesimpulan dan Anlaisa saya Berdasarkan dari hasil penelitian dan pembahasan tugas yang telah dilakukan maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Sebaran data curah hujan harian maksimum rerata di SIAK mengikuti analisis distribusi Metode Log Pearson type III
2. Intensitas berhubungan dengan durasi dan frekuensi dapat diekspresikan dengan kurva
Intensity-Duration-Frequency (IDF).
4. Kurva IDF dapat digunakan untuk menentukan banjir rencana dengan mempergunakan
metode rasional.
KESIMPULAN DAN ANALISA
TERIMA KASIH