PENANGANAN BANJIR DI WS CITARUM
Jakarta, 04 Juli 2017
PETA WILAYAH SUNGAI CITARUM
Sungai Citarum mengalir dari hulu yang berada di daerah Gunung Wayang, di sebelah Selatan Kota Bandung, menuju ke Utara dan bermuara di Laut Jawa. Dengan panjang sekitar 297 km.
Citarum merupakan sungai terpanjang dan terbesar di Provinsi Jawa Barat.
Sungai Citarum mempunyai peran yang sangat penting bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat khususnya di Jawa Barat dan DKI Jakarta. Air Sungai Citarum digunakan sebagai sumber air baku, irigasi pertanian, perikanan, sumber bagi pembangkit tenaga listrik tenaga air untuk pasokan Pulau Jawa dan Bali, serta sebagai pemasok air untuk kegiatan industri.
Sungai Citarum merupakan sungai yang memiliki Daerah Aliran Sungai (DAS) terbesar di Propinsi Jawa Barat. WS Citarum seluas kurang lebih 12.000 km2 mencakup 12 wilayah administrasi kabupaten/kota di lingkungan Provinsi Jawa Barat, yaitu: Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Sumedang, Kota Bandung, Kota Bekasi dan Kota Cimahi. Curah hujan tahunan di WS Citarum rata-rata sebesar 2,300 mm.
CITARUM HULU
3
Saguling Curug Jompong
Dayeuhkolot Sapan
Majalaya
Cileunyi G. Wayang
CEKUNGAN BANDUNG
S. Citarum
PETA SUNGAI CITARUM BAGIAN HULU
CISIRUNG
5
Intensitas Curah Hujan Tinggi
PENYEBAB BANJIR DI CEKUNGAN BANDUNG
Koefisien Limpasan dan Run off meningkat selama 20 tahun terakhir
Banyaknya Alih Fungsi Lahan
Terjadi Pendangkalan dan Penyempitan Sungai Penurunan Tanah di Cekungan
Bandung (Land Subsidence)
Kurangnya Fasilitas Penampungan dan
Pengelolaan Sampah
HISTORI DAERAH GENANGAN BANJIR
D I C E K U N G A N B A N D U N G
Tahun 1986
Tahun 1994
Tahun 2001
Tahun 2003
Tahun 2005
Tahun 2006
Tahun 2007
Tahun 2010
Tahun 2014
GENANGAN BANJIR 2016
DAERAH TERDAMPAK BANJIR CEKUNGAN BANDUNG
NOVEMBER 2016
9
BANJIR DI RANCAEKEK NOVEMBER 2016
1. Meluapnya S. Cikijing dan S. Cimande akibat kapasitas sungai berkurang karena sedimentasi dari erosi di bagian hulu.
2. Lokasi Jalan Raya Cileunyi Nagreg km. 23 yang
merupakan daerah cekungan dengan sarana drainase yang kurang memadai, menyebabkan daerah tsb menerima limpasan dari kawasan lain.
3. Drainase jalan yang ada saat ini kapasitasnya tidak mencukupi sehingga terjadi pelimpasan ke kanan dan kiri lahan.
PT.KAHATEX
PT.VONEX INDONESIA
S. Cikijing
S. Cimande PT.DWIPAPURI
PERMASALAHAN:
DAERAH GENANGAN BANJIR DI GEDEBAGE NOVEMBER 2016
Daerah genangan
banjir ± 76 Ha
dengan tinggi
genangan banjir ± 1 m
11
BANJIR DI PASTEUR DAN PAGARSIH NOVEMBER 2016
Meluapnya Anak Sungai Citepus (S. Cianting, S. Cipedes dan Cilemah nendeut) akibat sedimentasi dan perubahan tata guna lahan di bagian hulu serta
penyempitan penampang sungai akibat penyerobotan lahan sungai
Kondisi kemiringan dasar sungai yang cukup curam menyebabkan aliran banjir sangat cepat datang dan juga cepat hilang ( Flash Flood ).
Pola Hujan dalam 1.5 jam sebesar 77.5 mm menyebabkan tidak mencukupinya kapasitas drainase jalan sehingga terjadi pelimpasan ke jalan raya.
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90
PUSAIR BMKG-Cemara BMKG LEMBANG
Dokumentasi
Banjir Di Pasteur dan Pagarsih
November 2016
13