HUKUM PERDATA II
PERTEMUAN I
Ika Khairunnisa Simanjuntak, S.H., M.H.
Kontrak Perkuliahan
1. Batas toleransi keterlambatan 15 menit, selebihnya diperbolehkan masuk tetapi tidak boleh mengisi daftar kehadiran;
2. Perangkat elektronik menggunakan modus silent selama duduk di kelas dan diperbolehkan mengangkat urgent call di luar ruangan dengan permisi kepada dosen terlebih dahulu;
3. Tidak diperbolehkan makan selama berada di dalam kelas;
4. Komunikasi antara dosen dan mahasiswa harus berlangsung dua arah;
5. Tugas diserahkan tepat pada waktunya, keterlambatan akan menghapuskan komponen penilaian;
6. Batas ketidakhadiran untuk bisa mengikuti UAS adalah 75%;
7. Aturan penampilan dan cara berpakaian mengikuti aturan yang telah ditetapkan pihak fakultas;
8. Wajib menjaga kebersihan dan kenyamanan saat proses perkuliahan berlangsung;
9. Plagiarisme tugas dan ujian akan dikenakan sanksi tegas.
Tugas Perkuliahan
• Akan ada 4 kali tugas perkuliahan, 2 kali sebelum UTS dan 2 kali sebelum UAS;
• Tugas dikirim melalui email ke: [email protected]
• Format tugas, file Micr. Word, A4, 3333, Calibri:12;
• Subjek email: Tugas (1/2/3/4) HAP_Nama Mahasiswa;
• Persyaratan dan instruksi khusus akan disampaikan pada saat tugas diberikan;
• Tugas berbentuk kuis juga dapat dilaksanakan di ruang kelas pada waktu yang akan ditentukan.
Buku yang Digunakan
• Membaca lebih banyak referensi lebih baik, tidak hanya dari peraturan perundang-undangan dan buku namun juga artikel dan jurnal;
• Buku III KUHPerdata (Pasal 1233 - Pasal 1864), Subekti
• Buku IV KUHPerdata (Pasal 1865 - Pasal 1993), Subekti
• Pokok-pokok hukum perdata, Subekti
• Hukum Perjanjian, Subekti
• Segi-Segi Hukum Perjanjian, M Yahya Harahap
• Hukum Perikatan dan Penjelasan, Mariam Darus B
• Perbuatan Melawan Hukum, Rosa Agustina
Pertemuan I
• Pengertian Perikatan dan Perjanjian
• Subjek dan Objek Perikatan
• Pengaturan dan Sumber Perikatan
• Pembagian Perikatan
Pengertian
B U K U I I I B W b e r j u d u l V A N V E R B I N T E N I S S E N menunjukkan istilah Verbintenis OBLIGATION (CODE CIVIL PERANCIS) yang diambil dari Romawi
Kepustakaan Indonesia memakai istilah Verbintenis, diterjemahkan :
§ Perutangan (Prof. Sudewi)
§ Perjanjian (Rojodikoro)
§ Perikatan (Penerjemahan Gramatikal)
Pengaturan Perikatan
diatur dalam buku III BW dengan judul Van Verbintenissen (tentang perikatan) yang terdiri dari 18 bab title ditambah dengan title VIII A.
BAB I (Pasal 1233-1312) {perikatan-perikatan pada umumnya}
BAB II (Pasal 1313-1352) {perikatan-perikatan yang timbul dari kontrak atau perjanjian}
BAB III (Pasal 1352-1380) {perikatan-perikatan yang timbul karena undang-undang}
BAB IV (Pasal 1381-1456) {hapusnya perikatan -perikatan}
BAB V s.d XVIII ditambah babVII A (Pasal 1457-1864) {perjanjian- perjanjian khusus}
Pengertian Perikatan
• KUH Perdata tidak memberikan definisi perikatan.
• Perikatan adalah suatu hubungan hukum di bidang harta kekayaan antara dua orang atau lebih, atas dasar mana pihak yang satu berhak (kreditur) dan pihak lain berkewajiban (debitur) atas sesuatu prestasi.
(Pitlo)
• Perikatan hukum atau obligatio adalah suatu kewajiban dari seseorang untuk mengadakan prestasi terhadap pihak lain. (Von savigny)
• Perikatan adalah suatu perhubungan hukum antara dua orang atau dua pihak, berdasarkan mana pihak yang satu berhak menuntut suatu hal dari pihak lain, dan pihak lain berkewajiban untuk memenuhi tuntutan itu. (Subekti)
Unsur-Unsur Perikatan
1. adanya suatu hubungan hukum (legal relation);
2. di antara dua pihak, yaitu pihak yang memiliki kewajiban (debitur) dengan pihak yang memperoleh hak (kreditur);
-subjek perikatan
3. berada di bidang hukum harta kekayaan;
4. tujuannya adalah prestasi (Pasal 1234 KUHPerdata).-
objek perikatan
Cakupan Perikatan
Perikatan :
• hukum harta kekayaan (law of property),
• hukum pribadi (personal law).
• hukum waris (law of succession),
• hukum keluarga (family law),
• perikatan dalam arti luas :
a) Dalam bidang hukum kekayaan, b) Dalam bidang hukum keluarga, c) Dalam bidang hukum waris,
d) Dalam bidang hukum pribadi,
Rumusan Pengaturan Perikatan
Perikatan
11233 KUHPerdata
Undang- Undang Persetujuan
Perbedaan Perikatan dan Perjanjian
Perikatan
• Hubungan Hukum
• Bersifat Abstrak
• Belum tentu perjanjian
Perjanjian
• Perbuatan Hukum
• Bersifat Konkret
• Sudah tentu perikatan
Perikatan
• Hubungan hukum di dalam lapangan harta kekayaan antara 2 orang
atau lebih, dimana pihak yang satu berhak atas suatu pretasi (kreditur) dan pihak lain (debitur) wajib menjalankan/
memenuhi prestasi
Perjanjian
• Perbuatan hukum dalam lapangan harta kekayaan antara 2 orang atau lebih.
Kontrak
• Perjanjian Tertulis.
• Obyek perikatan:
prestasi (kewajiban debitur untuk
melaksanakan apa yang telah
diperjanjikan).
Sumber Perikatan
R. Soetojo Prawirohamidjojo, S.H,
bahwa perikatan yang bersumber pada perjanjian dan perikatan yang bersumber pada undang-undang yang pada hakikatnya tidak ada perbedaan,
sebab meskipun bersumber pada perjanjian pada hakikatnya baru mempunyai kekuatan sebagai perikatan karena diakui oleh undang-undang dan karena
mendapat sanksi dari undang-undang.
Unsur-Unsur Zaakwarneming (1354 KUHPerdata)
1. Suatu perbuatan hukum pengurusan kepentingan orang lain.
2. Dilakukan secara sukarela
3. Dilakukan dengan dan tanpa adanya perintah (kuasa atau kewenangan) yang diberikan oleh pihak yang berkepentingannya diurus.
4. Dilakukan dengan tanpa sepengetahuan dari orang yang berkepentingan
5. Pihak yang melakukan pengurusan (gestor) dengan dilakukannya pengurusan, berkewajiban untuk menyelesaikan pengurusan tersebut hingga selesai atau hingga pihak yang diurus (dominus) dapat mengerjakan sendiri kepentingannya tersebut.
Kewajiban Gestor
Kewajiban
1. Menyelesaikan pengurusan kepentingan dominus yang telah mulai dilaksanakan atau dikerjakan olehnya.
2. Dalam hal gestor meninggal, maka kepentingannya harus diselesaikan oleh ahli waris (Pasal 833 KUHPerdata)
3. Melakukan pengurusan kepentingan dominus sebagaimana layaknya bapak rumah tangga yang baik (Pasal 356 (1) KUHPerdata)
4. Memberikan laporan pertanggung jawaban tentang apa dilakukannya atau diperbuat olehnya sampai selesai.
5. Memberikan penggantian kerugian, biaya dan bunga kepada dominus sebagai akibat kesalahan maupun kelalaian.
Hak Gestor
Hak
1.
Penggantian atas segala biaya dan ganti rugi kerugian yang telah dikeluarkan gestor, sebagai akibat pengurusan kepentingan dominus. (Pasal 1358, 1357KUHPerdata)2.
Menahan segala apa kepunyaan dominus yang berada ditangannya, sekian lamanya hingga kepadanya telah dibayar lunas segala biaya ganti rugi yang dikeluarkan. (Pasal 1354 (2) jo 1812 KUHPerdata)Kewajiban Dominus
1. Memberikan penggantian atas seluruh biaya yang telah dikeluarkan oleh gestor (Pasal 1357 KUHPerdata)
2. Memberikan ganti kerugian atas setiap perikatan yang telah dibuat gestor.
3. Memenuhi seluruh perikatan yang telah dibuat oleh gestor dalam rangka pengurusan kepentingan dominus.
(Pasal 1357 KUHPerdata)
Hak Dominus
1. Menuntut agar gestor melakukan pengurusan kepentingan dominus sebagaimana layaknya seorang bapak rumah tangga yang baik (Pasal 1356 ayat (1) KUHPerdata).
2. Meminta agar gestor menyampaikan laporan pertanggung jawabannya tentang apa yang telah dilakukan olehnya.
3. Meminta agar gestor memberikan perhitungan kepada dominus ttg segala apa yang telah diterimanya kepada dominus.
4. Menuntut gestor atas setiap kerugian, biaya dan bunga yang diderita oleh dominus akibat kesalahan, maupun kelalaian gestor.
5. Menuntut gestor untuk bertanggung jawab atas setiap perikatan yang dibuat oleh gestor untuk kepentingan dominus yang telah dibuatnya secara tidak baik.
Pembagian Perikatan Pada Umumnya
Jenis Perikatan
Perikatan untuk Memberikan
Sesuatu
Perikatan untuk Tidak
Berbuat Sesuatu Perikatan
untuk Berbuat Sesuatu
Objek Perikatan
• Menurut Pasal 1234 KUHPerdata Prestasi berupa:
1. Memberikan sesuatu 2. Berbuat sesuatu
3. Tidak berbuat sesuatu
• Syaratnya:
1.Harus tertentu atau ditentukan (Pasal 1320 ayat (3) dan 1333 KUHPerdata).
2.Objeknya diperkenankan (Pasal 1335 dan 1337 KUHPerdata).
3.Harus mungkin dilakukan.